Tags

“Byulhyun-ah??‼”tanyaKyuhyun takut-takut.

“Kau sudah lama disitu?” tanya Sungmin takut.

“Baru saja. Kenapa kalian seperti melihat hantu?” tanyanya bingung. “Kalian masih mau latihan atau aku hanya berlatih dengan mereka berdua?”

“Kita latihan lagi. Dia hanya mau mencharge PSPnya.”JawabSungmin.

“Kalau begitu cepat kembali ke ruang musik. Akan aku ambilkan minum untuk kalian.”

Sungmin dan Kyuhyun buru-buru kembali ke dalam ruang musik. Sementara Byulhyun menuju dapur.

Di dapur, Byulhyun membuat jus jeruk. Untuk mereka berempat. Dia menuangkan jus itu kedalam gelas.

Tapi tangannya gemetaran dan tak mampu mengangkat jus itu. dia terduduk lemas. Dan menangis.

Mengatakan dia tidak mendengarkan percakap Sungmin dan Kyuhyun itu bohong. Byulhyun mendengarkan percakapan mereka. Airmata jatuh dipipinya, saat dia mendengar fakta, bahwa Kyuhyun menyukai Minso.

Dia cukup tahu bagaimana orang jatuh cinta. Dia juga tahu rasanya patah hati yang kini ia rasakan.

Byulhyun kini sudah sadar. Ada yang luruh jauh didalam lubuk hatinya. Rasa cintanya memang untuk Kyuhyun. Tapi bukan untuk Kim Kyuhyun seperti yang dulu. Tapi berubah untuk Cho Kyuhyun.

-=.=-

Nichan, Yesung, Minra, danMinhohendak pulang. Mereka berpamitan. Nichan, Minra, danMinhomengucapkan pesan-pesan untuk Heechul sekarang, karena mereka tak akan bisa bertemu langsung lagi.

“Oppa, jaga diri, ya! Kau gampang sakit dan kelelahan. Jadi jangan terlalu memforsir tenagamu!” pesan Minra lalu memeluknya.

“Hyung! Cepat kembali, ya! SM Family selalu menunggu! Kalau sudah pulang langsung ke SM!” pesan Minho lalu memeluknya.

Nichan mendekati Heechul lalu memeluk sepupu gila nan cantik kesayangannya. “Oppa, semua orang sudah mengucapkan pesan-pesannya. Dan kau sudah memiliki semua tipenya. Jadi aku tak perlu mengucapkannya, kan?”

Heechul langsung menjitaknya. “Setidaknya berikan satu kalimat pengantar.”

Nichan mendengus. “We’ll miss our beautifulLadyHeehee.” Heechul mendengus.

“Ladyheeheeatau Heesica?” tanya Nichan menggoda.

Heechul tertawa sebentar. “Keduanya cantik dan sempurna.”

Nichan melanjutkan perkataannya “Ini bukan perpisahan, kan? Jadi aku tak akan menyebut ini perpisahan.”

“Maja!” Heechul membenarkan.

“Jaga diri baik-baik. Kau adalah namja disana! Jangan menjadi lady heehee atau heesica. Kembalilah sebagai laki-laki sejati! Sebagai pria dewasa! Yaksok?” ucapnya dengan bergetar.

“Uljimayo! Aku tak suka ada orang menangis untukku!” ujar Heechul sambil menghapus airmata Nichan. “Yaksokhae. Aku berjanji padamu, kalau aku akan pulang sebagai pria dewasa dan laki laki sejati!” Heechul langsung memeluk Nichan.

Heechul beralih menuju Yesung. “Aku titip sepupuku yang paling berharga! Kau tak akan menemukan orang sepertinya lagi! Kau harus bersyukur mendapatkan dia!”

“Ne, Hyung!” jawab Yesung sambil menatap Nichan.

