Tags

Seseorang menepuk pundak Minso dari belakang. Minso terkesiap kaget. Menyadari kalau itu Siwon, dia langsung tersenyum.

“Kau hebat bisa melawan Raja Iblis itu.” Ujar Siwon dengan takjub.

“Karena yang kukatakan adalah kenyataan jadi aku bisa menyadarkan dia. Kyuhyun selalu mengelak dari kenyataan selama ini.”

“Bagaimana kau tahu tentang itu semua?”

“Aku sadar kalau Kyuhyun mencintai Byulhyun saat Kyuhyun datang ke UGD saat Byulhyun pingsan waktu itu. Dia bahkan tidur sambil menggenggam tangan Byulhyun.”

“Jinjayo? Aku tak menyangka kalau Kyuhyun bisa seperti itu.”

Mereka terdiam. Bingung ingin melanjutkan percakapan dengan mengatakan apa.

“Min-ah!”

“Mmm?”

“Permintaan Kyuhyun padamu, bolehkah aku menggantikannya?” Tanya Siwon sedikit gugup.

Minso hanya tersenyum. Setelah Siwon mengulurkan tangan, baru Minso menjawab dengan anggukan kepala. Siwon langsung memeluk Minso dengan erat.

“Saranghaeyo, Shin Minso.” Ujarnya.

“Nado…” Balas Minso. Tapi ekspresi wajahnya tidak menggambar ekspresi senang karena mendapatkan kekasih. Wajahnya terlihat khawatir dan tidak yakin.

Siwon melepas pelukannya. Dia menatap Minso bingung karena eksperi tidak yakin yang ditampakan Minso. “Waeyo? Kau terlihat tidak senang.”

“Eh? Aniya. Aku hanya belum terbiasa di perlakukan seperti ini. Dipeluk seorang pria dan dia mengatakan dia mencintaiku.”

“Kau akan terbiasa. Ayo masuk!” Ujar Siwon lalu merangkul Minso untuk masuk kedalam gedung.

-=.=-

Kyuhyun berjalan menjauh. Sekali lagi dia menoleh ke belakang. Tapi semakin lama dia melihat mereka berdua, hatinya semakin terasa sakit. Dia berdiri di area taman. Emosinya membuncah di dadanya.

Dia menendang semua pot yang ada di sana. Tak peduli semua pot yang ada rusak karena dia tendang. Tanaman yang tadinya ada di dalam pot, berubah berserakan tak teratur di tanah. Tak puas, Kyuhyun mendorong beberapa patung berdiri yang ada. Dia merusak semua yang masih ada di sana sambil berteriak.

Semua pot dan patung sudah hancur. Tapi Kyuhyun masih saja memberantakan tanaman yang ada di tanah. Dia melempar potongan pot ke semua arah dengan tidak jelas. Walau ada pecahan yang mengenai kaca di gedung itu, Kyuhyun sama sekali tak peduli.

Setelahnya dia terduduk sambil menangis kecil. Dia mengambil pecahan kaca dan dia mengenggamnya dengan erat. Dia menulis nama Kimmie di tanah dengan kaca itu. Tulisan tanah itu bercampur dengan darah yang keluar dari tangan Kyuhyun.

“Kupastikan kau akan mati di tanganku. Seenaknya kau datang di kehidupan Byulhyun. Membuatnya sengsara hingga dia pergi meninggalkanmu. Dan kini seenaknya kau datang di kehidupannya lagi dan ingin merebutnya dariku. Enak saja kau! Kau akan lihat balasan dari Raja Iblis. Lebih baik kau membuat persiapan!!” Ujarnya lalu menganggam kaca itu dengan erat hingga pecah.

Kyuhyun berjalan gontai menuju ruang ganti. Di dalam semuanya sudah lengkap tanpa kehadiran Eunhyuk dan Hyera. Dan Zhoumi yang memang memilih tidak mengikuti acara hari ini dan tetap menunggu di dorm.

Semua yang ada di dalam menatap Kyuhyun dengan penasaran. Karena tak seperti biasa dia lesu, matanya merah, dan nafas menahan emosi. Baju yang dia kenakan juga sudah sangat tidak rapi. Tangannya kotor karena tanah. Celananya juga kotor akibat lumpur.

Kyuhyun duduk di samping Sungmin. Sungmin memerhatikan Kyuhyun. Dari atas hingga bawah. Saat melihat tangan kanan Kyuhyun yang penuh luka gores, dia langsung khawatir dan panik. “Tangan kananmu kenapa? Apa yang kau lakukan tadi?”

Member lain juga ikut melihat tangan Kyuhyun. Nichan yang kebetulan ada di sebelah Kyuhyun langsung menoleh. “Telapak kirimu juga kenapa? Kenapa ada banyak goresan?”

Setelah Nichan mengatakan itu, Sungmin tambah khawatir. Saat dia melihat tepalak tangan kanannya, masih ada potongan kaca menancap di telapak tangan kanan Kyuhyun. “YA!! Cho Kyuhyun apa yang baru saja kau lakukan? Kenapa tanganmu luka semua? Dan kenapa ada kaca di telapak kananmu?”

Kyuhyun menoleh tajam kearah Sungmin, yang tentu saja langsung ketakutan ditatap Kyuhyun seperti itu. “Kau tanya apa yang aku lakukan, huh?”

