Tags

 

LOVE IS ALWAYS COMPLICATED POSTER

Title                            :Love Is Always Complicated

 

Author                       : @dcnirwana

 

Genre                         : romance

 

Rate                           : General

 

Lenght                      : Continue

 

Cast                            :

 

  • Yesung
  • Cho Kyuhyun
  • Choi Siwon
  • Park Nichan
  • Kim Byulhyun
  • Shin Minso

 

Disclaimer                  : I OWN THE PLOT

 

 EPISODE 2


Yesung merasakan nyawanya hilang seketika melihat pemandangan didepannya.  Dia segera mendekati Nichan yang terkapar tak berdaya di lantai ruang tengah. Darah segar terus keluar dari lubang hidungnya.

“Kkoma-ya!” Panggil Yesung histeris dengan tangis tak terelakan. “Kkoma!!?” Yesung menepuk pipi Nichan, berusaha membuatnya sadar. Tapi Nichan tetap tidak bergeming. Yesung mengangkat leher Nichan, membuat kepala gadis itu terdongak, mencegah darah keluar dari Nichan lagi. “YA!! PARK NICHAN!!”

Sungmin dan Eunhyuk langsung keluar dari kamar dan berderap menuju ruang tengah mendengar teriakan Yesung.

“Hyung, Nichan waeyo?” Tanya Sungmin khawatir.

“Wae gueraeyo, Hyung?” Tanya Eunhyuk.

“Molla.” Isak Yesung. “Kkoma, irreonayo!”

Yesung segera menggendong Nichan dan membawanya masuk ke dalam kamarnya. Bersamaan dengan itu, Kyuhyun baru datang ke dalam dorm.

“Minnie, waeyo? Tadi aku mendengar ada yang menangis. Yesung Hyung menangis?” tanyanya pada Sungmin.

“Ne. Nichan mimisan. Liat ini darahnya.” Ucap Sungmin sambil menunjuk bercak darah yanKLg ada di lantai.

“YA! Hyuk-ah, cepat bersihkan darah ini!” Perintah Kyuhyun lalu langsung duduk di sofa dan menyalakan tv.

“YA!! Aku itu Hyungmu!” Eunhyuk mencoba menolak.

“Gwaenchana. Cepat bersihkan!” Seru Sungmin lalu mengikuti Kyuhyun yang sibuk menonton televisi.

Akhirnya dengan pasrah, Eunhyuk mulai membersihkan darah.

“Hyuk-ah, nanti aku bersihkan saja!” Seru Yesung yang keluar lalu mengambil tas Nichan. Dia mengambil ponsel dan segera menelepon seseorang.

“Yoboseo, dr Yoon. Nan Yesungida.”

“Yoboseo, Yesung-sshi? Wae geuraeseumnida?”

“Nichan pingsan dan mimisan. Bisa kau datang ke Star City gedung B lantai sebelas nomor 1101?”

“Arraseo.”

“Ne.”

Yesung segera mengambil lap dan beralih membersihkan darah Nichan. Selesai itu, dia sibuk di dapur. Memasakan Samgyetang untuk Nichan.

Bersamaan dengan masakan Yesung yang sudah matang, pintu bel berbunyi melalui intercom. Yesung segera mendekati intercom dan melihat siapa yang datang. Setelah melihat wajah dr. Yoon, Yesung segera membukakan pintu.

“dr. Yoon, anyeonghaseyo!”

“Anyeonghaseyo.”

“Silahkan masuk, Nichan ada di dalam.” Yesung mengantar dr. Yoon masuk ke dalam kamarnya.

“Bisakah anda keluar selagi saya memeriksa keadaan Nona Park?”

“Ne. Hajiman, bisakah anda menggantikan baju Nichan. Tidak mungkin kalau saya yang menggantikannya.”

“Baiklah.”

Yesung menyerahkan sebuah kaos lengan pendek berwarna putih kepada dr Yoon lalu segera keluar dari kamarnya memersilahkan dr Yoon memeriksa Nichan dengan tenang.

