Tags

Namja itu berjalan mendekati Kyuhyun dan Byulhyun. Kyuhyun masih mencoba menahan emosinya. Byulhyun juga masih diam membatu sedikitpun tak bergeming.

“Neo… Byulhyunie aniyeyo?” Tanyanya.

Byulhyun masih saja diam membisu.

“Neo.. uri Byulhyun aniyeyo?” Tanyanya sekali lagi dengan mata berkaca-kaca.

“Kimmie-ya…” Akhirnya Byulhyun membalas dengan suara lirih.

Kimmie langsung meraih Byulhyun kedalam pelukannya. Mereka berdua kini menangis sambil berpelukan.

Sementara Kyuhyun yang melihat itu, air matanya langsung tumpah. Dia membalik tubuhnya dan mulai berjalan menjauhi Kimmie dan Byulhyun. Dia berjalan keluar menuju taman.

“AARGH!!!” Teriaknya sambil menendang satu pot yang ada di dekatnya. Dia meluapkan semua emosinya yang dari tadi ia tahan.

Dia mengacak acak rambutnya frustasi. Dia melepas ikatan dasi kupu kupu yang membuat lehernya terasa tercekat.

“Keurae. Chukahae atas pertemuan kalian!” Ujarnya sinis dengan nafas tersenggal senggal karena luapan emosinya. Kemudian dia menambahkan sesuatu dengan sinis, “Keurom, ayo, aku tunjukan balasan untukmu, Kim Byulhyun.”

-=.=-

“Kau kemana saja selama ini?” Tanya Kimmie setelah melepas pelukannya.

“Aku tak kemana-mana. Aku hanya pindah ke Seoul.”

“Kau baik baik saja, kan?”

“Kau tak lihat keadanku sekarang?”

“Pipimu semakin tirus dari terakhir kali aku melihatmu!” Ujarnya gemas sambil mencubit pipi Byulhyun yang cukup tembab itu.

Byulhyun menangkis tangan Kimmie. “Appeuda!”

“Kau datar sekali? Tak rindu padaku?” Tanya Kimmie manja.

“Terserah! Aku mau masuk saja!” Ujar Byulhyun tanpa menunggu balasan dari Kimmie langsung berjalan meninggalkannya. Tapi Kimmie tentu saja mengikutinya.

Byulhyun berjalan menuju ruang ganti Super Junior.

“Kau mau apa ke sini? Kau ELF, ya?”

“Aniya! Temanku ada didalam. Aku juga bukan ELF. Aku sudah bosan melihat mereka!”

“Mwo? Bosan? Memang berapa kali kau bertemu Super Junior?”

Byulhyun sudah jengah dan masuk ke dalam ruang ganti. Kimmie awalnya ragu untuk mengikuti Byulhyun. Tapi melihat Byulhyun yang percaya diri, Kimmie juga memberanikan dirinya.

“Byulhyuna-ah! Kau dari mana saja?” Tanya Nichan.

“Aku baru dari taman.” Balasnya singkat.

Tak lama semua menyadari keberadaan Kimmie. Leeteuk yang pertama kali sadar langsung mendekatinya.

“Ada perlu apa? Apa kita perlu reharseal lagi?” Tanya Leeteuk.

“Ne?” Tanya Kimmie bingung.

“Bukankah kau kru acara ini?” Balas Leeteuk sambil menunjuk co-card kru yang tergantung di leher Kimmie.

“Aku bukan kru. Aku EO disini.”

“Jinja? Keurom, untuk apa anda disini?”

“Aku mengikuti Byulhyun.”

“Mwo?”

“Ah. Lebih baik aku perkenalkan diriku dulu! Anyeonghaseyo, yeorobeun! Kim Kyuhyun imnida! Tapi Byulhyun biasa memanggilku Kimmie.”

