Tags

“Sudahlah. Terserah padamu. Lebih baik kau tidur.” Kata Nichan putus asa menghadapi Byulhyun.

“Tapi bagaimana kalau itu benar?”

“Mollayo. Aku tak tau siapa Kimmie dan bagaimana wajahnya. Sudah. Aku ingin tidur. Besok aku ada meeting. Lebih baik kau juga tidur.” Ujar Nichan lalu berjalan meninggalkan Byulhyun sendiri.

Byulhyun hanya menghembuskan nafas saat Nichan menutup pintu kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya di kasur. Pikirannya masih saja berdebat tentang keberadaan Kimmie.

“Argh.. menyebalkan.” Ujarnya kesal.

Byulhyun mengambil ponselnya dan melihat daftar lagunya. Hanya ada beberapa lagu klasik, beberapa lagu lain yang menurut Nichan bagus dan memaksanya memasukan lagu itu di ponselnya. Dan juga lagu Beautiful dari B2ST.

Byulhyun memakai earphone dan langsung mendengarkan lagu itu. Tapi seketika wajah Kyuhyun kembali muncul dipikirannya. Langsung saja dia melepas earphone itu.

“Tak bisakah dua namja bernama Kyuhyun itu pergi dari pikiranku sebentar saja?” sambil menepuk nepuk kedua pelipisnya.

Dia melihat meja belajarnya yang cukup berantakan. Masih ada beberapa lembar soal Olimpiade tahun lalu yang belum sempat ia kerjakan.

Dia meraih lembaran soal itu. Dan melihat soal yang tertulis disana. Dia langsung mengerjakan soal soal itu. Karena hanya dengan itulah, dia bisa melepaskan pikirannya dari kedua namja yang bernama sama itu. Tak pelak, soal-soal itu membuat Byulhyun tertidur.

-=.=-

Nichan membuka kamar Byulhyun. Dia menaiki lemari Byulhyun dan mendapati Byulhyun yang tertidur dengan kepala bersandar pada meja. Dia melihat lembaran soal yang menjadi bantal Byulhyun. Nichan hanya mendengus. “Geu sarami..”

Nichan membetulkan posisi tidur Byulhyun dan merebahkannya di kasur. Dia juga merapikan meja Byulhyun yang cukup berantakan karena lembaran soal. Kemudian dia menyelimuti Byulhyun. Nichan turun dari lemari setelah melihat sekiranya Byulhyun tidur dengan nyaman.

-=.=-

Byulhyun membuka matanya. Dia merasakan tubuhnya berbaring dengan nyaman. “Nyamanya…” Byulhyun duduk dikarusnya sambil merapikan rambutnya yang cukup kusut.

Byulhyun melihat mejanya yang rapi. Dia mengernyit heran. Tapi dia segera melupakannya. Karena jam dinding di kamarnya sudah menunjukan 09.13, padahal dia harus mengajar jam setengah sebelas nanti.

Byulhyun mulai bersiap. Setelahnya dia turun dan menuju dapur. Di sana sudah ada Minso yang sedang mengetik di notebook miliknya.

“Tumben sekali kau baru bangun?” Tanya Minso setelah melihat Byulhyun memasuki dapur.

“Aku terlalu banyak pikiran dan aku tidur terlalu malam semalam.” Jelas Byulhyun.

“Oh, ya! Kau datang, kan, nanti ke dorm?”

“Untuk apa?”

“Pesta terakhir sebelum Heechul Oppa wamil.”

“Perpisahan?”

“Tidak bisa disebut perpisahan, sih. Dan para member tidak suka mengatakan itu sebagai perpisahan. Apapun itu sajalah. Kau datang, kan?”

“Mungkin.”

“Ayolah!! Nichan sedang ke Jeju. Dia akan pulang terlambat. Kau temani aku kesana, ya?” pinta Minso dengan memasang wajah aegyo.

“Tapi aku harus mengajar. Dan mungkin akan sedikit terlambat.”

“Ayolah! Kau sudah dianggap sebagai keluarga Super Junior. Kau datanglah!”

“Hee? Sejak kapan aku jadi keluarga mereka?”

“Molla. Tapi kau sudah keluarga mereka intinya. Jam berapa kau selesai mengajarnya?”

“Jam 4 kurasa.”

“Aku tunggu dirumah, ya?”

“Berarti aku harus kesini lagi setelah mengajar?”

“Memang mau dimana?”

