Tags

LOVE IS ALWAYS COMPLICATED POSTER

Title                            :Love Is Always Complicated

Author                       : @dcnirwana

Genre                         : romance

Rate                           : General

Lenght                      :Continue

Cast                            :

  • Yesung
  • Cho Kyuhyun
  • Choi Siwon
  • Park Nichan
  • Kim Byulhyun
  • Shin Minso

Disclaimer                  : I OWN THE PLOT

 EPISODE 4

“Kkoma!!” Panggil Yesung histeris. Dia langsung berlari mendekati lift. Sayang pitu lift itu sudah tertutup saat ia tiba di depan lift. Dia menggedor pintu lift itu karena marah.

“Hyung!” Panggil Sungmin yang sudah membuka pintu tangga darurat. Yesung dan Sungmin langsung setengah berlari turun menuju basement melalui tangga.

Yesung membuka pintu di basement. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Beruntung mobil Yesung terpakir di dekat pintu basement. Yesung segera masuk kedalam mobil.

“Dimana mereka?” tanya Yesung khawatir dan panik sambil tetap memerhatikan sekelilingnya dengan waspada.

“Igon!” Sungmin menunjuk ke sebuah mobil yang berhenti di tikungan jalan. Sementara pria berbaju hitam itu memasukan Nichan yang masih tak sadarkan diri kedalam mobil dan mobil itu langsung melaju ke jalanan Seoul.

Yesung refleks melajukan mobilnya mengikuti mobil bertipe Audi A3 hitam itu melaju dengan kecepatan normal untuk menghindari kecurigaan. Begitu pula Yesung. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan normal dan memasang jarak mengikuti mobil penculik itu.

“Hyung, apa yang kau lakukan?” Tanya Sungmin tidak mengerti. “Cepat cegat mereka dan selamatkan Nichan!” Serunya agak marah.

“Hajima! Lebih baik kita cari tahu dulu dimana mereka akan menyembunyikan Nichan, baru kita mencari bantuan!” Sergah Yesung

“Aniya. Sekarang masih ada kesempatan. Selamatkan dia sekarang!” Perintah Sungmin agak kesal karena tidak bisa mengerti akan jalan pikiran hyungnya itu.

“Kalau aku mencegahnya, mereka pasti kabur! Lebih baik kita menyergap mereka. Dan kalau kita mengejar seperti ini, mereka tidak akan curiga pada kita.” Jelas Yesung.

Sungmin hanya duduk dengan pasrah. Dia hanya bisa mengiyakan ucapan Yesung. Dia sama sekali tidak bisa mengerti akan jalan pikiran Yesung. Dia hanya bisa terus mengamati mobil yang membawa Nichan itu.

-=.=-

“Aigoo… kenapa mereka lama sekali?” Tanya Leeteuk sedikit khawatir.

“YA! Teuk Hyung! Kekasih Yesung itu seperti apa?” tanya Kangin penasaran karena dia baru dua kali bertemu dengan Nichan sebelum dia berangkat wamil. Itupun tidak lama.

“Nichan? Aku tidak bisa mendiskripsikannya. Kau harus bertemu dengannya baru tahu dia seperti apa.” Jelas Leeteuk. “Aigoo… mereka kemana? Ke basement saja lama sekali? Ini sudah lebih dari lima belas menit.

“Yoreobun, Oreamaniyo!!” Seru seseorang dengan nada cerianya yang khas.

Semua orang yang ada didalam langsung menoleh kearah pintu. Walau mereka sudah jelas tahu siapa yang datang.

Dan di balik pintu keluarlah sesosok namja tinggi putih yang rupawan. Dia tampan. Dan dia juga cantik. “Yoreobun! Apa kalian merindukanku?” Serunya bahagia. “Oh, Kangin-ah! Kau ada disini juga?”

“Ne, Hyung! Bogoshipoyo!” Balas Kangin asal.

Heechul menoleh kebelakang. Tapi orang yang ia tunggu tidak kunjung datang. “Chankaman!” Dia kembali berjalan kearah pintu.

Ternyata orang itu masih dia membeku di depan pintu. Sama sekali tidak bergeming. Ada raut takut diwajahnya.

“Ayo masuk!” Perintahnya lembut. Heechul menarik tangan orang yang datang bersamanya. Tapi dia menahan tarikan tangan Heechul. Dia menggeleng takut. “Apa yang kau takutkan? Mereka saudaraku. Mereka keluargaku!”