Mendengar itu, Sungmin yang sedang minum, menyemburkan minumnya. Nichan juga tersedak karena sedang makan roti. Sama seperti Donghae dan Ryeowook yang terbelalak kaget karena tahu yang sebenarnya terjadi antara Kimmie dan Byulhyun

“Mwohaeyo? Kau yang bernama Kimmie?” Tanya Nichan.

“Ne.”

“Super Junior On Stage 15 menit lagi untuk pembukaan!” Kata seorang kru. Lalu berlalu pergi begitu saja.

Super Junior segera bersiap lagi. Nichan membatu merapikan rambut Yesung. Hyera ikut merapikan pakaian Eunhyuk. Sama dengan Minah-Leeteuk dan Minso – Siwon.

“Byulhyun-ah, siapa 3 yeoja yang mengurusi Yesung, Eunhyuk, dan Siwon? Apa mereka coordie dari Super Junior? Kalau Minah dan Leeteuk memang berpacaran, kan?” Tanya Kimmie dengan berbisik.

“Aniya. Nichan yang tadi menyapaku itu kekasihnya Yesung Oppa.” Jawabnya dengan suara sedikit pelan.

“Kekasih? Mereka punya kekasih?” Tanya Kimmie lagi masih dengan berbisik

“Keuromyo. Nichan dan Yesung hamper tiga tahun berpacaran. Minso dan Siwon masih pdkt. Sementara Hyera dan Eunhyuk tak tahu sudah berapa lama berpacaran.”

“Oh.”

“Keundae, dimana Kyuhyun?” Tanya Sungmin.

Pintu ruang ganti dibuka. Kyuhyun masuk kedalam. Sebelumnya dia melirik tajam dan dingin kearah Kimmie da Byulhyun. “Cish…”

“YA!! Kyuhyun-ah! Kenapa dengan rambut dan pakainmu? Kau apakan sampai bisa seperti itu?” Tanya Leeteuk. “Kita On stage 15 menit lagi!”

“Ada setan yang merusaknya!” Jawabnya dingin.

“Maksudmu?”

Bukannya menjawab, Kyuhyun mengucapkan kalimat yang para member lagi lagi tak mengerti artinya. “Berani beraninya mereka, dua setan kecil menganggu raja iblis sepertiku.”

“Raja Iblis sepertiku jangan diganggu. Raja iblis harus membalas setan setan yang berani mengganggunya, bukan?” Katanya sambil melirik Byulhyun dan Kimmie dengan penuh hasrat membunuh.

-=.=-

“Ya! Penampilan dari Song  Gaeum dari JTune.”  Kata Minah.

“Ne. Suaranya sangat luar biasa. Keurigu, Noona, peenampilan selanjutnya datang dari siapa?”

“Dari SM Entertainment yang tentunya sudah mengirim trainee terbaik mereka.”

“Ah benar. Dia adalah seorang gadis yang sangat bagus dalam menari.”

“Dia akan melakukan pertunjukan tarian yang spektakuler.”

“Ne. Kita sambut dari SM Entertainmen, Shin Hyera!!!”

Lampu panggung dimatikan. Semua member Super Junior juga Nichan, Byulhyun, dan Minso penasaran dengan penampilan Hyera. Terlebih Hyera adalah kekasih dari Super Junior Dancing Machine Eunhyuk.

Musik lembut mulai mengalun. Sebagai awalan Hyera melakukan wave dari balet untuk mengikuti irama lagu. Kemudian irama musik mulai menjadi up beat. Wave lembut dari Hyera berubah menjadi tarian hip hop yang sangat powerful. Tapi tarian hip hop itu dipadukan dengan sedikit sexy dance.

Selesai musik berhenti, semua orang berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah. Hyera tersenyum puas diatas panggung.

Turun dari panggung, Hyera langsung menemui Eunhyuk. Eunhyuk langsung memeluk Hyera.

“Kau keren sekali!” Pujinya.