“Jarak dari sini ke Seoul itu jauh. Bukankah lebih baik kita bertemu di Kangnam atau kau yang menjemputku? Supaya tidak membuang waktu.”

“Aku akan menjemputmu sekitar jam setengah 5. OK?”

-=.=-

Byulhyun sudah selesai mengajar. Dan sekarang sudah jam lima lewat. Dia hanya bisa mendengus kesal.

Dia mengeluarkan ponsel Galaxy S2 miliknya dan mencari kontak Minso dan segera meneleponnya.

“Yoboseo.”

“Ya! Minso-ya, kau bilang mau menjemputku?”

“Sabarlah sebentar. 5 menit aku akan sampai kesana.”

“Lebih dari itu aku akan pergi.”

Byulhyun menutup teleponnya. Dan kembali menunggu di sofa ruang tunggu.

“Byulhyun-ah!” Panggil Eunjae yang merupakan resepsionis di bimbingan belajar itu.

“Ne?”

“Siapa yang kau tunggu? Tidak biasanya kau dijemput. Ini pertama kalinya aku melihatmu dijemput.”

“Sahabatku mengajaku ke pesta temannya. Dan aku disuruh untuk menunggunya.”

“Memang mereka siapa hingga kau mau menunggu selama ini? Ini sangat berbeda dari Byulhyun yang selalu tepat waktu. Telat sedetik saja pasti akan ditinggal.” Kata Eunjae sambil terkekeh.

Byulhyun hanya terpaku mendengar perkataan Eunjae. Itu benar karena Byulhyun benci dengan yang namanya terlambat. Tapi sekarang dia mau menungu Minso lebih dari 30 menit untuk mengantarnya ke dorm.

Apakah dia benar-benar menginginkan untuk datang kesana? Apa sekarang hatinya tak mau lagi menuruti tuannya?

Byulhyun melirik jam. Sudah 5 menit lebih. Byulhyun mulai beranjak keluar. “Eunjae-ah, aku pulang dulu! Anyeong!”

Byulhyun melangkah keluar. Dan mulai berjalan ke halte untuk menunggu bus yang akan mengantarkannya ke rumah Nichan.

Setelah 200 meter, sebuah mobil Audi A4 merah menjajari langkahnya. Dia tau kalau itu adalah Minso.

Minso membuka kaca. “Byulhyun-ah, cepat masuk! Maaf aku terlambat. Tadi bensinku habis.”

“Cish..” cibirnya. Tapi dia tetap masuk kedalam mobil Minso. Setelahnya mereka langsung menuju dorm super junior yang hanya butuh waktu 15 untuk kesana.

Mereka sudah sampai di dorm. Tapi ponsel Minso berbunyi.

“Yoboseo!”

“…”

“Ne. Tunggu sebentar.”

“…”

“Arraso.”

Minso memasukan lagi ponselnya kedalam tas. Lalu dia memandang byulhyun dengan menyesal. Byulhyun curiga akan tatapan Minso.

“Wae?”

“Ada masalah dengan clientku. Aku harus kesana untuk mengurusnya. Kau masuk kedalam saja dulu.”

“MWO??”

“Mianhae. Tapi aku harus kesana.”

“Keurom, aku akan menunggu di basement.”

“Kau kedalam saja dulu. Kau terlihat aneh bila menungguku disini.”

“Kau bilang sebentar. Berarti tak lama.” Byulhyun lalu segera keluar.

“Dasar gadis keras kepala!” Ujar Minso lalu segera pergi. Saat di lampu merah terdekat, dia melirik kearah spion dan masih bisa terlihat Byulhyun yang menunggu.

“Geuyeoja jinja!”

Minso meraih ponsel dari dalam tas dan segera menelepon seseorang yang nomornya sudah ia sangat hapal.

“Yoboseo.”

“Yoboseo, Won-ah!”

-=.=-

Bwara Mr. Simple Simple

Keudeneun Keudeneun Keudero Mojyo

Siwon segera meraih ponselnya. Senyumnya langsung terpasang melihat nama yang terpampang di layar iPhone itu.

“Yoboseo!”

“Yoboseo, Won-ah!”

“Ne?”

“Aku sudah datang bersama Byulhyun.”

“Jinja? Keurom cepat kesini!”

“Tapi aku ada urusan penting mendadak. Jadi aku harus mengurusnya dulu.”

“Arraso.”

“Tapi aku meninggalkan Byulhyun disana.”

