Tags

LOVE IS ALWAYS COMPLICATED POSTER

 

Title                           : Love Is Always Complicated – Episode 14

Author                      : @dcnirwana

Genre                        : romance

Rate                           : General

Type                           : Drama Fiction

Length                      : Oneshot; 3,630 words; 10 MS Word pages

Main Cast                :

  • Park Nichan (OC)
  • Kim Byulhyun (OC)
  • Yesung
  • Kyuhyun
  • Super Junior

Disclaimer                  : I OWN THE PLOT

EPISODE 14

22.00  of May 25nd, 2012

Yesung’s Room

Yesung duduk diam di kamarnya. Dipejamkan matanya erat-erat selagi tangannya masih menggenggam erat ponsel pintarnya. Masih terbayang jelas dibenaknya percakapan yang terjadi antara dirinya dan Nichan beberapa waktu lalu.

***

“Terimakasih karena kau sudah membantu Eommonim, Kkoma. Kau pasti lelah, ya?”

Gomaptareul eobsoyo, Oppa. Aku tidak lelah sama sekali. Lagi pula ini bukan pertama kalinya aku membantu di Handel & Gratel. Iya, kan?”

Yesung terkekeh. “Bagaimana pertemuanmu dengan Eommonim tadi?”

“Seperti biasa. Dia ramah…” Ucapan Nichan terputus.

Ujar Yesung memotong ucapan Nichan. “Bukan Eommonim. Maksudku, Eomma-mu. Shim Ahrim Eommonim.”

Nichan terdiam. “Jongjin memberitahumu?”

“Mmm…” Gumam Yesung menjawab pertanyaan itu.

Terdengar Nichan menghela nafasnya. “Ya begitulah.”

“Apa beliau  menyuruhmu untuk melakukan sesuatu?”

“Tidak.” Jawab Nichan singkat.

“Jangan bohong! Aku tidak ingin kau menyimpannya semua sendiri!” Ujar Yesung takut bila Ahrim menyuruh gadisnya untuk pergi meninggalkannya lagi. Yesung tidak mau hal itu terjadi lagi untuk yang kedua kalinya.

Jinjayo. Eomma tidak menyuruhku melakukan apapun.” Sahut Nichan untuk meyakinkan Yesung. “Dia hanya datang untuk melihat keadaanku.”

“Hanya itu?” Yesung bertanya lagi. Dia masih belum sepenuhnya percaya dengan ucapan Nichan. Mengingat gadis itu lebih suka menyimpan semua masalahnya dan menyelesaikannya sendiri.

“Ya… Awalnya kami sedikit berdebat. Tapi setelahnya, tidak terjadi apa-apa selain itu.” Sahut Nichan mencoba meyakinkan Yesung.

Yesung bernafas lega. “Syukurlah.”

Oppa…” Nichan memanggil namanya pelan setelah beberapa saat terdiam.

Eung?”

“Ah aniya! Tidak jadi.”

Wae? Apa ada yang ingin kau bicarakan lagi? Katakan saja!”

“Eumm… Sebenarnya ada.”

“Apa?”

“Aku hanya bertanya pada diriku sendiri.” Nichan berhenti sebentar untuk mengambil nafas dalam. “Kapan semua ini akan berakhir? Kapan Eomma dan Appa akan merestui hubungan ini? Aku tahu mereka menolakmu bukan karena kau itu pria jahat. Aku tahu mereka menolakmu karena kau menekuni dunia yang berbeda.”

Yesung menghela nafasnya. “Karena itulah aku akan berusaha membuat mereka menyukaiku. Seperti katamu. Mereka hanya tidak suka karena aku tidak di dalam dunia yang sama.”

Ne majya!! Mereka pasti akan menyukaimu. Kau bukan pria jahat. Kau pria baik-baik dari keluarga yang baik-baik pula. Mereka pasti akan menyukaimu cepat atau lambat.”

Yesung mengangguk. Tapi tentu saja Nichan tidak bisa melihat anggukan kepala Yesung.

“Sudah, Oppa. Jangan pikirkan ucapanku yang tadi!! Kupikir mereka sudah merestuiku. Aku tahu mereka tidak akan dengan mudah menyarahkan putri mereka dengan mudah. Kalau mereka dengan mudah melepasku kepadamu, berarti mereka menerimamu.”

Yesung tersenyum simpul mendengar celotehan Nichan. “Arra.”

“Sudah, ya, Oppa?! Aku lelah. Jalja, Oppa!”

Jalja, Kkoma-ya!”

***

Yesung kembali menghela nafasnya. Dia tahu. Amat sangat tahu apa yang sangat diinginkan gadis itu. Dia sangat menginginkan orang tuanya untuk bisa merestui hubungan mereka.

Sebenarnya dia mudah saja mengantongi restu orang tua Nichan. Namun, mereka mengharuskan Nichan mendapatkan suami seorang konglomerat seperti mereka. Namun apa daya. Yesung hanya seorang anak dari keluarga menengah.

Dipikir-pikir lagi, masalahnya hanya perbedaan dunia. Apa yang berbeda? Tidak ada dunia Yesung dan dunia Nichan atau dunia orang tua Nichan. Yang ada hanya dunia milik Tuhan. Mereka semua hidup di dunia yang sama. Lalu apa salahnya bila seorang Yesung yang anak dari seorang pengusaha kecil-kecilan menikahi seorang Park Nichan putri dari pembisnis sukses? Toh mereka semua sama dimata Tuhan.

