Tags

Title                            : Forever More

Author                        : nirwana a.k.a nichanpark (@nirwana_ncjw)
Length                        : Oneshoot with 2,107 characters
Cast                            :

  • Super Junior (your bias)
  • You

Disclaimer                  : I only own the plot & poster. But Kim Jongwoon probably mine (^____^)v

Warning – A/N          :

Wohoho saya nggak tau kenapa bisa ngebuat FF begini K… dan FF ini terinspirasi dari beberapa sumber, dan FF kaya begini sebenernya udah umum banget -,-  jadi kalo agak ada mirip sedikit banyak, mohon maaf ya ^bow^ Mohon apresiasinya juga J

Gamsahae~

^^Forever More^^

 

January 4th, 2017

Bagaikan di tembak mati ditempat, aku membeku. Dadaku sesak seperti dihimpit ribuan kerikil tajam. Darahku seolah disusut habis hingga aku lemah tak berdaya. Jantungku terasa dikoyak tercabik-cabik dan terengut dari tempatnya berada. Nyawaku serasa menghilang meninggalkan ragaku begitu saja. Aku merintih.

Rasanya sakit, sesak, dan perih. Entahlah aku sendiri tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi padaku. Aku sadar aku siapa dan dia siapa. Aku teramat paham akan hal itu. Tapi kenapa semua rasa tidak mengenakan itu menderaku begitu saja. Yang kutahu pasti aku tidak suka. Aku tidak rela akan semua fakta yang baru saja kuterima.

Segera kusugestikan diriku untuk segera sadar dari pahitnya kenyataan itu. Walau sangat sakit, aku harus tetap menerimanya. Aku harus tetap merelakannya untuk bahagia dengan gadis pilihannya. Cepat atau lambat, hari ini akan datang. Dan mungkin inilah saatnya. Saat baginya untuk memproklamirkan siapa gadisnya dihadapan dunia.

Aku menghela nafasku untuk kesekian kalinya. Kututup portal berita itu dan kumatikan netbook dihadapanku. Kusandarkan kepalaku dan kucoba mengatur emosiku.

Aku sadar. Sangat amat sadar. Hal yang kutakutkan ini akan datang cepat atau lambat. Dan yang perlu kulakukan hanya mendukungnya, bukan? Mendoakan agar dia bisa bahagia dengan gadis pilihannya. Bukankah dia juga berhak untuk bahagia? Siapa aku hingga berani menghalanginya untuk bahagia?

Aku mengangguk mantap dan meyakinkan hatiku. Ya. Aku harus mendukungnya. Karena itu sudah menjadi tugasku sejak pertama kali aku mendeklarasikan diriku sebagai ELF, aku harus mendukung setiap langkahnya dan mendoakan yang terbaik utuknya.

-=.=-

November 6th 2017

Rambutku tergulung dan disanggul dengan apik dengan hiasan pernak pernik berkilau nan manis. Sementara dua buah anting kecil mengampit kupingku dengan indah. Wajahku disapu dengan bedak tipis dan dipadukan dengan make up yang memerindah wajah manisku.

Tubuhku dibalut dengan sebuah gaun putih gading yang terasa nyaman kupakai. Tangan kiriku yang dibalut sarung tangan tipis memegang sebuah buket mawar putih. Sementara tangan kananku yang juga terbalut sarung tangan terlingkar disebuah tangan kekar seorang pria yang mengenakan setelan jas berwarna putih yang membuatnya terlihat lebih tampan.

Dengan  menggandeng tangannya, aku melangkah mengayunkan kakiku memasuki ruangan yang dekorasinya didominasi warna putih dan biru dengan gaya khas dekorasi pernikahan. Pernikahan? Ya. Hari ini adalah hari pernikahanku.

Aku duduk dikursi pelaminanku dengan pria yang kini telah resmi menjadi suamiku. Aku tersenyum bahagia karena akhirnya aku menemukan belahan jiwaku yang akan selalu menamani hari-hariku selanjutnya.

Yang paling aku syukuri adalah dia mau menerimaku yang tidak bisa sepenuhnya mencintainya. Jahat? Mungkin saja iya. Tapi sudah ada tiga belas pria lain yag menempati posisi penting dalam hatiku. Dan mereka tidak akan pernah bisa meninggalkan posisi mereka dalam relung hatiku. Semisal mereka sudah pergi dari hatiku, tak ada satupun yang mampu menggantikan posisi mereka.

Meski tiga belas pria itu ada dalam hatiku untuk selamannya, aku sudah bersumpah setia kepada suamiku.  Dan aku tidak ingin menjadi isteri yang durhaka.

