Tags

LOVE IS ALWAYS COMPLICATED POSTER

Title                            : Love Is Always Complicated 

Author                      : @dcnirwana ( www.blameonblack.wordpress.com )

Genre                         : romance

Rate                            : General

Lenght                       : Oneshot

Cast                            :

  • Cho Kyuhyun
  • Kim Byulhyun

Disclaimer                  : I OWN THE PLOT

 Love Is Always Complicated

After Story – Kyuhyun’s Side

“Siap?” Byulhyun melirik ke arah seorang gadis kecil berusia enam tahun yang kini berdiri di sampingnya dengan sebuah panci beserta sebuah sendok sayur di kedua tangannya. Sedangkan Byulhyun memegang sebuah megaphone berukuran besar di tangan kanannya. Gadis kecil itu mengangguk semangat dan tersenyum sangat lebar.

Byulhyun mulai melangkah secara perlahan-lahan supaya tidak menimbulkan kegaduhan, gadis kecil tadi tetap mengikuti setiap gerakan yang dibuat oleh Byulhyun. “Pelan-pelan! Jangan sampai membuat suara sekecil apapun!” bisik Byulhyun.

Setelah berjalan beberapa langkah, akhirnya mereka berdua berdiri di depan sebuah ranjang berwarna putih yang berukuran super besar. Byulhyun melangkah duluan ke sisi kiri sedangkan gadis kecil itu beranjak ke sisi kanan.

Kini mereka berdua telah berdiri di masing-masing sisi dari ranjang di hadapan mereka. Byulhyun tersenyum sekilas ke arah gadis kecil itu yang langsung dibalas dengan senyuman dingin, persis seperti yang dimiliki oleh seorang pria yang sangat berarti bagi Byulhyun. “Carissa, are you ready?” tanya Byulhyun dengan suara berbisik, tangannya mengangkat megaphone itu ke udara dengan penuh kebanggaan Seakan-akan benda itu adalah senjata rahasianya.

Mengikuti gerakan Byulhyun, Carissa juga mengangkat kedua senjatanya berupa panci dan sendok sayur itu ke udara kemudian balas berbisik dengan penuh antusias, “Anytime!”

 “Kalau begitu, pada hitungan ketiga. Hana…” Byulhyun mulai menghitung.

 “Dul…” dilanjutkan oleh Carissa. Kini mereka berdua semakin mencondongkan badannya ke tengah ranjang, tak lupa dengan senjata masing-masing di kedua tangannya. Tepat sebelum menyelesaikan hitungannya, mereka saling bertatapan sekilas lalu menarik nafas secara bersamaan sehingga akhirnya,

 “IIIRRROOONNNAAAA!” teriak Byulhyun sembari menggunakan megaphone di tangannya sehingga suaranya langsung menggema kencang di kamar bernuansa putih-biru ini. “CHO KYUHYUN, IRRROONAAAA!! HARI INI HARI YANG PENTING!!”

 “WAKE UP!!” Carissa tak mau kalah. Carissa juga memukulkan sendok sayur di tangannya ke permukaan panci sehingga suara bising dari panci itu kini bersaing dengan nyaringnya suara Byulhyun. “CALLAN!! WAAAKKEEE UPPP!”

Dua sosok tubuh yang awalnya tertutup oleh selimut tebal itu kini mulai mengerang kesal dan menggerakkan badannya kesana kemari, merasa terganggu dengan kedua suara bising yang mengganggu kenikmatan tidur mereka. Namun biarpun begitu, kedua sosok tubuh itu tidak mau membuka balutan selimut yang hangat dan nyaman itu dari tubuh mereka.

 “GOD!” keluh Byulhyun setelah berteriak selama lima menit penuh. Begitupun dengan Carissa, keringat telah membasahi dahinya setelah memukulkan sendok sayur ke panci di tangannya itu dengan sekuat tenaga. “Dua mahluk ini memang benar-benar…” gumam Byulhyun kehabisan kata-kata.

 “Mom!” ucap Carissa sambil menatap Byulhyun yang masih menggelengkan kepalanya dengan heran terhadap daya tidur dua mahluk di ranjang ini. “Ottokhae?”

 “Mmm…” Byulhyun menggumam kecil sembari menggaruk pipinya, sibuk memikirkan strategi baru. “Plan B? Okay?” tanyanya dan segera dibalas dengan anggukan semangat dari Carissa.

