Tags

Part                             : 4 of 4

Author                       : @dcnirwana

Genre                         : romance, angst

Rate                            : General

Type                           : Song Fiction

Length                       : Oneshot; 1,459 words; 4 MS Word pages

Main Cast                  :

  • Shi Hyera (OC)
  • Lee Hyukjae

Disclaimer                  : I OWN THE PLOT with inspiration from everywhere

 

ANDANTE

Hyera berdiri ragu dihadapan sebuah pintu. Dia telihat menimbang-nimbang apakah dia harus memasukan serangkaian kode untuk membuka pintu itu atau tidak. Namun pada akhirnya, Hyera tetap memasukan kunci kombinasi untuk masuk kedalam ruangan itu.

KLIK…

Pintu sudah tidak lagi berhenti. Dengan kerasnya degupan jantung dan rasa takut, ia perlahan membuka pintu itu. Selesai menutup pintu, dengan perlahan dia melangkah memasuki ruangan itu.

Suasana didalam sana terlihat ramai karena mereka sedang berkumpul bersama sebelum akhirnya Hyera berada di dalam ruangan itu. Semua orang yang berada didalam langsung diam dan menatap Hyera dengan pandangan terkejut. Namun, Hyera sama sekali tidak peduli dengan pandangan orang-orang itu. Dia langsung mendekati orang yang menjadi tujuan utamanya mendatangi apartemen ini.

Hyera mendekati sosok pria yang sedang duduk menyendiri sambil mendengarkan musik melalui earphone. Butuh beberapa saat untuk pria itu menyadari keberadaan Hyera.

“Hy… Hyera-ya?” pria itu nampak terkejut dan canggung dengan kedatangan Hyera.

Hyera hanya tersenyum kecil dan menyerahkan sebungkus kotak yang ada ditangannya.  “Untukmu.”

“Untukku?” Tanya pria itu ragu.

Hyera tersenyum lalu mengangguk kecil. “Ne, untukmu, Oppa! Saenggil chukhahaeyo.”

Dengan keraguan, Hyukjae menerima kotak dari tangan Hyera. “Tapi apa ini?”

Hyera tesenyum samar, “Kau akan tahu sendiri nanti.”

Hyukjae hanya mengerjapkan matanya. Saat Hyera mulai berbalik untuk pergi. Sejujurnya, dia sangat ingin untuk menahan Hyera dan memintanya untuk tinggal untuk sementara waktu untuk merayakan ulang tahunnya. Tapi dia kembali teringat akan apa yang terjadi antara dirinya dan Hyera kini.

Niat Hyukjaepun ternyata dilampiaskan oleh Donghae. “Hyera-ya, tinggalah sebentar. Kita berpesta dulu.”

Hyera menoleh lalu menggeleng. Dengan tersenyum dia membalas ajakan Donghae. “Alasanku datang kemari hanya untuk memberikan bungkusan itu pada Lee Hyukjae. Jadi tidak ada alasan lagi untuk aku supaya tinggal disini.”

Hening. Rasa canggung amat terasa diantara mereka. Bahkan member yang lain pun enggan berbicara. Mereka membiarkan masalah ini biarlah Hyukjae dan Hyera sendiri yang menyelesaikan.

Keurom, aku permisi.” Pamitnya. Kemudian dia membungkuk kearah Hyukjae. “Senang bisa berkenalan denganmu, Hyukjae-ssi. Terimakasih untuk semuanya.” Selesai mengucapkan itu, Hyera kemali melangkahkan kakinya untuk pergi. Kini dia benar-benar hilang di balik pintu. Dan mungkin akan hilang dalam kehidupan sosok Lee Hyukjae.

“Ya! Eunhyuk-ah!” Kangin bersua. “Sebenarnya ada apa dengan gadismu itu?”

Heechul berdecak. “YA! Eunhyuk dan gadis itu sudah putus! Tidak ada hubungan apa-apa lagi! Sudah berapa kali dia bercerita, neo jinja paboya!!”

Hyukjae hanya tersenyum kecut saat Heechul menjelaskan pada Kangin. Ucapan Heechul yang tanpa sensor dan tidak memedulikan perasaan Hyukjae saat ini berhasil membuat hati Hyukjae yang sedang terluka bagai ditaburi garam.

Hyukjae segera melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar sambil membwa bungkusan itu ketika matanya mulai tergenang oleh air mata. Dia tidak mau terlihat cengeng, rapuh dan terluka dihadapan member lainnya. Jadi biarlah dirinya sendiri yang meratapi luka dihatinya kini yang ia buat sendiri.

