Tags

Kyuhyun masih meremas tangan kanannya kuat-kuat. Sungmin berusaha keluar dari kamarnya yang mungkin akan menjadi neraka.

“Kau mau kemana?”tanyaKyuhyun saat Sungmin beranjak dari kasur.

“Ani. Aku mau kembali kekasurku.”UcapSungmintergagap. Lalu segera duduk dikasurnya.

“Kyu, apa kau serius tentang perkataanmu?”tanyaSungmin takut.

“Tentu aku serius.” Jawabnya mantap.

“Memang kau tau dia ada dimana?”

“Aku sudah bertemu dengannya. Aku menyesal aku tak jadi menabraknya tadi.” Geramnya.

“Menabrak?Tanya Sungmin mencoba memastikan.

“Ya. Tadi siang setelah makan siang bersama Minso, aku hampir menabrak seorang namja. Dan kalau aku tahu dia adalah Kimmie, aku pasti akan menabraknya hingga terpental1 km.”

“Dunia memang sempit. Apa menerutmu Kimmie datang untuk menemui Byulhyun?”tanyaSungmin tiba-tiba.

Kyuhyun mengingat-ingat kejadian itu, Kyuhyun ingat bahwa setelah itu dia melihat Byulhyun yang sedang shock.

Kemudian dia menyimpulkan bahwa sebab Byulhyun pingsan adalah Kimmie.

“Aku semakin membenci Kimmie!” geramnya lagi.

“Wae?”tanya Sungmin bingung. Karena jawabannya tidak pas untuk pertanyaannya.

“Byulhyun pingsan gara-gara dia.” Ujarnya lagi. Dia segera mengemasi barang Byulhyun dan memasukannya ke dalam tas. Lalu menghilang dibalik pintu.

Kyuhyun segera melajukan mobilnya ke UGD dekat danau Ilsan. Segera ia menuju kasur Byulhyun. Tidak ada Nichan atau Minso disana.

“Kemana mereka? Apa mereka tak peduli pada sahabatnya yang primitive ini?”tanyaKyuhyun.

Kyuhyun mengamati wajah Byulhyun yang chubby itu. seulas senyum tersungging diwajahnya. “Lucu sekali.”

Kemudian dia memulai membelai rambut Byulhyun. Kemudian meraba pipi Byulhyun lembut.

Seketika jantungnya berdetak cepat. Dia tak tahu perasaan apa itu. hanya saja dia merasa nyaman saat berada didekatnya.

Hatinya juga mencelos saat Byulhyun jatuh pingsan tadi. Tapi yang aneh, dia selalu ingin menghina Byulhyun. Hampa rasanya kalau dia belum menghina atau menjelek-jelekan Byulhyun.

Tanpa sadar Kyuhyun menggenggam tangan Byulhyun. Kemudian ia terlelap sambil tetap menggenggam tangan Byulhyun.

Esok paginya Byulhyun terbangun. Dia kaget melihat Kyuhyun yang tidur dengan kepala ada di kasur inapnya.

Kemudia dia merasakan tangannya menggenggam sesuatu. Saat sadar itu adalah tangan Kyuhyun, jantungnya ingin meledak senang. Senyum mengembang diwajahnya

Tapi sejurus kemudian dia mendengar suara dengkuran yang keras. Yang asalnya dari Kyuhyun.

“Ya! Ya! Irreona!” Byulhyun membangunkan Kyuhyun setelah melepas tangannya. Kyuhyun segera duduk dengan normal tapi dengan mata setengah terbuka.

Byulhyun kesal dan langsung menjitak kepalanya keras.Dansukses membuat mata Kyuhyun terbuka lebar.

“YA! Kenapa kau menjitakku?” ucap Kyuhyun tak terima.

“Supaya kau bangun!” ujarnya santai. Kyuhyun hanya mendengus kesal. “Kenapa kau mendengkur saat tidur?”

“Wae? Itu tandanya akucapek!” serunya.

“Kau tak pernah baca buku, hah? Mendengkur itu tidak bagus! Bukan berarti kaucapek. Mendengkur artinya ada masalah dalam kesehatan!” jelas Byulhyun. Kyuhyun terlihat larut dalam pikirannya.

“Aku sakit. Pneumotorax.” Jelasnya sok menderita. Inginnya Byulhyun merasa prihatin. Tapi tidak mempan.

“Pneumotorax? Kasih sekali!” katanya dengan nada meremehkan atau mungkin menghina.

“Cish.” Desis Kyuhyun. “Kenapa kau tidur disini?”

“Tak apa. Aku hanya mau mengembalikan tasmu. Hanya saja aku tertidur karena kelelahan.” Jelasnya. Setelah itu tak ada percakapan diantara mereka.

“Boleh akutanya?” ujar Kyuhyun tiba-tiba.

“Tumben pake ijin? Biasanya langsung ngomong.”TukasByulhyunsambil tersenyum heran.

“SiapaKimmie?” pertanyaan itu sukses membungkam mulut Byulhyun. Dia diam mematung tak bergerak.