“Lalu?”

“Kalau 10 menit ia tidak naik juga, tolong jemput dia.”

“Arraso.”

“Gomapta, Siown-ah!”

“Ne…”

Siwon menutup sambungan teleponnya. Siwon menoleh dan mendapati Kyuhyun menatapnya tajam hingga ia terlonjak kaget.

“Demi Tuhan yang Maha Adil, kau mengagetkanku, Kyuhyun-ah!”

“Cish..” Kyuhyun menegakan posisi duduknya. “Kau kelihatannya semakin dekat dengan Minso, huh?” Tanya Kyuhyun dingin seperti polisi yang sedang mengintrogasi.

Siwon menelan ludahnya takut-takut. Siwon berpikir, bahwa Kyuhyun cemburu akan kedekatannya dengan Minso. Sekarang yang ia takutkan adalah nyawanya yang ada ditangan Kyuhyun.

‘Tenanglah Siwon. Tuhan akan melindungi umatnya. Lagipula yang memberikan hidup adalah Tuhan, bukan Kyuhyun.’ Doanya dalam hati.

“Ne.” Jawab Siwon setelah menguasai rasa takutnya.

“Apa yang kalian bicarakan? Dia sudah sampai?”

“Ne. Bersama Byulhyun.” Ujar Siwon dengan nada takut. Tapi dia segera mengernyitkan dahinya tatkala mata Kyuhyun berbinar dan bertanya, “Byulhyun sudah datang?”

“Ne. Dia ada di basement. Dia sedang menunggu Minso.”

“Aish… jinja…”

“Waeyo?” Tanya Siwon bingung karena Kyuhyun segera beranjak pergi.

“Kyuhyun-ah, kau mau kemana?” Tanya Ryeowook pada Kyuhyun yang tentunya tak menghiraukan Ryeowook. Kyuhyun tetap beranjak pergi.

“Dia kenapa?” Tanya Siwon bingung pada siapapun yang tahu jawabannya.

“Dia sedang menjemput sang pujaan hati.” Jawab Sungmin yang sedang bermain gitar di sofa.

“Nugu? Minso sedang pergi.” Timpal Siwon bingung.

Sungmin tersenyum kecil. “Ani. Dia tidak menjemput Minso.”

“Keundae nugu?” Tanya Ryeowook pada Sungmin. Sungmin menoleh menatap Ryeowook.

“Jangan katakan dia akan menjemput Byulhyun.”

“Keurom nuguya? Yang ada di basement hanya Byulhyun, keurae, Siwon-ah?”

“Ne. Keundae, Kyuhyun menyukai Minso.”

“Everything’s changing.”

Siwon tersenyum senang karena akhirnya dia bisa mendapatkan Minso tanpa bersaing dengan Raja Iblis dari Super Junior itu.

“Bukankah mereka itu musuh abadi? Kyuhyun bahkan menjulukinya ‘Yeoja Primitive’, Hyung.”

“Memang butuh sesuatu yang primitive untuk meluluhkan Kyuhyun yang hidup penuh dengan dunia modern, bukan?”

-=.=-

Kyuhyun keluar dari lift. Dia menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan Byulhyun. HIngga dia menemukan gadis berambut pendek dan berpipi tembam itu sedang membaca buku dengan bersandar pada dinding basement.

Kyuhyun hendak mendekati Byulhyun, tapi dia mengurungkan niatnya. “YA!! Kim Byulhyun!!” Seru Kyuhyun.

Byulhyun menoleh. Dia melihat sekelilingnya dan menunjuk dirinya sendiri. “Kau memanggilku?”

“Tentu saja kau. Siapa lagi? Kau pikir aku memanggil tembok dengan nama itu?” Ujar Kyuhyun marah.

“Kau tak pernah memanggil namaku. Kau selalu menyebutku sebagai yeoja primitive.”

“Apapun katamu. Sedang apa kau disana? Tak mau naik?”

“Aku sedang menunggu Minso.”

Kyuhyun berjalan mendekati Byulhyun. Agak aneh berbincang bincang dengan jarak jauh. “Kau mau jadi patung selamat datang? Lebih baik menunggu di dorm?”

“Untuk apa kau mengurusiku? Lagipula kau tak takut ada orang yang mengenalimu?”

“Kalau begitu, cepat masuk!”

“SHIREO!!”

“Ppali! Atau kau akan kujadikan patung yang sesungguhnya!”

“Impposible!”