Sungmin dan yang lain hanya mengangguk pelan dicampur rasa takut. Kyuhyun berdiri.

“Ini yang aku lakukan pada tangan kiriku.” Kyuhyun menunjukan tangan kirinya dan mulai menggenggam tangan kirinya kuat hingga darah keluar dari bekas goresan yang tertusuk dengan kukunya lagi. Semua yang melihatnya panik.

“Dan ini pada tangan kananku.” Kyuhyun meninju dinding ruang tunggu dengan tenaga penuh dan dengan emosi yang membuncah. Dinding yang semula berwana putih bersih kini ternoda oleh darah dari tangan Kyuhyun. Semua orang di dalam menjadi diam tak bergeming.

“Kau tanya kenapa ada kaca?” Kyuhyun berjalan mendekati kaca yang ada di ruang ganti. Kyuhyun meninjunya lagi. Para member membeku.

Kyuhyun mengambil pecahan kaca paling besar dan mengenggamnya lagi. Tak pelak, darah keluar banyak dari tangannya. Kyuhyun meletakan kaca itu di meja.

Sungmin memberanikan diri untuk mendekati Kyuhyun. Dia menaruh tangannya pada pundak Kyuhyun. “Apa alasan dari itu semua?”

Kyuhyun menatap tajam Sungmin lagi. Dan Sungmin hanya bisa menelan ludahnya. Kyuhyun beranjak mengambil ranselnya lalu berjalan menuju pintu. “Kisseu.” Ujarnya pelan dan lirih sebelum dia membuka pintu dan akhirnya keluar.

Kyuhyun berpikir kalau tak ada yang mendengarnya tadi, tapi Nichan mendengar yang ia katakan.

“Kisseu?” Tanya Nichan bingung pada dirinya sendiri.

“Apa kau mau aku cium?” Tanya Yesung yang mendengar Nichan.

“Ya! Aku sedang membicarakan Kyuhyun. Tadi dia mengatakan ‘kisseu’ sebelum dia keluar.”

“Kisseu?” Tanya Minso dan Siwon bersamaan.

“Ne.” Nichan mualai berpikir. “Ya, So-ya! Setelah berbincang denganmu, apa kau tahu Kyuhyun pergi kemana?”

“Aku menyuruhnya menemui Byulhyun. Waeyo?”

“Jinja?” Nichan tak percaya.

“O… Aku melihat Minso menyuruh Kyuhyun mengejar Byulhyun.” Ujar Siwon membela kekasihnya.

“Chan-ah, waeyo?” Minso semakin bingung.

“Tadi aku meninggalkan Byulhyun bersama Kimmie.”

“Apa mungkin dia cemburu?” Tanya Yesung sambil menatap Nichan.

Nichan tertegun.

“Kalau yang Minso katakan benar, berarti Kyuhyun melihat Kimmie dan Byulhyun. Tapi, Kyuhyun mengatakan ‘kisseu’. Apa mungkin Byulhyun berciuman dengan Kimmie. Tapi bagaimana mungkin? Byulhyun tak lagi mencintai Kimmie.” Ucap Nichan dalam hati.

Pintu ruang ganti terbuka. Byulhyun dan Kimmie masuk kedalam. Untung para member tidak tahu kalau Kyuhyun seperti tadi karena Kimmie. Bayangkan bila mereka semua tahu. Entah apa yang akan mereka lakukan untuk membela magnae kesayangan mereka. Terlebih Eunhyuk dan Heechul yang tipe orang sangat setia dan loyal.

Byulhyun dan Kimmie bingung melihat dinding yang terkena noda darah dan salah satu cermin yang pecah. Di tambah potongan cermin yang terkotori oleh darah.

Nichan berjalan menghampiri Byulhyun dan mangajaknya duduk di sampingnya. Sementara Yesung sudah ia usir ke tempat lain.

“Dia mengalahkan rekor Eunhyukie.” Komentar Donghae yang melihat pecahan cermin itu.

“Hari ini dia berubah menjadi monster yang dirasuki iblis.” Shindong berkomentar setelah melihat darah yang ada di meja.

“Aku belum pernah melihat Kyuhyun seperti ini sebelumnya. Dia memang benar-benar Raja Iblis.” Ujar Ryeowook sambil melihat pecahan kaca yang terkena darah itu.

“Sungmin-ah, coba kau telepon Kyuhyun. Kalau dia menyetir sendiri dia bisa celaka. Memang dia mau kecelakaan yang ketiga kalinya? Kedua tangannya sedang terluka. Emosinya juga masih labil.” Ujar Leeteuk

Byulhyun yang semula berwajah datar kini berubah khawatir. Nichan hanya tersenyum. “Dia akan baik baik saja.” Ujar Nichan menenangkan. Byulhyun menatap Nichan sambil tersenyum kecil.

Kimmie yang selalu memerhatikan Byulhyun, merasakan ada torehan luka yang besar di hatinya. Melihat Byulhyun mengkhawatirkan Kyuhyun membuatnya merasa sakit hati. Dia membulatkan tekadnya. Entah bagaimana caranya, Byulhyun harus tetap bersamanya dan menjadi miliknya.

-=.=-

Kyuhyun memarkirkan mobilnya di basement. Dengan segera dia berjalan menuju kamarnya di lantai sebelas.