Orang itu terlihat merenungkan perkataan Heechul. Heechul memegang kedua pipi orang itu. Memaksanya untuk melihatnya. “Heerin-ah! Mereka pasti menerimamu!” Ujarnya menenangkan. Gadis yang dipanggil dengan Heerin itu mengangguk. Heechul tersenyum lalu merangkul pundak gadis itu. Lalu mengajaknya masuk ke ruang tengah apartemen itu.

“Hyung, nuguyo?” Tanya Kangin.

“Ah, perkenalkan dia adalah Heerin. Mulai sekarang dia akan menjadi bagian dari Super Junior. Karena dia adalah gadis yang bisa membuat seorang Big Space Star Kim Heechul menitipkan hatinya!”

Heerin tersenyum manis. Lalu membungkukan badannya. “Anyeonghaseyo. Kim Heerin imnida. Manaseo bangapseumnida, yeorobun!”

“Kau kenal dimana?” Tanya Kangin penasaran.

“Dia atasanku di kantor pelayan publik.” Heechul menjelaskan.

“Jinjayo?!” tanya Hyera senang. Heecul dan Heerin bersamaan mengangguk. “Nan Hyera ida. Kau bisa bermain bersamaku dan Minso. Atau bersama Nichan!”

“Ah, Nichan! Dimana sepupuku yang satu itu? Katanya dia mau mengadakan pesta disini.” Ujarnya lalu berdecak kesal.

“Mollayo. Apa kau tidak bertemu dengan Nichan, Yesung dan Sungmin dibawah?” tanya Leeteuk bingung.

“Ani.” Jawab Heechul lalu duduk bersila dilantai diikuti Heerin yang duduk disampingnya.

“Tapi tadi Yesung dan Sungmin pergi keluar untuk membantu Nichan membawa belanjaan.” Leeteuk mulai merasakan ada yang janggal.

“Belanjaan? Tadi aku melihat belanjaan berserakan di tikungan koridor.” Jawab Heerin.

“Oh.” Heechul membenarkan ucapan dari Heerin

Leeteuk bangkit. Dia merasa ada yang janggal disini. “Aku akan memeriksa mereka.”

“Aku ikut, Teuk-ah! Ini juga menyangkut sepupuku.”

Kemudian Leeteuk dan Heechul berjalan keluar. Dan belanjaan itu masih berada di koridor. “Aigoo…”

Leeteuk berjonkok dan mengambil sebuah clutch putih yang tergeletak diantara kantung belanjaan. Dia membuka clutch itu dan mengambil beberapa kartu di dalamnya. Dia mengambil kartu identitas. Dan ternyata milik Nichan. “Ini milik Nichan.”

“Omona! Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Heechul khawatir.

“Sudah kita bawa kantung-kantung ini kedalam dulu.” Leeteuk dibantu Heechul membawa kantung-kantung itu kedalam dorm.

“Woah… ini dia… Apa mereka sudah datang?” Tanya Shindong antusias.

“Entah ini semua kami temukan di tikungan. Tapi ini semua milik Nichan. Coba telepon Nichan, Heechul-ah!” Perintah Leeteuk khawatir.

“Yesung Hyung dan Sungmin Hyung tidak membawa ponsel. Ponselnya ditinggal.” Ujar Ryeowook lalu menunjukan dua buah ponsel pintar di setiap tangannya.

“Tidak aktif.” Jawab Heechul.

“Mereka pasti baik-baik saja. Mungkin sedang ke minimarket dibawah.” Ujar Donghae mencoba menenangkan suasana.

“Kalau iya, kenapa belanjaannya ditinggal begitu saja?” Ujar Kyuhyun yang sedari tadi acuh. “Mereka juga bukan orang bodoh yang meninggalkan makanan sebanyak ini begitu saja.”

“Benar juga katamu, Kyuhyun-ah.”

“Sudah. Kita berpikiran positif saja.” Putus Leeteuk.

Ryeowook beranjak memngambil belanjaan lalu menaruhnya di dapur. Setelahnya mereka semua hanya menunggu di ruang tengah sambil meneruskan menonton televisi. Dan bila diperhatikan baik-baik, badan Minso yang ada dalam rangkulan Siwon bergetar hebat dan wajahnya terlihat sangat khawtair dan cemas. Jantungnya juga berdetak tidak beraturan.