Melihat itu Kyuhyun jadi panik. “Ya, gwaenchana? Kau lumpuh tiba tiba?”Setelahtiudia mendapat jitakan super dari Byulhyun.

“Palli malhae!” perintah Kyuhyun seenaknya.

“Kimmie… kau sudah tau,kan? Kau sudah membacasuratdarinya,kan?” tanyanya membentak tiba-tiba.

Kyuhyun jadi gugup takut ketahuan. “A.. a.. aniyo!”

“OK. Kimmie dulu tunanganku. Puas?” kata Byulhyun. Kyuhyun shock. Dadanya sesak.

“Lalu kenapa kau tak punya nomernya di phonebook hpmu?”

Byulhyun kesal karena Kyuhyun membongkar isi tasnya. “Untuk apa kau membuka hpku?”

“Cepat jawab saja!”

“Aku.. Aku hafal nomornya!” jawab Byulhyun sedikit tergagap.

“Sebutkan!”

“xxxx” Byulhyun mengucapkan sederet nomor. Tak disangka Kyuhyun menghubungi nomor itu.

“Yoboseo!”

“Yobosseo!”

“Apa benar ini nomor Kimmie?”

“Kimmie nugu?”tanyayang disebrang. Kyuhyun langsung menutup teleponnya.

“Gotjimal! Berikan alasan sebenarnya!”

“Wae? Kenapa kau ingin tahu? Apa hubungannya denganmu? Lebih baik kau urusi dirimu sendiri!” marah Byulhyun karena ia tak mau ada orang yang mengurusi urusan pribadinya.

Kyuhyun sejujurnya sedih tak dianggap seperti itu. tapi dia justru marah karena meras ini ada hubungannya dengannya.

“Tentu saja ada!”

“APA?” Byulhyun menanyakan hubungan itu.

“Kita..” Kyuhyun tak menemukan alasan yang tepat. “Kita teman.” Akhirnya ia memberikan alasan klasik.

“Teman? Sejak kapan? Kita hanya kenal! Aku bukan temanmu!” tegas Byulhyun.

“Terserah kau!” Kyuhyun akhirnya pergi dengan kecewa. Setelah itu Byulhyun menangis sendiri.

Ia ingin mengubur kenangannya bersama Kimmie dalam-dalam. Tapi kemarin ia justru bertemu dengannya dan Kyuhyun malah menanyainya tentang Kimmie. Ini membuatnya susah untuk melupakannya.

Disamping hal itu, Minso dan Nichan melihat perkelahian mereka berdua. Minso dan Nichan juga melihat saat Kyuhyun datang kesini saat malam. Mereka saling berpandangan kemudian mengangguk mantap.

– –

Minso sedang membuat proposal di coffee shop dekat apgujung. Setelah selesai, dia menikmati secangkir vanilla-late dan cheesecake ditemani pemandangan taman bunga.

Kemudian dia merasakan bahunya di colek seseorang. Dia menoleh. Seorang namja berpawakan tinggi gagah tersenyum padanya. Minso membalas senyumnya.

“Siwon-ah! Kenapa bisa ada disini?”

“Aku ingin bebas dari kesibukanku. Ya walau hanya beberapa jam.” Katanya sambil terkekeh pelan.

“Setidaknya kau ada hiburan. Tampil dipanggung dan mendengar teriakan fans yang histeris membuatmu bangga dan merasakan hal yang hanya bisa dirasakan seperti kalian.”UjarMinsosambil tersenyum. Siwon ikut tersenyum.

“Ne. pajjoyo!”

“Tak sepertiku. Bekerja dalam bidang bisnis untuk menyenangkan orang lain.”

“Bagaimana rasanya?”tanyaSiwon mulai tertarik.

“Ayahmu pasti tahu. Coba kautanyasaja dia!”

“Dia sibuk. Dan aku mungkin tahu bagaimana rasanya.” Ujarnya. Kemudian dia melanjutkan kalimatnya. “Min-ah! Kenapa kau tak cari pekerjaan lain?”

“Karena ini satu-satunya hal yang aku bisa selain menari.”

“Aku hampir lupa kalau kau pandai menari.” Mereka berdua kemudian tertawa kecil bersama.

“Kenapa kau tak ikut trainee saja?”tanyaSiwon.

“Aku tak terlalu suka dunia entertainment. Aku hanya penikmat musik saja. Sama seperti Nichan, kami hanya penikmat musik.KalauNichanpenikmat seni.”

“Nichan penikmat seni?”

“Ne. tapi tak bisa seni. Hanya menikmatinya.Danselera seninya sebenarnya cukup bagus.”JawabMinsosambil tersenyum geli. “Mungkin tuhan memang menakdirkanku hidup di jalan seperti ini. Lagi pula kalau aku masuk dunia entertainment aku tak bisa bertemu Nichan dan Byulhyun.Danmungkin kita tidak bisa ngorbrol seperti ini.”

“Danaku bersyukur atas itu.”

Setelah itu tak ada percakapan yang terjadi. Mereka hanya saling curi pandang satu sama lain.Dansaat terjadi eye-contact mereka hanya tersenyum malu-malu. Disamping itu jantung keduanya berloma berdetak siapa yang berdetak paling cepat.