Yesung menunggu diluar dengan khawatir. Sementara Sungmin mencoba menengkannya. “Hyung,  Nichan gadis yang kuat. Dia pasti baik-baik saja.”

Yesung hanya mengangguk lemah. Tak lama ponsel Nichan yang masih ada dalam genggamannya berdering.

= = = Sekertaris Kim = = =

Yesung mengernyitkan dahinya. Menimbang-nimbang, haruskah dia mengangkat telepon itu. Tapi pada akhirnya, Yesung mengangkat telepon itu.

“Yoboseo.”

“Yoboseo.”

“Ada apa?” Tanya Yesung

“Bukankah ini telepon Park Sajangnim? Bisakah aku berbicara dengannya?”

“Ini memang telepon Nichan. Aku kekasihnya.” Ujar Yesung.

“Arraseoyo, Yesung-sshi.”

“Kau tau aku adalah kekasihnya?” Tanya Yesung tidak percaya.

“Itu tidak dirahasiakan oleh Park Sajangnim. Tapi kami sudah berjanji untuk merahasiakannya.”

“Arretta. Tapi, kau tidak bisa berbicara dengannya.”

“Keurom, Yesung-sshi, bisakah aku mengetahui keadaan Park Sajangnim? Tadi Supir Han mengatakan bila dia pergi ke Star City.”

“Dia sedang diperiksa oleh dr. Yoon. Tadi dia pingsan dan mimisan.” Beber Yesung.

“Jinjayo?” Tanya Sekertaris Kim tak percaya. “Park Sajangnim terlalu memaksakan dirinya belakangan ini.”

“Waeyo? Apa perusahannya ada dalam masalah?”

“Ne. Oleh karena itu, Park Sajangnim tidak pulang ke rumah selama enam hari ini. Dia juga jarang makan. Sudah bagus bila Park Sajangnim mau makan dan tidur. Kemarin dia sama sekali tidak tidur dan tidak makan. Hari ini juga baru makan tadi pagi. Itupun sedikit.”

“Apakah memang seburuk itu keadaan perusahaan?”

“Star Angel memang sedang dalam masa kritis. Kalau tidak segera mengambil tindakan, Star Angel bisa bangkrut.”

“Bangkrut?!”  Yesung tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

“Ne.” Jawab Sekertaris Kim dengan nada yang sangat menyesal.

Yesung langsung memutuskan sambungan teleponnya. Dia menatap kamarnya dengan nyalang.

“Hyung, tadi siapa yang telepon? Perushaan siapa yang bangkrut?” Tanya Sungmin penasaran.

“Sekertaris Nichan. Dia bilang perusahaan akan bangkrut. Nichan terlalu memaksakan dirinya, tidak tidur, tidak makan, hanya untuk menstabilkan perusahaan.” Jelas Yesung.

“Memang posisi Nichan sepenting itukah? Aku tidak pernah tahu tentang pekerjaan Nichan.” Eunhyuk berucap.

“Keurae, yang kutahu Nichan bekerja di salah satu resort terbaik Korea.” Ujar Sungmin menambahkan.

“Majya!” Kyuhyun ikut mengiyakan.

“Untuk apa kalian tahu?” tanya Yesung sinis.

“Ayolah, Hyung. Aku hanya ingin tahu.” Rajuk Eunhyuk.

“Hyung, aku penasaran dengan Nichan. Yang kutahu dia bekerja di resort, dia juga sepupu dari Heechul Hyung.”

“Kau tahu Star Angel group?”

“Ne.” Sahur mereka bertiga kompak.

“Dia bekerja disana sebagai…” Ujar Yesung menggantung.

“Sebagai apa?” Tanya Eunhyuk penasaran.

“Presdir, pemilik saham terbesar Star Angel dan juga pendirinya.”

“MWOYA??!” Pekik mereka bertiga bersamaan.

“Gadis tengik itu adalah Presdir?” Remeh Kyuhyun.