Entahlah. Yesung sendiri bingung dengan masalahnya ini. Dia sudah memikirkan banyak cara, tapi tidak ada yang bisa memberikan jalan keluar.

“Perbedaan dunia? Strata? Kasta? Kedudukan?” Yesung bertanya pada dirinya sendiri. “Untuk apa ada hal-hal seperti itu di dunia ini?”

“AH!! Otthokaji??” Erangnya frustasi.

 

Baby baby baby baby baby…

Uri joldae heojiji malja…

Oh my lady lady lady lady lady

Naega jeongmal neoreul saranghanda

 

Yesung mengernyitkan dahinya. Sebuah panggilan dari nomor tak dikenal menelepon ke nomor pribadinya. Yesung memutuskan untuk menolak panggilan itu. Dia takut bila yang meneleponnya adalah sasaeng fans.

Tak lama setelah Yesung menolak panggilan itu, ada sebuah pesan masuk dari nomor yang sama.

From          : 010-44601

Kalau kau tidak menjawab panggilan ini, kau akan menyesal!!

Yesung berdecak kesal. “Kenapa mereka bisa sepintar ini mendapatkan nomor pribadiku?” Yesung mengangkat bahunya dan melempar ponselnya keatas kasur.

Saat Yesung mulai beranjak menuju dapur, ponselnya kembali berbunyi. Entah kenapa ada sesuatu di dalam hatinya yang menyuruhnya untuk mengangkat telepon itu. Akhirnya dengan malas, dia mengangkat telepon itu.

Yoboseo?”

“Kim Jongwoon-sshi?” Suara seoarang wanita terdengar dari seberang.

Ne. Nuguseyo?”

Nan Shim Ahrim imnida.”

“N… Ne?… Eommonim? Waeyo?”

“Ada yang ingin aku tanyakan padamu.”

“Silahkan bertanya, Eommonim. Aku akan menjawabnya semampuku.”

“Kau benar-benar mencintai putriku?”

Yesung terdiam. Diambilnya nafas dalam untuk menenagkan dirinya. “Ne. Aku sangat mencintainya. Dan aku yakin bisa menjaganya.” ucap Yesung dengan suara lirih. “Hanya dia yang bisa mengerti semua tentangku dan aku yakin bahwa aku bisa mengerti semua tentangnya”

“Apa yang ingin kau dapatkan dari putriku?”

“Kebahagian yang hanya bisa kudapatkan dari dirinya.”

“Kau yakin? Hanya demi kebahagianmu? Bukan karena kau menginginkan harta dan kedudukan?” Tanya Ahrim dengan sarkasme.

Aniyo!” Yesung menjawab dengan tegas. “Bilapun aku mengenal Nichan tanpa harta, status dan kedudukan, aku akan tetap mencintainya sepenuh hatiku. Aku mencintai sosok Nichan apa adanya. Selebihnya, aku tidak memikirkannya sama sekali.”

“Lalu apa yang kau inginkan dari diriku?”

“Aku hanya ingin kalian merestui hubungan kami dan mendoakan yang terbaik untuk kami. Hanya itu saja.”

“Tapi aku mengajukan satu syarat.”

-=.=-

17.00  of May 27th, 2012

SS4 Seoul Encore Backstage, Seoul

Oppa! Apa aku harus menonton encore hari ini?” Nichan bertanya dengan nada sedikit enggan. Bukannya dia enggan, dia hanya sedang sibuk mengurus rencana bisnisnya dengan Evelyn.

Wae? Kau tidak mau menontonku hari ini?” Yesung berbalik kecewa

Aniya.” Nichan mengelak. “Geunyang… aku sedang sibuk. Lagipula aku sudah menonton Super Show 4 yang sebelumnya.”

“Show kali ini ada sedikit perbedaan.” Yesung masih berusaha membujuk Nichan. “Kau akan suka.”

“Perbedaan apa?” Tanya Nichan. “Aku hanya menonton lewat backstage jadi tidak terlalu berpengaruh.”

Backstage mwoya? Kau akan menonton di kursi penonton.” Jelas Yesung.

Nichan berjengit, “Tidak di backstage?”

Yesung menggeleng. “Aniya, aku sudah menyiapkan kursi kusus.”

Nichan menghela nafasnya. Sejujurnya dia sedikit enggan untuk menonton Super Show secara langsung. Entahlah, Nichan hanya merasa jengah saat semua member Super Junior tengah beraksi dan bersenang-senang sekaligus menghibur ribuan fans diatas panggung yang semata-mata hanya dijadikan alat untuk mencetak uang bagi perusahan. Pemikaran dangkal. Tapi itulah yang ada di benak Nichan saat mendengar kata Super Show.

Tapi ia tidak tega melihat antusiasme Yesung saat menyuruhnya untuk menonton show itu. Nichan tahu dan selamanya dia tidak akan bisa mengerti kebahagian kekasihnya saat berada diatas panggung. Jadilah ia mengiyakan ajakan Yesung.

Dan disinilah ia berada sekarang, diantara ribuan ELF lainnya. Dia duduk di barisan kedua tepi kanan. Posisi yang strategis untuk menonton konser karna panggung tepat lurus dihadapannya. Namun, Nichan merasa sangsi saat mendapati dirinya tidak membawa apapun. Tidak seperti berapa gadis disekitarnya yang heboh membawa lighstick, banner, bando dan beberapa properti lainnya. Nichan hanya bisa duduk diam dengan sedikit kikuk.

