Tags

LOVE IS ALWAYS COMPLICATED POSTER

Title                            :Love Is Always Complicated

Author                       : @dcnirwana

Genre                         : romance

Rate                           : General

Lenght                      : Continue

Cast                            :

  • Yesung
  • Cho Kyuhyun
  • Choi Siwon
  • Park Nichan
  • Kim Byulhyun
  • Shin Minso

Disclaimer                  : I OWN THE PLOT

 EPISODE 8

Minso duduk di sofa ruang tengahnya. Tangannya terus menekan tombol remote TV dengan malas. Tidak satupun acara yang dapat menarik perhatiannya. Dia merasa ada sosok yang berjalan mendekatinya. Dia menoleh. Mendapati sosok itu, dia tersenyum getir. Kemudian dia kembali menatap layar datar televisi yang bertengger gagah di dinding itu. Dia berpura-pura fokus dengan acara Immortal Song 2, bermaksud untuk menghindari percakapan dengan Yongjun.

“Kau…” Ucapnya hendak memulai percakapan. “Apa kau bahagia dengannya?”

“Eh?”

“Bahagia dengannya? Pria yang kau pilih sekarang. Choi Siwon?” Tanyanya.

Minso meneguk ludahnya. Ia menghindari tatapan Yongjun dan fokus dengan Taemin yang sedang menyanyi di acara itu. Entah kenapa dia mendadak merasa bersalah kepada Yongjun menyeruak. Ia menggigit bibirnya salah tingkah. “Eermm, tentu saja.”

“Kau tidak perlu takut. Pertunangan kita dulu hanya pura-pura. Kalau kau sudah menemukan pria yang kau bahagia bersama, syukurlah. Itu juga bukan salahmu.”

Minso tertohok mendengar ucapan. Entah kenapa, dia tidak suka bila Yongjun berpikiran seperti itu.

“Apa dia mencintaimu?” Tanyanya lagi.

Minso mengangguk pasti. “Tentu. Dia sangat mencintaiku dengan tulus.”

“Apa kau juga mencintainya?”

Dan pertanyaan Yongjun kali ini berhasil membuat Minso membeku. Sejujurnya, dia sendiri saja tidak tahu dimana hatinya saat ini. “Tentu!” Dasar tukang bohong kau, Minso! Gerutu Minso dalam hati. “Bahkan aku dan dia berencana untuk bertunangan bulan depan.”

Yongjun terdiam. Rahangnya mengeras. Dia tidak rela mendengar perkataan Minso barusan. “Baguslah,” lirihnya kecewa. “Aku akan ke kamar.” Pamitnya lalu bangkit dan berjalan masuk kedalam kamarnya.

Minso terdiam. Dia mendekap mulutnya. Mencoba membungkam isakan yang mulai terdengar. Tapi ia tak kuasa menahannya dan saat Yongjun menghilang dari petak yang sama dengannya, tangisnya pecah. Dia sadar kalau dia belum sepenuhnya menghapus perasaannya pada Yongjun. Perasaan cintanya terhadap sosok Park Jungchan ternyata menyisahkan rasa untuk sosok Choi Yongjun.

‘Kau harus sadar, Shin Minso!’ rutuknya dalam hati. Dia harus belajar menghapus rasa cintanya terhadap Yongjun. Dia sudah memilih Siwon. Bila dia belum bisa melupakan Yongjun, setidaknya dia harus bisa belajar untuk mencintai Siwon.

-=.=-

Yongjun masih duduk termenung di atas sofa. Muncul gejolak marah dan kecewa karena fakta Minso yang akan bertunangan dengan Siwon. Dia tahu dia cemburu. Dia tahu dia tidak rela. Dia tahu dia masih menginginkan gadis itu sebagai gadis miliknya.

Tapi dia harus memendam hasratnya. Walau dia tahu bila dia sangat mencintai gadis itu, Yongjun harus belajar mencintai Nichan dan melupakan Minso. Dan itu semua harus dia lakukan. Demi membalas jasa kedua orang tua angkatnya. Ya. Semua ini dia lakukan hanya karena hutang budi terhadap orang tua angkatnya. Bukan niatan dari dalam hatinya dan sangat berlawanan dengan hati nuraninya.

-=.=-

Tok… Tok… Tok…

Nichan mengetuk pintu kamar Byulhyun. Lama tidak ada jawaban. Nichan mengetuk pintu itu lagi. Dan tidak lama, sosok Byulhyun keluar dari balik pintu itu.

“Mwo?” Tanya Byulhyun dengan wajah malas.

“Ayo ikut aku!”