Hyera melepas pelukannya untuk bisa menatap Eunhyuk, tapi pinggangnya masih dalam pelukan Eunhyuk. “Kau harus memberiku hadiah untuk ini!”

Eunhyuk langsung mencium lembut singkat tapi dalam bibir Hyera. “Itu cukup, kan?”

-=.=-

Collaboration lagu Mr Simple sudah selasai. Posisi Heechul digantikan oleh Henry. Dan sebentar lagi adalah Monalisa yang dibawakan oleh Sungmin, Yesung, Yoseob, Cheondung, G.O, dan Thunder.

Nichan sekali lagi merapikan rambut Yesung. Baru setelah itu merapikan pakian pentas milik Yesung.

“Kau kenapa selalu merapikan rambutku dulu?”

“Aku suka melihat orang dengan gaya rambut yang bagus. Sudah! Semoga sukses!” Nichan memberi semangat lalu mengecup pipi Yesung.

“Sungmin Oppa, rapikan rambutmu juga!” Pinta Nichan

“Nichan Noona!” Seru Yoseob.

“Anyeong!”

“Anyeonghaseyo, Sunbaedeul, Noona!” Sapa G.O ramah. Thunder hanya ikut membungkuk.

“Aish, jangan panggil aku Noona. Yoseob hanya empat hari lebih muda.”

“Arraso. Kau kekasih Yesung Sunbaenim, ya?”

“Yoseob kau memberitahu dia?”

“Aniya! Sudah rahasia umum para kru dan kalangan artis kalau mereka pasti punya kekasih. Gaeum saja pacarnya G.O”

“Yoseob-ah!”

“Gwaechana! Aku akan merahasiakannya!” Janji Nichan. Yesung dan Sungmi ikut mengangguk.

“Yoreobeun, fighting!”

-=.=-

Nichan kembali ke barisan penonton. Dia duduk di samping Byulhyun. Member yang sudah tampil juga duduk disamping Nichan.

“Byulhyun-ah! Apa kau masih suka bermain piano?” Tanya Kimmie.

“Ani. Sudah diam! Aku mau melihat penampilan mereka.” Ujar Byulhyun dingin.

Ini yang terjadi diantara Kimmie dan Byulhyun. Setiap Kimmie mencoba mengajaknya bicara, Byulhyun berusaha menghindar atau membalasnya dengan singkat dan dingin.

Lagu Mona Lisa mulai terdengar. Nichan sudah tak sabar melihat penampilan kekasihnya. Terlebih dia juga mengidolakan G.O dan Yoseob yang bersuara bagus itu.

Saat di panggung Yesung selalu mencoba mencuri pandang ke arah Nichan yang tentu saja membuat Nichan menjadi lebih semangat menonton acara itu.

Selesai Monalisa. Lampu panggung di matikan dan ada pergantian posisi. Ternyata langsung disusul oleh Beautiful tanpa disela oleh MC.

Junhyung, Hyunseung, Seungho, Donghae, Kyuhyun dan Ryeowook sudah siap di posisi mereka masing masing. Mereka mulai menarikan koreografi lagu itu.

Tak lama, Nichan menangkap sesuatu yang janggal. Dia memastikan hal itu. Karena tak yakin akan penglihatannya, dia menanyakannya pada Sungmin yang duduk di sebelah kanan bangku kosong yang Nichan kosongkan untuk Yesung.

“Sungmin Oppa!” Panggilnya setelah duduk persis di samping Sungmin.

“Ne?”

“Kau lihat ada yang aneh tidak dari penampilan mereka tidak?” Tanya Nichan.

“Apa?”

“Kyuhyun.”

“Kyuhyunie wae?” Tanya Sungmin bingung.

“Lihat pandangan…” Ucapan Nichan terhenti karena Yesung datang dan mendorong tubuh Nichan hingga kembali ke kursi awalnya.

“YA OPPA!!” Seru Nichan tidak terima.

“Mwo?” Tanya Yesung polos seakan tak tahu apa apa.