“Min-ah, gwaenchana?” Tanya Siwon khawatir akan keadaan Minso.

“Gwae.. gwaenchana…” Ujarnya agak tergagap. Dia memandang kearah jalanan melalui jendela. Dia mengigit bibir bawahnya cemas. Apa yang sudah aku lakukan? Rutuknya dalam hati.

-=.=-

Yesung melangkahkan kakinya masuk kedalam dorm. Wajahnya sangat kusut, kawatir, marah, dan takut. Begitu pula Sungmin yang berjalan dibelakangnya. Wajahnya sangat kawatir.

“Wae? Mana Nichan?” Tanya Heechul.

“Diculik.” Jawab Yesung singkat lalu mengusap-usap wajahnya stress.

“MWOYA??!” Heechul berteriak tidak terima. “YA!! KENAPA KAU SANGAT SANTAI??! YA!! Yesung-ah, kau sudah berjanji padaku untuk menjaganya baik-baik!! Kenapa kini dia bisa diculik??! Kalau terjadi sesuatu yang buruk pada Nichan, kau harus berhadapan denganku!!!” Bentaknya marah.

“Aku juga tidak mau dia diculik, Hyung!!” Yesung balas membentak.

“Kenapa kalian malah pulang?!” Tanya Heechul emosi.

“Kami tidak mungkin meringkuk mereka hanya dengan berdua. Kami pulang untuk mencari bantuan.” Jawab Yesung frustasi.

“Lalu apa kalian tahu dimana Nichan disekap?” Tanya Leeteuk bijak.

“O. Kami tadi mengikutinya. Dia disekap didekat rumah Nichan. Di daerah Seongnam.” Jawab Sungmin.

“Keurom otthae?” Tanya Kyuhyun ikut bersimpati. “Telepon polisi?”

“Majya. Kita telepon polisi.” Balas beberapa member hampir bersamaan.

Berbeda dengan Yesung yang menggelengkan kepalanya. “Ani. Kita usaha sendiri dulu. Kurasa penculikan ini agak mendadak. Dan tidak terlalu banyak orang yang menjaga tempat penyekapan itu. Kita sergap mereka bersama.” Ujar Yesung.

Beberapa member mengernyitkan dahinya heran. Lagi-lagi tidak bisa mengerti jalan pikiran member mereka yang satu ini.

“Keurom onje? Kapan mau menyergapnya?” Tanya Kangin bersemangat.

“Secepatnya. Apa kalian mau membantu?” Tanya Yesung penuh harap.

“Tentu saja. Lagipula aku adalah Kopral Kim Youngwoon sekarang.” Pamernya bangga.

“Aku bisa martial arts. Kuharap bisa sedikit membantu.” Ujar Sungmin.

“Aku ikut membantu Nichan, Hyung!” Ungkap Siwon yang sedari tadi hanya diam.

“Nado. Nichan adalah sepupuku. Aku juga beranggung jawab akan keselamatannya.” Ujar Heechul ikut membantu.

“Ayo! Lebih baik sekarang! Aku menyumbangkan transportasi!” Ujar Kyuhyun sambil memamerkan kunci mobilnya.

-=.=-

Mobil Kyuhyun berhenti di depan sebuah rumah yang terlihat kosong. Rumah itu tidak termasuk tipe tidak terurus atau pengap. Justru rumah itu terlihat mewah dan terawatt dengan baik.

Yesung turun dari mobil diikuti member yang lain. Dia langsung berjalan masuk dengan enang tanpa ada satupun member yang menyadari kepergiannya.

“Nichan disekap disini?” Tanya Donghae sambil terus memerhatikan keadaan rumah tempat Nichan disekap itu. “Berbeda seperti bayanganku.”

“Majya. Kupikir Nichan disekap dalam rumah yang menyeramkan dan tidak terawat!” Ujar Eunhyuk. “Seperti yang ada dalam drama.”

“Sudah diam! Apa kalian siap?” Tanya Sungmin. Semuanya mengangguk. “Yesung Hyung?”

Semua mencari keberadaan Yesung tapi tidak satupun yang tahu keberadaanya. “Aish… Geu namja jinja! Ayo masuk sekarang! Jangan ribut dan harus selalu bersama.” Perintah Leeteuk. Kemudian mereka semua mulai melangkahkan kakinya memasuki rumah itu.