Aku tersenyum geli saat berpikir bagaimana bisa seorang gadis mencintai tiga belas pria disaat bersamaan sementara dia telah bersumpah setia pada suaminya?

Ah, aku pasti sudah gila. Dan ya, mereka benar-benar sudah membuatku gila.

Aku tersenyum saat sebuah melodi indah dan menenangkan memasuki kedua lubang telingaku sehingga membuatku beralih fokus dengan lagu yang sedang diputar.

Kulihat banyak orang yang mengerutkan keningnya dan melirikku dengan heran. Lagu yang diputar bukanlah lagu pernikahan tapi sangat akrab di telinga. Jaman telah berubah, lagu ini perlahan telah dilupakan orang.

Tentu saja. Lagu ini, Marry U. Sudah sebelas tahu berlalu semenjak lagu ini pertama kali dipedengarkan. Aku memejamkan mataku. Menikmati setiap nada dan suara yang melantunkan lagu itu dengan manis dan lembut. Kubayangkan ketiga belas pria yang menyanyikan lagu ini dengan sangat indahnya.

Aku sangat menikmati musik yang keluar dari sebuah CD yang telah menguning. Aku tidak peduli bagaimana para undangan saling berbisik meributkan mengapa yang diputar bukan lagu penikahan? Mengapa memutar lagu yang ini?

Aku benar-benar tidak peduli dengan semua itu. karena mereka tidak tahu. Karena mereka tidak mengerti, bahwa aku sangat mencintai mereka. Dan cinta seperti ini, orang lain tidak akan mengertinya.

-=.=-

Novermber 6th, 2020

Waktu terus berjalan mengubur detik-detik yang berlalu atas nama sejarah. Semua perlahan berubah. Termasuk keluargaku. Sekarang sudah hadir putri kecilku menambah warna dalam hidup keluarga kecilku.

Aku meninggalkan putriku yang sedang asik bercengkarama dengan Ibuku di tengah ruang keluarga. Biarlah mereka bersenang-senang, karena aku jarang memertemukan mereka.

Aku tersenyum kecil saat melihat kalender yang terpasang di dinding ruang tamu.

6 November 2020

Tanggal enam bulan ini, aku tidak akan pernah melupakan hari ini. Selian karena hari ini adalah ulang tahun pernikahanku, tapi hari ini adalah dimana mereka lima belas tahun lalu berbicara pada dunia bila mereka adalah satu.

Aku berjalan menyusuri setiap jengkal sebuah rumah yang dulu menjadi tempat dimana aku dididik dan dibesarkan dengan penuh cinta kasih dari orang tuaku. Aku membuka sebuah pintu berwana putih. Aku tersenyum penuh kenangan saat melihat tulisan ‘ONLY 13’ dengan tinta biru tercetak besar dipintu dihadapanku.

Aku tersenyum haru saat aku kembali ke tempat yang paling kurindukan. Tidak ada yang berubah.  Dinding yang penuh dengan poster dengan wajah mereka, sebuah rak kecil dengan kumpulan album mereka dari awal hingga akhir juga album solo setiap personilnya, dan komputer yang selalu menghubungkan diriku dengan mereka secara maya. Aku serasa kembali pada waktu  belasan tahun yang lalu. Waktu itu, aku masilah seorang gadis remaja yang tergila-gila dengan sekumpulan pria yang mengatas namakan diri mereka sebagai Super Junior

Aku mendekati komputer tua milikku dan menyalakannya. Walau sudah sangat tua dan sangat tertinggal di kemajuan teknologi saat ini, komputer ini masih berguna dengan sempurna.

Aku tersenyum melihat jajaran koleksiku. Aku membuka folder musik berisi ratusan lagu-lagu merdu mereka yang selalu tersimpan. Kuputar sebuah lagu manis berjudul ‘From U’

This song is dedicated

To the world’s biggest fanclub

My girls… My angles

Aku mengangguk-anggukan kepalaku sesuai irama lagi. Tak lupa aku sedikit melantunkan lirik lagu termanis yang pernah aku dengarkan.

Aku mendekati dinding kamarku yang penuh dengan poster yang sudah mulai menguning. Pemuda-pemuda itu semua berpose tampan dan tersenyum cerah. Kulihat satu demi satu poster itu dan kutatap lamat wajah mereka. “Benar-benar kenangan yang indah dan manis.”

Neul gumapgu… saranghanda…

Lirik terakhir lagu ‘From U’ terus terngiang di otakku. Seharusnya aku yang berterima kasih. Bukan kalian.

Aku meraba setiap wajah mereka yang selalu ada dalam ingatanku. “Karena kalianlah, aku bisa mewujudkan impianku. Karena kalianlah, aku bisa hidup dengan bahagia seperti ini. Karena kalianlah, aku memiliki kenangan manis yang bisa kukenang.”