 “YIHAAA!” teriak Byulhyun dan Carissa bersamaan. “APPA!! BANGUN! CALLAN, WAKE UP!” seru Carissa dengan suara nyaringnya. Kini keduanya tengah melompat-lompat penuh semangat di atas ranjang sehingga kedua sosok yang masih tertidur itu kini tak memiliki pilihan lain selain membuka balutan selimut di atas tubuh mereka dan menatap bengis kedua oknum bersalah yang kini masih semangat melompat-lompat di atas kasur.

Di balik selimut itu terdapat sosok Kyuhyun dengan seorang anak lelaki berusia enam tahun. Penampilan kedua lelaki itu benar-benar sama persis, piyama berwarna biru, rambut tebal yang berantakan dan juga dengan tatapan mata yang tajam serta menusuk. Tak ada hal lain yang mereka pedulikan kecuali kedua orang gadis yang kini masih asyik melompat-lompat di atas kasur sambil tertawa gembira.

 “KIM BYULHYUN! KUBUNUH KAU!” seru Kyuhyun sambil berdiri secara tiba-tiba dan langsung menyerang tubuh Byulhyun kemudian menjambak rambutnya. Tidak mau kalah, Byulhyun juga balas mencubiti pipi dan pinggang Kyuhyun dengan sangat kencang sehingga tak urung membuat Kyuhyun mengaduh kesakitan tanpa henti.

 “CARISSA CHO! NEO JUGO SHIPPEO?!” teriak anak lelaki itu dan menatap Carissa dengan penuh rasa marah. Sedangkan Carissa hanya tertawa mengejek sembari menjulurkan lidahnya kearahnya, “Jika kau ingin membunuhku, itu hanya ada dalam mimpimu, Callan Cho!” balas Carissa tanpa ada sedikitpun rasa takut di setiap ucapannya. Dia justru menatap wajah Callan yang terlihat begitu mirip dengan dirinya. Tanpa menunggu lama, kini bukan hanya pertarungan sengit antara Kyuhyun dan Byulhyun yang terjadi tetapi ditambah dengan dua mahluk versi mini lainnya yang kini tengah menjambak dan mencubit bagian tubuh lawannya masing-masing.

 “Callan! Jangan cekik leher Carisa! YA! Kim Byulhyun! Jangan menggigit tanganku! Ya!” seru Kyuhyun sambil menjitak kepala Byulhyun dengan gemas tetapi kedua matanya masih waspada memperhatikan pertengkaran kedua anak kembarnya itu.

 “Carissa! Jangan tusuk mata kakakmu! Itu bahay…YA! Cho Kyuhyun! Rambutku menyangkut di kancing piyamamu! YA! Bantu lepaskan!” seru Byulhyun sambil mencoba melepaskan beberapa helai rambutnya yang kini menyangkut erat di sela kancing piyama milik Kyuhyun.

Aww apeuda!”

Tepat saat mendengar suara erangan dari bibir Istri dan juga Ibunya itu, kini mereka bertiga langsung berhenti bergerak dalam sekejap di posisinya masing-masing. Kyuhyun masih dalam posisi hendak mencubit pinggang Byulhyun, Carissa yang akan mencekik leher Callan, begitupun dengan Callan yang baru saja akan menjambak rambut Carissa.

 “Mommy!” seru kedua anak itu bersamaan dan segera berderap menuju kearah Kyuhyun dan Byulhyun yang kini bingung hendak melakukan apa. “Appa! Kita harus bagaimana? Ini darurat! Panggil TIM SAR atau pemadam kebakaran?! APPA!” teriak Carissa histeris, sepertinya dia salah menyangka bahwa Byulhyun akan segera mati karena keracunan. Sementara ide yang muncul dari bibir gadis mungil itu membuat Kyuhyun mendesah heran, darimana anak ini tahu tentang SAR dan pemadam kebakaran? Tapi bukankah seharusnya Kyuhyun lebih mengkhawatirkan bagaimana anaknya bisa mengerti tentang pembunuhan di usia yang masih enam tahun?

 “Eomma! Jangan mati dulu! Eomma belum membelikan aku playstation baru! Jangan mati! Eomma!” seru Callan tak kalah kencangnya. “Eomma! Setidaknya Eomma matinya nanti saja! Kalau sudah membelikan aku playstation! Ya Eomma, ya?”

 “MWOYA?!” seru Byulhyun tidak terima karena merasa nyawanya lebih murah dibandingkan dengan sebuah playstation. Byulhyun langsung menjulurkan tangannya untuk menjitak kepala anak bungsunya itu namun karena rambutnya yang tengah tersangkut, ia tidak sanggup untuk meraih Callan yang berada cukup jauh dari tempatnya sekarang. “Aw! Aw! Sakit, aw… rambutku!”