-=.=-

Byulhyun melangkahkan kakinya menuju pintu rumah. Dia menyetujui kesepakatan itu dengan Kimmie. Setidaknya, dia tidak lagi disekap dikamar. Tapi, bagaimanapun juga, Byulhyun masih terus berusaha mencari kesempatan agar bisa kembali ke Korea.

“Kau mau kemana?” Tanya Kimmie mencegah Byulhyun saat gadis itu berjalan lewat dihadapannya.

“Aku akan menemui Celline. Wae?”

“Ani. Hanya ingin bertanya saja. Baiklah berhati-hatilah! Salju sedang turun.”

“Mm…” Gumamnya pelan sambil mengangguk sederhana. Lalu melangkahkan kakinya keluar.

Byulhyun masuk ke dalam sebuah taksi. Dan saat tiba ditikungan, dia melihat melalui spion. Dia tersenyum jengah melihat mobil yang ia kenali sebagai mobil Kimmie mengikuti taksinya dari belakang.

“Isabella!!” Panggil Celline saat Byulhyun keluar dari taksi.

“Celline!!”

“Dia sudah pergi.” Ujar Celline dengan bahasa Korea yang cukup fasih.

“Jinjja?” Tanya Byulhyun tidak percaya. Dia menoleh kebelakang memastikan bila Kimmie benar-benar pergi. “Syukurlah.”

“Apa kau jadi pergi ke kantor kependudukan?” Tanyanya.

Byulhyun mengangguk. “Mau mengantarku?”

“Of course!” Jawab Celline antusias. “I’ll take you by my car.”

Byulhyun  tersenyum lalu mengikuti Celline masuk kedalam mobil yang terhitung mewah itu. Tapi saat ia selesai memasang sabuk pengaman, ponselnya berdering. Byulhyun meraih ponsel itu dan langsung menghela nafas malas melihat penelepon itu.

“Yoboseo!”

“Byulhyun-ah.”

“O. Wae?”

“Aku akan pergi ke Paris dalam dua minggu ini. Dan aku harus berangkat hari ini juga.” Kimmie memberi tahu dengan nada menyesal. Sementara senyum lebar langsung terpasang di wajah Byulhyun.

“Lalu?” Balas Byulhyun dengan nada sedingin mungkin karena tidak bisa menutupi kebahagiannya.

“Aku harap kau bisa menjaga ibuku selama aku pergi.” Byulhyun mengernyitak dahinya. Bukankah Eommonim akan ke San Fransisco? pikirnya

“O. Ada lagi yang ingin kau katakan?” Tanya Byulhyun dengan malas.

“Ani. Itu saja!”

Tanpa menunggu apa-apa lagi, Byulhyun langsung memutuskan sambungan teleponnya. Dia langsung tersenyum lebar kepada Celline.

“Kimmie akan pergi ke Paris. Eommonim juga akan pegi ke San Fransisco Jadi aku bisa pulang ke Korea sebentar. Aku bisa bertemu dengan Kyuhyun! Aku sangat merindukannya. Aku juga bertemu dengan Nichan sahabat terbaikku selama aku di Korea.” Serunya bahagia. Tapi Celline hanya bisa memandangnya dengan pandangan blank karena sama sekali tidak mengerti akan apa yang Byulhyun katakan. Jelas saja, Byulhyun berbicara dengan bahasa Korea dengan tempo relatif cepat.

“English please!” Pinta Celline dengan nada memelas.

“Kimmie gotta go to Paris for a couple week. So I can go back to Korea for several days. I can meet Kyuhyun. I really wanna see him.” Ujar Byulhyun bahagia.

Celline tersenyum ikut berbahagia. “So, you gonna take a flight?”

“Soon.” Jawab Byulhyun pasti.

“Arrayo. Apa kau jadi pergi mengurus surat?” Tanya Celline.

“Aku akan mengurusnya setelah pulang dari Korea. Jadi aku tetap masih butuh bantuanmu.”

“OK. By the way, terlepas dari fakta bahwa dia adalah salah satu member dari Super Junior, Kyuhyun itu orang seperti apa?” Tanya Celline penasaran.