“Kau harus menjadi, Oppa dan Pacar yang baik untuknya. Kau harus menjaganya baik-baik! Jangan sampai dia menangis! Jangan sampai ada orang yang menyakitinya. Terlebih kau menyakitinya! Atau kau berhadapan denganku kalau aku pulang nanti! Aku bisa percaya padamu, kan?”

“Keuromyo! Aku pasti akan menjaganya dengan baik. Aku akan menjadikannya milikku yang paling berharga bersama dengan keluargaku.”

Heechul mengangguk-angguk. “Dan, kau Minho! Pesanku untuk Yesung, berlaku juga untukmu pada Minra! Arrayo?

“Ne, Hyung!”

“KauNichan! Jaga pacarmu baik-baik! Jangan sampai lupa makan dan memaksakan perform saat sakit! Dia dongsaengku, selama aku tidak ada, kupercayakan keselamatannya padamu!”

Heechul menjauh dari mobil. “Sudah, pulangsana!”

“Keurom, ahjuma, ahjusi, halmonie, Onnie, kami pulang dulu!” Nichan pamit dan membungkukan badannya. Begitu juga yang lain.

Mereka masuk BMW 7s milik Nichan. Berhubung tadi Minra, Minho, dan Yesung datang dengan minivan SHINee. Nichan menyuruh Minho menyetir. Minra duduk di sebelah kursi kemudi. Dan dibelakang Nichan dan Yesung.

“Onnie, apa benar yang kau katakan?” tanya Minra.

“Benar apanya?” tanya Nichan bingung.

“Kalau eomma dan appa sudah tau.”

-=.=-

Byulhyun membawa jus itu menuju ruang musik. Ternyata mereka sedang latihan koreo. Dan Sungmin juga ikut latihan.

“Istirahat dulu! Aku sudah buatkan jus!”

Mereka bertiga langsung mengambil jus. Kyuhyun masih saja latihan. Donghae langsung menghabiskannya di pojok.

Ryeowook meminum seteguk. “Mashita. Gomapta!” lalu duduk dipojok disebelah donghae.

Sungmin mengambil 2 gelas. “Gomawoyo. Maaf merepotkan.” Ujarnya. Dia menuju Kyuhyun dan menyerahkan segelas jus untuk Kyuhyun.

Sungmin menuju pojok menyusul Donghae dan Ryeowook. Kyuhyun mengikuti Sungmin menuju pojok.

Sementara Byulhyun duduk di kursi piano mengamati Kyuhyun. Beruntung mereka tidak menyadari bahwa Byulhyun mengamati Kyuhyun.

“Ayo latihan lagi!” ujar Donghae semangat. Kemudian mereka mengambil posisi dan berlatih lagi. Byulhyun mengamati gerakannya.

“Kalian sudah bagus. Hanya tadi Ryeowook sempat kehilangan tempo. Tapi bisa menemukan temponya lagi. Dan tinggal menunggu kalian menggantikan posisi Yoseob, Kikwang, Doojoon, atau Dongwoon.”

“Sekedar informasi, Kyuhyun-sshi, kau menempati posisi Yoseob. Ryeowook-sshi menempati posisi Doojoon, dan Donghae-sshi posisinya Kikwang.”

“Aku?” tanya Sungmin.

“Kau posisi Hyunseung.”

“Adapertanya lain?” tanya Byulhyun.

Kyuhyun maju satu langkah. Byulhyun langsung fokus padanya. Sebuah pertanyaan yang tak pernah Byulhyun bayangkan.

“Aku sudah bertemu dengan tunanganmu itu. Apa kau sudah bertemu dengannya?”

-=.=-

“Orang tua siapa yang kau maksud?” tanya Nichan.

“Orang tua kita.”JawabMinra.

“Belum.”

“Lalu kenapa kau bilang sudah?”

“Memang sudah tau.”

“Tadi kau bilang belum.”

“Orang tuanya yang sudah tau.” Ujar Nichan sambil menunjuk Yesung.

“Yang ahjuma maksudkan orang tua kita.”