Diraih olehnya ponsel yang ada dalam tas dan mengirimi Byulhyun pesan untuk mengabari dirinya akan pulang larut. Setelahnya dia memasukan ponsel kedalam tas dan beralih mengambil pad miliknya. Dia membuka sebuah aplikasi menggambar dan menuliskan kata Super Junior dalam warna biru dan Yesung dalam warna merah. Yah, setidaknya dia berusaha untuk mendukung grup yang akan melangsungkan konser itu.

Konser mulai berlangsung. Dibuka dengan lagu Superman, berhasil membuat seisi gedung itu panas akan terbakarnya aksi panggung Super Junior. Tidak luput, Nichan juga menikmati konser dan bahkan dia meneriakan fanchant bersama.

Beberapa lagu sudah terlewati dan penampilan setelah ini adalah Yesung. Beberapa fans didepan Nichan merupakan Clouds dan sibuk membicarakan Yesung dihadapannya.

“Waaa sebentar lagi uri Oppa tampil. Pacar kita bersama”

“Aaaa… Yesung Oppa keren sekali. Oppa jangan genit dengan lagu itu, menyanyi untukku saja.”

“Pacarku akan tampil.”

Kalimat seperti itu hilir mudik dalam telinga Nichan. Dia terkadang terkekeh geli saat melihat aksi-aksi konyol para fans. Dia terkikih saat membayangkan bagaimana kalau mereka tahu bila Nichan adalah kekasih resmi dari idola mereka.

“Ya! Kau fans Yesung Oppa juga?” Suara gadis yang duduk tepat disampingnya membuyarkan lamunanya.

Ne? Aku? Fans?” Nichan menunjuk dirinya sendiri dengan kikuk.

“Iya. Aku, Kim Naya” Gadis itu tersenyum. Dia lalu menunjukan beberapa teman disampingnya, “Kami semua juga Clouds.”

Nichan meringis lalu menyapa mereka tak lupa memerkenalkan dirinya. “Aku Park Nichan.”

“Jadi, sejak kapan kau menjadi seorang Clouds?” Gadis berpipi pualam berambut sebahu itu bertanya padanya.

Nichan membelalakan matanya. Dia sendiri tidak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai seorang Clouds, toh Yesung adalah kekasihnya.

“Sejak Januari 2009, dia resmi menjadi kekasihku.” Ujar Nichan dengan nada serius. Dia memutuskan untuk menggunakan hari jadinya dengan Yesung.

Gadis yang memerkenalkan diri sebagai Naya itu tertawa. “Oh, arraseo.”

Sejenak Nichan mengerutkan keningnya, bertanya-tanya kenapa mereka tidak terkejut ketika Nichan mengatakan dirinya sebagai kekasih Yesung. Namun, perlahan dia menyadari bahwa hal itu sudah umum digunakan, jadi mereka menganggap ‘pengakuan’ itu sudah biasa. Respon yang ditunjukan akan berbeda bila Yesung yang melakukannya.

Lampu berubah gelap, Yesung sudah berdiri ditengah panggung dan mulai menyanyi. Seluruh Clouds mulai berteriak histeris.

NAE NAMPYEON!!” Naya berteriak semangat sambil menggoyangkan lightsticknya dengan heboh.

Nichan ingin protes saat Naya mengklaim Yesung sebagai suaminya. Namun, Nichan kembali mengerti sepenuhnya. Saat dirinya kini tengah duduk bersama ribuan penggemar yang lain. Sementara dia, tengah berdiri diatas panggung megah itu. Bersinar seorang diri. Pria yang ada diatas panggung itu adalah Yesung. Sosok itu bukan hanya miliknya seorang, tapi ada ratusan ribu gadis lain yang memiliki dirinya.  Dan Nichan yakin, cinta mereka pada kekasihnya itu pasti lebih besar dibandingkan cintanya sendiri.  ELF dan Clouds, Nichan tidak akan pernah bisa merebut Yesung dari genggaman mereka.

Gosip, rumor, dan beberapa berita miring bahkan kritikan yang beredar, Nichan hanya bisa menutup mata dan telinga mengenai hal itu.  Mulai dari sekarang, ia harus belajar menjadi seseorang yang tidak peduli dengan hal seperti itu.  Nichan tak boleh percaya begitu saja dengan semua hal yang belum pasti kebenarannya.  Karena kebenaran yang pasti hanyalah, Kim Jongwoon sedang menjalani hubungan dengan Park Nichan.

Nichan harus mencoba untuk menjadi gadis yang lebih dewasa. Nichan harus mencoba untuk menjadi sebuah pribadi yang pantas untuk bersanding dengan seorang pria bernama Kim Jongwoon.

Nichan mulai menikmati penampilan Yesung diatas sana. Hingga beberapa lagu selanjutnya membuat konser ini akan segera berakhir.

Naya berdecak kecewa saat Super Junior menyanyikan lagu terakhir mereka. “Secepat ini? Aku masih belum puas.”

Majya! Majya! Harus ada beberapa jam lagi!!” Seorang gadis menguatkan pendapat Naya.