Byulhyun tersenyum. Alih-alih menjawab, dia hanya melihat jalanan dihadapannya sambil terus tersenyum. Celline terkekeh melihat Byulhyun. “I Know. Kyuhyun is a man that make Isabella Kim crazily love him.”

-=.=-

Nichan mengerjapkan matanya. Rasanya dia baru diguyur dengan seember penuh air.hingga badannya basah kuyup. Dia tidak bisa bergerak dengan leluasa. Baru dia menyadari bila dia sedang disekap. Matanya masih beradaptasi dengan keadaan gelap dalam ruangan yang lembab itu. Dia mencoba membuka mulut mencari pertolongan, tapi nyatanya ada sesuatu yang mengganjal mulutnya hingga ia tidak bisa mengeluakan suaranya dengan jelas.

“Jadi tuan putrid kita sudah sadar?” Tanya seseorang gadis dengan nada sangat angkuh. Disampingnya berdiri seorang pria yang membawa ember.

Nichan menyipitkan matanya. Mencoba melihat siapa yang sedang berbicara. Tapi ia tidak bisa mengenalinya. Namun, dari suara, ia seperti mengenalinya.

Gadis itu mendekati Nichan. Dengan paksa dia mendongakan kepala Nichan agar memandangnya. “Miss me?” Ujarnya lalu terkekeh. Kemudian dia melempar wajah Nichan dengan kasar. “Lepas ikatan mulutnya!”

Seorang pria mendekati Nichan dan membuka ikatan mulut Nichan secara kasar lalu dibuangnya selembar kain itu ke sembarang arah.

“Cho Yoonji?” Tanya Nichan ragu.

“Ya. Apa kau mengharapkan orang lainlah yang sudah menculikmu?” Candanya. Terdengar beberapa pria terkekeh.

“Waeyo?”

“Wae? Kau tanya kenapa?” Yoonji berjalan mendekati Nichan. “Menurutmu kenapa aku melakukannya?”

Nichan terlihat berpikir. “King’s Corp?” Jawab Nichan ragu.

“Itu salah satunya. Ada faktor lainnya. Coba kau tebak!” Yoonji mulai bermain teka-teki.

Nichan memutar otaknya. “Yesung?”

Yoonji tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Nichan. “Jadi benar kalau kau adalah kekasihnya.” Ujarnya bangga seakan dia telah memenangkan kuis berhadiahkan jutaan won.

“Ani… maksudku…” Ucapan Nichan terbata karena dia tidak tahu harus mengeluarkan alasan. “Kau bertanya tentang ponselku. Kupikir kau cemburu karena hal itu.”

“Kau memang gadis pintar. Pintar untuk mengelak.” Kekehnya. “Tapi sudahlah. Aku punya bukti.” Nada bicaranya berubah menjadi lebih serius.

“Bukti? Bukti apa?”

Yoonji memanggil salah seorang anak buahnya dengan tangannya. Lalu pria berbadan besar itu melemparkan beberapa lembar foto ke arah Nichan.

Nichan melihat foto foto itu yang tergeletak diatas lantai keramik itu. Foto saat Yesung mengantarkannya pulang setelah berkungjung ke apartemen orang tua Yesung. Jadi pendapat Yesung tentang blitz kamera itu benar adanya.

“Inikah alasannya kau menculikku dan menyerang perusahaanku?” Tanya Nichan dengan nada kecewa. Yoonji mengangguk dengan raut wajah yang sangat senang.

“Jadi kau adalah die-hard Clouds?” Tanya Nichan retoris.

“Aku bukan penggemarnya!” Tegasnya.

“Lalu?”

“Aku adalah gadis yang mencintainya!” Ujarnya berapi-api. “Tapi kenyataanya, kau malah merebutnya dariku! Kenapa kau selalu merebut semua yang seharusnya kumiliki?” Ujarnya dengan nada histeris tidak terima. Tapi Nichan hanya memandangnya dengan perasaan bersalah.

“Kau mengalahkanku di GE. Kau mengambil tender King’s Corp yang harusnya adalah milikku. Dan kau juga mengambil Yesung dariku!” Teriaknya histeris dengan bersimbah air mata. Dan lagi, Nichan hanya bisa memandangnya penuh rasa bersalah sekaligus rasa iba.

“Lalu apa maumu?” Tanya Nichan pada akhirnya.