“Dia hanya bertanya ‘apa orang tua sudah tau’. Tidak jelas orang tua siapa. Yang dia maksud orang tua kita tapi tidak jelas. Begitu juga aku. Yang aku maksud orang tua Yesung tapi tidak jelas.

“Kalau mau bilang aku bohong, itu tidak bisa, karena ini masalah ketidak jelasan penjelasan. Jadi…”

“Ne, Onnie, arraso!” ucap Minra memotong perkataan Nichan yang langsung memanyunkan bibirnya.

Yesung terkekeh lalu dicubit gemas bibirnya. “Kau selain kekanakan ternyata juga cerewet, ya?”

Yesung melepas cubitannya. Nichan tetap memanyunkan bibirnya lalu menatap Yesung dengan ekspresi hampir menangis.

“Aigoo~, kau ini kekanakan sekali kkoma-ya!”

Nichan tersenyum lalu mengambil iPadnya. Yesung malah bingung dengan sikap Nichan yang kini asik melihat data statistik perusahaan.

“Kenapa kau jadi tersenyum bahagia?” tanya Yesung taku-takut dan dengan heran.

“Aku merindukan panggilan itu. sudah lama aku tidak dengar.” Jelasnya tanpa menatap Yesung.

“Kau ini. Kalau mau dengar, bilang saja!” katanya. Lalu ia mengeluarkan iPhone merah miliknya.

Nichan melirik kearah Yesung yang asik dengan hapenya. Dia merasa aneh karena, dia sadar bahwa namjanya itu tidak sering buka iPhonenya.

Nichan melihat layar iPhone itu “Kau lihat apa? Asik sekali.”

Yesung menoleh mendapati Nichan melihat layar iphone itu.

“Aku melihat jadwalku.”

“Ooo…” responnya tapi masih melihat deretan jadwal dari layar itu. “Kenapa ada jepang? Kau mau show di jepang?”

“Aku lupa bilang, ya? Ada SMTown Concert di sana tanggal 2-4 besok.”

“Kebetulan sekali! Aku mau ke Jepang.”JawabNichan.

“Berarti kau harus datang, noona.” Ujar Minho dibalik kemudi.

“Untuk apa aku datang? Aku bisa melihat kalian kapanpun aku mau.”UjarNichan.

“Ini,kan, konser, noona! Kau bisa melihat performku yang keren! Kau pasti terpesona padaku!”

Nichan langsung memukul kepalaMinhodengan clutch putih miliknya. Minra langsung menjewer telinganya. “Berani kau tebar pesona pada noonaku?”

“YA!Minho-ya! Kalaupun dia terpesona pasti padaku bukan padamu!” jawab Yesung sengit.

“Mianhae. Kau datang,kanJagi?” tanyaMinhopada Minra.

“ANDWAE‼ dia tidak boleh ke jepang! kau harus ambil kuliah pendek. Untuk menyingkat waktumu saat kuliah! Kau harus lulus cepat!”

“Waeyo?” tanya Minra dengan malas.

“Supaya kau cepat jadi dirut di salah satu perusahaan Appa atau eomma! Dan supaya aku tak perlu mengawasimu lagi!”

“Kkoma-ya! Kau, kan, ke Jepang! Kau datang ke konser 1 kali saja!”

“Shirende.”

“Jebal!”

“Oppa, kau mau tahu supaya Onnie mau datang?” tanya Minra tiba-tiba.

Nichan mengerutkan dahinya lalu mengambil iPod dan memutar lagu keras hingga tidak mendengar percakapan mereka.

Yesung tertarik. “Ottheyo?”

“Ada2cara, Oppa. Pertama adakan Lady heehee.”

“Lady heehee waeyo? Aku pacarnya kenapa malah menantikan lady heehee?”

“Kau tak tahu? Dia selalu datang ke konsermu, Oppa!SMTownParisdan SuShow kemarin di datang hanya untuk menonton lady heehee”

“Untuknya? Bukan untukku?” tanya Yesung tak percaya.