“Kau bercanda, kan, hyung?” Tanya Eunhyuk tak percaya.

“Untuk apa. Tidak akan ada untungnya bagiku.” Ujar Yesung dingin. “Kalian masih mau dengar yang lain atau sudah cukup?”

“Ceritakan yang lain lagi.”

“Kalian ini memang dasarnya suka menggosip.”

“Bukan menggosip. Ini fakta, Hyung. Kami hanya ingin tahu latar belakangnya.” Eunhyuk mengelak.

“Arraseo. Kalian tahu Shim Ahrim? Pemilik butik Shimchi yang menjadi pusat trend di Korea?”

“Jangan katakan kalau dia adalah Eomma dari Nichan.” Ujar Kyuhyun dengan nada waspada. Yesung tersenyum kecil lalu mengangguk.

“Kalau begitu, Appanya adalah Park Jaekyong? Pemilik JR Group?” Tanya Sungmin dengan nada tak percaya.

Yesung mengangguk. Sungmin dan Eunhyuk berdecak kagum.

“Hyung, Nichan terlalu sempurna untuk namja sepertimu.” Kyuhyun meremehkan.

“Naegen wanbyeok han saram ingeol –(To me you’re a perfect person)” Yesung beralih menyanyikan lirik A Day.

“Kalian tidak pantas bersama. Nichan harusnya dengan namja pemilik perusahaan juga. Relakan saja, Hyung!” Ejek Kyuhyun.

“YA!! Enak saja kau!” Yesung menjitak kepala Kyuhyun pelan. “Memang kau mau bila Byulhyun kau relakan untuk orang lain?”

“SHIREOYO!!” Seru Kyuhyun menolak.

“Hyung! Kenapa kau tak pernah kalau Nichan sekaya itu?” Tanya Eunhyuk

“Dasar mata duitan! Untuk apa aku cerita padamu?”

“Aku, kan, bisa membeli apartemen di Star Angel dengan mendapat diskon spesial.” Ujar Eunhyuk dengan senyumannya yang khas.

“Sungmin-ah, bisakah kau membantu Nichan?” tanya Yesung tidak menghiraukan Eunhyuk.

“Membantu bagaimana, Hyung?”

“Star Angel sedang collapse, jadi bisakah kau menyuruh ayahmu untuk bekerja sama dengan Star Angel?”

“Aku akan menanyakannya pada Appa. Kuharap Sendbill bisa membantu.”

“Gomawo.”

“Dan bisakah kalian menyuruh keluarga atau teman kalian untuk mengunjungi Star Angel?”

“Arrayo.”

Yesung menghela nafas lega. Dia beranjak berdiri dan berjalan lalu berhenti di depan pintu kamarnya. Beberapa saat kemudian, dr Yoon keluar.

“Bagamaina keadaanya, dr. Yoon?”

“Keadaanya sangat lemah. Tekanan darahnya mencapai 60/50. Dia juga jarang tidur dan terlalu banyak pikiran. Kuharap selama dua atau tiga hari, dia istirahat total.”

“Akan aku usahakan. Dia sangat keras kepala.”

“Sama sepertimu dulu.” Canda dr. Yoon. “Kuharap kau bisa belajar dari pengalamanmu dulu. Kalau dia memaksakan diri, kurasa badannya tidak akan kuat lagi dan terpaksa harus masuk rumah sakit.”

“Algeshimnida.” Ujar Yesung dengan sedih dan khawatir.

“Dan juga aku sudah memasang infus supaya kondisi tubuhnya membaik. Kuharap kau tidak keberatan.”

“Tentu tidak dr. Yoon.”

“Aku sudah membawakan obat. Aku menaruhnya di atas meja laptopmu.”

“Gamsahamnida.”

“Keurom, aku permisi.”

“Ah, ye, silahkan.”

Selasai mengantar dr. Yoon, Yesung langsung masuk kedalam kamarnya. Dia melihat Nichan tertidur di atas kasurnya. Sebuah selang kecil dengan ujung jarum masuk menembus kulitnya yang putih dan halus.