“Mudah saja. Putuskan hubunganmu dengan Yesung!” Jawabnya santai.

“Bagaimana kalau aku tidak mau?” Tanya Nichan dengan nada menantang.

“Shireo?” Yoonji memutar matanya. “Atau kau pilih salah satu. Kau putuskan hubunganmu dengan Yesung atau kau berikan seluruh saham yang kau miliki!”

Nafas Nichan menjadi tidak beraturan karena menahan emosi. Dia tidak bisa melepaskan salah satu antara Yesung maupun perusahaanya. Dia terlalu mencintai keduanya. “Sebenarnya yang kau inginkan itu Yesung atau perusahaanku?!!”

“Aku menginginkan keduanya. Tapi aku berbaik hati memerbolehkanmu memilih mana yang akan kau berikan padaku. Bukankah aku baik?” Tanyanya lalu tersenyum lebar.

Nichan mengerutkan keningnya. Baru saja gadis dihadapannya ini menangis histeris. Tapi dengan cepat gadis ini sudah tersenyum lebar. Nichan berpikir bila Yoonji sudah mulai gila.

“Aku tidak akan menyerahkan apapun padamu!!” Tegas Nichan pada akhirnya.

Yoonji menatap Nichan penuh amarah. Dia mendekati Nichan dengan langkah angkuh. Kemudian dia menjambak rambut Nichan dan menariknya kebelakang hingga membuat Nichan merintih kesakitan.

“PARK NICHAN!!!”

Nichan refleks mencari sumber suara yang telah memanggilnya. “Oppa??!”

“Kkoma-ya, neo gwaenchana?” Tanya Yesung penuh rasa khawatir. Nichan mengangguk.

“YA! APA KALIAN BODOH?? CEPAT TANGKAP DIA!!” Seru Yoonji marah saat melihat Yesung datang. Salah satu anak buah Yoonji berjalan mendekati Yesung. Tapi saat dia sudah dihadapan Yesung, Yesung langsung melayangkan tinjunya.

Yesung mendekati Nichan dan mencoba melepaskan ikatan tali yang mengikat Nichan. Tapi sebelum dia berhasil melapaskannya, seorang pria menariknya kebelakang hingga ia tersungkur lalu melayangkan sebuah tinjuan di wajah Yesung.

“OPPA!!”

Untuk sesaat terjadi baku hantam diantara mereka berdua. Hingga akhirnya, pria itu berhasil membekuk Yesung. Pria itu melipat tangan Yesung kebelakang dengan paksa membuat Yesung merintih kesakitan. Yesung memberontak minta dilepaskan. Tapi pria yang membekuknya semakin menarik tangan Yesung kebelakang.

Yoonji berjalan mendekati Yesung. Dia menyusuri setiap jengkal wajah Yesung menggunakan telunjuk kanannya. Sementara Yesung terlihat ingin melepaskan diri dan merasa jijik pada Yoonji.

“Kau tahu berapa lama aku menginginkanmu?” Tanya Yoonji mendramatisir pada Yesung sambil tetap mengamati setiap detail wajah Yesung dengan menyisahkan jarak tidak lebih dari lima senti. Nichan mengalihkan pandangannya. Dia tidak rela melihat Yoonji memperlakukan Yesung seperti itu.

“CHO YOONJI!” Teriak Nichan setelah beberapa lama karena tidak sanggup menahan emosi dan rasa cemburu yang membuncah dalam dadanya. “Keumanhae. Jebalyo.”

Yoonji menoleh menatap Nichan. “Wae?” Tanyanya polos.

“Lepaskan dia! Dia tidak memiliki hubungan apapun dengan ini semua. Ini masalahmu dan aku!” Ujar Nichan memohon

“Siapa yang bilang ini tidak berhubungan dengannya? Kalau kau tidak berkencan dengannya, ini semua tak akan terjadi!” Ujarnya marah.

“Aku lebih baik mati daripada aku harus menyerahkan dia untukmu!”

“Kenapa kau sangat keras kepala? Kau tinggal memutuskan hubunganmu dengan dia dan ini semua akan berakhir.”

“Kau tidak akan pernah mendapatkannya. Sampai aku matipun kau tidak akan pernah berhasil merebutnya dariku!”

Yoonji mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Benda itu memantulkan cahaya silau yang menandakan bahwa itu adalah benda dari logam. Yoonji menggoyangkan benda itu yang merupakan pisau lipat.