“Minggir! Aku sedang berbicara dengan Sungmin Oppa!”

“Tapi aku mau duduk!”

“Aku sedang bicara dengan Sungmin Oppa! Kau bisa duduk di sampingku dulu! Minggir kau!”

“Hahaha. Kau tak tau saja, dia cemburu padaku! Hahaha..” Ucap Sungmin sambil bercanda.

“Cish. Untuk apa kau cemburu padanya?”

Yesung hanya memanyunkan bibirnya tak menjawab Nichan. Merasa jengah, Nichan mencoba agar dapat melihat Sungmin, tapi Yesung selalu menutupi pandangan Nichan.

“OPPA!!” Seru Nichan mulai naik darah. “Ini menyangkut magnaemu!”

“Mwo? Magnae? Kyuhyun wae geurae?”

“Makanya! Sungmin Oppa! Coba liat arah tatap Kyuhyun! Kau juga, Oppa!” Ujar Nichan sambil menyuruh Yesung ikut melakukannya.

Sungmin dan Yesung melihat pandangan Kyuhyun. Mereka menemukan keanehan yang ditemukan Nichan. Tatapan mata Kyuhyun memang sangat menjiwai lagu itu. Tapi arah pandangan matanya hanya tertuju pada satu arah. Byulhyun. Pandangan matanya selalu mengarah ke arah Byulhyun. Dia tak melepas pandangannya sedikitpun dari Byulhyun. Bahkan Kyuhyun juga tidak melirik penonton lain, member lain yang ada di atas panggungpun juga tidak.

Sementara Byulhyun juga sama. Dia juga selalu menatap Kyuhyun. Tak melepasnya barang sedetik. Byulhyun bagai tersihir dengan penampilan Kyuhyun.

Siwon yang ada di dekat situ dan mendengar pecakapan mereka bertiga. Dia mencoba membuktikannya. Dirinya semakin mantab kalau Kyuhyun tak lagi menyukai Minso. Siwon melirik Minso yang juga melihati arah pandang Kyuhyun setelah diberitahu Nichan.

“Byulhyun-ah!” Kimmie memanggil Byulhyun. Tapi Byulhyun masih dalam terperangakap dalam pesona Kyuhyun hingga ia tidak mendengar Kimmie.

Kimmie menoleh menatap Byulhyun. Dia mengikuti arah pandang Byulhyun. Dan akhirnya dia mengetahui semua alasan dari tingkah laku Byulhyun padanya yang sudah jauh berbeda.

Kimmie menggenggam tangannya kuat. Dia akhirnya sadar akan keadaan Byulhyun. Rasa cinta Byulhyun terhadapnya kini telah luluh dan menghilang dari hati Byulhyun. Dia amat sangat sadar bahwa Byulhyun tak lagi mencintainya. Posisinya telah tergantikan oleh Cho Kyuhyun.

Tapi apalah daya. Kimmie juga lelaki yang memiliki hasrat untuk memiliki gadis yang dicintainya.  Dia sangat ingin memertahankan Byulhyun untuk tetap disisinya. Tapi disisi lain, dia sadar itu akan membuat Byulhyun tersiksa. Dan Kimmie sanggat membenci melihat Byulhyun tersiksa

-=.=-

Sekitar jam sembilan malam acara sudah selesai. Member Beast dan Mblaq sudah pulang. Sementara member Super Junior masih di gedung Cube. Entah apa yang mereka lakukan. Eunhyuk dan Hyera sudah pergi entah kemana. Sama seperti Minso dan Leeteuk. Sementara Yesung dan Nichan duduk menikmata suasana malam di taman belakang gedung Cube.

-=.=-

Kyuhyun berjalan menyusuri taman disisi lain. Tak sengaja dia bertemu Minso. Dia berjalan mendekati Minso yang sedang duduk sambil memandang bintang.

“Minso-ya!”

“Ah, Kyuhyun-ssi!”