Yesung perlahan mendekati Nichan setelah menutup pintunya. Dia berlutut disamping tempat tidurnya. Dia meraih telapak tangan Nichan dan menggenggamnya dengan hati-hati agar tidak merusak selang infusnya.

Yesung mulai menyanyikan lagu Duli Hana dari Lyn. Lagu kesukaan Nichan. Yesung menyanyi dengan terisak. Dia sedih melihat keadaan wanita yang sangat ia cintai itu terbaring lemah tak berdaya.

“Inikah rasanya saat kau menjagaku yang sedang sakit dan pingsan waktu itu?” Tanya Yesung masih dengan terisak. “Kini aku tahu perasaamu, bagaimana khawatirnya kau saat aku sakit hingga pingsan waktu itu. Rasanya sungguh menyedihkan, Kkoma-ya.”

Tak lama, Yesung terlelap dengan tangan kanan menggenggam tangan Nichan erat sementara tangan kirinya melintang diatas perut Nichan bermaksud memeluknya.

“Hyung, samgye…” Ucapan Sungmin terhenti setelah melihat keadaan di dalam. Sungmin tersenyum kecil. Lalu menutup pintu kamar Yesung. “Enak juga memiliki kekasih. Andai gadis itu belum dimiliki siapapun.” Ujarnya  dengan nada kecewa dan segera melangkah kembali ke dalam kamarnya.

-=.=-

Setelah satu jam berlalu, Nichan mulai sadar. Dia segera  mengenali tempat yang menyambut pemandangannya. Dia hendak menyibakkan selimut sembelum ia merasakan ada beban diatas perutnya dan tangan kirinya digenggam erat.

“Oppa?” Nichan menggoyangkan tangannya yang digenggam Yesung membuat Yesung mengerang kecil. “Oppa, irreona!”

Yesung menegakan duduknya dan mengusap wajahnya. “KKOMA!!? Kau sudah sadar?”

Nichan tersenyum lemah lalu mengangguk pelan.

“Apa kau lapar? Aku sudah memasakan Samgyetang untukmu. Tunggu sebentar.” Tanpa menunggu balasan Nichan, Yesung langsung keluar menuju dapur.

Dia segera memanaskan Samgyetang dan menimbulkan suara cukup berisik karena terlalu semangat. Dia sangat bahagia hingga ia hampir menangis.

Ia memasukan nasi ke dalam mangkuk dan Yesung menuangkan Samgyetang kedalam mangkuk yang lain. Karena Yesung tahu, Nichan tidak suka makanan yang sudah dingin.

Setelah menaruh mangkuk-mangkuk berisi makanan lengkap dengan sumpit dan sendok garpu ke atas nampan, dia segera membawanya kedalam kamar.

“Yesung Hyung perhatian sekali dengan Nichan, ya? Kalau ada member yang sakit saja dia hanya sering menjenguk dan menyuruh member lain menjaganya dengan baik.”

Sungmin menjitak kepala Eunhyuk dengan gemas. “Namanya saja Nichan adalah kekasihnya.”

“Kalau kalian ingin diperhatikan, cari saja kekasih!” Sinis Yesung yang ada di depan pintu kamarnya.

“Ah, ya, Hyera bogoshipo~!” Rengek Eunhyuk lalu berjalan ke dalam kamar.

Sungmin tertunduk lalu menghela nafas berat. “Dia sudah ada yang punya, Hyung.” Bisiknya.

Yesung mengacuhkan Sungmin lalu masuk ke dalam kamarnya. Dia berdecak kesal melihat Nichan yang sudah terduduk dan asik dengan iPadnya. Yesung menaruh nampan itu dipinggir kasur dan mengambil iPad Nichan.

“Kau istirahat dulu! Jangan bekerja terus!” Ujar Yesung sambil menaruhnya

“Keundae…” Nichan mencoba menolak.