“Ayo masuk!” Kyuhyun menarik tangan Byulhyun dan menariknya menuju lift. Di dalam lift, Kyuhyun memperhatikan Byulhyun yang diam membatu.

“Neo waegeuraeyo?”

“Tanganmu.”

Kyuhyun segera sadar dan segera melepas tangannya. Suasana menjadi kikuk. Kyuhyun melompat lompat kecil. “Ayo cepat!”

Kyuhyun merasa gugup berada dengan satu ruangan dengan Byulhyun. Jantungnya berdebar kencang. Begitu juga dengan Byulhyun.

TENG…

Kyuhyun segera keluar. Bahkan dia melupakan Byulhyun yang berjalan gontai dibelakangnya.

Sampai didalam, Yesung menyambutnya dengan senang. “Selamat datang, Byulhyun-ah!” Serunya. Tapi Yesung selalu melihat kearah belakang Byulhyun.

Byulhyun sadar akan itu, ikut menoleh kebelakang. “Waeyo?”

“Kau sendirian? Naeui Kkoma odinde?”

“Dia ada di Jeju. Dia akan menyusul.”

Senyum di wajah Yesung langsung menghilang. “Aretta!” Yesung langsung duduk di sofa disebelah Sungmin. Yesung menyanyi bersama Sungmin sambil mengiringinya dengan gitar.

Byulhyun merasa Kikuk. Dia adalah satu satunya gadis disana. Akhirnya dia hanya duduk dipojok di sebelah kulkas.

Henry keluar dari kamar Yesung membawa biola. Karena selama Henry di Korea, Henry akan tidur sekamar dengan Yesung.

Byulhyun melihat Henry yang sedang membersihkan biolanya. Dia sangat ingin bermain biola. Terakhir dia bermain biola adalah saat dia kelas 3 SMA.

Henry tak sengaja melihat Byulhyun yang melihat bioalanya. Dia mendekati Byulhyun. “Kau mau memainkannya?”

“Apa aku boleh memainkannya?”

“Tapi apa kau bisa?”

“Sudah lama aku tidak memainkannya.”

“Kalau begitu cobalah!” Henry memberikan biola itu pada Byulhyun.

Byulhyun awalnya ragu, tapi akhirnya dia mengambil biola itu. Dan dia mulai memainkan biola itu. Nada yang familiar di telinga member super junior mulai terdengar. Terlebih dari K.R.Y

Semua orang menoleh dan melihat Byulhyun sedang memainkan Let Not dengan biola. Tapi Byulhyun hanya memainkan separuh dari lagunya saja. Dia tidak tahu kelanjutan nada lagu itu.

“Kau bisa bermain biola juga?” Tanya Kyuhyun.

“Ne. Aku bisa memainkan beberapa alat musik.” Jelas Byulhyun.

“Kurasa kau berbakat dalam seni. Kau bagus dalam menari. Suaramu juga bagus. Kau juga bisa memainkan banyak alat musik. Aku iri.” Puji Sungmin tulus.

“Nichan juga bisa. Suaranya bagus dan dia bisa bermain piano dan biola.”

“Tapi dia tidak bisa menari.” Ledek Kyuhyun. Yesung hanya menatap Kyuhyun bengis. Sementara Kyuhyun hanya terkekeh.

Yesung mengeluarkan BlackBerry Torch merah miliknya. Dan menelepon satu satunya kontak yang ada disana.

“Yoboseo!”

“KKOMA-YA!!” Seru Yesung.

“Waeyo?”

“Kapan kau akan datang?”

“Sabar, Oppa. Aku sedang dalam perjalanan!”

“Cepat datang!!”

“Kau pikir aku jin yang bisa datang kemanapun aku mau?”

“Aku tak peduli! Aku mau kau cepat sampai kesini!” Ujar Yesung manja sambil berjalan masuk kedalam kamarnya.

“Kau pikir Korea seluas gedung KBS atau SBS, huh?” balas Nichan yang sudah masuk kedalam dorm. Dia melepas jas putihnya dan melemparkan kesembarang tempat. Dan yang ternyata mendarat di kepala Henry.

“Mana namja bodoh itu?” Tanya Nichan tanpa suara kepada Sungmin. Sungmin hanya menunjuk kearah kamar.

“Tapi aku rindu padamu. Dan aku ingin bertemu denganmu.”

Nichan menutup teleponnya. Dia sudah ada dibelakang Yesung yang sedang mengomeli foto Nichan yang menjadi wallpaper ponselnya itu.