Kyuhyun duduk di samping Minso. “Kau sedang apa?”

“Tidak sedang apa apa. Hanya menunggu Nichan siap untuk pulang.”

“Oh. Kedua anak kecil itu sedang berkencan?”

“Ne. Keundae, Yesung Oppa itu hyungmu. Kau tak pantas memanggilnya anak kecil. Itu tidak sopan.”

“Mereka memang anak kecil. Hanya tubuh mereka yang tubuh dewasa.”

“Benar juga, sih.” Ucapnya menyetujui Kyuhyun.

“Minso-ya, ada yang ingin aku katakan.”

“Apa?”

“Neo… Maukah kau menjadi kekasihku?”

Minso terkesiap. Dia menatap Kyuhyun tak percaya. “Kau menyukaiku?”

“Neo, nae cohahaeyo!”

Minso mengedarkan pandangannya. Kemudian dia terpaku di satu titik. “Byulhyun-ah?”

Seketika badan Kyuhyun menegang. Dia memutar badannya perlahan mengarah ke arah pandangan Minso.

Dengan jelas dia melihat Byulhyun yang berjalan menjauh memunggunginya. Tapi saat dia berpas pasan dengan Nichan, dia meneruskan langkahnya tanpa menghiraukan Nichan yang terus memanggilnya khawatir.

Hati Kyuhyun terus menyuruhnya untuk mengejar Byulhyun. Tapi otaknya memberatkan langkahnya untuk tetap tidak bergerak. Dia sangat ingin mengejar Byulhyun pada dasarnya. Tapi dia berusaha mengelak dari fakta itu.

“Kejar dia, Kyuhyun-ah!” Ujar Minso.

Kyuhyun berbalik menatap Minso kaget. “Mwo?”

“Kejar dia!”

-=.=-

Nichan dan Yesung berjalan sambil bergandengan tangan. Mereka berjalan mendekati arah air mancur.

Tapi Byulhyun berjalan mengarah pada mereka dengan mata berkaca kaca. Nichan yang melihatnya menjadi khawatir.

“Byulhyun-ah, neo gwaenchana?” Tanyanya khawatir. Tapi Byulhyun tak menghiraukannya dan terus berjalan menjauh.

“Byulhyun-ah!” Panggil Nichan. Byulhyun terus saja berjalan. Nichan menoleh kearah Minso dan Kyuhyun.

Dia melihat Kyuhyun yang berdiri kaku. Firasatnya langsung mengatakan pasti ada hubungannya dengan Byulhyun.

Nichan langsung berlari kecil mengikuti Byulhyun. Yesung juga mengikuti Nichan. Mereka menemukan Byulhyun yang duduk di tangga taman. Nichan perlahan duduk disebelahnya. Sementara Yesung duduk di belakang mereka.

“Neo waeyo, Byulhyun-ah?”

Byulhyun menatap Nichan dengan mata penuh air mata. “I’m trying to resisting my tears.” Ucapnya dengan menitikan air mata. Lalu memeluk Nichan.

Nichan hanya mengangguk. “Apa yang kau tangiskan?”

“Kyuhyun… Dia menyatakan perasaanya pada Minso.”

“Jadi kau sadar kalau kau sekarang menyukainya?”

“Ne. Sejak Kyuhyun datang untuk latihan kemarin, aku sadar kalau aku mencintainya.”

Nichan hanya tersenyum mendengarnya. “Tak ada yang perlu ditangisi. Kau harus tegar dan selalu optimis.”

Yesung menepuk pundak Nichan. Nichan melirik ke arahnya. Yesung menunjuk ke arah depan. Nichan mengikuti arah yang di tunjuk Yesung. Dia segera melepas pelukannya dari Byulhyun.

“Aku tinggal dulu, ya! Dia sudah menunggumu. Ayo Oppa!” Ujar Nichan sambil berdiri.

“Dia?” Tanya Byulhyun bingung.