Didalam sudah ada Zhoumi yang sedang menonton acara televisi. Yang entah apakah dia mengerti tentang pembicaraan acara itu. Menyadari kalau Kyuhyun sudah pulang, dia langsung berdiri. “Gui Xian, selamat datang kembali. Bagaimana pertunjukannya?”

Kyuhyun sama sekali tak merespon Zhoumi. “Gui Xian, ada apa?” Kyuhyun juga tak menjawabnya.

Merasakan ada aura hitam di lantai sebelas, Zhoumi langsung berjalan pergi dan memasuki dorm lantai duabelas. Tapi melihat gagang pintu yang terkena darah, dia segera mempercepat langkahnya.

Dia mengambil ponselnya dan mencoba menelepon Henry. Tapi nomor Henry tidak aktif. Dia beralih menelepon nomor leader SJM yang baru. Sama saja. Dia memutuskan menelepon Donghae, mengingat nomor Donghae selalu aktif. Dan ternyata memang diangkat.

“Dinghai, Gui Xian ada di dorm bawah. Dia seperti mayat hidup yang berjalan. Ada apa sebenarnya?”

“Aku juga tak tahu. Baiklah, kami semua akan segera pulang.” Jawab Donghae dengan pas pasan.

“Hyung, Zhoumi baru saja meneleponku, katanya Kyuhyun sudah sampai di dorm. Lebih baik kita pulang sekarang.” Kata Donghae pada Leeteuk.

“Syukurlah dia sudah sampai. Ayo semuanya pulang.” Seru Leeteuk . “Kalian jadi menginap di dorm tidak?”

Minso dan Minah mengangguk. Nichan mengangguk setelah di bujuk oleh Yesung. Dan mau tak mau Byulhyun mengikuti Nichan.

Mereka semua berjalan menuju tempat parkir bersama. Dan saat mereka melihat ‘hasil karya’ Kyuhyun tadi mereka semua tercengang.

“Ya tuhan.” Ujar Minso dan Siwon bersamaan

“Siapa yang membuat taman ini menjadi seperti ini?” Tanya Sungmin.

“Ini taman atau arena bekas huru-hara?” Ujar Donghae.

“What the hell is this? Ini seperti bekas tawuran yang di pimpin oleh Kyuhyun.” Komentar Henry.

“Apa ini ulah Kyuhyun juga?” Tanya Minah. Beberapa member ada yang menggelengkan kepala dan ada yang mengangkat bahunya.

Nichan yang dari tadi terdiam membuka suaranya. “Ini jauh lebih baik, ketimbang pelakunya membunuh orang yang menjadi sumber kemarahannya.” Ujarnya pelan.

“Maksudmu apa, Kkoma?” Tanya Yesung tak mengerti.

“Tak apa. Lupakan saja, Oppa.” Nichan mengelak. “Kajja! Sudah malam. Lebih baik kita bergegas.”

“Ne. Aku juga tak mau, bila dorm sebelas akan menjadi objek ‘kreatifitas’ dari Kyuhyun yang sedang kesetanan itu!” Ujar Yesung.

“Bahta! Ayo, cepat pulang. Kita mau tinggal dimana kalau dorm hancur?” Sungmin ikut mengkhawatirkan.

Para wanita menuju dorm dengan mobil Nichan. Sementara para member dengan minivan yang mereka tumpangi saat datang. Kimmie memilih pulang ke apartemen yang ia sewa sementara saat dia tinggal di Seoul.

-=.=-

Setelah memarkirkan mobil di basement, mereka segera menuju lift.  Melihat Leeteuk menekan tombol angka sebelas, Nichan menjadi muak.

“Kenapa lagi-lagi menggunakan lantai sebelas? Tak bisakah hanya sekali kita menggunakan lantai dua belas?” Tanya Nichan dengan muak.

“Kau tahu, keadaan dorm lantai dua belas bukan, Nichan-ah?”

“Kenapa tidak dirapikan?” Tanya Nichan dengan membentak. Semua yang ada di dalam terdiam karena kaget mendengar Nichan.

“Kami tidak memiliki agen bersih-bersih seperti yang dorm bawah punya. Lihat saja yang tinggal disana. Kekasihmu benci kotor. Sungmin suka rapi. Eunhyuk suka bersih-bersih. Hanya Kyuhyun yang suka mengotori dan memberantakinya.”

“Dibawah ada Kyuhyun. Kau tidak takut dia mengamuk lagi?”

Leeteuk terlihat takut. “Kita tinggal kunci kamarnya.”

“Kalau dia marah karena hal itu, bagaimana?”

“Kau mau tidur di dorm atas yang tidak rapi? Mencari tempat lega saja susah.” Ujar Ryeowook.

Pintu lift terbuka. Awalnya Nichan tetep berada di dalam lift ingin tidur di dorm atas. Tapi Yesung menariknya dengan kuat. Saat masuk di dalam dorm suasana menjad hening. Tak ingin mengusik ketenangan dorm karena ada iblis yang sedang tidur di dalam. Di dorm, tak ada satupun yang mengusik kamar Kyuhyun dan Sungmin. Bahkan Sungmin juga tidak berani memasuki kamarnya.

Karena sudah terlalu lelah dan juga ketakutan, mereka semua tidur. Nichan dan Byulhyun menggunakan kamar Yesung. Minso dan Minah menggunakan kamar Eunhyuk. Sungmin dan Henry tidur di sofa. Ryeowook, Donghae dan Shindong tidur di dekat kulkas. Siwon dan Leeteuk tidur bersebelahan di depan pintu kamar Eunhyuk. Yesung di depan pintu kamarnya. Dan Zhoumi memilih tetap tidur di atas.