“Menonton lady heehee hanya alasan mulut.”

“Adaalasan lain?” tanyaMinhoikut penasaran.

“Untuk menikmati penampilan namja berkepala besar, bersuara merdu, tapi aneh dan selalu dipanggil babo.”

Yesung tersenyum sambil menatap Nichan yang tidur bersandar pada kaca sambil mendengarkan lagu. Yesung meraih kepala Nichan, dan membuat kepalanya bersandar pada bahunya.

“DanOppa. Kalau kau pikir dia tidak mau nonton konsermu itu bohong. Dia selalu nonton SuShow dan SMTown concert, kalau tidak bentrok dengan meeting, dia pasti akan nonton. Kalau dia tidak ada kerjaan, dia juga akan menonton setiap acara yang ada kau.”

“Jongmalyo?” tanya Yesung tak percaya.

“Keuraeyo.Danaku bertaruh, kalau nanti dia akan menontonSMTCJepang besok. Rajinlah mencarinya!”

“Aku akan mencarinya.” Jawab Yesung sambil memeluk Nichan yang langsung memeluknya juga.

“Jangan bilang aku yang cerita! Kau tahu, kan, dia itu pemalu dan gengsinya tinggi.”

“Baiklah, aku tak akan cerita. Lalu apacarakeduanya?”

“Janjikan dia sebuah mission-stage!” seusai mengatakan itu, mereka sudah sampai di rumah.

Yesung membangunkan Nichan. Anehnya, Nichan langsung bangun saat Yesung yang membangunkannya. Tapi hanya sejenak. Kemudian dia jatuh tertidur lagi dipangkuan Yesung.

Yesung tidak tega membangunkan Nichan. Lalu dia menggendong Nichan di punggungnya. Sementara Minho dan Minra pergi entah kemana dengan mobil Nichan.

Saat sudah sampai di ruang tamu, Nichan bangun.

“Kau kenapa menggendongku? Akukan berat dan bisa jalan sendiri!” tanya Nichan setengah sadar.

“Kau tidur tadi. Jadi kugendong saja.”

“Babo!” ejeknya sambil memukul kepala Yesung pelan. “kau bisa membangunkanku.”

“Aku tidak tega. Lagipula aku sudah membangunkanmu tapi kau tidur lagi. Kau sepertinya lelah. Jadi aku tidak membangunkanmu.”

“Sudah, turunkan aku!” Yesung berjongkok. Nichan turun dari punggung Yesung. “Kau pasti lelah karena menggendongku dari pagar sampai sisni.”

“Tidak akan untukmu!” gombalnya.

Nichan mendengus. “Kau belajar dari Donghae Oppa, huh?”

“Aniyo. Wookie yang mengajariku.”

“Apa? Wookie?” tanya Nichan tak percaya. Kemudian dia teringat sesuatu. “Ah, ya! Karena dia sekarang di lantai 12, dia jadi terkontaminasi oleh Donghae Oppa, Leeteuk Oppa, dan Siwon Oppa. Beruntung dia tidak terkontaminasi olehmu.”

Yesung hanya memanyunkan bibirnya. Nichan berjalan memasuki ruang santai disusul Yesung. Tapi saat dia melihat pintu ruang musik yang terbuka, dia jadi penasaran.

“Kenapa pintunya terbuka?” tanya Nichan pada dirinya sendiri. Dia berjalan mendekati disusul Yesung.

-=.=-

“Apa maksudmu tunangan? Kau? Maksudmu kau bertemu siapa?” tanya Byulhyun shock. Dia sangat shock hingga kesulitan untuk bernafas.

“Tunanganmu siapa lagi? Tentu saja orang yang benama Kimmie.”

“Kau melihat dimana? Onje?” tanyanya masih dengan nafas tercekat.

“Minggu lalu di Seoul.”