Sementara diatas sana, member Super Junior tengah bebaris rapi. Tidak menunjukan tanda-tanda bila mereka akan keluar dari panggung. Bahkan Sungmin terlihat sedang memersiapkan gitar pink kesayangannya begitu juga Henry dan Ryeowook memersiapkan gitar akustik. Lalu beberapa dari mereka memberikan tanda untuk menyuruh ELF untuk diam.

Leeteuk yang berada ditengah maju dua langkah. “Kalian senang hari ini?!”

NEEE!!!” ELF menjawab dengan bergemuruh.

“Emm… sebenarnya kita sudah membawakan lagu terakhir untuk hari ini.” Ujarnya dan sebagai respon terdengar decakan kecewa dari berbegai penjuru ruangan. “Tapi kita sudah menyiapkan sesuatu yang khusus bagi kalian!”

ELF kembali histeris. Sementara Nichan hanya menduga-duga apa yang sedang dilakukan oleh para member itu.

“Yang pertama kita punya kejutan khusus untuk kalian!” Ujar Leeteuk.

Eunhyuk maju melangkah mendekati Leeteuk. “Kejutan?”

Ne, Eunhyuk-sshi.” Leeteuk membenarkan Eunhyuk. “Kalian mau kejutan?!”

ELF mengiyakan dengan serempak. Leeteuk tersenyum lebar. “Kalau begitu kita akan menghitung bersama dan kejutan itu akan datang.”

Super Junior dan ELF mnghitung bersamaan. “HANADULSET…”

Perlahan muncul dua orang yang belakangan ini absen dalam rutinitas panggung Super Junior.

SURPRISE!!” Heechul dan Kangin segera berlari menuju tengah panggung dan berkumpul bersama Super Junior. Sementara ELF berteriak histeris karena kedatangan mereka sungguh diluar dugaan.

Anyeonghaseyo, Heechul imnida!!” Heechul menyapa para ELF dan diberi sambutan meriah. Begitu juga Kangin yang sudah dua tahun ini melakukan aktifitas wamil.

“Ya, teuk-ah!” Heechul memanggil Leeteuk. “Kenapa kalian memanggil kami?”

“Aku hanya ingin memberi pengumuman.”

“Umurku sudah memasuki masa dimana aku harus menikah, geuchi?” Leeteuk mulai membuka tujuannya bersua. “Kalian akan mendukungku, kan?”

ELF mulai bisa menerka apa yang akan terjadi. Beberapa bahkan berteriak ‘andwae’ untuk Leeteuk. Sementara Leeteuk hanya tersenyum kecil.

Kali ini ELF benar-benar berteriak lebih histeris. Banyak dari mereka berteriak setuju dan menyuruhnya segera menikah. Tapi banyak juga yang menentang. Bahkan beberapa dari mereka ada yang menangis.

Leeteuk kembali melangkah menuju bagian kiri panggung sambil terus berujar, “Aku sudah menemukan orang yang tepat itu. Kalian juga tahu bahwa aku sudah melamarnya.”

Leeteuk semakin mendekati barisan penonton. “Pastikan kalian mendukungku. Kalian mau?”

ELF makin histeris. Namun jawaban ‘iya’ mulai banyak terdengar. Leeteuk mengangguk. Matanya memerah menahan tangis haru.

Tak berapa lama, Minah muncul dari mesin hidrolik yang berada tempat di tenggah panggung membuatnya berdiri ditengah panggung bersama dengan member Super Junior lainnya. Leeteuk tersenyum lebar sementara Minah tersenyum malu-malu dalam suasana ELF yang masih histeris tiada hentinya.

“Kalian akan mendukung Leeteuk Hyung, kan?” Sungmin membuka suara. Kini lebih banyak penggemar yang mendukung pasangan ini. “Kalian pasti mendoakan kebahagian Leeteuk Hyung dan Minah Noona, kan?”

“Pastinya mereka mendukung, ELF akan mendukung semua keputusan kami.” Shindong tidak mau kalah. “Seperti mereka mendukungku dengan Nari.”

Siwon merangkul bahu Shindong. Dengan tersenyum lebar, dia menambahkan, “Majya, Hyung! ELF tidak egois.”

Banyak ELF yang mengiyakan, ada yang juga masih menentang dan masih juga beberapa yang masih ragu untuk memberikan respon balasan.

“Ahh!! Aku jadi merindukan Nari.” Shindong bersua mengalihkan perhatian.

“Kenapa kau tidak bawa dia kemari saja?” Celoteh Eunhyuk.

Donghae mengangguk-angguk. “Majya!! Hari ini Leeteuk Hyung mengenalkan kekasihnya secara resmi jadi Hyung juga ajak Nari kesini.”

“Sebenarnya dia juga sedang menonton sekarang ini.” Ujarnya. “Jadi haruskah aku mengundang Nari?”

NEE!!!” ELF berteriak kompak.

Arra arra!” Kyuhyun memecah suasana riuh. “Kalau begitu, aku juga akan mengenalkan Byulhyun pada kalian semua!”

Kali ini ELF berteriak lebih histeris menolak ucapan Kyuhyun itu. Bahkan Naya yang seorang Cloudspun berteriak setengah terisak menahan tangis. Lalu ditengah hiruk pikuk itu, Leetuk maju ketengah dengan tangan yang masih tetap menggandeng Minah mengucapkan kalimat yang membuat ELF lebih histeris dari pada sebelumnya.