-=.=-

Nichan sudah terlelap di atas kasur Yesung. Tapi Byulhyun masih terjaga. Dia mengambil sesuatu dari tasnya. Beberapa lembar kertas yang ia dapatkan dari Kimmie. Dia mengamati kertas itu.

Byulhyun berdiri. Memakai jaket dan mengambil tasnya. Dia berjalan perlahan menuju pintu. Tapi saat melewati pintu kamar Kyuhyun, Byulhyun dengan tidak sadar melangkahkah kakinya masuk memasuki kamar itu.

Dia berjalan mendekati Kyuhyun yang berbaring di atas kasurnya. Byulhyun melihati bekas luka yang ada di telapak tangan Kyuhyun.

Byulhyun segera berjalan keluar dan kembali dengan membawa sekotak P3K. Dia mulai mengobati bekas luka itu. Tak lupa, Byulhyun memasangkan perban untuk Kyuhyun.

Setelah selesai, dia merapikan obat-obat itu. Dia mencium kening Kyuhyun. “Aku akan pergi. Jaga dirimu baik-baik. Kau harus hidup dengan baik dan makan dengan teratur. Haengbokhaseyo, Cho Kyuhyun!”

Dia mengembalikan kotak P3K itu lalu kembali berjalan menuju pintu. Saat ia membuka pintu kamar Kyuhyun, dia terkejut melihat Eunhyuk dan Hyera.

“Kau mau kemana? Kenapa keluar dari kamar Kyuhyun?” Tanya Eunhyuk bingung.

“Aku mau ke minimarket di bawah. Dan aku pikir ini pintu untuk keluar.”

“Keurom, kenapa kau membawa kotak P3K?” Tanya Hyera.

“Aku melihat kotak ini di dalam. Aku ingin mengembalikannya ke kotak obat.”

“Oh. Ya sudah!”

Byulhyun segera pergi. Untung tadi dia sudah menelepon taksi jadi dia tak perlu repot untuk menunggu taksi itu.

Rupanya, Byulhyun pergi ke rumah Nichan. Dia masuk ke dalam kamarnya dan mengambil barang-barang yang sekiranya penting.

Di saat ia sedang mengambil beberapa barang, dia melihat handycam miliknya. Byulhyun terlihat berpikir sejenak. Lalu diraihnya handycam itu dan menekan tombol on lalu menekan tombol record.

-=.=-

Sekitar jam tujuh pagi, Nichan sudah terbangun. Dia menoleh ke tempat Byulhyun tapi sudah kosong.

“Jam segini dia sudah pergi mengajar?”

Nichan beranjak keluar. Banyak dari mereka yang sudah tebangun. Bahkan Minah, Leeteuk, Donghae, Siwon, dan Shindong sudah pergi karena ada jadwal. Yang masih tidur adalah Eunhyuk dan Hyera. Beberapa saat, Hyera bangun dan membangunkan Eunhyuk.

Kyuhyun keluar dari kamarnya. Keadaanya mulai membaik. Dia juga tak menolak saat Sungmin mengobati luka yang ada di tangannya. Tapi Sungmin mengernyitkan dahinya heran, melihat kedua tangan Kyuhyun sudah dibalut dengan kassa.

“Kyuhyun-ah, siapa yang mengobatimu?” Tanya Sungmin bingung.

“Aku tak tahu. Bukan kau yang mengobatimu semalam?” Kyuhyun beralih bertanya pada Sungmin.

“Nega anira. Aku baru ingin mengobatimu. Bahkan aku tidak tidur di kamar semalam.”

“Nan molla. Waktu aku bangun, tanganku sudah seperti ini.”

Sementara itu, Ryeowook dan Nichan membuat sarapan untuk semua. Setelah siap mereka membawanya keluar.

Semua sudah berkumpul untuk sarapan. Kyuhyun mengedarkan pandangannya mencari Byulhyun. Tapi dia sama sekali tak menemukan gadis itu. Kyuhyun beranjak menuju kamar Yesung.

“YA!! Kau mau apa ke kamarku??!” Seru Yesung tidak terima. Tapi Kyuhyun sama sekali tidak menghiraukan Yesung.

Kyuhyun masuk ke dalam kamar Yseung. Dia tak menemukan siapapun di dalam. Tapi dia menemukan sebuah kaset yang tergeletak di atas kasur Ryeowook. Kyuhyun berjalan mendakati dan melihat kaset itu.

“Untuk Nichan dan semuanya” Kalimat itu tertulis di atas kaset tersebut. Kyuhyun segera keluar. Dan menunjukan kaset tersebut. “Nichan-ah, apa ini punyamu?”

Nichan mengambil kaset itu. Dia mengamati kaset itu. Lalu hanya menggeleng. “Bukan. Aku tak pernah merasa menerima kaset ini.” Ujarnya lalu mengembalikannya pada Kyuhyun.

Nichan kemudian mengingat sesuatu. “Kyuhyun-ah, aku rasa itu adalah tulisan Byulhyun.”