Dengan perlahan Nichan merebahkan tubuhnya dikasur dan menoleh menatap Yesung yang masih sibuk mengomel.

“Ya! Park Nichan! Cepat kau kemari! Kau tau, aku ingin bertemu denganmu? Ddangko! Nichan mengabaikanku lagi. Otthe?” Omelannya berakhir dengan curhatannya pada kura-kuranya.

“Bagaimana kalau kau menyanyi untukku?” Ujar Nichan.

Yesung menoleh. Dan mendapati Nichan yang sedang berbaring dengan nyaman dikasurnya. Yesung langsung mencubit kedua pipinya.

“Oppa, lepaskan!” Pintanya sambil mencoba melepas cubitan Yesung. Yesung tak tega karena pipi Nichan sudah merah.

“Appeuda! Cepat menyanyi untukku!” Pinta Nichan dengan nada manja.

Kiss me darling

Kiss me kiss me tonight

Kiss m..”

Nyanyian Yesung langsung terhenti. Sebuah ciuman dari Nichan berhasil membuatnya diam. Dia menatap Nichan yang tersenyum menatap dirinya.

“Waeyo?” Tanya Nichan bingung. Kerana Yesung terus memandangnya dengan heran.

“Kau menciumku dulu?”

“Kau yang memintanya. Lagipula kau ini sudah semakin kurus! Kau harus makan banyak hari ini!”

“Kaeurom setiap aku menyanyi Kiss Me, kau akan menyiumku?”

“Shireo!”

“Waeyo?” Bujuk Yesung sambil menggoyang-goyangkan lengan Nichan.

“Shireo!” Kata Nichan sambil menatap Yesung tajam. Dia hanya bisa menelan ludah dan melepas tangannya dari lengan Nichan.

“Kita keluar saja!” Ujar Nichan lalu berjalan pergi dan Yesung mengikutinya.

Ternyata Minso sudah datang. Nichan beralih ke dapur dan membantu Ryeowook dan Zhoumi memasak. Sementara yang lain berbincang bincang dan tentunya Byulhyun mengerjakan soal Olimpiade tahun lalu.

Kyuhyun melirik kearah Byulhyun. Dia merasa tertarik dengan apa yang dikerjakan oleh Byulhyun.

Matanya berbinar setelah melihat lembaran soal matematika di tangan Byulhyun. Kyuhyun segera mengambil satu lembar soal yang masih kosong. Kyuhyun merebut bolpen di tangan Byulhyun. Byulhyun kaget karena bolpennya direbut Kyuhyun. Dia mengatur nafasnya agar tidak emosi.

“YA!! Kembalikan bolpenku!” Pinta Byulhyun marah.

“Shireo!! Kau tak lihat aku sedang mengerjakan soal ini, huh?”

“Kau bisa ambil punyamu sendiri!”

Kyuhyun tak menjawab perkataan Byulhyun. Byulhyun hanya diam dan memperhatikan jawaban Kyuhyun.

“Kau salah! Kau harus menjabarkan tangennya lebih dulu! Dan yang benar kau harus menggunakan deskriminan untuk menyelasaikannya!”

“Aniya! Ini lebih cepat. Dan tak perlu penjabaran dan deskriminan!”

“ANI!!! Harus dijabarkan supaya bisa difaktorkan. Kalau tidak menggunakan deskriminan, padukan dengan rumus parabola fisika!”

“Tak perlu! Aku sudah menemukan jawabannya. Tapi bagaimana dengan nomor 19?”

“Dan untuk nomor 19  kau bisa pakai Fourier.”

“Fourier? Yang mana?”

 

 

Byulhyun menuliskan rumus itu di kertas.

“Ah! Yang itu! Aku ingat!”

“YA!! Diam kalian!! Aku pusing mendengar kalian berdebat rumus – rumus tidak jelas itu!!” Seru Heechul yang baru datang dari lantai 12.

“Kyuhyun-ah! Lebih baik kau bermain dengan PSP-mu saja! Byulhyun-ah, kau baca bukumu saja!” Perintah Heechul.

“Anyeong!!” Sapa Leeteuk dan Minah bersamaan.

“Anyeong, Onnie! Wah kau bawa belanjaan banyak sekali.” Kata Minso.

“Ah, ini untuk pesta hari ini.”

“Pasti yang membeli Minah Noona, ya, kan, Noona?” Tanya Ryeowook.