“Eoddiga?”

“Ke gedung SM.”

“Wae?”

“Menemani Super Junior latihan untuk Gayo Daejun.”

Byulhyun memutar matanya. Dia menimbang-nimbang keputusannya. “Disana ada siapa saja?”

“Siapa saja yang datang aku tidak tahu. Yang jelas, disana ada Kyuhyun. Kau mau menemuinya, kan?”

Byulhyun tersenyum kecut. “Arra. Tunggu sebentar.”

“Aku tunggu di dalam, ya?”

Byulhyun hanya menggumam untuk menjawab Nichan. Nichan terkekeh senang lalu masuk ke dalam kamar Byulhyun. Dia naik keatas lemari Byulhyun sementara Byulhyun masuk kedalam lemari untuk bersiap.

Diatas, Nichan dengan iseng melihat ponsel milik Byulhyun. Ternyata ponsel itu masih menampilkan aplikasi pesan.

Setan Busuk    : Jangan remehkan aku dasar kau Yeoja Primitif!

Yeoja Primitif : Ani. Aku tidak meremehkan kau, Setan busuk!

Setan Busuk    : Kalau kau terus mengatai itu hal tragis, nasibmu akan benar-benar tragis. Kau akan bernasib lebih tragis dari pada harmonika milikku.

Yeoja Primitif : Jadi kau mengakui bila nasib harmonikamu itu tragis? Apa? Kau mengancamku? Setan sepertimu bisa apa?

Setan Busuk    : Awas kau, ya!!

Yeoja Primitif : Kau yang seharusnya berhati-hati! Kalau kau mengecewakanku atas penampilanmu besok, mati kau!!

Setan Busuk    : Tenang saja. Penampilanku pasti sempurna!!

Yeoja Primitif : Kalau tidak, awas kau! Akan kujejalkan harmonika itu kemulutmu!!

“Tidak ada kata-kata romantis? Atau sekedar mengatakan rindu?” Nichan menggelengkan kepalanya heran. “Dasar pasangan aneh.” Cibirnya.

From    : Evil Cho

Hey! Aku ada latihan untuk SM orchestra. Akan kubuktikan kalau itu bukan hal tragis seperti yang kau katakan!!

“Cish… Apa ini.” Nichan mencibir gaya komunikasi yang dimilik Byulhyun dan Kyuhyun. “Bilang saja kau menyuruh Byulhyun datang ke tempat latihanmu. Dasar pria sok menjaga gengsi. Cish…”

“Nichan-ah, aku sudah siap. Cepat kau turun!” Ujar Byulhyun dari bawah.

“Ne.” Nichan segera turun dari tempat tidur Byulhyun. “Ini ponselmu. Kau tidak berniat membawanya?” Ujarnya sambil lalu. Byulhyun hanya diam lalu mengambil ponsel miliknya dan memasukannya ke dalam tas.

“Cepat sebelum aku berubah pikiran untuk menemanimu.” Ketusnya lalu segera berjalan keluar. Nichan hanya diam sambil mengikuti Byulhyun.

Tapi saat melewati tangga, Nichan berpas-pasan dengan Yongjun yang langsung membuat mood gadis itu merosot tajam.

“Kau mau kemana?” tanyanya.

“Apa urusanmu?” Nichan menjawab ketus lalu berjalan turun tidak memerdulikan Yongjun. Tapi tak lama ponselnya berdering. “Ne yoboseo?”

Kkoma, kau datang ke latihan hari ini tidak?”

“Ne.”

“Johta. Besok kau juga akan datang ke SBS gayodaejun juga, kan?”

“Tentu saja. Aku akan datang ke SBS Gayo Daejun. Kau harus memberikan penampilan terbaik. Arra?”

Tentu saja. Cepat kau datang kemari. Aku menunggumu.

Nichan langsung menutup sambungan teleponnya dan berjalan keluar dengan riang. Sementara Yongjun masih terpaku ditempatnya. Dia mendengarkan setiap kata yang diucapkan gadis itu. “SBS? Gayo Daejun?” kemudian sebuah ide terlintas dibenaknya. Perlahan, dia menyeringai.

-=.=-

OPPA!! NA WEOSSEO!!” Nichan berteriak saat tangannya sudah sukses membuka lebar pintu ruang latihan member Super Junior.

“Nichan-ah, berhenti berteriak seperti itu! Kami sedang latihan!” Ketus Kyuhyun.

Wae? Kau tidak suka? Kalau begitu akan pulang dan tidak akan memberikan kalian makanan!” Timpal Nichan kesal.