Kyuhyun segera menuju dvd player. Nichan dan member yang lain mengikutinya. Kyuhyun menyalakan dvd player itu dan langsung memasukan kaset tersebut. Wajah Byulhyun langsung terpampang di layar datar televisi. Nichan langsung mengenali bahwa video itu diambil di kamar Byulhyun.

“Anyeonghaseyo. Maaf aku tidak bisa mengatakan ini langsung di depan kalian semua. Pertama tama aku ingin berterima kasih pada Nichan.

“Nichan-ah, gomawoyo. Atas semua kebaikanmu selama ini. Aku tak tahu harus membalasmu dengan apa. Aku hanya bisa berharap untukmu agar kau bisa bahagia selamanya. Dan semua keinginanmu bisa tercapai. Do, mianhaeyo. Kalau selama ini aku merepotkanmu. Jongmal mianhaeyo.” Ujarnya lalu membungkuk. Nichan hanya mengernyitkan dahinya.

“Untuk semua member Super Junior. Terimakasih kalian sudah memberikan warna dalam kehidupanku selama aku ada di Seoul. Semoga Super Junior selalu jaya. They won’t stop before sapphire blue cover all over the world. Aku doakan itu akan segera terwujud.”

“Khusus untuk Yesung-sshi, kumohon jaga Nichan dengan baik. Tolong jaga sahabat terbaikku dengan baik.” Nichan menggenggam tangan Yesung lebih kuat. Dia merasakan firasat buruk.

“Keurigu, Kyuhyun-sshi. Masihkah kau mengingat awal pertemuan kita? Itu sekitar tahun lalu. Dan sekarang, ternyata waktu perpisahan kita sudah tiba.” Katanya sambil menitikan air mata. Byulhyun menghapus air matanya. “Gomawoyo, Kyuhyun-sshi. Atas semuanya, gomapta keurigu, saranghaeyo.” Ujar Byulhyun sambil menangis.

Kyuhyun tertegun dan ikut menitikan air matanya. Saranghaeyo? Apa maksudnya? Byulhyun juga mencintainya? Kyuhyun masih bingung akan semuanya. Tapi hatinya terus memberontak agar Kyuhyun mencegah Byulhyun pergi.

“Dan kini aku ingin berpamitan pada kalian semua. Aku harap kalian bisa bahagia.”

Layar televisi berubah gelap. Semua masih diam tak bergerak. Kyuhyun segera bangkit dan berjalan mendekati Nichan. Matanya menggambarkan sedih, kecewa dan marah sekaligus.

Dia mendorong Nichan kasar hingga membentur dinding. “Ya! Kyuhyun-ah!” Seru Yesung sedikit marah membela Nichan.

“Katakan dimana Byulhyun!” Ujarnya marah. “Ppali malhae!”

Nichan menggeleng tak tahu. Dan pertama kalinya Nichan takut terhadap sosok Kyuhyun. Karena aura marah yang ada disekitar Kyuhyun berbeda dari biasanya.

Kyuhyun memukul dinding tepat disamping kepala Nichan. Nichan memejamkan matanya takut. “Katakan! Mana mungkin kau tak tahu?”

“Na.. Jinja molla!” Jawab Nichan terbata-bata karena ketakutan.

“GOTJIMAL HAJIMA PARK NICHAN!!” Darah merembes keluar melalui perban karena Kyuhyun berteriak didepan Nichan sambil meninju dinding tepat disamping kepala Nichan. Mata Nichan sudah merah dan berair menggambar ketakutan yang ia rasakan sekarang.

Kesabaran Yesung sudah di ambang batas. Yesung langsung menarik Nichan kedalam pelukannya. Yesung bahkan dapat merasakan tubuh Nichan yang bergetar kuat karena ketakutan. Dia menatap marah pada Kyuhyun. “Nichan benar-benar tidak tahu! Jangan ganggu dia lagi!”

Kyuhyun ditarik oleh Eunhyuk menjauhi Nichan. “Tenang, kan, dirimu, Kyuhyun-ah! Aku tadi malam melihat Byulhyun keluar dari kamarmu.”

“YA!! Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?” Tanya Kyuhyun marah sambil mencengkram kerah baju Eunhyuk.

“Mollayo. Dia hanya mengatakan, kalau dia ingin ke minimarket di bawah.”

“Baboya!!”

Kyuhyun kembali menghadapi Nichan. “Kau bohong kalau kau benar-benar tidak tahu!!”

“Jinja mola…” ujar Nichan dengan tercekat.

Kyuhyun meraih vas keramik yang ada di meja di samping Nichan. Hampir saja vas itu pecah karena dipukulkan di kepala Nichan oleh Kyuhyun, tapi Yesung memukul lengan Kyuhyun hingga vas itu terlepar membentur dinding.

“CHO KYUHYUN!!!” Yesung berteriak marah. Kali ini kesabaran Yesung sudah habis dan emosinya sudah memuncak hingga ke ubun-ubun.

“Keuromyo. Kalau begitu, pulanglah bersamaku! Kita pulang ke Amerika! Kita ulang semuanya dari awal.”

Kyuhyun tiba tiba teringat perkataan Kimmie. Dia segera masuk ke dalam kamarnya. Dia mengambil mantel, kaca mata hitam, dan kunci mobilnya.

Setelahnya segera dia turun menuju basement dan melajukan mobilnya secepat mungkin menuju bandara Incheon.

“Byulhyun-ah! Tunggu aku!” Ucapnya terus menerus.