Yesung mengambil nampan lalu menarik kursi beroda dan mendudukinya. “Sudah! Kau makan dulu. Kau belum makan dari pagi, kan?”

“Aku sudah makan, Oppa!” Bantah Nichan.

“Kau tidak bisa berbohong padaku! Aku bisa membedakannya saat kau berbohong atau tidak!”

Nichan hanya terdiam dan hanya bisa pasrah saat Yesung menyuapinya. “Mashita! Ini kau yang memasaknya atau Ryeowook?”

“Ini aku sendiri yang memasaknya. Enak, kan?”

Nichan tersnyum lalu mengangguk. “Dashi wonhaeyo, aaa….” Nichan membuka mulutnya setelah meminta dengan manja.

Yesung tersenyum lalu menyuapi Nichan dengan Samgyetang. “Kau mau pakai nasi tidak?”

Nichan menggeleng. “Shireo.”

“Tapi kau harus menghabiskan Samgyetangnya.” Yesung memberi syarat. Nichan mengangguk.

“Oppa! Minum!” Ujar Nihan manja.

Yesung mencubit pipi Nichan dengan gemas. “Naeui Kkoma jinja… Manja sekali kalau sedang sakit.”

Yesung lalu mengambilkan segelas susu vanilla. “Kau suka susu vanilla, bukan?”

“Ne. Tapi Oppa, aku mau makan es krim.”

“Kau ini sedang sakit.” Yesung menolak.

“Hanboman, Oppa!” Nichan merajuk.

“Kalau infusmu sudah habis, nanti aku beri es krim.”

“Jinja?” Tanya Nichan senang. Yesung mengangguk. “Arrayo.” Nichan lalu meminum susu dan melanjutkan makannya yang masih disuapi dengan Yesung. Hingga habis.

“Kau tidur lagi saja!” Perintah Yesung.

“Aku sudah tidur tadi Oppa.”

“Tadi itu pingsan. Bukan tidur.”

“Shireo!”

Tepat setelahnya, instrument lagu Andante mulai terdengar menandai adanya panggilan masuk ke ponsel Nichan. “Oppa, ambilkan ponselku!”

Yesung mengambil ponsel Nichan lalu memberikannya pada Nichan. Lalu duduk di pinggir kasur menghadap Nichan.

“Gomapta.” Ujar Nichan lalu segera menjawab ponsel itu. “Yoboseo, Eonnie!”

“Yoboseo Sajangnim. Aku tidak bermaksud merusak istirahat anda. Tapi saya harus mengatakan ini segera.”

“Gwaenchanayo, Eonnie. Memang ada apa?”

“Beberapa hari yang lalu kita mengirim proposal untuk King’s Corp, dan proposal kita mendapat respon positif.”

“JINJA?” Tanya Nichan sangat bahagia. Lalu menatap Yesung yang tersenyum kecil melihat ekspresi Nichan yang bahagia.

“Ne. Hajiman…”

“Mwohaeyo?”

“Kita hanya memiliki satu saingan untuk memenangkan tender itu.”

“Perusahaan apa?”

“Luxim. Dan setelah kuselidiki, Luxim juga yang sudah membuat Star Angel dalam keadaan terancam.”

Ekspresi Nichan yang bahagia berubah sendu sambil tetap menatap Yesung. Yesung bergerak mendekati Nichan dan menggenggam tangannya.

Harapan Nichan bisa menyelematkan perusahaan melalui bekerja sama dengan King’s Corp hancur berkeping-keping mendengar nama perusahaan saingannya. Star Angel hanya bisa memenangkan dua tender dari puluhan fight tender-nya dengan perusahaan itu. Masihkah ada harapan untuk menyelamatkan Star Angel?

-=.=-

Byulhyun selesai menuliskan sesuatu disecarik kertas. Setelahnya dia melipat kertas itu dengan rapi dan memasukannya kedalam sebuah amplop. Dia menatap amplop itu dengan puas. Dia meraih ponselnya. Dicarinya sebuah kontak dengan nama ‘Evil King’. Setelah menimbang-nimbang, dia memutuskan untuk menelepon nomor tersebut.