Minah hanya tersenyum. Sementara Leeteuk hanya nyengir.

“Dasar pelit!!” Cibir Kyuhyun.

“Mana, Eunhyukkie, Hyung?” Tanya Donghae.

“Dia belum datang?”

Yang lain hanya menggeleng.

“Aish, bocak itu! Bukankah dia pulang cepat tadi! Tapi kenapa dia belum datang, juga? Kemana bocah yadong itu?”

“Mollayo.” Sahut Donghae.

“Pasti menggaet yeoja lain!” Cibir Kyuhyun.

“ANYEONG!!!” Seru suara cempreng dari pintu dorm. Semua bisa menebak kalau itu adalah suara sang Asian Anchovy itu.

“Hyukie, kau sudah pulang!” Seru Donghae bahagia dari ruang tengah.

“Ne!”

Tapi saat ia sampai di ruang tengah, semuanya bukan fokus padanya. Tapi pada yeoja yang ada disebelah Eunhyuk.

“Siapa dia, Hyuk-ah?” Tanya Heechul

“Anyeonghaseyo. Shin Hyera imnida!” Kenal yeoja itu.

“Bukankah kau anak trainee di SM?”

“Ne.”

“Untuk apa kau kesini? Dan kenapa bisa datang dengan Hyukkie?” Tanya Donghae dengan nada sedikit cemburu.

“Dia kekasihku!” Jelas Eunhyuk.

“Kau sudah lapor manager hyung belum?”

“Aku sudah lapor lewat telepon selama perjalan tadi. Dan dia mengijinkanku.” Ucapnya diakhiri dengan senyuman gummy smile ala Eunhyuk

“Sudahlah tak usah mengurusi anchovy yadong ini. Kita berkumpul untuk pestaku!” Seru Heechul.

Setelah Nichan Ryeowook dan Zhoumi keluar sambil membawa makanan, pesta segera dimulai. Semua acara diatur oleh Heechul. Yang lain hanya mengikuti. Tak ada yang berani menolak.

Bahkan, Kyuhyun juga mau berdandan seperti yeoja karena kalah dalam permainan yang diciptakan Heechul.

Selama acara, Heechul, Sungmin, dan Leeteuk menggunakan pakaian yeoja. Semua yang ada disana terbahak bahak melihat tingkah laku member super junior itu. Terlebih saat Yesung melakukan trademark dance-nya.

Jam setengah satu malam. Tidak banyak yang masih bangun. Minso dan Minah sudah tertidur di kamar Eunhyuk. Byulhyun tertidur di sofa. Siwon tertidur di depan pintu kamar Eunhyuk. Sementara Eunhyuk dan Hyera tertidur sambil berpelukan di depan kulkas.

Kyuhyun menoleh pada Sungmin yang sedang mengucek matanya sambil memanyunkan bibirnya. Tingkah yang sangat tidak pantas untuk umurnya.

“Minnie, aku mengantuk. Ayo ke kamar! Ayo tidur!” Ujar Kyuhyun manja pada Sungmin. Sebagai jawaban Sungmin hanya mengangguk sambil memanyunkan bibirnya. Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan mengajaknya ke kamar.

“YA!! Apa mereka saling mencintai? Mereka seperti suami istri.. hehehe” Ujar Henry setengah sadar karena dia sudah banyak minum soju.

“Ah, kalau Sungmin benar benar seorang wanita, Kyuhyun pasti sudah menikahinya. HAHA” Timpal Heechul yang masih sadar.

“Hyung, kau sangat cantik..” Puji Henry pada Heechul.

“Aku memang sangat cantik dan tampan! Kau baru sadar, huh?” Tanya Heechul.

“Kau mau menikah denganku, huh?” Pertanyaan Henry itu langsung mendapat jitakan dari Heechul.

“Shireo! Aku sudah menikah dengan Hankyung!” Ujarnya yang mulai terpengaruhi alkohol.

-=.=-

Nichan dan Yesung duduk di balkon meninggalkan pesta ala The Big Space Star itu. Mata Nichan sudah merah menahan kantuk yang menyerang.

“Kau mengantuk?” Tanya Yesung. Nichan hanya menggeleng lemah. “Tapi matamu sudah merah begitu! Jangan dipaksa!”

“Aniya. Aku sudah bilang, kan, kalau aku akan ikut pesta ini hingga selesai. Ini pesta terakhir sebelum Heechul Oppa wamil.”