“Sudah! Dari pada hanya sebagian saja yang menjemput kekasih dan mengenalkannya disini, lebih baik kalian semua jemput kekasih kalian dan bawa dia kemari!!”

JINJA?!”  pekik Donghae semangat. “Gwaenchanayo, Hyung?”

Jongmalyo? Hyung tahu ini tidak lucu.” Sahut Siwon

Leeteuk hanya tersenyum. Lalu mulai terdengar alunan musik ‘No Other’ mulai bergema di dalam stadium. Namun, semua member Super Junior hanya terdiam, hingga akhirnya Kyuhyun mengambil bait pertama yang segarusnya dinyanyikan Siwon.

Kajja!!” Dia berlari menuju salah satu sisi timur panggung. “Neo gatteun saram tteo eopso…”

Kyuhyun mulai menyanyikan lagu itu. Dia mendekati area penonton di sisi panggung. Dia berhenti dan matanya melihat sedang mencari-cari sesuatu atau seseorang lebih tepatnya. Saat dia menemukan apa yang ia cari, dia tersenyum dan perlahan berjalan mendekatinya. Kyuhyun menarik salah seorang gadis yang Nichan kenali sebagai sosok Kim Byulhyun dan menuntun gadis itu untuk berada di tengah panggung.

Sementara, Nichan dengan penuh ketegangan menunggu lirik selanjutnya. Karena ia sangat hafal bila setelah ini adalah bagian yang dinyanyikan Yesung. Dia sedikit berharap bila Yesung juga akan melakukan hal yang sama seperti Kyuhyun.

Namun naas, Yesung tetap menyanyikan lirik bagiannya tanpa beranjak sedikitpun dari tempatnya berdiri diatas panggung. Sedih dan kecewa berkecamuk dalam hatinya, namun dia kembali menyadari bila dia masih berstatus ‘kekasih rahasia’ seorang Yesung.

Lirik selanjutnya adalah jatah Ryeowook. Namun pria itu hanya berdiri diam, tak tahu harus berbuat apa. Untungnya, Kyuhyun dengan sigap menyanyikan lirik itu. Dia mendekati Ryeowook dan menyenggolnya lalu menggedikian kepalanya kearah penonton. Ryeowook mengerti lalu dia mulai bernyanyi dan mendekati wilayah standing dan menarik salah seorang gadis dan membawanya bersama menuju panggung.

Donghae yang sudah bersiap-siap menunggu gilirannya segera bernyanyi setelah Ryeowook menyelesaikan bagiannya. Dengan setengah berlari antusias, dia mendekati area standing yang ada dalam panggung. Dia menuruni panggung dan menjemput Aera disana.

Bagian Donghae sudah hampir habis, Kyuhyun bersiap. Namuan, Henry menghentikannya dan menyanyikan lirik itu. Kyuhyun mengerti dan membiarkan Henry menyanyikan bagiannya sambil berjalan menuju arah Nichan.

Setelah Henry ada di dekat Nichan, Henry mengedipkan matanya kearah Nichan sehingga membuat gadis itu tersenyum namun membuat histeris gadis lain yang ada disekitar Nichan.

Henry meneruskan langkahnya. Nichan ikut menoleh dan mendapati bila Evelyn duduk tujuh bangku di belakangnya dan dia tidak menyadari itu.

Henry dengan manis mencium tangan Evelyn lalu mengajak gadis itu untuk naik keatas panggung.

Kini tiba part Heechul. Pria itu langsung mengajak member yang tersisa untuk berlari menjemput pasangannya masing-masing. Semua member terkecuali Leeteuk, Yesung, Kyuhyun, Shindong dan Henry berlomba untuk menjemput kekasihnya masing-masing.

Nichan tersenyum lega saat menyadari semua member benar-benar membawa kekasihnya bukan sekedar acak menjemput seorang lucky fans. Tapi dia kembali menelan rasa kecewa saat melihat Yesung masih saja terdiam ditempatnya dan hanya ikut bercanda dengan member lainnya diatas panggung.

“Nichan-ah!” Naya memanggilnya dengan heboh. “Kenapa kau diam saja? Kau tidak lihat semua member mengajak lucky fans dan berkata bila mereka adalah kekasihnya.”

“Mereka benar-benar kekasihnya.” Ujarnya lirih.

“YA!” Getak Naya. “Kau ini kenapa?”

“Aku hanya sedih dia tidak menjemputku disini.” Ucapnya parau setengah terisak

“Aku juga sedih, tapi kau pasti lebih sedih hingga menangis seperti itu.”  Ucapan Naya membuat Nichan langsung menyadari bila dirinya tengah menangis. Dengan cepat, dia menghapus air matanya.

“Biasmu pasti tidak hanya satu. Kau menangis karena biasmu yang lain menggandeng fans yang lain. Beruntungnya aku, Yesung tidak…”

Ditelinga Nichan, ucapan Naya serasa mengabur. Tidak hanya itu, seluruh gemuruh dalam stadium ini sama sekali tidak ia dengarkan. Ia hanya terlalu sibuk memandangi Yesung. Semua hal kecil yang dia lakukan di panggung sana tak luput dari mata Nichan. Hingga love sign yang Yesung buat untuknya dari arah panggung. Dia hanya menatapnya nanar.

Nichan kembali tersadar saat pandangan matanya terhalangi oleh beberapa sosok ELF yang berdiri dihadapannya. Dia hanya terseyum getir. Mungkin belum saatnya.