“Aku tidak peduli!” Balas Kyuhyun santai lalu melanjutkan permainan harmonikanya.

“Jangan begitu Kyuhyun-ah! Kita tidak boleh menolak rejeki. Mana makanannya, Nichan-ah?” Ujar Eunhyuk lalu sibuk mencari makanan.

“Kau bawa makanan? Kau bawa ekstra porsi untukku?” Tanya Shindong antusias.

Magnae kalian tidak suka aku datang. Jadi tidak ada makanan gratis untuk kalian!”

“Eh, bukan begitu. Kyuhyun hanya bercanda. Kau kesini temani aku!” Ujar Yesung sambil berjalan mendekat setelah menaruh mic diatas keyboard.

“Tidak ada makanan! Tidak ada aku yang menemanimu! Tidak ada gadis primiftif yang akan menemani setan busuk!” Ketus Nichan sambil menatap Kyuhyun.

Mendengar kata gadis primitif, Kyuhyun langsung menhentikan permainan harmonikanya. “Kau bilang apa?”

“Kau tidak bisa bertemu dengan Byulhyun! Aku akan pulang bersamanya.”

“Kalau kau pulang, pulang saja sendiri! Biar Byulhyun tetap disini!”

“Tidak bisa! Aku dan Byulhyun datang bersama. Jadi aku dan dia akan pulang bersama juga!” Ujar Nichan sambil menatap Kyuhyun bengis.

Kyuhyun membalas tatapan Nichan dengan tatapan mengerikannya. Tidak ada yang mau kalah diantara mereka hingga akhirnya Byulhyun datang dari balik pintu.

“Apa yang kalian lakukan?” Tanya Byulhyun yang baru saja datang.

Kyuhyun terkekeh senang setengah berlari mendakati gadis itu lalu menarik Byulhyun dan menyuruhnya duduk disebelah tas punggung miliknya. “Kau duduk disini! Jangan pergi kemana-mana. Arra?!”

Leeteuk dan Eunhyuk langsung mendekati Nichan dan mengambil alih kantung belajaan berisi makanan.

“Jangan marah! Nanti kau bertambah tua!” Canda Leeteuk. Nichan mendengus lalu memayunkan bibirnya kesal.”

“Kalau aku tua, kau apa? Sesepuh?” Nichan membalas sengit. Eunhyuk terkikik mendengarnya. Sementara Leeteuk hanya tersenyum kecut.

“Diam kau!” hardik Leeteuk kepada Eunhyuk yang masih saja terkikik. “Ayo! Sudahi latihannya, kita makan!!”

“Owa!!! MAKAN!!!” Shindong berteriak senang.

Dan dalam sekejap kantung plastik berukuran raksasa itu mendadak kosong. Nichan melongo. Dia hanya membeli dengan porsi pas untuk mereka bersebelas. Tapi sekarang dia tidak menadapatkan jatah miliknya.

“Kau kenapa, Kkoma?” Tanya Yesung bingung melihat Nichan yang memandang kantung belanjaan itu dengan sangsi.

“Ani.”

“Kau tidak makan?” Yesung menunjukan box makan miliknya.

“Kau tidak melihat kantung itu sudah kosong?” Jawab Nichan malas sambil berjalan dan duduk bersandar di dinding.

“Lalu kau makan apa?”

Nichan hanya mengangkat bahunya. “Kau makan saja. Aku bisa beli nanti sendiri.”

Byulhyun tidak sengaja mendengarnya. Dia menyenggol lengan Kyuhyun. “Berikan makananmu untuk Nichan.”

“Wae?” Kyuhyun berjengit.

“Atau kau ingin aku memberikan makananku untuk dia?”

“Kau yang mau membagi, kenapa harus milikku?” Kyuhyun berdecak. “Yang kau pentingkan aku atau dia?”

“Nichan.” Byulhyun menjawab santai.

Kyuhyun berdesis. Seolah tak peduli dia langsung memakan makanan miliknya. “Aku tidak peduli padanya!”

-=.=-

December 29th 2011 – SBS Gayo Daejun

“Iya. Tunggu sebentar. Disini sangat macet. Kau pikir sedikit yang akan datang kesana?”

“Tapi kau benar akan datang, kan, Kkoma?”

Oppa, aku sudah hampir sampai dan kau meragukan kedatanganku?”

“Aish… Aku tunggu di dekat pintu E selatan. Temui aku disana, ya?”

“Baiklah. Sudah aku tutup. Anyeong!!”