 “Ya! Jangan banyak bergerak!” seru Kyuhyun sambil menjitak kepala Byulhyun pelan. Byulhyun hanya bisa diam setelah Kyuhyun mengatakan hal itu sedangkan kedua anaknya kini masih terlihat panik dengan alasannya masing-masing.

 “Cal, tolong ambilkan gunting di laci meja kerja Appa.” ucap Kyuhyun pada Callan yang langsung mengangguk patuh kemudian berjalan keluar dari kamar menuju ruang kerja Kyuhyun.

 “Callan! Tunggu aku!” seru Carrisa dan berlari menyusul kakaknya di luar sehingga kini hanya ada Kyuhyun dan Byulhyun di dalam kamar.

 “Rasakan akibatnya jika kau tidak berlaku manis pada suamimu!” ucapan Kyuhyun itu langsung membuat Byulhyun mendengus tak peduli. “Kalau saja tadi kau membangunkanku dengan manis, pasti hal ini tidak akan terjadi.”

 “Jika aku membangunkanmu dengan cara baik-baik atau secara manis, aku yakin hingga Korea bertetangga dengan Swiss, kau pasti belum bangun juga.” ucap Byulhyun, berniat mengejek. “Sudahlah, akui saja. Ini satu-satunya cara terbaik untuk membangunkanmu dan Callan. Lagipula ini cara gadis primitif membangunkan suaminya, setan busuk!”

 “Aish!” desis Kyuhyun sambil mengacak rambut Byulhyun secara asal, sehingga kini rambut Byulhyun tak hanya tersangkut di satu kancing tetapi juga di beberapa kancing lainnya.

 “YA!” Byulhyun langsung berteriak tak percaya saat Kyuhyun malah semakin memperburuk keadaan. “Rambutku makin kusut!”

 “Balasan yang setimpal untuk Istri yang tak pernah mau instropeksi diri!” ucap Kyuhyun santai dan memilih untuk merebahkan dirinya lagi ke atas ranjang. Karena rambutnya yang tersangkut, Byulhyun tak punya pilihan lain selain ikut berbaring di atas tubuh Kyuhyun. “Kenapa kau tiba-tiba tidur seperti ini? Ya! Cho Kyuhyun! Ini sudah pagi! Si kembar sudah bangun, jangan pernah mencoba hal yang macam-macam!” cerocos Byulhyun tanpa henti saat Kyuhyun memeluk tubuh Byulhyun dengan erat seakan tak mau melepaskannya.

 “Ini salah satu pendidikan untuk mereka.” balas Kyuhyun dengan ringan.

Byulhyun langsung mencubit pipi kiri Kyuhyun saat pria itu selesai mengucakan kalimatnya.  “Itu balasan yang setimpal untuk Ayah yang selalu berpikiran mesum. Ini pasti karena pengaruh Eunhyuk Oppa. Kalian bertemu lagi kan kemarin lusa? Dasar monyet mesum! Aku akan menjauhkan Callan dan Carissa darinya. Jangan mengajak si kembar bertemu dengannya atau aku akan menghabisi nyawa kalian berdua!” ucap Byulhyun bengis sedangkan Kyuhyun kini mengelus pipinya yang kemerahan karena cubitan dari tangan istrinya ini.

 “Gadis primitif memang kasar dan kejam!” gerutu Kyuhyun pelan sementara Byulhyun hanya terkekeh kecil saat mendengar ucapannya tadi. “Tapi aku menyukainya.”

Byulhyun mengulurkan tangannya untuk memeluk Kyuhyun, dia tersipu malu. “Lalu menikahinya?”

Kyuhyun mengangguk, “Karena aku tak tahu apa yang akan terjadi kalau aku tidak menikahimu. Kau ingat saat kau sudah di depan altar bersama Kimmie? Saat itu aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apalagi. Pukulan-pukulan dari Kimmie tidak sebanding dengan rasa sakit hatiku. Kalau saat itu aku tidak bisa merebutmu, aku mungkin akan benar-benar rela mati ditangan Kimmie.”

Tangan Byulhyun gemetar. Dia mengeratkan pelukannya. Sudut matanya sudah sesak oleh desakan air mata yang mendadak memaksa untuk ditumpahkan. “Jangan bicarakan itu lagi. Kejadian itu sudah sembilan tahun yang lalu. Masa lalu tidak begitu penting. Yang terpenting sekarang adalah masa kini dimana aku sepenuhnya milikmu. Dan akan terus seperti itu.”

Kyuhyun tersenyum. Tangannya bergerak untuk mengusap rambut Byulhyun lembut. “Aku tahu. Kim Byulhyun hanya untuk Cho Kyuhyun. Bukan begitu, Nyonya Cho?”