Stadium hening saat ELF diminta tenang oleh Leeteuk dan Kyuhyun. ELF yang berdiri dihadapan Nichan kembali duduk sehingga membuat gadis itu kembali dengan leluasa melihat panggung megah dihadapannya.

Yang kemudian ia sadari adalah hanya Yesung, Kibum dan Zhoumi yang berdiri sendiri tanpa pasangan. Sementara member lainnya menggandeng pasangannya masing-masing yang Nichan dapat memastikan 100% bila semua gadis itu benar-benar kekasih member Super Junior

Leeteuk melangkah kedepan, “Keurae. Karena kalian semua sudah mengenal kekasihku, Kyuhyun juga Shindong. Aku akan memersilahkan member lainnya untuk mengenalkan kekasih kalian masing-masing.”

“Aku akan memulainya. Anyeong! Naneun Eunhyuk imnida dan ini adalah kekasihku, Shin Hyera!”  Eunhyuk dan Hyera sama-sama membungkuk setelah mengenalkan diri mereka.

Lalu setelah Eunhyuk, Donghae mengajak Aera berkenalan. “ELF, perkenalkan, dia adalah ratu bagi Lee Donghae. Park Aera!!”

My turn.” Siwong beranjak maju. Kali ini dia menggandeng seorang gadis berparas cantik dan tinggi. “My angel, Park Riyeon.”

“Ya! Ma Siwon! Kau pikir hanya kau yang ahli berbahasa inggris?” Heechul tidak mau kalah. Dengan Heerin dalam gandengannya, dia maju beberapa langkah. “Everyone, please welcome my beautiful lady, Kim Heerin.”

Henry maju kehadapan Heechul dan menggoyangkan telunjuknya sambil sebelah tangannya merangkul Evelyn. “Don’t forget if there is me in this group. Hello again, I am Henry and standing right now with the president of my heart, Hwang Hyunra. Or my lovely Evelyn Hwang.”

“Kalian ini terlalu banyak pamer. Sudah ini giliranku.” Sahut Kangin. “Ini dia kekasihku, Jung Soohwa!”

“YA!” Sungmin berteriak. “Sudah cukup dengan kalian. Sekarang giliranku untuk mengenalkan manisku, Lee Yonghee.”

Ryeowook maju. “Sekarang aku! ELF! Selamat bertemu dengan kekasihku, Lee Ahra!”

ELF masih berteriak histeris saat semua member mengenalkan siapa gadis-gadis itu. Sebenernya semua member Super Junior teramat tidak tega mendengar teriakan ELF yang menangis mengetahui hal ini secara mendadak. Tapi dilain sisi, mereka merasa bahagia karena terbebas dan tidak perlu menutupi hubungannya secara diam-diam.

Leeteuk maju selangkah. “Zhoumi-sshi, Kibum-sshi, dimana kekasih kalian?”

Zhoumi yang pertama membuka suara. “Dia ada di China saat ini dan tidak bisa datang diacara ini hari ini. Mei Lin wo ai ni!” Ujar Zhoumi sambil membentuk love sign dengan jemari tangannya.

“Kibum-sshi?”

Kibum tersenyum tipis dan menundukan wajahnya. “Aku belum memiliki kekasih.”

Heechul tertawa terbahak-bahak. “Seorang Kim Kibum? Tidak memiliki kekasih?”

“Bukan begitu!” Sanggah Kibum. “Masih dalam proses.”

“Semoga beruntung!” Celoteh Eunhyuk.

Sejenak semua member terdiam. Lalu Leeteuk kembali membuka suara, “Yesung-sshi?”

ELF Histeris memohon agar Yesung tidak mengatakan hal yang seperti member yang lainnya. Sementara Nichan. Dia hanya membeku. Nafasnya tidak beraturan. Dia tidak tahu harus melakukan apapun, dia bahkan tidak bisa berpikir jernih. Yang ia tahu, ia hanya mau dirinya berada dalam genggaman Yesung di tempat yang sama dimana Yesung berdiri saat ini.

Yesung terdiam. Dia maju beberapa langkah. “Jawaban apa yang kalian mau?”

“BELUM!!!” ELF menjawab kompak.

Yesung tersenyum miring. “Kalau sudah, bagaimana?”

ELF kembali histeris. Sementara Nichan semakin gugup dan semakin tidak tenang duduk dalam kursinya.

“Kalian harus mendukungku, arra?” ucap Yesung dengan lembut.

Heechul melangkah mendekati Yesung dan menepuk pundak AB couplenya itu. “Kalau begitu, kenalkan dia pada kami.”

Yesung mengangguk. “Tentu saja. Aku akan mengajaknya bernyanyi bersamaku dipanggung ini. Kami akan menyanyikan lagu kesukaan kami. Mungkin banyak dari kalian yang tidak tahu lagu ini. Tapi lagu ini memiliki banyak kenangan bagi kami. Kalau kalian bisa, menyanyilah bersama kami.”

Intro lagu mulai terdengar. Musik yang sebenarnya easy listening ini terasa asing di telinga ELF.  Namun, tidak bagi Nichan. Dia sangat tahu irama lagu ini. ini adalah lagu Two As One yang dinyanyikan oleh Lyn. Ini adalah salah satu dari empat lagu faforitnya.