Nichan menutup sambungan teleponnya. Mobil yang sedang dinaikinya sudah tiba didepan gedung. Dia menepuk pundak Byulhyun yang masih asik membaca buku yang baru ia beli kemarin. “Sudah sampai, ayo turun!”

Byulhyun melepas kacamatanya dan menyimpan bukunya kedalam tas. Dia melihat situasi di luar stadion lewat kaca mobil. “Ramai sekali.”

Nichan berdecak. “Kau pikir ini apa? Ini sedang ada konser.”

Byulhyun hanya tersneyum kecut lalu mengikuti Nichan yang sudah keluar dari mobil. Diluar, Nichan tersenyum sambil mencari barisan para ELF. Tapi matanya tidak bisa mendapatkan sebuah barisan ELF yang kompak. Hanya beberapa geromobolan yang terpecah dengan membawa lightstick Super Junior.

“Kenapa tidak ada barisan untuk ELF?” Tanyanya heran. Padahal disisi lain, sudah banyak barisan Sone, A+, Hottest, dan barisan dari fandom lainnya. “Apa mereka berada dipintu yang lain?”

“Asih kau kenapa mencari ELF. Kau mau antri bersama mereka atau akan ke backstage menemui kekasihmu itu?”

Nichan berdecak kesal. “Arrayo. Sudah ayo masuk!”

Dan dengan menembus lautan manusia yang berjubel diluar stadion, akhirnya Nichan dan Byulhyun sampai di pintu E selatan. Sempat juga salah seorang dari mereka mengenali Byulhyun disana. Yah, adegan ciuman Kyuhyun dan Byulhyun di bandara waktu lalu sudah tersebar luas di seluruh penjuru Korea. Tapi untung saja, mereka berdua masih bisa mengelak dan segera mempercepat langkah mereka.

“Permisi, anda siapa?” Tanya salah seorang kru yang menjaga pintu itu.

Seorang kru yang juga ada disana menepuk kru yang berjaga tadi. “Ah, dia itu kekasihnya Kyuhyun Oppa. Benar, kan?”

Byulhyun tersenyum kikuk.

“Kau juga sepupu dari Heechul Oppa, kan?”

Nichan mengangguk. “Boleh kami masuk?”

“Tentu saja. Ruangan Super Junior ada di sektor kanan. Ikuti saja jalan ini di ujung lorong belok ke kanan. Cari saja pintu dengan label SJ.”

Gamsahamnida.” Nichan dan Byulhyun mengangguk lalu segera masuk kedalam stadion. Tidak jauh dari pintu masuk, sudah ada Yesung dan Kyuhyun yang berjalan kearah mereka.

Kkoma!! Kau sudah masuk? Aku baru saja mau menjemputmu.”

“Sudah yang penting sekarang aku sudah datang. Cepat ke ruang tunggu kalian. Kau tidak melihat pandangan sinis dari orang-orang yang lewat?”

“Ayo!”

Kyuhyun mendekati Byulhyun. “Kau datang?”

“Tidak suka? Aku bisa pergi kalau kau mau.”

Aniya. Ayo masuk!”

-=.=-

Penampilan pembukaan bisa dibilang sempurna. Tidak ada kesalahan yang di buat oleh Super Junior maupun SNSD yang menjadi partner mereka untuk membuka acara tersebut. Walau saat menampilkan ‘Move Like Jagger’ Nichan dan Byulhyun sedikit cemburu karena gerakan tarian yang cukup seksi.

Dan saat penampilan itu berakhir, Nichan tersenyum puas melihat penampilan mereka. Sementara Byulhyun hanya bertepuk tangan dengan snatai degan senyum kecil tersirat.

Saat Super Junior berjalan kebelakang panggung, Nichan dan Byulhyun juga ikut berjalan ke arah belakang panggung.

Oppa, daebak!!!” Nichan memuji saat mereka semua sudah ada di ruang ganti.

Yesung tersenyum puas dan bangga. “Gomawo.” Ucapnya sambil mencubit pipi Nichan gemas.

“Setelah ini apa?”

“SM Orchestra. Ah, aku bisa beristirahat. SM Orchestra, fighting!!”

Disaat Sungmin, Ryeowook, Kyuhyun, Eunhyuk, Donghae dan Siwon bersiap untuk SM Orchestra, member yang lain malah bersantai ria.

Dan sekitar jam enam petang, saatnya penampilan SM Orchestra. Nichan, Byulhyun dan Yesung mengintip dari sisi samping panggung.

“Saudara kembarku memang hebat.” Celetuk Nichan saat melihat Henry yang membuka SM Orchestra dengan permainan biolanya yang sedikit diberi koreografi.