“Kau masih tidak ingin menyerahkan salah satunya?” Yoonji menanyakan ulang. Nichan hanya memandangnya lalu mengangguk yakin. “Kalau begitu, kau mau aku menusuknya?”

“Lakukan saja!” Ujar Nichan menantang. Baik Yoonji maupun Yesung dan anak buah Yoonji yang lain mengernyitkan dahinya dan terkejut mendengar penuturan Nichan. “Kau juga tidak akan berani melakakukannya!”

Yoonji menyeringai. Lalu membalikan tubuhnya menghadap Yesung. Dia menyibakan kaos Yesung keatas membuat perut Yesung dengan abs tipisnya terlihat. Yoonji menaruh bagian tumpul ujung pisau itu keatas perut Yesung dan menariknya. Menyisahkan garis merah diatas perut putih Yesung.

“HAJIMA!!” Seru Nichan menolak dengan beruraian air mata.

“YESUNG HYUNG!! NICHAN!!” Seru Sungmin masuk ke dalam ruangan. Disusul Kyuhyun, Siwon, Donghae, Eunhyuk, Heechul, Leeteuk dan Kangin.

Sungmin langsung membantu melepaskan Yesung dengan melumpuhkan orang yang menyekap Yesung. Siwon, Donghae, Eunhyuk, Heechul, Leeteuk dan Kangin membantu meringkus anak buah Yoonji yang lain. Semenara Kyuhyun membantu Nichan melepaskan tali tambang pengikatnya.

Yoonji hanya bisa diam melihat rencananya gagal. Semantara kini dia geram melihat Yesung yang sedang memeluk Nichan. Dan kini mereka berdua bermesraan diahadapnya. Dia menggenggam erat pisau yang ada ditangannya. Dia melihat pisau itu. Dan entah kenapa dia ingin menusuk Yesung. Dia sangat tidak rela bila Nichan berbahagia. Dan kini, kebahagian Nichan lebih pada Yesung. Jadi sekarang, yang ingin ia lakukan adalah memusnahkan Yesung.

Dan tanpa ia sadari, pisau itu sudah menusuk perut seseorang. Dan saat Yoonji tersadar, dia menjatuhkan pisau itu karena terkejut. Dia sangat shock dengan apa yang baru saja ia perbuat. Dia menjadi sangat ketakutan lalu berlari keluar dengan panik begitu saja. Dan sejauh yang terlihat, korban dari tusukan Yoonji itu hanya bisa terkapar tak berdaya karena banyaknya darah yang keluar dari tempat dimana pisau itu tertusuk dalam pada perut itu.

-=.=-

Minso terduduk di salah satu bangku di taman kota di depan rumah sakit Seoul. Selepas Siwon pergi membantu Yesung, dirinya ikut pergi dari Sky City. Dia merasa agak canggung karena ditinggal bertiga bersama Ryeowook dan Shindong. Hyera sudah pulang karena harus menjalani trainee. Sementara Heerin ditelepon atasannya karena ada tugas mendadak.

Kini dia hanya menimang-nimang ponsel miliknya. Menunggu kabar Nichan melalui Siwon. Dia hanya bisa berdoa agar Nichan bisa selamat. Bahkan dia tidak mengkhawatirkan keadaan Siwon yang mungkin sedang dalam bahaya karena sedang menyelamatkan Nichan.

Dia merasa bersalah. Dia merasa bila ini ada hubungannya dengannya. Minso menundukan wajahnya dalam-dalam. Dia benar-benar kalut dalam pikirannya. Dia terus mengkhawatirkannya.

Dia menundukan kepalanya lalu mengeratkan mantelnya. Cuaca sangat dingin walau salju belum turun. Tapi tak berapa lama butiran-butiran putih dingin itu mulai turun. Dan tak lama, dia merasakan bila ada orang yang menyentuh pundaknya.

Minso menoleh dan terkejut mendapati pria itu berdiri debelakangnya. Lalu dia hanya bisa memandang pria itu dengan kalut. “Yongjun Oppa?!”

“Kau sudah memutuskan, Minso-ya? Siapa yang kau bela? Dia atau aku?” Tanyanya sambil tersenyum yang bisa membuat hati Minso menghangat ditengah dinginnya hujan salju.

-cut-

Advertisements