“Tapi jangan memaksa dirimu!”

“Aku? Memang kau tidak?” Tanya Nichan dingin. “Kau sakit. Tapi tetap memaksa perform. Apa itu tidak termasuk memaksakan diri? Seribu kali aku melarangmu. Seribu kali juga kau menolaknya. Dan sekarang, aku ingin memaksakan diriku sekali. Itu cukup adil, kan? Seribu melawan satu?” Ujar Nichan sambil menyingung Yesung.

Yesung hanya terdiam. Dia tidak bisa melawan perkataan Nichan. Semua yang dikatakannya benar.

“Hahaha. Pasti sangat adil.” Ujar Nichan sambil tersenyum sinis.

“Mianhae.” Pinta Yesung meminta maaf sambil menggenggam tangan Nichan.

“Nado mianhae.” Balas Nichan lalu menyadarkan kepalanya di bahu kiri Yesung. Yesung balas menyandarkan kepalanya di kepala Nichan. Yesung menggumamkan Kiss Me untuk Nichan.

“Jagi, kau mau kedalam tidak?” Tanya Yesung pada Nichan. “Diluar sudah mulai dingin. Ayo kedalam!”

Nichan sama sekali tidak menjawab. Yesung memeriksa keadaan Nichan. Ternyata dia sudah tertidur. Yesung menggendong Nichan kedalam kamarnya. Dia merebahkan tubuh Nichan diatas kasurnya. Tak lupa dia menyelimutinya. Dia memposisikan tubuh Nichan senyaman mungkin.

Setelahnya, dia keluar kamar. Dan menemui member lain yang di ruang tengah dan masih antara sadar dan tidak.

“Hyungdeul! Aku tidur dulu, ya!” Pamitnya.

“YA!! Kau mau tidur sekamar dengan Nichan, huh?” Kata Heechul.

“Keurom, aku harus tidur dimana?”

“Kau mau apa di dalam?”

“Aku mau tidurlah, Hyung! Memang aku mau main bola?”

“Kau tidur sekasur?”

“ANIYA!! Kan masih ada bekas Ryeowook dulu! Aku pakai kasur milik Ryeowook dulu.”

“Lalu aku tidur dimana, Hyung?” Tanya Henry.

“Terserah kau!”

“Aku sekasur hik… dengan Nichan, ya? Aku, kan, hik… kembarannya.” Ujarnya tak jelas.

“Kau mau mati?”

“Jangan macam – macam dengan Nichan! Sudah tidur sana!” Heechul memberi ijin. “Ayo pesta lagi!!”

-=.=-

Paginya, semua mulai bersiap-siap. Heechul sudah siap berangkat ke tempat pelatihannya. Sementara yang lain bersiap-siap untuk pergi ke Jepang untuk SM Town Concert.

Heechul melarang member lain untuk mengantarnya. Dia hanya membolehkan member mengantarnya hingga lift.

Dikatakan ingin, member yang lain sangat ingin mengantar Heechul ke tempat pelatihan. Tapi bila sang Big Space Star sudah berkata, tak akan ada yang menentang. Kyuhyun juga tak menolak permintaan Heechul. Walau sebenarnya dia sangat ingin mengikuti hyung tersayangnya. Nichan juga hendak mengantarnya, tapi Heechul melarangnya.

Alasan Heechul hanya ingin para member agar tidak menangis akan kepergiannya. Tapi, yang namanya Leeteuk, Donghae, Ryeowook, dan Eunhyuk mereka tetap menangis.

Melihat para member menangis, hatinya akan berat meninggalkan mereka. Heechul akhirnya membebaskan tuntutan tidak menangis karena mereka semua sudah menitikan air mata. Tak terkecuali Minso, Minah, Hyera dan Byulhyun. Kecuali Nichan yang hanya berkaca-kaca.

“Yorobeun, aku pergi! Doakan aku!” Pamitnya. Setelahnya sosoknya sudah terhalang oleh pintu lift.

Baru setelah Heechul pergi, air mata Nichan menetes. Yesung melihat Nichan yang sudah beruraian air mata.

“Kau kenapa menangis sekarang?”

“Dia tak mau melihat aku menangis.”

“Kau ini.” Ujar Yesung sambil mengelus elus kepala Nichan. Lalu dia mendekapnya dalam pelukan lalu berjalan masuk ke dorm lantai sebelas yang berantakan karena pesta semalam.