Tepat setelah Henry selesai memainkan biolanya, para pemain biola dan celo yang mengiringi mereka mulai menggesek alatnya dan Sungmin mulai beraksi dengan bass yang dia mainkan. Diiringi juga Siwon yang semangat menggebuk drumnya.

Dan ada juga saatnya, Seohyun yang bermain piano. Kemudian setelah Seohyun memainkain tuts piano, Ryeowook mulai memainkan synthesizer dan Sunday yang memainkan gitarnya.

“Setan itu, bila dia buruk memainkan harmonikanya, akan kusumpalkan harmonika itu kemulutnya.” Desis Byulhyun saat melihat Kyuhyun yang mulai bersiap dengan harmonikanya.

Selesai mengatakan hal itu, Kyuhyun mulai memainkan harmonikanya. Dan harus diakui, terselip rasa bangga saat melihat Kyuhyun memainkan harmonika itu dengan indah dan terlihat sangat piawai memainkannya.

Tiba-tiba Byulhyun dan Nichan dikagetkan oleh Jungmo yang memamerkan kebolehannya bermain gitar listrik dengan gaya rock. Tidak lupa ada Sunday yang turut bermain gitar.

Setelah Sunday, mereka memainkan alat musik secara serempak. Nichan, Byulhyun, dan yang lain terpesona dengan penampilan yang khusus dibuat oleh SM.

Setelah orchestra berakhir, dilanjutkan aksi kelenturan dari Victoria yang sangat hebat.

Sedangkan Byulhyun hanya tersenyum kecut melihat aksi Victoria. Dia memerhatikan setiap detail dari Victoria. Berpikir kenapa gadis bertubuh lentur bisa digosipkan dengan kekasihnya.

Dan Nichan, Byulhyun, juga Yesung dibuat kagum oleh salah satu anak Exo yang tiba-tiba datang dan melakukan air spin.

“Siapa dia , Oppa? Member Exo?” Nichan bertanya pada Yesung.

Yesung menagngguk serius. “Ne. Namanya Tao.”

“Eunhyuk Oppa!” Nichan berteriak girang saat tube dibelakang Victoria dan Tao terbuka dan keluar Eunhyuk, Taemin, dan salah satu member Exo.

“Itu Kai? Tanya Nichan. Yesung mengangguk. Dia cukup familiar dengan Kai karena banyak pegawai kantornya yang membicarakan Kai.

Dance mereka bertiga sangat bagus.” Puji Yesung.

“Kau iri, huh?” Nichan bertanya sedikit dengan nada mengejek.

Perform setan busuk itu hanya memainkan harmonika saja?” tanya Byulhyun sangsi.

Yesung menggeleng. “Masih ada lagi nanti diakhir.”

Selanjutnya, Byulhyun hanya menunggu dengan malas saat Kyuhyun yang akan tampil lagi. Tapi yang dia dapat bukan solo Kyuhyun seutuhnya, tapi Kyuhyun yang tampil mengiringi Yunho dan Changmin. Dia berdecak kesal.

Kekesalnya membuat langkahnya berayun kembali ke ruang ganti. Tapi disana dia dicegat oleh Minso yang baru saja datang.

“Byulhyun-ah, kau tau dimana Siwon?”

“Diatas panggung.” Byulhyun menjawab sambil membuka pintu ruang ganti khusus untuk Super Junior itu. Dan dia langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa berwarna maroon.

“Kau tidak melihat penampilan Kyuhyun?” Minso bertanya di ambang pintu.

“Sudah hampir selesai. Kalau kau menyusul, susul saja. Ada Nichan dan Yesung disana.”

“Ah, kurasa tidak perlu. Nichan dan Yesung Oppa sudah berjalan kemari.”

Byulhyun menoleh dan mendapati Nichan dan Yesung yang berjalan kearah mereka. Diikuti member Super Junior yang baru saja tampil.

Minso langsung mendekati Siwon dan merangkul lengannya yang kekar. “Oppa! Maaf aku terlambat.”

Gwaenchana, jagiya. Aku sudah senang kau datang dan menemaniku.”

“Ini aku belikan cappuccino dengan cinnamon kesukaanmu.” Minso menyerahkan satu cup cappuccino hangat kepada Siwon.

Siwon menerimanya dengan senang hati. “Gomawo. Kau tau sekali kesukaanku.”

“Ah enaknya bisa diperhatiakan oleh kekasih sendiri.” Keluh Eunhyuk.

“Memang kau tidak punya kekasih, Hyuk?” Donghae bertanya dengan nada dan wajah polosnya. “Bagaimana dengan Hyera?”