Nichan menunjuk arah yang dia maksud lalu berjalan menjauh bersama Yesung. Byulhyun menoleh kearah yang Nichan tunjukan tadi. Dia hany amengjela nafas saat yang Nichan maksudkan adalah Kimmie.

-=.=-

“Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun meminta penjalasan terhadap Minso.

“Kejar dia. Kau tak mengerti? Aku menyuruhmu untuk menyusulnya!”

“Waeyo?”

“Tak sadarkah kau kalau kau hanya sekedar menyukaiku?”

Kyuhyun diam.

“Kau mungkin menyukaiku. Tapi kau menyayangi bahkan mencintai gadis lain. Dan yang terpenting gadis itu bukan aku.”

“Kalau bukan kau siapa lagi?”

“Kau yakin tak mengetahuinya?”

Kyuhyun hanya menggeleng.

“Jinja? Kau benar benar tak mengetahui gadis itu? Apa perlu aku mengatakannya? Gadis itu Byulhyun.”

“Mwo?”

“Sudah jelas kalau dia adalah Byulhyun.”

“Apa buktinya?”

“Apa yang kau rasakan setiap kau mendengar atau melihat Kimmie?” Pancing Minso. Kyuhyun menggenggam tangannya kuat. Minso melihat hal itu.

“Marah? Emosi? Benci? Apa itu yang kau rasakan?” Tanya Minso sambil menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun membuang wajahnya dari Minso.

“Lalu apa yang kau rasakan saat Byulhyun menangis? Apa kau khawatir? Atau kau marah pada dirimu pada dirimu sendiri karena tidak bisa membahagiakannya?”

Kyuhyun teringat saat Byulhyun menangis dihadapannya waku itu. Kalau jujur, ya dia khawatir dan sekaligus benci terhadap dirinya karena dia, Byulhyunpun menangis.

“Lalu, bagaimana saat Byulhyun tersenyum bahagia? Apa jantungmu terpacu dengan cepat? Apa waktu terasa berhenti dan kau merasa saat itu adalah saat yang terindah dalam hidupmu?”

“Masihkau kau menyangkal itu semua?”

Kyuhyun menahan emosi. Dia ingin membalas semua perkataan Minso. Tapi semua yang dia katakan itu benar. Tak ada satupun yang salah.

Ya. Dia marah bila melihat Kimmie. Bahkan mendengar namanya saja, dia selalu emosi hingga selalu ingin membunuh pria itu. Ya. Saat Byulhyun menangis dia khawatir itu juga benar. Bahkan tak segan segan dia menyalahkan dirinya sendiri bila Byulhyun menangis. Yang terakhir juga benar. Senyum Byulhyun adalah surga baginya.

Ya. Kyuhyun sadar akan semua itu. Kyuhyun tak lagi mengelak dari kenyataan itu. Kini dia menutupi lagi perasaan itu. Bahkan dia ingin berteriak bahwa dia mencintai Byulhyun.

“Pada kenyataannya, Byulhyun mengatakan bahwa pertunangannya dengan Kimmie sudah berakhir bertahun tahun lalu.”

Kyuhyun menatap Minso kaget dan tak percaya. “Jinjayo?”

“O. Sekarang apa yang kau tunggu? Sebelum Kimmie berhasil merebut Byulhyun, cepat kau kejar dia! Raih dia dalam pelukanmu Kyuhyun-ah!”

Tanpa berpikir panjang, Kyuhyun segera berlari menyusul Byulhyun. ‘Byulhyun-ah, tunggu aku!’ Ujarnya dalam hati.

-=.=-

“Kau kenapa menangis?” Tanya Kimmie khawatir setelah duduk disebelahnya.

“Aniya!” Jawab Byulhyun dingin.

“Kau kenapa dingin seperti itu? Kau banyak berubah!”

“Bertemu denganmu mengingatkanku dengan kejadian waktu itu.” Balas Byulhyun dingin sambil menahan emosi yang mulai membuncah didadanya.