-=.=-

15.00 – 20 September 2011 – Cube Entertainment

Para member Super Junior sudah berkumpul di Gedung Cube Entertainment untuk collaboration stage hari ini.

Nichan, Byulhyun, dan Minso juga datang. Dan juga Minah yang menjadi MC di acara tersebut bersama Jokwon. Tak luput Hyera juga datang karena akan mengisi acara sebagai wakil trainee dari SM.

Super Junior, MBLAQ, dan B2ST sedang melakukan reharseal. Sementara Nichan dan Minso menunggu mereka di ruang ganti. Berbeda dengan Byulhyun yang pergi ke taman belakang Cube Entertainmen itu.

-=.=-

Selesai reharseal, Super Junior kembali ke ruang ganti. Eunhyuk langsung menghampiri Hyera dan sekarang mereka pergi entah kemana.

Yesung juga langsung duduk di sebelah Nichan. Nichan memberikan sebotol air mineral pada Yesung dan memberikan handuk kecil untuk mengelap keringat.

“Bukankah tadi Byulhyun ikut kesini?” Tanya Sungmin. Nichan hanya mengangguk.

“Keurom, dia dimana sekarang?” Tanya Kyuhyun.

“Di taman mungkin. Dia sangat suka berada di taman.”

Kyuhyun sudah mulai beranjak. Tapi Donghae mencegahnya. “Kau mau kemana, Kyuhyun-ah?”

“Aku mau menemui Byulhyun. Mungkin dia membawa charger PSP.” Setelahnya dia langsung menghilang dibalik pintu.

“Dia lupa membawa charger? Ini seperti bukan Kyuhyun. Betulkan Wookie?”

“Hahaha. Jangankan charger. Dia saja tidak membawa PSP miliknya.” Balas Sungmin.

“Lalu untuk apa dia menemui Byulhyun? Mereka, kan, musuh abadi.” Timpal Shindong.

“Kau tau alasannya, kan, Nichan?” Sungmin balas bertanya pada Nichan.

Nichan menatap Sungmin yang menatapnya dengan senyum penuh teka teki. Nichan mengerti yang dimaksudkan oleh Sungmin. “Kerumyo. Nan arretta!”

Kini Sungmin dan Nichan menatap Donghae, Ryeowook, dan Shindong dengan senyum penuh misteri.

-=.=-

Kyuhyun berjalan menuju taman belakang. Di pintu, terlihat Byulhyun yang sedang berjalan masuk ke dalam.

“YA!! Byulhyun-ah!” Panggil Kyuhyun sambil berlari kecil mendekati Byulhyun.

“Mwo?”

“Aniya!”

“Ani? Lalu untuk apa kau memanggilku?

“Mm.. mm.. Aku lupa aku menempati posisi siapa? Bisa kau beri tahu aku?” Tanya Kyuhyun setelah bingung ingin mengatakan apa.

Tapi Byulhyun sama sekali tak menjawab. Dia hanya diam tak bergeming. Kyuhyun bisa melihat mata Byulhyun mulai berkaca-kaca dan tubuhnya bergetar.

“Kyuhyun-ah…” Ucapnya lirih.

Kyuhyun bingung dengan sikap Byulhyun karena ia tak tahu apa yang ia lakukan hingga membuat Byulhyun begitu.

Tapi tak lama, Kyuhyun menyadari mata Byulhyun sama sekali tak memandangnya. Byulhyun memandang ‘sesuatu’ yang ada di balik tubuhnya.

Kyuhyun mencoba mencari tahu apa yang sedang Byulhyun lihat. Dia memutar tubuhnya dan menatap apa yang tadi ia punggungi.

Tak sulit untuk mencari hal yang membuat Byulhyun berubah. ‘Sesuatu’ yang Byulhyun lihat itu juga berhasil menbuat emosi Kyuhyun naik ke ubun-ubun.

Susah payah ia manahan emosinya agar tak meledak. Kyuhyun menggenggam tangan kanannya kuat, agar tangan kanan itu tak melayangkan sebuah tinju begitu saja. Ia berusaha sekuat tenaga agar tangannya tak meninju wajah orang yang entah sejak kapan sangat ia benci. Dia juga sekuat tenaga memendam hasratnya untuk minju habis habisan sosok didepannya.

Ia dengan susah payah mengendalikan emosinya agar tidak membunuh sosok dihadapannya yang dikenalnya bernama Kimmie

Advertisements