-=.=-

Kyuhyun sedang asik dengan game starcraft yang ia mainkan. Tidak memerdulikan hal lain selain yang ia lakukan sekarang ini. Menuntaskan dua level terakhir game starcraft terbarunya.

Baru saja saat Kyuhyun memainkan level terakhir, ponselnya berdering dengan nyaring. Dia melirik sekilas sekedar melihat siapa yang menelepon.

= = = Manager Bin = = =

Kyuhyun tidak memerdulikannya. Dan tetap asik dengan aktifitasnya bermain game. Tapi mendengar dering ponsel membuatnya terganggu. “Minnie, angkatkan teleponnya!”

Sungmin yang sedang bermain gitar mendengus kesal mendengar ucapan yang lebih terkesan seperti perintah dari Kyuhyun. Dia beranjak mendekati meja dan meraih ponsel Kyuhyun.

“Yoboseo!”

“Yoboseo. Sungmin-ah, dimana Kyuhyun?”

“Sedang melaksanakan ritualnya, Hyung!” Ujar Sungmin sekenanya. Kyuhyun hanya melirik Sungmin sinis lalu kembali fokus pada game kesayangannya.

“Arraseo. Sampaikan padanya bila latihan ‘Cacth Me If You Can’ diundur untuk besok.”

“Ne.”

“Keurom, sudah dulu. Aku hanya butuh memberitahunya hal ini.”

“Ne.”

Sungmin menutup sambungan teleponnya. Dia meletakan kembali ponsel Kyuhyun diatas meja. “Latihan musikalmu diundur menjadi besok.”

“O.” Balas Kyuhyun singkat.

Sungmin beranjak kembali menuju kasurnya. Namun, baru dua langkah, ponsel Kyuhyun kembali berdering. Dia membalikan tubuhnya dan hendak menjawab telepon Kyuhyun lagi.

Tapi, yang ia lihat, Kyuhyun segera menghentikan permainannya di tengah klimaks dari permainan itu dan segera menjawab panggilan dari telepon itu.

“Yoboseo!” Ujarnya senang sambil tersenyum yang tentu saja membuat Sungmin mengernyitkan dahinya.

“Kyuhyun-ah?!” Ujar yang diseberang yang rupanya adalah Byulhyun.

Kyuhyun berdiri dan menghadap Sungmin. Dia memberi sinyal agar Sungmin keluar dari kamar itu. Tapi tentu saja, Sungmin enggan melakukannya. Kyuhyun segera memberi Sungmin tatapan tajam dan menyeretnya keluar dari kamar. Dan saat itu Sungmin hanya bisa pasrah.

“YA! Kyuhyun-ah, kenapa kau mengusirku dari kamarku?” Tanya Sungmin tidak terima saat dia sudah diluar kamar.

Kyuhyun hanya tersenyum lalu mengunci pintunya. Sungmin mendengus kesal. Samar-samar dia mendengar Kyuhyun menyebut nama Byulhyun.

“Aish… Kenapa hari ini mereka semua memamerkan kalau mereka semua punya kekasih kepadaku? Yesung Hyung, Eunhyukkie, dan sekarang, Kyuhyun juga. Aigoo…” Keluhnya. “Andai aku bisa memiliki gadis itu, aku juga akan memamerkannya pada kalian.”

Sementara didalam, Kyuhyun merebahkan dirinya diatas kasurnya. “Byulhyun-ah, apa kabarmu disana?” Ujarnya basa-basi.

Byulhyun terdiam. Ingin ia ceritakan apa yang ia alami selama berada disana. Perlakuan apa yang dapatkan. Tapi dia tidak mau membuat Kyuhyun menjadi khawatir akan dirinya. Biarlah hanya dia dan tuhan yang tahu betapa tersiksanya dia selama berada disana.