Yesung mulai menyanyikan lirik lagu itu. Semakin banyak lirik yang ia nyanyikan, semakin sedikit jarak yang terbentang antara dirinya dan Nichan.

 

Eojjeoda ireoke neoreul mannasseulkka museun inyeoninji

What kind of fate is it to meet you like this?

Neol bomyeon bolsurok gaseumi ttwineun ge isanghaejyeo

It’s strange that the more I see you, the faster my heart beats

Sarangilkka nega neomu johajyeo dururudurup

Is this love? I really like you dururudurup

Geudaeneun ireon nae mameul algo isseulkka

Are you aware of these feelings of mine?

Nalssiga joheumyeon

If the weather is good

Neoui soneul japgo georil geotgo sipeo

I want to walk down the street holding your hand

Biga ol ttaemyeon neoui usani doego sipeo

If it rains, I want to be your umbrella

Cheoeumiya seolleineun i gibun lalalala

It’s the first time having this excited feeling lalalala

Malhalkka ireon nae mameul gobaekhaebolkka

Should I say it? Should I confess these feelings of mine?

 

Nichan sangat gugup sekarang. Yesung sudah berada didepan barisannya. Hanya dalam beberapa langkah, Yesung sudah bisa berdiri tepat dihadapannya. Meski begitu, tatapan Yesung masih menuju keseluruh penjuru stadium. Dalam lirik berikutnya, dia membalikan badannya dan menyempitkan jarak antara dia dan Nichan.

 

Yayaya ijen nunmureun sirheo

Yayaya I don’t want any tears anymore

Meongdeun gaseum ango saneun geon neomu sirheo

I really don’t want to live with a broken heart

Lalala ijen saranghal geoya

Lalala I will love you now

Nega cham joha neol saranghae

I really like you. I love you.

 

Yesung kini sudah ada dihadapan Nichan. Di akhir lirik reff itu, Yesung mengecup dahi Nichan dengan lembut.

Yesung menjauhkan mic dari mulutnya lalu menghapus air mata yang membasahi pipi gadis yang ia cintai itu. “Uljima! Aku ada disini. Aku mencintaimu.”

Nichan menangguk lalu tersenyum haru. “Aku juga.”

Yesung tersenyum lalu membelai kepala Nichan dengan sayang. “Menyanyi bersamaku, kau mau?”

Nichan menangguk lalu mengambil mic yang diserahkan Yesung dan mulai melanjutkan lagu itu dengan Yesung yang menggenggam hangat tangannya dan menuntunnya kearah panggung

 

Changgae haessari salmyeosi deureowa achimeul bureul ttaen

When the sunlight quietly enters through the window for a morning call

Nae gwireul gamssaneun neoui moksoril deutgo sipeo

I want to hear your voice whispering around my ears

Dugeundugeun tteollyeooneun i gibun lalalalalala

This trembling heart is going pit-a-pat lalalalala

Oneureun ireon nae mameul gobaekhaebolkka

Shall I confess these feelings of mine today?

 

Eoduwotdeon nae sarme balgeun bichi doeeojul

Being a bright light to me living in the darkness

Baro geu saram neoyeosseumyeon jokesseo

I wish that person would be you

Saranghae neoman saranghal geoya

I love you. I’ll love only you

Ireon nae mam ganjikhal geoya yeongwonhi

I will cherish these feelings of mine forever

Nado joha neoman barabol geoya

I’d also like to look at only you

Uri duriseo hanacheoreom

The two of us are like one

Saranghae… saranghae… saranghae… saranghae…

Setelah melakukan duet dalam bait terakhir, mereka mengakhiri lagu itu dengan pelukan. Dimulai dengan Heechul yang bertepuk tangan diikuti dengan seluruh member Super Junior, akhirnya seluruh stadium bertepuk tangan.

Nichan tak tahu lagi harus berbuat apa. Dia hanya semakin erat menggenggam tangan Yesung. Dia takut bila semua ini hanyalah mimpi yang ia nantikan lalu akan lenyap setelah ia terbangun nanti. Tapi semua ini terlalu nyata sehingga ia hanya bisa menitikan air mata untuk semua ini.

Di sisi lain, Yesung yang masih berada dalam genggaman tangan Nichan mulai bersuara, “Hari ini, aku mengumumkan pada dunia bila aku adalah milikknya. Dia adalah milikku. Dan dia adalah hal yang paling berharga dan kucinta. Dia  adalah Park Nichan. Gadis kecilku yang hampir tiga tahun ini mengisi ruang kosong dalam hatiku dan menemaniku.”

Yesung kembali mencium lembut kening Nichan. Sementara Nichan masih saja membeku dengan semua perlakuan yang ia dapatkan barusan. Semua harapannya terkabul sudah. Tidak ada yang perlu disembunyikan lagi. Dia tidak perlu lagi menyaru bersama bayang-bayang gelap.

Tiba-tiba stadium menjadi gelap. Cahaya yang tersisa hanyalah cahaya biru dari lightstick dan dari beberapa gadget lainnya. Nichan merasakan Yesung mulai melepas rangkulannya dan berjalan menjauh. Nichan melihat sekeliling, sejauh mata memandang dia hanya bisa melihat lautan biru safir.