Eunhyuk mendesah. “Bocah tengil itu mana bisa pengertian seperti itu. Kalau dia bisa seperti Minso, bahagianya aku.” Keluhnya lagi.

“Kalau tidak suka, putuskan Hyera dan pacari Minso!”

“TUTUP MULUTMU MAGNAE!!”

-=.=-

Nichan, Byulhyun, dan Minso yang bergabung kembali di bangku penonton. Super Junior tengah bersiap diatas panggung dengan masing-masing member yang masuk kedalam kotak.

‘Ladies and gentlemen, I give you nine supermen…’

Nichan hendak berteriak namun dia merasa ada yang janggal. Tidak ada teriakan dari ELF saat Eunhyuk mulai menari. Bukannya tidak ada, tapi teriakan ELF tidak terlalu meriah seperti biasanya.

Nichan menoleh kebelakang. Hatinya mencelos. Jangankan fanchant, sapphire blue ocean saja tidak terlihat malam ini.

Dengan samar Nichan mendengar fanchant dari ELF. Dia menoleh kesumber suara. Segorombol kecil ELF. Mungkin berjumlah sepuluh hingga duapuluh orang. Tapi fanchant dan teriakan mereka itu terdengar seperti teriakan putus asa.

Dan masing–masing dari mereka membawa tiga atau bahkan ada yang membawa enam lightstick yang sebenarnya berwarna putih. Dan dibelakang mereka, ada beberapa orang yang berbisik sambil menunjuk mereka dan tertawa keras.

Diperhatikan lebih jauh, gerombolan kecil ELF itu tengah berada diantara sebuah fandom dari grup lain. Nichan mencari tempat ELF berkumpul, tapi kosong. ELF tersebar dan terpecah diantara padatnya fandom lain.

Nichan terenyuh. Tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Sudah seharusnya pihak SBS memberi tempat khusus untuk ELF seperti fandom yang lain. Memberi lightstick yang sepadan. Juga balon dan handuk resmi. Tapi terlihat tidak ada staupun yang membawanya selain Lightstick berwarna putih itu.

Nichan kembali menatap panggung. Tidak tega dengan nasib ELF yang sedang mendukung idola mereka dibawah sana.

Lagu berakhir. Disusul penampilan dari grup lain. Dan tidak lama tiba dipenghujung acara. Disaat acara berakhir dan semua bintang tamu turun dari panggung, Super Junior masih saja berada diatas panggung. Membuat barisaan diatas panggung dan membungkuk hormat ke setiap arah panggung.

Leeteuk, Eunhyuk, Sungmin, Ryeowook, dan Shindong mendekati barisan ELF yang tadi berada dibarisan terdepan. Mereka membungkuk hormat dan berjabat tangan dengan ELF.

Sedetik setelah mereka membungkuk para ELF mulai berteriak menyamangati, “Super Junior The Last Man Standing!”

Member Super Junior tersenyum bahagia atas teriakan ELF yang tulus itu dan saat mereka berjalan keluar dari area panggung, ELF kembali berteriak, “Chwego!”

Nichan, Byulhyun, dan Minso menatap miris kejadian itu. Perjuangan mereka tidak sia-sia. Walau mereka terpisah dan sedikit, mereka masih mendukung Super Junior dengan sepenuh hati. The ELFs Power.

Dan semua itu, tidak sia-sia. Setiap bungkukan dan jabat tangan dari Super Junior untuk ELF tidak ada kebohongan. Arti dari mereka yang mengerti ELF dan arti dari mereka yang memerhatikan dan menyayangi ELF.

-=.=-

Oppa! Kalian hebat hari ini!”

“Tidak berarti tanpa ELF yang berada bersama kami.” Siwon membalas tajam.

Minso mengelus punggung Siwon mencoba membuat pria itu menjadi lebih tenang. Dan cerita tentang pihak SM yang tidak memberitahukan pre-recording Super Junior meluncur begitu saja dari mulut Siwon.

“Bersyukurlah, ELF masih setiap. Bersedia datang dan mendukung kalian walau mereka sudah diperlakukan seperti itu!”

Majya! Oppadeul, fighting!”

“Kalian harus selalu berpikir positif.”

Member Super Junior tersenyum dan sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan tiga gadis yang sudah menjadi bagian terpenting dalam diri mereka.

“Terimakasih dukungannya.” Ujar Sungmin.

“Berterimakasihlah pada ELF.” Balas Nichan bijak.

“Tentu saja.”

“Baiklah! Kami pulang! Cepat pulang ke dorm dan langsung istirahat!!”