“Cukup baik. Kau sendiri? Apa kau tidur dan makan dengan cukup?” Jawabnya setelah berpikir terlalu lama.

“Untuk akhir-akhir ini, iya.” Aku Kyuhyun.

“Kau harus memerhatikan pola makan dan istirahatmu.”

“Byulhyun-ah?!”

“Hm?”

“Apa kau tidak berencana untuk mengunjungiku sebentar?” tanyanya sedikit kecewa

“Sebenarnya aku ingin. Keundae…”

“Waeyo? Kau tidak bisa? Nan bogoshipoyo. Aku ingin bertemu denganmu secara langsung. Tidak seperti ini.”

“Arraseo. Aku akan mengusahakannya dalam waktu dekat.”

“Jinjayo?!”

“Tapi aku tidak bisa menjanjikannya. Tapi aku akan berusaha!”

“Aku akan mendoakanmu. Dan kujamin, kau tidak akan kecewa saat kembali nanti.”

“Gomapta. Sudah, ya! Disini masih tengah malam. Aku takut menganggu Kim Ahjumma. Anyeong!”

“O. Berhati-hatilah disana.”

“Neodo.”

“Do Byulhyun-ah!” lirihnya

“Ne?”

“Saranghae.” Akunya.

Byulhyun terdiam. “Nado saranghae.” Ujarnya lalu segera menutup sambungan teleponnya.

Kyuhyun menatap layar ponsel yang menampilkan foto Byulhyun. Dia tersenyum. “Aku akan menunggumu pulang, Byulhyun-ah!”

-=.=-

Byulhyun menatap bayangan dirinya yang ada di dalam cermin. “Kau pasti bisa, Byulhyun-ah! Fighting!” Ujarnya memberi sugesti semangat untuk dirinya sendiri.

Dia memasukan barang yang ia kira perlu. Lalu segera berjalan mendekati pintu kamarnya. Dia membuka pintu hingga menimbulkan celah. Dia melongokan kepalanya memeriksa sekelilingnya.

Setelah merasa aman, dia segera keluar dan mengunci kamarnya. Dia berjalan mengendap-endap. Dia memerhatikan sekelilingnya dengan hati-hati. Dia berjalan tapi kakinya tersandung meja. Untungnya tidak menimbulkan suara.

Byulhyun segera berjalan mendekati pintu. Sebelum membuka pintu, dia melihat ke arah belakangnya. Aman. Dia menghela nafas lega lalu membuka pintu dan berjalan dari rumah itu yang ia anggap sebegai neraka.

“Kau mau pergi kemana Byulhyun-ah?”

Byulhyun tersentak. Dia memutar tubuhnya menghadap ke belakang. Rasa takut langsung menyelimutinya. “Ki… K… Kimmie-ya?”

Kimmie berjalan mendekati Byulhyun.

“Ak… aku… a…” Ucapan Byulhyun terbata-bata karena takut. Dia menggenggam erat tas yang ada di pelukannya.

Kimmie menarik tas Byulhyun dengan paksa lalu menggeledahnya. Dia mengambil sebuah amplop lalu membukanya. Ada sebuah kartu dan surat. Kimmie membacanya. Dia tersenyum meremehkan. “Jadi kau berniat menyerahkan kartu green-card milikmu?”

Byulhyun diam dan tidak berani menatap Kimmie.

“Melihat statusmu sebagai alien green card holder, ini sangat mudah. Tapi aku tidak akan membiarkan semuanya terjadi.”

“Wae??!” Tanya Byulhyun. “Aku berhak menentukan pilihan hidupku sendiri!”

“Tidak disini! Aku yang mengatur semuanya disini.” Ucap Kimmie dingin.

“Kumohon, Kimmie-ya! Biarkan aku pergi!” Ujar Byulhyun memohon sambil menangis.

“MALJAYO!! KAU HARUS TETAP DISINI!! KAU MILIKKU!!!” Bentak Kimmie.

“Tapi aku hanya mau bersama Kyuhyun!”