Kemudian sebuah spot light menyoroti dirinya. Dan baru ia sadari bila hanya ada dia sendiri di tengah panggung megah itu. Disusul spot light lainnya menyoroti satu sosok di arah jam 4. Tidak perlu waktu lama bagi Nichan untuk menyadari bila sosok itu adalah Sungmin dan Yonghee.

Sungmin terlihat memainkan gitarnya dan melantunkan lagu yang sangat ia kenali. Tak luput pria itu dan Yonghee menyanyikan satu baris lirik.

Geudaereul saranghandaneun mal pyeongsaeng maeil haejugo shipeo.

I want to tell you every single day that ‘I Love You’

Lalu lampu yang menyoroti Sungmin menjadi padam. Beralih menyoroti sebuah titik jam 9 yang merupakan tempat Kyuhyun dan Byulhyun berdiri. Sama seperti Sungmin, mereka menyanyikan sebaris lagu.

Neol saranghago akkimyeo saranghago shipeo

I want to live loving you and cherishing you

Kembali gelap, kini lampu berada di pukul 2 tempat Kangin dan Soohwa yang juga menyanyi sebaris lirik.

Geudaega jami deul ddaemada nae pare jaeweojugo shipeo

I want to put you to sleep in my arms every night

Nichan mulai mengerti. Masing-masing member bersama pasangannya akan masing-masing menyanyikan sebaris lirik dari Marry U.

[Eunhyuk] Ireon naui maeum heorakhaejullae?

Will you give my heart this permission?

[Henry] Uriga naireul meogeodo useumyeo saragago shipeo

Even though we’ll age, I want to live each day smiling

[Leeteuk] Naui modeun nareul hamgge haejullae?

Will you be my everything?

Setelah Leeteuk seleseai menyanyikan liriknya. Semua berubah gelap total dan hening sejenak.

Nichan mengernyitkan dahinya dan menebak-nebak akan apa yang akan terjadi selanjutnya. Hingga dia mendengar suara mesin hidrolik tepat dibelakangnya. Yesung yang sudah berganti pakaian dengan setelan jas serba putih muncul dari bawah panggung. Dia menarik sebelah tangan Nichan dengan menggenggamnya erat.

Seiringan dengan hal itu, lantungan chorus lagu Marry U dan Yesung mulai menyanyikan bait lagu itu melalui clip on. Genggaman tangannya dan tatapan matanya tak pernah terlepas dari Nichan.

Orae jeonbuteo neoreul wihae junbihan

I prepared this for you since long ago

Nae sone bitnaneun banjireul badajweo

Please take this shiny ring in my hand

Oneulgwa gateun maeumeuro jigeumui yaksok gieokhalge

I’ll remember this promise we shared with the same heart

Would you marry me?

Semua lampu sorot menyoroti masing-masing member yang melingkari Yesung dan Nichan seperti membentuk sebuah jam.

Zhoumi melanjutkan lirik lagu itu seperti mengajukan pertanyaan kepada Yesung, “Pyeongsaeng gyeote isseulge? (I’ll stay next to you for the rest of my life?)”

Yesung memandang Nichan tepat pada manik matanya lalu dia menjawab, “I do.”

“Neol saranghaneun geol(I love you)” Kini giliran Siwon yang melanjutkan lagu itu.

“I do.” Yesung kembali menjawab

Ryeowook melanjutkan lagi, “Nungwa biga wado akkyeojumyeonseo. (Through rain and snow I’ll cherish you)”

“I do.”

Neoreul jikyeojulge (I’ll take care of you)” Shindong menyanyikan bagian selanjutnya.

“I do.”

“Himdeulgo eoryeoweodo. Neul naega isseulgge (Through hardships and troubles. I’ll always be there)” Donghae melanjutkan lagu itu.

“I do.”

“Uri hamggehaneun manheun nal dongan (All the many days we’ll spend together)” Heechul menyanyikan lirik itu kepada Yesung.

“I do.” Jawaban itu Yesung ucapkan dengan penuh keyakinan. Lalu menyanyikan lirik terakhir lagu itu. “Maeil gamsahalge, my love.”

Yesung menghela nafasnya. Kemudian dia berlutut dengan gaya para ksatria. Tangan kanannya menyodorkan Nichan sebuah kotak bludru berwarna biru muda. Dan dengan satu tangan, dibukanya kotak itu.

“Untuk selamanya, ijinkan aku! Ijinkan aku untuk menjadi sandaranmu saat kau lelah.  Menjadi lenteramu untuk menuntun jalan dikegelapan. Menjadi sapu tangan ataupun jari tanganmu untuk menghapus air matamu. Menjadi mulutmu yang akan terus membuatmu tersenyum.

“Ijinkan aku untuk menjadi separuh jiwamu. Untuk melengkapi hatimu. Juga ijinkan aku untuk menghuni hatimu selamanya. Ijinkan aku untuk menjadi satu-satunya pria yang bisa memilikimu seutuhnya. Karena itulah aku memintamu menjadi isteriku. Ijinkan aku menikahimu…” tuturnya. Yesung mengangkat kotak berisi sepasang cincin itu lebih tinggi. “Nawa gyeorhonhaejullae?”

Sudah tidak ada lagi air mata yang tergenang. Semua bulir bening itu sudah meluncur dengan mulus dipipinya. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan Yesung. Serasa otaknya kehilangan semua kosa kata yang ia miliki. Nichan hanya bisa mengangguk sambil tersenyum bahagia.

I do.”

-cut-

Advertisements