“Kau masih marah terhadap kejadian itu, huh?”

“Kau tahu jawabannya, Kimmie-ya!”

“Tak bisakah kau maaf, kan, Appa?”

“Maaf? Setelah apa yang dia lakukan padaku dan pada Eomma? Kau pikir maaf cukup untuk menyelesaikan ini semua?” Tanya Byulhyun berubah emosi.

“Keundae, Appa bukan Appa kandungku.”

“Bela saja terus Appa!”

“Dia memang bukan Appa kandungku, Lee Byulhyun!” Kimmie beralih membentak.

“Jangan panggil aku Lee Byulhyun! Sekarang aku Kim Byulhyun.” Tegasnya.

“Sebegitu bencikah kau pada Appa? Walau sekarang Appa sudah tiada?”

Byulhyun terpaku. “Mwo? Apa kau bilang? Dasi malhaebwa!”

“Appa sudah tiada. Setahun yang lalu dia pergi.”

“Mwo?” Tanya Byulhyun tak percaya “Gotjinmal, Kimmie-ya!”

“Aku tak mungkin berbohong untuk hal sepenting ini, Hyunnie-ya!”

“Tak mungkin? Lupakah kau kalau kau menutupi fakta Appaku adalah Appamu juga dariku dan dari Eommaku?”

“Tentang itu. Kau salah paham.”

“Hah? Apa lagi kali ini?”

“Appamu bukan Appaku.”

“Mwo? Kau pikir aku bisa percaya semudah itu?”

“Aku tidak bohong! Appamu menikahi Eomma hanya karena Appa kasihan pada Eomma!”

“Classical!”

“Percayalah, Byulhyun-ah! Appa menikahi Eomma karena Eomma ditinggal Appa kandungku. Karena Eomma adalah teman lama Appa, dan Appa kasihan terhadap Eomma, dia mau menikahi Eomma. Dia hanya mau membantu Eomma agar aku dan Eomma tidak terlantar. Hanya itu.”

Byulhyun hanya diam masih menyangkal fakta itu.

“Appa sangat menyayangi keluarganya, Byulhyun-ah! Selama ini, dia selalu berusaha mencarimu. Tak pernah sedikitpun dia tidak memikirkanmu. Bahkan, saat akhir hidupnya, kaulah yang ia ingat. Dia berpesan padaku untuk mencarimu dan membawamu pulang!”

“Keuraeyo?”

“Keuromyo. Kalau begitu, pulanglah bersamaku! Kita pulang ke Amerika! Kita ulang semuanya dari awal.”

Di belakang mereka, Kyuhyun sudah tiba disana. Dia mendengar ajakan Kimmie itu. Hatinya perih membayangkan Byulhyun akan pergi bersama Kimmie.

Kimmie melihat anting Byulhyun yang hampir terlepas karena antingnya tersangkut di baju Byulhyun.  Dia mendekatkan dirinya pada Byulhyun dan membetulkannya. Dan sialnya, dari sudut pandang Kyuhyun, Kimmie dan Byulhyun kini tampak seperti berciuman.

Kyuhyun mengenggam tangan kirinya kuat kuat. Bahkan lebih kuat daripada saat Kyuhyun menahan emosi terhadap Kimmie. Kyuhyun juga menghiraukan telapak tangan kirinya terluka karena kukunya. Rasa emosi dicampur rasa sakit itu tak terbantahkan.

Kyuhyun meninju dinding kasar yang ada di sebelahnya. Rasa sakit di tangannya, bahkan hingga darah keluar dari luka tangannya, tidak ada apa apanya dibanding rasa sakit yang ia rasakan sekarang. Semuanya sudah terlambat. Hati Kyuhyun hancur untuk pertama kalinya. Perjalanan cintanya bersama Byulhyun berakhir bahkan saat perjalanan cinta itu belum dimulai.

T.B.C

Advertisements