-=.=-

Setiba di bandara, Kyuhyun langsung memarkirkan mobilnya asal. Dia tak peduli bagaimana para penjaga meneriakinya. Kyuhyun hanya melemparkan kunci mobilnya pada salah satu penjaga terdekatnya. “Tolong urus mobilku! Akan kubayar nanti!” Ucapnya lalu segera berlari menuju departemen penerbangan luar negeri.

“BYULHYUN-AH!!” Kyuhyun berteriak di sepenjang jalan.  Ia tak peduli bagaiamana orang lain menilainya gila atau apa. Dia tetap terus fokus mencari sosok Byulhyun. Dia juga tak peduli bagaimana penyaramannya yang kurang sempurna hingga banyak orang yang mulai mengenalinya sebagai member Super Junior. Dia tak peduli akan apapun sekarang. Yang ia pedulikan adalah Byulhyun. Yang ia takutkan Byulhyun telah pergi meninggalkannya.

Dia melihat sosok berambut pendek, sangat mirip dengan Byulhyun. Dia langsung mendakatinya. “Byulhyun-ah!”

“Kyuhyun Oppa?” Ujar gadis itu dengan berbinar. Ternyata hanya mirip dari belakang. Kyuhyun langsung meninggalkan gadis itu.

Merasa buntu, dia bertanya pada salah satu satpam. “Dimana gerbang keberangkatan menuju Amerika?”

Setelah mengetahui gerbangnya, Kyuhyun segera berlari kesana. Dia melihat Byulhyun sedang dalam antrian pemeriksaan.

“BYULHYUN-AH!!” Panggil Kyuhyun.

-=.=-

Byulhyun sedang dalam antrian pemeriksaan. Kurang selangkah lagi dia akan meninggalkan Korea. Sekali kali Byulhyun menoleh ke belakang. Menikmati pemandangan Korea yang mungkin untuk terakhir kalinya.

“BYULHYUN-AH!!”

Byulhyun terpaku mendengar suara itu. Dia tak berani membayangkan siapa yang memanggilnya barusan. Dia tak mau banyak berharap.

“KIM BYULHYUN!!”

Perlahan Byulhyun menolehkan kepalnya menuju sumber suara. “Kyuhyun-ah!” Ucapnya pelan. Dia sangat terkejut melihat Kyuhyun berdiri dengan nafas tersenggal-senggal.

Byulhyun berjalan keluar dari antrian perlahan. Kyuhyun segera berlari mendekatinya dan segera memeluk Byulhyun. “Kajima! Jebal. Kajima, Byulhyun-ah!” Ucapnya memohon.

“Keundae, aku harus pergi! Aku benar benar harus pergi.” Balas Byulhyun sambil menahan tangis.

“Walau aku memohon di depanmu seperti ini?”

Byulhyun hanya mengangguk. Kyuhyun melepas pelukannya. Dia menatap Byulhyun tepat di manik matanya. “Tapi kau harus mengabulkan satu permintaanku.”

“Apa?”

“Make me become the greatest man in the world.”

“Otthokeyo?” Tanya Byulhyun beralih bingung.

“Dengan kau bersedia menjadi kekasihku. Kau mau membantuku, kan?” Ujar Kyuhyun.

Airmata Byulhyun tak dapat ditampung lagi. Mereka tumpah begitu saja. Byulhyun mengangguk.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Byulhyun. Dan Kyuhyun mencium Byulhyun lembut. Byulhyun membalas ciuman Kyuhyun.

Tak peduli mereka ada dimana. Tak peduli bagaimana para semua orang yang ada di sana menyaksikan mereka. Tak peduli akan reaksi mereka nanti. Tak peduli bagaimana ELF terutama sparkyu akan menunut penjelasan mereka. Yang mereka pedulikan sekarang adalah kebahagian mereka. Menyatukan hati mereka yang selama ini telah di sembunyikan rapat-rapat oleh tuannya.

“Panggilan terakhir ditujukan untuk semua penumpang Ameriaka Air Lines untuk segera melakukan pemeriksaan dan segera masuk ke dalam pesawat. Pesawat segera…”

Byulhyun melepas ciuman mereka. “Aku harus pergi.”

“Tak bisakah kau tinggal sebentar saja?” Kyuhyun memohon lagi.

“Andwaeyo. Aku harus menyelesaikan masalahku di Amerika dulu. Aku akan segera pulang setelah semuanya selesai. Hanya delapan belas bulan, Kyuhyun-ah.”

“Yoksok? Hanya satu setengah tahun saja?”

“Yaksokhaeyo!”

Kyuhyun sekali lagi mencium Byulhyun dan Byulhyun membalas Kyuhyun.

-=.=-

Kyuhyun sedang ada di balkon. Menikmati pemandangan langit malam kota Seoul. Dia memandangi bintang. Dia sangat suka melihat bintang karena akan mengingatkannya pada Byulhyun. Terlebih ‘byul’ berarti bintang.

Dia menoleh mengamati ruang tengah. Semua member tengah berkumpul. Bahkan Kibum juga datang. Dan Hankyung yang sudah memutuskan pulang ke Korea dan bergabung bersama Super Junior lagi. Ini adalah mimpi dan harapan setiap member. Semua bisa berkumpul bersama. Lengkap lima belas orang.