“Keurom, kau tak akan pernah pergi dari sini!”

Kimmie meraih tangan Byulhyun lalu menariknya dengan kasar kembali masuk ke dalam rumah dan menarik Byulhyun kembali ke dalam kamar Byulhyun lalu menguncinya di dalam kamar.

“Kimmie-ya, keluarkan aku!” Pinta Byulhyun sambil mengetuk pintu dengan buku-buku jarinya.

“Tidak akan! Sebelum kau berjanji akan ada disampingku selamanya!”

“Kimmie-ya, aku tidak bisa melakukannya. Yang aku cintai hanya Cho Kyuhyun.” Isak Byulhyun.

Kimmie merasakan hatinya bagaikan dicabik-cabik. “Kalau begitu, kau akan disana hingga kau merubah keputusanmu!” Ujarnya lalu meninggalkan Byulhyun yang terkunci di dalam kamarnya.

“KIMMIE-YA!! KELUARKAN AKU!!” Pinta Byulhyun histeris. “KIMMIE!! KIM KYUHYUN!! BRIAN KIM!!”

“BERJANJILAH KALAU KAU AKAN MENIKAH DENGANKU DAN MELUPAKAN CHO KYUHYUN, BARU AKU AKAN MEMBUKAKAN PINTUNYA!” Teriak Kimmie dari lantai atas

Byulhyun merosot dan duduk bersandar pada pintunya. Dia memeluk lututnya dan menangis. “Kyuhyun-ah, dohojo. Ige jongmal duryeopdayo.”

-=.=-

Minso menghempaskan tubuhnya diatas kasurnya. Dia menghembuskan nafasnya. Dia terduduk dan meraih ponselnya. Ada sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.

From          : My Choi SW

Jagiya, aku sudah selesai syuting. Terimakasih untuk makanan yang kau masakan. Syutingnya menjadi lebih cepat.

Minso mengernyitkan dahinya. “Apa hubungannya?” Minso segera membalas pesan itu. Kemudian, Minso beranjak mendekati meja riasnya.

Dia melihat dua pigura yang berisi foto seorang gadis dan seorang pria. Minso memandangi kedua foto itu secara bergantian.

Salah satu foto itu berisi foto dirinya bersama Siwon yang diambil setelah acara di Cube Ent. beberapa waktu lalu. Foto pertamanya bersama Siwon sebagai pasangan kekasih. Foto itu diambil oleh Donghae dengan objek Siwon yang memeluk Minso dari belakang dan Siwon mencium pipinya.

Minso beralih memandang foto yang satunya lagi. Seorang pria yang sedang berdiri di depan mobil sedan mewah dan sedang merangkul pundak seorang gadis yang duduk diatas kap mobil itu. Kepala gadis itu diletakan diatas pundak pria itu. Tangan mereka yang masih bebas membentuk sebuah hati.

Objek gadis itu masih sama. Dia adalah Minso. Tapi pria yang bersamanya bukan Siwon. Dia adalah pria yang dulu sangat Minso cintai. Tapi mendengar kabar pria itu pergi selamanya, dia mulai melupakan pria itu perlahan-lahan hingga dia mulai mengenal dan membuka hatinya untuk Siwon.

Tapi saat itu, Minso belum sepenuhnya melupakan sosok pria yang dulu sangat ia cintai itu. Dan kini, pria yang sudah ia anggap pergi untuk selamanya itu, kembali muncul dihadapannya. Meminta bantuannya yang akan membuat Minso menghancurkan dirinya sendiri. Bahkah hingga harus membuat kebahagian sahabatnya itu hancur.

Dan kini, Minso dihadapkan dengan dua pilihan sulit. Dia harus memilih untuk mengorbankan kebahagian dan perasaanya untuk sahabatnya atau dia harus membantu orang itu untuk menghacurkan perasaan dan kebahagian sahabatnya walau itu juga akan tetap menghancurkan dirinya sendiri.

-cut-

Advertisements