Ragu. Hanya itulah yang mampu terbaca dari tatapan mata Hyukjae yang terfokus dalam sebuah kotak berwarna biru yang dibungkus rapi itu. Tangannya maju mundur saat hendak membuka kotak itu. Entah apa yang membuat perasaanya begitu berat dan enggan untuk membuka kotak itu. Akhirnya dengan perlahan, tangan Hyukjae mulai terarah untuk membuka kotak itu.

Hanya satu kata yang ia rasakan saat ini. Clueless. Dia berfikir bila kotak itu akan penuh dengan barang-barang yang dulu ia berikan dan mengembalikannya. Tapi nyataya, hanya sebuah kue strawberry shortcake kesukaannya. Yang lebih membingungkannya lagi adalah bukan tulisan ‘saenggil chukahae’ atau ‘Happy Birthday’ atau semacamnya. Tapi hanya ada satu kata. ANDANTE.

Hyukjae hanya mengernyitkan dahinya. Dia berusaha mencari surat yang mungkin ditinggalkan Hyera untuknya. Tapi nihil, alih-alih dia mnemukan surat itu, dia justru menemukan iPod nano touch yang dulu ia jadikan kado untuk ulang tahun Hyera. Dengan cekatan, Hyukjae menyalakan iPod dan hanya menemukan satu file berjudul ‘farewell’ dalam format mp3. Segera diambilnya earphone miliknya dan mula mendengarkan file itu.

Intro lagu mula terdengar. Rekaman petikan gitar itu membentuk sebuah melodi lagu yang Hyukjae kenali. Memasuki verse lagu, mulai terdengar suara Hyera menyanyikan satu lagu. Satu lagu yang benar benar bisa merepresentasikan hatinya saat ini. Hyukjae memejamkan matanya dan mendengarkannya. Memasuki bridge kemudian reff, suara Hyera mulai bergetar. Yang ada dalam benak Hyukjae adalah gadis itu mulai menahan air matanya. Hingga pada verse kedua, Hyera menyanyikannya dengan terisak.

♫ Ggumso geseo do geudae mameun tong baggulsuga eomneun de

Eon je jjeum ijeul su i sseul gga

Nu neul ddeu myeon geum sae Thursday ddo Tuesday

I jen shi gan majeo bballajyeoga

Jogeumman deo geudael dama dugoshipeun de ♫

Hyukjae menggigit bibir bawahnya. Memejamkan matanya rapat. Menahan bulir air mata untuk jatuh dan membasahi matanya. Hyukjae bisa merasakan. Bagaimana rasa sakitnya Hyera saat menyanyikan lagu itu. Hyukjae juga merasakan sakit yang sama. Bagaimanapun juga, dialah yang memilih Hyera untuk ia lepaskan. Melepaskan gadis yang benar-benar ia cintai untuk pertama kali dalam hidupnya.

Lagu itu sudah mencapai akhirnya. Namun, rupanya rekaman itu tidak berakhir begitu saja.

“Ehmm… ehhmm…” Hyera terdengar berdeham beberapa kali.

Oppa~” Hyera kembali bersuara dan kali ini dia memanggilnya ‘Oppa’ seperti biasa. Hyukjae bahkan dengan reflek membalas panggilan Hyera dengan gumaman.

“Aku tahu kalau kita sama-sama membentengi diri untuk tidak berkomunikasi dan menjalin hubungan lagi. Tapi bila kamu menemukan rekaman ini, kumohon kau mendengarkannya hingga akhir.

“Saat kau mengakhiri hubungan kita, kau memintaku untuk melupakanmu. Tapi kau tahu, itu sangat berat bagiku untuk sepenuhnya melupakanmu begitu saja. Aku bahkan terlarut dalam kesedihan dan terjebak dalam asa dan anganku sendiri bila kamu mungkin akan kembali kepadaku suatu hari nanti.”

Hyukjae meringis miris saat mendengar pengakuan dari suara yang bergetar itu. Dia merasa bodoh dan kejam sekaligus. Dia hanya bisa merutuki dirinya sendiri

“Hingga kemudian akhirnya Nichan sudah tidak sabar menghadapi sifat bebalku dan mulai menyadarkanku bila keadaan akan jauh lebih baik bila aku mengambil tindakan dan move on. Aku tidak boleh terus menerus seperti ini. Aku sadar bila aku hanya sebuah kristal yang mudah hancur dan cengeng. Tapi aku tidak mau terlihat sebagai gadis yang menyedihkan. Kau tahu Oppa, kristal bodoh ini sedang berusaha untuk menjadi berlian.”