Byulhyun, Nichan, dan Minso berjalan keluar dan mendapati bila supir Nichan belum datang menjemput.

Tidak sengaja lewat segerombolan ELF yang tadi Nichan lihat. Nichan segera mencegah mereka dan diikuti Minso juga Byulhyun.

“Kalian ELF?” Tanya Nichan.

Mereka semua mengangguk antusias.

“Tidak sengaja kulihat, tadi kalian terpisah dengan ELF yang lain. Kenapa bisa begitu?”

Salah satu dari mereka mendesah panjang. “Kami diabaikan oleh pihak SBS. Mereka seperti menelantarkan kami. Tidak diberi balon dan handuk resmi. Bahkan tidak ada lightsick. Terpaksa menggunkan yang berwarna putih karena hampir mirip dengan warna biru.”

Jinja?”

“Kenapa bisa seperti ini?”

“Pihak SBS harusnya bisa lebih professional.” Minso menimpali.

“Kami tidak tahu.” Keluh yang lain.

Nichan tersnyum miris. “Tidak biasanya SBS seperti ini. Tapi kumohon kalian tidak berhenti mendukung mereka.”

“Tentu saja. Tak perlu kau minta, pasti kulakukan.” Ujarnya diikuti anggukan kepala dar yang lain.

Nichan, Byulhyun, dan Minso tersenyum. “Terimakasih.”

“Kalian juga. Tolong bantu kami menjaga mereka.” Ujar salah satu mereka yang menggunakan mantel bewarna biru tua.

“Eh?”

“Terutama kau, Byulhyun-sshi. Tolong jaga magnae kami dengan baik.” Timpal gadis berambut pendek.

Byulhyun tertegun. Dia mengangguk pelan. Masih merasa canggung dengan situasi orang-orang yang mengenalnya dengan title kekasih dari Kyuhyun Super Junior.

“Sudah malam. Lebih baik kalian pulang dan berisitirahat setelah hampir enam jam menonton ditambah dua jam berdiri untuk mengantri.” Minso memberi saran.

“Ah iya. Kami lelah juga senang. Kami permisi.”

Nichan mengangguk. Minso tersenyum dan melambaikan tangannya mengiringi kepergian sekelompok gadis yang setia mendukung grup dari kekasih mereka.

“Kau pikir kenapa SBS bisa tidak professional seperti ini?” Tanya Byulhyun setelah kumpulan ELF itu berjalan cukup jauh.

Minso dan Nichan kompak menggeleng. “Aku tidak tahu. Mereka belum pernah seperti ini sebelumnya.” Jawab Nichan.

“Kau yakin?”

“Aku cukup yakin.”

“Entah kenapa aku berpikir bila ini adalah ulah seseorang.” Jawabnya skeptis.

“Siapa? Sooman Ahjussi?” Nichan berbalik tanya yang membuahkan kecurigaan pada pamannya itu.

Byulhyun menggeleng. Rautnya masih menampakan antara yakin dan tidak yakin. “Yongjun?”

Nichan terperangah. Sementara Minso mencoba menyangkal. “Tidak mungkin. Untuk apa dia melakukannya?”

“Ingat apa yang ia lakukan kepada…” Ucapan Byulhyun sengaja digantung. Tidak mungkin dia menyebutkan nama pria itu. Dia menatap Nichan lekat. Dia yakin bila Nichan mengerti akan apa yang ia katakan.

Perlahan, hati kecil Minso mulai merasakan bila Byulhyun yang mengatakan yang sebenarnya. Tapi dia tidak memercayainya. Mungkin lebih tepatnya menyangkal fakta itu.

TIN…

Mereka dikagetkan oleh suara klakson mobil milik Nichan yang baru saja tiba.

“Lebih baik kita pulang. Kita juga belum punya bukti kuat.” Sahut Minso yang langsung berjalan mendekati mobil sedan hitam milik Nichan itu.

Nichan menelengkan kepalanya lalu berjalan mengikuti Minso yang sudah berada di dalam mobil diikuti oleh Byulhyun.

-=.=-

Ne. Terimakasih bantuannya, manager. Aku akan mengirimkan sisanya nanti.”

“…”

“Tidak akan terjadi hal yang buruk. Ini hanya untuk sekali saja.”

“…”

“Baik. Senang bekerja sama denganmu. Lain kali aku akan memberi sponsor besar bila SBS mau mengadakan acara lagi. Tinggal hubungi aku.”

“…”

Ne.”

Yongjun menutup sambungan teleponnya. Dia tersenyum puas. Semua sudah berjalan dengan rencananya.