Byulhyun jatuh terduduk. Dia sangat shock. Sudah lebih dari dua tahun dia berusaha menghilang. Tapi kenapa malah orang yang ia hindari kini berada didekatnya. Airmata Byulhyun jatuh begitu saja.

Kyuhyun’s POV

“Aku sudah bertemu dengan tunanganmu itu. Apa kau sudah bertemu dengannya?” tanyaku mencoba memancingnya. Tapi pertanyaanku cukup bodoh untuk orang sepintar aku. Dia jelas sudah menemuinya. Merekakan bertunangan. Pasti mereka sering bertemu.

“Apa maksudmu tunangan? Kau? Maksudmu kau bertemu siapa?” tanya Byulhyun shock. Kenapa dia seperti mendengar berita bahwa besok dia mati. Bukankah harusnya dia senang?

“Tunanganmu siapa lagi? Tentu saja orang yang benama Kimmie.” Jawabku jelas.

“Kau melihat dimana? Onje?” tanyanya dengan nafas tercekat. Aku bingung dengan sikapnya. Kenapa dia ketakutan?

“Minggu lalu di Seoul.”

Byulhyun jatuh terduduk dan dia menangis. Kalau boleh jujur aku khawatir. Kenapa dia menangis. Hatiku bahkan berteriak ‘Uljima! Nan jinja shireo!’

PLAK‼

Sebuah tamparan mendarat di wajah tampanku. Aku menoleh.TernyataNichan. Aku bingung, kenapa dia melihatku dengan pandangan marah dan benci? Aku melirik Yesung Hyung yang hanya bisa mengangkat bahu.

“NEO‼KENAPAKAUBERBICARATENTANGKIMMIEDENGANNYA? WAE?? WAE??” tanyanya marah.

“WAE??AKUBERBICARATENTANGTUNANGANNYASENDIRI‼”

PLAK‼

Dia menamparku lagi. Yesung hyung langsung memegangi lengan Nichan mencoba membuatnya tenang. Nichan menepis tangan Yesung pelan.

Dia masih menatap bengis kearahku. Aku bergedik ngeri melihatnya. Kenapa dia menjadi mengerikan. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya.

“Apa kau tahu, siapa Kimmie untuk Byulhyun? Baginya dia adalah kegelapan! Baginya dia adalah keterpurukan! Baginya dia adalah kesialan! Baginya dia adalah hal terburuk! Baginya dia adalah perusak kebagahagiaannya. Baginya dia adalah perusak keluarganya. Dan yang lebih penting. Kimmie menyebabkan ibu Byulhyun meninggal!”

Aku terperangah. Tak kusangka, bahwa Kimmie bisa seperti itu. kini Nichan menggandeng Byulhyun yang masih shock keluar.

Sungmin menepuk pundakku. “Kau kenapa seperti itu? kau keterlaluan!”

Author’s POV

“Aku tidak tahu kalau mereka seperti itu. aku kira mereka baik-baik saja.”ElakKyuhyun.

“Sudahlah, tidak usah dibahas lagi! Ngomong-ngomong untuk apa kalian kesini?” tanya Yesung serasa menjadi tuan rumah.

“Kita mau berlatih lagu untuk collaboration stage. Karena belum bisa bertemu dengan member lainnya, jadi kita berlatih saja dulu disini dengan Byulhyun yang mengajari kami.”UjarRyeowook.

“Lebih baik kita pulang. Kita sudah membuat keributan disini.”UjarSungmin.

“Kalau begitu berpamitan dulu! Akan kupanggilkan Nichan.” Jawab Yesung lalu menuju lantai dua.

Dia mencari Nichan dikamarnya. Tapi tidak ada. Dia berlaih menuju kamar disampingnya. Tapi terkunci. Dihadapannya juga dikunci. Lalu beralih disebelahnya.

KLEK..