Aku tersenyum sambil menahan airmataku yang sudah membuat kabur penglihatanku. Kulanjutkan kalimatku dengan sedikit terisak, “Aku benar-benar berterimakasih.”

Dahulu, aku hanyalah seorang gadis biasa. Tapi semenjak hatiku tergerak untuk mencintai sebuah grup dari 13 pria gagah dan tampan, aku perlahan berubah. Kugunakan seluruh rasa cintaku untuk semakin mencintai mereka dan menjadikannya sebagai kekuatan untuk menjadi gadis yang lebih baik lagi. Hingga aku bisa meraih semua cita-citaku.

Bulir bening yang dihasilkan oleh kelenjar mataku menuruni pipiku begitu saja, “Kalian mendengarku, kan?”

Aku tersenyum dan mengangguk yakin. Mereka pasti mendengar perkataanku, karena Super Junior dan ELFs saling berikatan, bukan begitu?

Tapi waktu berjalan. Kita semakin bertambah tua dan menjadi lebih dewasa. Kalian sudah menikah dan memiliki keluarga, begitu pula aku. Walau awalnya aku menangis dan patah hati, tapi aku lega bisa melihat kalian bahagia.

Aku kembali teringat satu kalimat yang setiap hari kuucapkan untuk kalian. Jutaan kata ‘saranghae’ selalu kukatakan. Aku tidak akan pernah lupa bagaimana aku selalu mengucapkan kalimat itu diikuti dengan nama kalian. Aku juga tidak akan pernah melupakan janji untuk bersama hingga akhir.

Kuhapus airmataku. Sudah berapa lama aku tidak memikirkan mereka lagi? Satu tahun? Dua tahun? Tiga tahun? Atau aku sudah melupakan mereka? Ah… aku tidak pernah melupakan kenangan indah ini. Hanya saja, kenangan ini hanya tertutup rapat dalam hatiku selama beberapa tahun belakangan. Saat aku kembali memikirkan ini, baru aku menyadari bahwa aku tidak pernah lupa. Hanya tersimpan dalam hati sebagai kengangan terindah.

Aku berjalan keluar. Sebelum kututup pintu kamar, aku menoleh dan menatap setiap detailnya. Kamar penuh kenangan ini adalah saksi bisu bagaimana aku mencintai ketiga belas pria super itu. My Supermen.

Saat kututup rapat pintu kamar ini, kotak kenanganku tentang mereka juga akan tertutup rapat. Cintaku bersama ke 13 pria ini, akan selalu tersimpan dalam hati, tersimpan dalam kamar ini. Menjadikannya sebuah harta karun tersembunyi yang sangat berharga

Aku berjalan mendekati pantai yang ada di depan rumahku. Kunikmati setiap semilir angin yang membelai wajahku dengan lembut. Suara deburan ombak menenangkan setiap relung hatiku. Rasa damai dan tenang melindungiku.

Aku tersenyum kecil saat putriku melambaikan tangannya kearahku. Kubalas lambaian tangan kecilnya. Dia berlari kecil menghampiriku dan menarikku ke bibir pantai. Sesekali ombak kecil menyentuh kakiku hingga terasa geli di kaki.

Aku beralih melihat lautan biru yang membentang memisahkan daratan dengan ombak gagah sebagai penjaga tesetia dari lautan. Kulihat garis cakrawala. Garis pembatas antara langit dan laut. Sebuah garis semu berwarna biru.

Biru.

Satu warna yang diagung-agungkan oleh Super Junior, ELFs, dan diriku sendiri, Sapphire Blur. Dan saat aku kembali melihat laut dan langit yang bersatu dalam satu biru, aku kembali teringat sebuah kalimat, “If Sapphire Blue did not fill up the world, Super Junior will not stop.”

Aku menaruh seluruh beban tubuhku dengan terduduk diatas pasir pantai. Aku berpikir, bisakah aku berharap untuk sesuatu yang masuk diluar akal sehat? Karena aku sangat berharap untuk bisa kembali ke masa lalu. Kembali dimana mereka baru debut dan menyerukan pada dunia bila mereka adalah Super Junior. Kembali dimana hari-hariku terasa begitu bahagia dengan kehadiran mereka.

Tapi bagaimanapun juga, Super Junior merupakan kenangan terindah di dalam hati tiap ELF. Bukan. Bukan kenangan, lebih patut disebut sebagai keajaiban. Karena aku sendiri merasakannya. Bagaimana mereka memberikan sebuah keajaiban dalam hidupku.