Hyera mengambil nafas dalam seelum melanjutkan, “Jadi aku akan melupakanmu. Seperti permintan terakhirmu padaku. Tapi aku akan melakukannya secara perlahan. Andante, sama seperti yang aku nyanyikan dengan suaraku yang tidak bisa dibanggakan. Hehe.”

Hyukjae ikut terkekeh kecil saat Hyera memberi penilaian buruk terhadap suaranya. Lalu gadis itu melanjutkan bernarasi dengan suara seraknya,  “Aku ingin kenangan kita untuk tetap kumiliki. Kuharap kau tidak melarangnya. Bagaimanapun, kau salah satu dari bagian dari hidupku, Oppa. Saranghaeyo, Lee Hyukjae. Terimakasih atas semua yang telah kau lakukan dan berikan untukku. Terimakasih karna kamu sudah mau mengisi ruang dalam kisah hidupku. Bersamaan dengan berakhirnya rekaman ini, kenangan antara kita, kenangan anatara aku dan kamu, antara sesosok Lee Hyukjae dan Shin Hyera akan berakhir. Kisah kita cukup sampai disini. Setelah ini aku hanya berharap bila kau akan selalu bahagia dengan pilihanmu.”

Hening. Tidak ada lagi suara Hyera yang terdengar. Rekaman itu sudah berakhir. Pertanda bila hubungan mereka memang benar-benar berakhir. Tidak akan ada lagi kisah kasih diantara mereka berdua.

Hyukjae menggenggam erat iPod yang ada dalam genggaman tangannya. Air matanya tidak mampu lagi ia tahan. Dia membenamkan wajahnya dalam lengannya. Isaknya terdengar pelan namun pilu. Dia sedang berusaha bergelut dengan batinnya. Dialah yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini, tapi mengapa dia merasakan sakit dan kehilangan hingga seperti ini.

Hyukjae bangkit dan mulai memotivasi dirinya. Putusnya sebuah hubungan bukan akhir dari segalanya. Hubungan ini berakhir bukan berarti hidupnya juga berakhir. Hidup masih akan tetap berlanjut. Life must go on whatever happened, rite?

“Tuhan~ bantu aku.” Doanya dalam hati. Hyukjae mulai menenangkan dirinya dan menarik nafas dalam sebelum buka pintu kamarnya. Setelah dia merasa siap untuk menyambut lembaran hidupnya yang baru, dia membuka pintu dan berjalan keluar. Dengan ceria dia menghampiri seluruh member, “Ada yang mau Cheescake?”

-=.=-

Hyera keluar dari appartemen dan langsung masuk kedalam lift. Dia bersandar pada dinding lift. Nafas dan degupan jantungnya tidak beraturan. Perasaanya campur aduk. Otaknya masih sibuk melalang buana.

Dengan susah payah dia menenangkan diri dan meyakinkan dirinya bila ini adalah keputusan yang terbaik. Cukup melelahkan untuk mengumpulkan keberanian untuk mengakhiri sesuatu sekaligus memulai awal yang baru. Ini bukan akhir dari segalahnya. Justru ini adalah awal yang baru bagi hidupnya.

Hidup adalah pilihan. Setiap pilihan yang kita pilih menentukan bagaimana nasib akan menuntun kita menuju takdir. Jadi bila kita sudah memutuskan sesuatu jangan pernah menyesali. Cukup dengan percaya bila keputusan itu akan membawa hal baik dan kebahagian. Karena kebahagianlah yang menanti kita. Dengan semangat itulah Hyera memantapkan langkah keluar dari gedung apartemen itu.  Tanpa menoleh lagi kebelakang dia terus melangkah meninggalkan gedung dengan dinding-dinding yang menjadi saksi bisu Hyera yang merasakan pedih untuk mengakhiri hubungannya.

Hyera berhenti sejenak untuk tersenyum kepada mentari. Perasannya jauh lebih tenang sekarang. Dia sudah siap untuk menjemput kebahagiannya di masa datang. Permasalahan dengan siapa kebahagian itu datang, dengan Lee Hyukjaekah atau kisahnya membutuhkan sosok yang baru, dia tidak pernah tahu. Who the hell know the future? And she no need to guest, she’ll figure it out.

Advertisements