Ternyata tidak dikunci. Yesung membuka pintu itu. dia bingung karena hanya ada sofa kecil dan rak sepatu. Dia hendak keluar tapi dia melihat pintu yang sedikit terbuka.

Dia mendekatinya dan melengokan wajahnya. Ada Nichan dan Byulhyun disana.

“Kkoma-ya!” serunya.

“Wae?” tanya Nichan masih dengan nada marah.

“Kau masih marah? Kami mau pulang!” ujarnya. Nichan turun dari kasur.

“Ayo! Aku antar sampai pintu.” Kata Nichan sambil menggandengan tangan Yesung yang langsung tersenyum.

“Sepertinya kau mulai menyukai skinship! Kau sekarang sering menggandeng tanganku.”

“Kau tidak suka? Ya sudah aku lepas.” Katanya lalu melepas gandengannya.

“Aaaa… tentu aku suka. Ayo gandeng lagi!” kata Yesung dengan nada manja lalu mengambil tangan kanan Nichan dan memaksanya menggandeng tangannya.

“ternyata aku bukan satu-satunya kkoma. Kau juga sama seperti kkoma.” Ujar Nichan sambil menjulurkan lidahnya.

“Aku baru kali ini. Dan kau memang kkoma!” elak Yesung sambil mengacak-acak rambut Nichan sayang yang hanya terkekeh.

Sungmin, Kyuhyun, Donghae, dan Ryeowook sudah menunggu di ruang santai. Nichan tidak lagi terkekeh ketika melihat Kyuhyun.

“Nichan, kami pulang dulu!” ujar Donghae

“Jangan lupa, tolong sampaikan terimakasihku untukknya. Sudah banyak merepotkan.”UjarRyeowook.

“Nichan, terimakasih. Maaf merepotkan dan sudah buat masalah tadi.”UjarSungmin.

“Kkoma-ya! Kami pulang, ya! Nanti aku telepon kalau sudah di dorm, ya!” pamit Yesung.

“Kalau kau capek, tidak perlu.” Ujar Nichan memberikan keringanan. Nichan mendekati Sungmin lalu membisikan sesuatu. Kemudian Sungmin mengangguk dan Nichan tersenyum bahagia.

“Kau kenapa berbisik dengan Sungmin?” Tanyanya cemburu.

“Sudah pulang sana!” suruh Nichan. Lalu ia mengecup pipi kiri Yesung. “JalGa!”

Setelah semua pulang, Nichan kembali kekamar Byulhyun.

“Sebenarnya apa yang terjadi?KenapaKyuhyuntahu tentang Kimmie?” tanya Nichan khawatir.

“Aku pernah cerita padanya.”

“Tadi dia bilang bertemu. Tapi kau hanya cerita. Bagaimana dia bisa tahu wajah Kimmie?”

“Mollayo.” Jawab Byulhyun pasrah. Nichan menghela nafas pasrah. Tapi Byulhyun masih berusaha mengingat-ingat.

“BAHTA‼” serunya tiba-tiba. “Kau ingat, kalau aku perah pingsan, kan?” tanyanya retoris. Nichan mengangguk.

“Siapa yang mengantarku ke UGD?”

“Kyuhyun.”

“Maja! Dia pernah membuka dompetku. Dan kurasa dia pernah melihat fotoku bersama Kimmie yang diambil 6 tahun lalu.” Byulhyun berkesimpulan.

“Kerom, kau tidur saja! Lupakan malam ini. Dia mungkin salah lihat. Banyak orang yang hampir mirip di Korea, Byulhyun-ah. Lagi pula wajahnya 6 tahun lalu pasti berbeda dengan sekarang.”

Byulhyun menggeleng-geleng menyangkal pernyataan Nichan. Sebagian didalam dirinya mempercayai ucapan Kyuhyun bila Kimmie ada di Korea sekarang.

“Ani. Bagaimana kalau itu benar? Bagaimana kalau itu memang Kimmie?”

-=.=- T.B.C -=.=-

Advertisements