“Eyy lalu bagaimana dengan Callan dan Carissa? Kau tidak boleh egois, Tuan Cho.”

Kyuhyun menaikannya bahunya. “Aku tidak peduli.”

“YA!!”

Appa!” seruan semangat yang terdengar sayup-sayup dari luar kamar itu langsung membuat Kyuhyun segera membenarkan posisinya ke semula, yaitu duduk dengan tenang di atas ranjang. Byulhyun hanya bisa menyesuaikan gerakan Kyuhyun yang mendadak itu dengan sigap.

 “Appa! Kami menemukan gunting!” wajah Carrisa yang pertama kali muncul di balik pintu kamar. Dia terlihat sangat semangat saat berlari menuju ranjang kedua orangtuanya, “Tapi bukan gunting yang tersimpan di ruang kerja Appa.”

 “Eh?” Kyuhyun dan Byulhyun menyahut heran secara bersamaan. “Lalu kau menemukannya dimana sayang?”

 “APPA!” kini suara nyaring itu langsung terdengar di luar kamar. Detik berikutnya, wajah manis Callan muncul dari balik pintu dengan senyuman lebar terpampang di bibirnya. “LIHAT INI!”

Byulhyun yang berada di posisi yang berlawanan dari pintu kamar, tidak bisa melihat apa yang telah dilakukan oleh anak gadisnya itu. Namun perasaannya menjadi khawatir saat merasakan nafas Kyuhyun yang berhenti secara tiba-tiba, terkejut akan suatu hal. “Apa?! Apa?! Apa yang Callan bawa? Cho Kyuhyun, beritahu aku!”

Kyuhyun tak bisa berkata apapun. Matanya masih tidak bisa mempercayai saat melihat anaknya membawa gunting kebun berukuran besar dari halamannya yang penuh dengan lumuran tanah kotor.

 “Byulhyun-ah…” ucap Kyuhyun dengan nada lemas.

 “Wae? Ada apa? Apa yang terjadi Carissa? Cal, apa yang kau bawa?”

 “Kurasa anakmu itu tidak berniat memotong rambutmu.” lanjut Kyuhyun masih dengan nada lemas.

 “Mwo?! Lalu dia ingin memotong apa?!”

 “Kepalamu.”

 “MWO?!”

Semenjak kejadian yang membuat Byulhyun merasakan trauma itu, dia segera menyuruh tukang kebun untuk membuang semua gunting kebun yang mereka miliki.

“Aku sudah menyuruh Han Ahjussi untuk membuang semua gunting kebun.” Ujarnya ringan dengan perasaan bangga seolah sudah berhasil menyelesaikan sebuah masalah besar.

Sementara Kyuhyun yang berdiri disampingnya tidak habis pikir dengan ide istrinya itu. sejauh yang ia ingat, istrinya ini adalah wanita cerdas yang sering membawa pulang medali kejuaraan sains. Tapi kenapa rasanya Kyuhyun mulai ragu dengan kemampuan wanita itu.

“Kalau kau membuangnya, bagaimana mereka merawat kebun kita?”

Byulhyun berdeham berpikir. Kemudian sebuah ide datang begitu saja. “Kita gunakan gunting sekali pakai saja. Setelah dipakai segera dibuang. Kalau kita butuh, kita beli lagi.”

“YA!! Apa kau pikir uangku hanya untuk membeli gunting kebun?!”

APPA! EOMMA!! Kalian berisik sekali? Kalian pikir pembunuhan hanya bisa dengan gunting kebun? Dirumah masih ada banyak pisau, gergaji, palu, paku, kaca, stik golf dan yang lainnya. Bahkan bantal dan tangan kosongpun bisa membunuh. Apa kalian bodoh? Tidak berpikir sampai kearah situ.”

Byulhyun dan Kyuhyun hanya melongo mendengar rentetan kata yang diucapkan putra mereka. Bagaimana bisa anak enam tahun bisa mengerti pembunuhan hingga tahap seperti itu. Mungkin mereka terlalu meremahkan pengetahuan ‘pembunuhan’ yang dimiliki Callan.

 “Ahhh. Langitnya jelek sekali hari ini.” ujar Carissa memecah keheningan sekaligus mengalihkan topik, dia mendongak keatas sementara kedua lengannya semakin melingkar pada leher Kyuhyun yang saat ini tengah menggendongnya di balik punggung. Carissa lalu menoleh kebawah, pada sosok kakak kembarnya yang berjalan disamping Byulhyun dengan PSP di tangannya, “Sejelek kau, Callan!”