Aku tersenyum sambil menatap sebuah kayu kecil. Bibirku bergetar kecil manakala aku menyebutkan nama mereka satu persatu dan menuliskannya dipasir pantai dengan sepotong ranting kecil.

Park Jungsoo         : Pemimpin terbaik di dunia ini karena dialah pemimpin dari grup terbesar sepanjang sejara, Super Junior.

Kim Heechul         : Pria cantik yang terlihat dingin namun sangat peduli dengan saudara-saudaranya dalam grup.

Tan Hangeng         : Pria yang mencari kebahagiannya dengan membawa doa dari saudara-saudaranya.

Kim Jongwoon      : Bermodalkan suara indahnya, dia berhasil meluluhkan hati setiap ELFs.

Kim Youngwoon  : Badannya yang kuat, dialah pelindung Super Junior yang berjiwa besar.

Shin Donghee       : Dimana semua orang tengah bersedih, dialah yang akan membuat suasana kembali ceria.

Lee Sungmin         : Pria serba bisa yang semakin membuat Super Junior terlihat sempurna.

Lee Hyukjae          : Penari berbakat yang sangat setia dengan grupnya. Juga sifatnya yang konyol bisa membangkitkan mood.

Lee Donghae         : Walau kekanak-kanakan, dialah orang yang menularkan sifat kekeluargaan diantara para member.

Choi Siwon           : Dialah orang yang selalu memberi nasihat tentang keagaaman, sehingga Super Junior selalu mendapat berkah dari Tuhan.

Kim Ryeowook     : Tanpanya, Super Junior tidak bisa merasakan masakan rumahan.

Kim Kibum           : Meski dia sedikit dingin, dia tetap bagian dari Super Junior

Cho Kyuhyun       : Sifat jahilnya, membuat semua orang tidak jenuh untuk terus menerus melihat betapa eratnya persaudaraan mereka.

Zhoumi dan Henry            : Tanpa mereka, Super Junior tidak akan dengan mudah meraih kesuksesan di China.

Aku tersenyum melihat tulisanku sendiri. Rasanya aku kembali saat aku masih menjadi fangirl diumurku yang masih belia. Aku sangat merindukan masa-masa dan perasaan seperti ini.

Ah hampir saja lupa. Aku buru-buru menambahkan sebuah rangkaian kalimat lagi dibawah nama-nama mereka.

13+2+ELF = 1

Super Junior & ELFs bersama selamanya~

Aku tersenyum lebar sambil manatap mentari yang baru kusadari bila aku bisa langsung melihatnya tanpa perantara apapun. Sinarnya terpancar lembut pada senja hari ini.

To believe in Super Junior. To love and protect them. In sickness and in health, and not even death will tear us apart.” Kuucapkan sumpah setiaku sebagai ELF dihadapan mentari dunia sebagai saksinya. Tepat setelah aku mengatakannya, sinar matahari semakin terang dan menyilaukan. Dan semuanya berubah menjadi putih tak bernoda.

-=.=-

♪ Baby, Baby, Baby, Baby, Baby

Uri jeoldae heojiji malja ♪

Aku menyipitkan kedua mataku, berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya matahari yang menyilaukan dari jendela kamar yang terbuka. Hei, bukankah aku tadi berada di pantai? Dan apa ini? Aku melihat sekelilingku. Aku berada dikamar? Aku melihat dinding-dinding kamarku. Sama sekali tidak ada poser yang menguning. Justru ada beberapa poster yang terlihat masih baru.

Segera kuraih kalender yang ada di atas meja kecil di samping tempat tidurku.

4 Agusrtus 2011.

2011? Dan hanya membutuhkan waktu sepersekian detik sebelum kemudian tersadar bahwa semuanya hanya mimpi. Sebuah mimpi tentang masa depan? Apakah itu benar-benar masa depanku?

Aku tersenyum yakin. Tidak peduli seperti apapun masa depanku nanti. Cintaku terhadap tiga belas orang itu, untuk selamanya. Tidak akan pernah berubah. Karena mereka adalah keajaiban untukku dan ELF.

Aku mengangguk yakin saat melihat tulisan tanganku disebuah papan hitam besar yang ada dihadapanku.

13elieve in them, prom15e to support them, prot3ct the missing three…

Ya, itulah tugasku. Itu adalah hal yang harus aku lakukan. Karena mereka adalah pahlawanku. My heroes, My Supermen, and My miracles

-cut-

wahaha saya seneng karena Yeyeon Couple itu cuman hoax^^

tapi akhirnya Nirwana sadar kalo cepat atau lam,bat bakal ada berita macem itu lagi 😦 dan pastinya bakal kenyataan dan ga cuman hoax

jadi Nirwana buat FF ini buat memotivasi kita seua 🙂

Advertisements