Semua berkumpul untuk membahas pernikahan Yesung dan Nichan. Setelah melewati beberapa halang rintangan, hingga membuat hubungan pertunangan mereka berakhir di tengah jalan, akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Karena cinta mereka tak terpisahkan dan berhasil menyatu kembali.

Leeteuk dan Minah juga sudah menikah. Bahkan kini Minah tengah mengandung anak mereka yang pertama.

Sungmin juga sudah bertunangan dengan Yonghee, mantan kekasih Yoseob. Sama seperti Eunhyuk dan Hyera yang baru bertunangan minggu lalu. Setiap member juga sudah menemukan tambatan hatinya. Heechul yang dikhawatirkan sulit mendapatkan tambatan hatinya, kini sudah menemukan pendampingnya.

Sayangnya Siwon sudah tak lagi bersama Minso. Tapi setidaknya dia sudah menemukan pengganti Minso. Dan Siwon kini juga tengah berbahagia.

Kehidupan mereka sangat bahagia. Tak ada lagi hubungan mereka yang ditutupi dari publik. Publik sudah tahu hubungan cinta masing-masing member. Mereka semua juga sudah ‘tiup peluit’. Dan syukurlah publik memberikan respon positif, walau awalnya memang membutuhkan perjuangan keras.

Kyuhyun tersenyum bahagia melihat para member berbincang dan bersenda gurau bersama. Kehangatan yang telah lama hilang dari dorm ini, kini bisa Kyuhyun rasakan lagi. Apa lagi para member ditemani pasangan hidup mereka masing-masing. Mereka terlihat bahagia bersama.

Tapi bagaimana dengan Kyuhyun sendiri? Byulhyun belum juga pulang dari Amerika. Padahal Ini sudah lebih dari dua tahun berlalu semenjak kepergiannya. Pernah Kyuhyun berpikir bahwa Byulhyun telah melupakannya. Tapi setiap Kyuhyun melihat foto Byulhyun yang ada di kamarnya, dia segera menepis pikiran itu dan selalu percaya bahwa Byulhyun akan kembali. Entah kapan. Dia percaya suatu hari nanti, Byulhyun pasti pulang dan kembali padanya.

Kyuhyun melihat satu bintang paling terang di langit. “Byulhyunnie, saranghaeyo. Gidarilgeyo! Aku akan selalu menunggumu sampai kapanpun. Ppali dorawa, Byulhyunnie!”

“YA! Kyuhyun-ah! Ayo masuk! Kau mau apa disana?” Tanya Leeteuk.

“Ne, Hyung!” Kyuhyun beranjak masuk kedalam.

“Kau kenapa berbicara dengan langit? Kau mulai gila, huh?” Tanya Heechul setelah Kyuhyun duduk di ruang tengah.

“Bukan langit. Tapi bintang, Hyung!” Kyuhyun mengoreksi.

“Terserah aku mau berkata apa. Lagi pula, letak bintang ada di langit. Jadi sama saja.” Elak Heechul.

“Andwaeso!! Bintang dan langit itu berbeda.”

“YA!! Hentikan perdebatan kalian! Kita ini sedang merundingkan rencana pernikahan Yesung dan Nichan. Kenapa kalian malah meributkan bintang dan langit, huh?” Tanya Leeteuk.

“Ya, Oppadeul. Kalian tak tahu kalau magnae kalian ini sedang kangen.” Ujar Nichan sambil menatap Kyuhyun jahil.

“Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun salah tingkah.

“Nugu? Ya, Nichannie, nugu?” Tanya Heechul heboh.

“Byul. Kim Byulhyun.”

Hanya dengan mendengar namanya saja wajah Kyuhyun berubah merah. Dia juga salah tingkah saat semua orang mengolok-olok dirinya.

Ting… Tong…

“Biar aku yang membuka pintunya!” Ujar Kyuhyun.

“Sejak kapan dia menjadi rajin seperti itu?” Tanya Eunhyuk heran. “Biasanya dia selalu menyuruhku seenaknya seperti pembantu.”

“Hei, Oppa. Dia itu sedang salah tingkah. Jadi dia ingin menghindar.” Jelas Hyera. Para member langsung melihat Kyuhyun sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka, heran melihat Raja Iblis bisa salah tingkah seperti itu.

-=.=-

Kyuhyun berjalan mendekati pintu. Dia tidak memeriksa siapa yang datang melalui intercom. Dia langsung membuka pintu berwarna coklat kayu itu.

“Anyeong! Oraenmaniya, Kyuhyun-sshi!”

Kyuhyun tertegun. Wajah gadis yang selama ini hanya ia lihat melalui layar ponsel atau dari foto yang ada di kamarnya, suaranya yang selama ini hanya ia dengar melalui telepon, aroma

tubuhnya yang khas dan hanya ada di ingatannya, dan  sosok yang selama ini jauh dari dirinya, kini tengah berdiri di hapannya. Sosok yang juga selama ini ia rindukan dan ia cintai ada di depan matanya.

“YA! Kenapa kau baru pulang? Ini sudah dua puluh lima bulan empat minggu dua hari lima belas jam enam belas menit semenjak kau pergi dari Seoul. Janjimu hanya pergi delapan belas bulan!” Seru Kyuhyun tak tahu lagi harus bicara apa.