“Ini semua rencanamu?” Tanya Nichan nyalang menatap pria itu yang masih saja berbahagia.

Yongjun masih saja tersenyum puas. Setelah sedikit terkejut mendapati Nichan yang ada diahapannya. Lebih tepatnya, keberadaan Minso. Dia mengangguk. “Tentu saja. Kau suka?”

Byulhyun dan Minso undur diri karena merasa tidak pantas untuk ikut campur masalah ini.

“Kau serius akan semuanya?” Tanyanya lagi tidak percaya. “Menyakiti orang lain? Kali ini kau menyakiti banyak orang.”

“Tentu saja aku serius.” Yongjun memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya kemudian menganggukan kepalanya dengan gaya intelek. “Aku tahu. Kali ini tidak hanya menyakiti pria itu. Kali ini ada bonus. Menyakitinya sekaligus grup dan penggemarnya.”

“Kau tega? Apa kau akan terus menyakiti orang lain?”

“Tergantung padamu. Saat kau menyarah, aku akan menghentikannya.” Sahutnya santai. Kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Nichan.

Dia menghentikan langkahnya. “Selanjutnya…” ditolehkan kepalanya. “Keluarganya yang ia cintai.”

-=.=-

Dengan lemah dia menidurkan badannya diatas kasurnya. Memejamkan matanya rapat-rapat seolah hal itu akan menghilangkan semua masalahnya.

Ddrt… ddrt…

Nichan merogoh tasnya mengambil ponsel putih muliknya.

Dia tersenyum tertahan lalu terduduk diatas kasurnya. “Yoboseo, Oppa?”

Kkoma!!” Panggil Yesung ceria.

Ne?” Sedangkan Nichan hanya menyahut dengan lemah.

“Hari ini… gomawoyo.”

“Untuk?”

“Semuanya. Menemaniku. Meyemangatiku. Dan juga memberi dukungan untuk Super Junior. Jongmal gomawo.”

Nichan terpaku. Teringat akan sedihnya wajah yang pria itu tampakan selepas penampilan mereka di SBS Gayo Daejun. “Sudah tugasku, Oppa.”

“Mm…”

“Sudah cepat istirahat! Besok jadwalmu padat.”

“Ah, aku sedang bersama Jongjin di Handel & Gratel. Aku ingin bertemu Eommonim dan Aboji sebentar.”

Nichan terhenyak. Tegakah ia melihat keluarga kekasihnya ditindas oleh Yongjun hanya karena keegoisan dia untuk memertahankan cintanya dengan Yesung?

Arraso. Aku tutup, ya? Besok ada meeting.” Nichan membalas dengan nada bergetar dan lirih.

“Baiklah.”

Oppa…” panggilnya lemah saat Yesung hendak menutup sambungan telepon itu. “Saranghae. Jongmal.”

Nichan langsung menutup sambungan telepon itu. Rasa sesak langsung menyelimutinya.

Bisakah? Untuk sekali saja dia egois?

Yesung selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Selalu berusaha membuatnya nyaman, selalu berusaha mempertahankanku walaupun itu mengancam nyawanya.

Tapi Nichan? Apa yang sudah Nichan perbuat untuk pria itu selama ini? Nichan hanya membuatnya bersedih, tak memikirkan perasaannya dan selalu berpikir dirinyalah yang lemah dan tersakiti. Tapi kenyataannya pria itu jauh merasakan sakit. Nichan, sudah berjanji untuk membuatnya bahagia.

Isakan kecil itu berubah menjadi tangisan yang cukup menyayat hati. Nichan dihadapkan dengan dua pilihan berat. Dia bisa saja tidak menghiraukan Yongjun dan bersikap egois. Tapi Yongjun akan terus berusaha menyakiti Yesung dan orang yang diseklilingnya.

Apa lagi target selanjutnya adalah keluarganya. Dia tahu bagaimana kekasihnya itu sangat mencintai keluarganya. Dia tidak mungkin tega membiarkan Yesung tersakiti dengan melihat keluarganya yang terluka.

Namun, dia juga tak bisa membayangkan betapa sakitnya Yesung. Mungkin jika Nichan meminta pada Yesung, Yesung dengan masih tersenyum dan merelakannya pergi. Namun karena kejujuran yang dikatakannya tadi merubah segalanya. Selama ini Yesung selalu tersenyum pada Nichan meskipun dia tersakiti.

Dan Nichan selalu tak bisa berbuat apa-apa untuk membuat Yesung bahagia. Dan kini, apakah Nichan masih harus membuat Yesung kembali terluka?

-cut-

Advertisements