 “YA!! Aku ini tampan melebihi Appa!” protes Callan.

Carissa mendelik, “Nope! Appa adalah pria paling tampan di seluruh dunia!”

Dan bukannya melerai, Byulhyun malah mengangkat tangannya dan melakukan high five  dengan Carissa. Sementara Kyuhyun yang melihat adegan bully lewat ekor matanya itu hanya terkekeh kecil, tidak ingin terlibat.

Callan mendengus, “Kalau begitu, aku pria tertampan kedua setelah Appa!”

 “Ani!! Posisi kedua adalah Song Jongki!!” sahut Byulhyun yang langsung mendapat pelototan sinis dari Kyuhyun. Tapi ia tidak peduli dan malah mengerling nakal pada gadis kecilnya yang berada di atas punggung pria itu, “Benar kan, Carissa?”

 “Yap! Yap! Yap! Jongki Oppa!!” teriak Carissa antusias.

 “Errr… baiklah, ketiga!” putus Callan akhirnya.

 “Shireo! Yang ketiga adalah Luhan Oppa!” sentak Carissa, tidak terima. Gadis kecil itu lalu menjulurkan lidahnya, “Callan adalah pria tertampan kesepuluh ribu!”

Callan merengut sebal.

Kyuhyun terkekeh mendengar ocehan putrinya itu, dengan gemas ia memukul pelan pantat Carissa dalam gendongannya, “Carissa, nakal sekali.”

Carissa mendengus, “Carissa nakal karena Carissa adalah anak Appa dan Eomma.”

Lalu mereka tertawa bersama sepanjang jalan sambil mengoceh ini dan itu. Sebuah keluarga kecil yang harmonis bukan? Carissa masih saja bermanja-manja dalam gendongan Kyuhyun. Sementara Callan berjalan melompat-lompat menolak tangan Byulhyun yang sedari tadi bersikeras menggandengnya. Hingga kemudian, salju mulai turun.

 “Dingin sekali.” Callan menggosok-gosok kedua telapak tangannya yang sudah terbungkus sarung tangan tebal. “Kenapa Appa tidak membawa mobil saja, sih?”

Carissa semakin erat merangkulkan lengannya pada Kyuhyun, bahkan memeluk punggung Kyuhyun dari belakang, “Aku hangat dengan memeluk Appa.”

 “Aku tidak akan iri!” seru Callan.

Byulhyun tertawa kecil melihat tingkah kedua malaikat kecilnya itu. Ia kemudian mengulurkan kedua lengannya kearah Callan, “Callan mau Eomma gendong?”

Callan langsung mendekap tangannya sendiri, “Shireo! Aku bukan anak kecil!”

 “Eh?”

 “Callan malu, Eomma. Dia ingin menjadi pria yang keren saat memasuki vanue pesta hari ini!” Carissa menyeletuk cepat. Ia melirik jahil pada kakak kembarnya yang saat ini sudah memasang tampang penuh ancaman bila Carissa akan sesuatu yang lebih jauh lagi. Tapi nampaknya Carrisa tidak peduli dan terus mengoceh, “Eomma tau? Callan menyukai seorang gadis.”

Kyuhyun dan Byulhyun membelalak kaget, “Jinja?”

Callan mendesis penuh dendam pada sang adiknya yang tertawa puas meledeknya di atas punggung Kyuhyun, “Aish! Tutup mulupmu Carissa!”

 “Aigo. Jadi, siapa gadis beruntung yang disukai Callan kecil Eomma ini?” goda Byulhyun kemudian.

 “Oppa dan Eomma bisa menemuinya di pesta nanti.” dan lagi-lagi Carissa yang menyahut.

 “Jinja?” Kyuhyun tampak tertarik. “Pesta yang akan kita datangi ini?”

Callan mengangguk malu, “Dia pasti akan terlihat sangat cantik!”

 “Tapi tentu saja tidak secantik Carissa!” serobot Carissa lagi membuat Callan kembali mendengus.

Kyuhyun dan Byulhyun terkekeh pelan, “Jadi, siapa namanya?”

 “Sebutkan namanya, Callan! Sebutkan! Beri tahu Appa dan Eomma! Mereka pasti tidak akan menduganya.” Carissa langsung memekik antusias.

Callan mengangguk, “Namanya…”

 “Siapa?” kejar Kyuhyun.

 “Namanya adalah…”

 “YA! Callan! Jangan buat Eomma penasaran!” pekik Byulhyun.

 “… Adsila.”

 “………”

 “MWORAGO???”

Advertisements