“Miweoyo? Keurae, na dashi ga.” Ujar Byulhyun lalu melangkahkan kakinya. Kyuhyun segera menahan lengan Byulhyun dan langsung menariknya ke dalam pelukannya.

“Tentu saja aku senang. Aku hanya kesal karena kau terlambat pulang dari janjimu.” Katanya dengan suara bergetar karena Kyuhyun mengatakannya sambil menahan tangis.

“Mianhae. Ada beberapa masalah. Tapi sekarang aku disini. Dan aku akan menetap disini.” Ujar Byulhyun sambil membalas pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun melepas pelukannya. “Memang seharusnya kau tinggal di Seoul.” Ucapnya dengan nada sedikit marah. “Ayo masuk!”

“Kau masuk dulu saja! Aku mau melepas sepatu dulu!”

“Arreta!”

Kyuhyun masuk kedalam terlebih dahulu.

“Siapa yang datang Kyuhyun-ah?” Tanya Sungmin.

Kyuhyun hanya tersenyum. Lalu duduk di sebelah Sungmin. Senyumnya tak pernah lepas dari wajahnya.

“YA!! Kau kenapa? Kau pamer kalau bisa tersenyum lebar? Aku juga bisa!” Hardik Eunhyuk. Lalu dia menunjukan gummy smilenya.

“Anyeonghaseyo, yeorobun. Oraenmanikaseyo!” Sapa Byulhyun.

Semua orang langsung menoleh melihat Byulhyun. Mereka semua terkejut. Para member senang bisa bertemu dengan Byulhyun lagi.

Nichan langsung berdiri dan memeluk Byulhyun. “Byulhyun-ah, bogoshipo!!”

“Nado!”

Kyuhyun berdiri. Dan memisahkan pelukan Byulhyun dan Nichan. Kyuhyun menyuruh Nichan duduk lagi disebelah Yesung dengan menunjuk lantai di sebelah Yesung.

“Ah, aku akan memperkenakan dia secara resmi. Kenalkan dia adalah Kim Byulhyun, kekasihku.”

Semua orang terpaku. Menatap Kyuhyun dan Byulhyun tak percaya.

“Sejak kapan kau menjadi kekasihnya?” tanya Leeteuk kaget.

“Sejak dia berangkat ke Amerika.” Ujar Kyuhyun enteng.

“Jinjayo? Kenapa kau tak bilang pada kami sebelumnya?” Tanya Eunhyuk.

“Ah, yang penting kalian tahu sekarang. Lalu konferensi pers yang dulu itu?”

“Ah ya. Aku lupa.”

“Dasar pikun! Sudah kau monyet gila dan jelek yang pelit nan yadong, sekarang kau merangkap jadi pikun juga? Semakin banyak saja predikat jelekmu!” Hardik Kyuhyun.

“YA!!” Seru Eunhyuk dan Hyera tak terima.

Selanjutnya Byulhyun dan Kyuhyun duduk di balkon. Karena bila duduk di ruang tengah lagi. Bisa saja ruang tengah itu jebol karena terlalu banyak menampung orang.

“Kau terlihat lebih kurus.” Ujar Kyuhyun sambil mencubit pipi Byulhyun.

“Ne. Disana aku terlalu banyak pikiran dan aku jarang istirahat.” Jelas Byulhyun ikut memeganggi pipinya.

“Kau ini. Apa saja yang kau kerjakan? Dan apa ini? Rambut panjang?” Tanya Kyuhyun dengan nada meremehkan sambil memegang rambut Byulhyun yang kini sudah sedikit melewati pundaknya..

“Bimilyeyo.” Jawab Byulhyun dengan tersenyum jahil. “Terserah padaku. Mau rambutku panjang atau pendek. Itu sesukaku saja.”

Kyuhyun hanya mendengus kesal. “Apa kau tahu aku punya rahasia yang belum aku ungkapkan selama ini?” Tanya Kyuhyun dengan penuh teka-teki.

“Bimil? Jinja? Katakan padaku!” Balas Byulhyun tertarik dengan cerita Kyuhyun.

“Apa aku harus cerita padamu?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Harus! Aku kekasihmu! Jadi aku berhak tahu!” Jelas Byulhyun.

“Baiklah. Aku akan memberikanmu rahasia yang selama ini sudah aku pendam. Rahasia ini tentang dirimu.”

“Apa itu?”

Kyuhyun mendekatkan mulutnya ke telinga Byulhyun. “Saranghae yongwonhi, You’re always be my star.”

-=.=- END -=.=-

Gak jelas? Jelek? Aneh? Abstrak?

Diterima deh mau nilai gimana aja. Endingnya emang mentok bisanya kaya gini aja. Mianhae.

Nah, diusahain ada sekuelnya: “Love Is Always Complicated”

Ceritanya bakalan lebih fokus Nichan-Yesung. Kenapa pertunangan mereka putus di tengah jalan. Halang rintangnya apa aja.

Tapi juga ada konflik Kimmie-Byulhyun-Kyuhyun. Masalahnya apa aja. Sampe Byulhyun tadi jarang istirahat dan banyak pikiran.

Sama kenapa Minso-Siwon putus? Itu ada hubungannya sama masalah Nichan-Yesung.

Pada setuju nggak? Kalau iya, Di part ini udah ada petunjuk gimana jalan ceritanya nanti. Nah yang penting sekarang mohon dukungannya para reader aja.

Gamsahamnida.

*Bow*

Advertisements