– –

Kyuhyun berjalan gontai menuju kamarnya. Diruang santai ada Yesung, Eunhyuk dan Leeteuk yang sedang berunding. Kyuhyun masuk kamar disambut Sungmin yang sedang berbenah pakaian serba pink.

“Kyu, wae gurae?”

“Aku sudahtanyaByulhyun. Dia bilang dia dan Kimmie sudah bertunangan.”KataKyuhyunkecewa.

“Lalu? Kenapa kau seperti kehilangan semangat hidup?”tanyaSungmin. Kyuhyun tidak merespon. “Kau cemburu, ya?” tambahnya.

“ANIYO‼” ujarnya. Kemudian dia berusaha terlihat bersemangat. Sungmin hanya tersenyum menahan geli.

KemudianLeeteukmasuk kekamar mereka. “Jangan lupa nanti malam kita harus ke cube entertainment!” setelah itu dia pergi.

“Cube? Memang kita mau apa?”tanyaKyuhyun bingung.

“Kau sih pergi tadi! Kita akan melakukan collaboration stage bersama B2ST dan MBLAQ.” terang Sungmin sambil menyiapkan pakian yang akan dia kenakan. Kyuhyun hanya mengangguk-angguk mengerti.

Minra sedang bersiap ingin menemui namjanya. Dia mampir ke kamar onnienya. Tapi tak ada orang disana.

Dia kemudian langsung pergi menuju SME. Sesampainya disana dia langsung menuju ruang latihan Shinee.

Saat menuju lift dia melihat sebuah poster. Poster itu berisikan Super Junior, MBLAQ, dan B2ST akan tampil berkolaborasi.

“Mereka bakal nampilin lagu apa, ya?”tanyaMinra pada dirinya sendiri.

“HAYO‼” seseorang mengagetinya. Minra terlonjak kaget kemudian berbalik dan melihatMinhoyang sedang tersenyum jahil.

“Kenapa kau mengagetiku? Kau mau aku jantungan?”tanyaMinra sambil memanyunkan bibirnya.

“Salah siapa kau memandangi poster itu seperti melihat soal matematika.” Jawab Minho sambil menggandeng tangan Minra menuju lift.

“Kalau poster tadi soal matematika aku akan menyuruh Byulhyun atauKyuhyunOppauntuk mengerjakannya.”TimpalMinraasal.

“Kau ini.” Kemudian mereka sampai di ruang latihan.

“Kau tahu mereka akan berkolaborasi lagu apa?”tanyaMinra padaMinho.

“Mollayo! Akukan bukan member super junior.” Jawab Minho seadanya. “lagipula disini ada SHINee. Bisakah kau membicarakan SHINee saja? Jadikan SHINee pemenang dalam dirimu!”

“SHINee memang pemenang!” kata Minramanis.Minhotersenyum. “Tapi juara 2, ya!”

“YA‼”Minhoberteriak tak terima. Minra menggembungkan pipinya.

“Kau seperti tak tahu namjamu saja Minra, ya! Diakan benci kalah!”

“Siapa yang pertama?”

“SUJU‼” seru Minra semangat.Minhohanya menghela nafas. “Baiklah karena mereka sunbae kesayanganku.”

Minra tersnyum penuh kemenangan. “Juara 3 adalah B2ST. aku suka Dongwoon! Juara 4 ada MBLAQ. Aku paling suka Mir! Juara 5 ada UKiss adaEli…”

“YA YA YA‼!” teriakMinhotak terima. Cemburu sebenarnya.

Rombongan super junior belum semuanya datang di Cube. Sementara seluruh member B2ST dan MBLAQ sudah datang.

Tak lama semuanya berkumpul dan segera membahas lagu untuk perform mereka. Mereka sudah memutuskan akan menampilkan 3 lagu.

Lagu pertama adalah Beautiful yang akan ditampilkan oleh Junhyung, Ryeowook, Kyuhyun, Seungho, Donghae, Hyeunseung.

Selanjutnya Mr.Simple Dongwoon, Doojoon, Kikwang, Mir, Joon, Leeteuk, Eunhyuk, Heechul, Shindong, Siwon.

Terakhir ditutup dengan laguMonaLisaoleh Yoseob, Cheondung, G.O, Yesung, Sungmin.

Setelah selesai, Sungmin dan Kyuhyun mampir ke toilet dulu.SekilasKyuhyunseperti melihat Kimmie. Dia terpaku dan terus menatap namja yang kini sudah masuk kedalam lift.

Sungmin melihat keanehan Kyuhyun dan mengikuti arah pandangan mata Kyuhyun. Tapi tak ada apa-apa disana.

“Kyuhyun-ah, waeyo?” taya Sungmin sambil menepuk pundak Kyuhyun pelan.

Kyuhyun tersadar. “aniyo! Aku seperti melihat Kimmie disana.”JawabKyuhyunsambil menunjuk lift. Sungmin jadi penasaran. Kyuhyun ingin mengejarnya, tapi tiba-tiba Leeteuk sudah ada didepan mereka.

“Ppaliwa! Kalian mau aku tinggal disini?” ujarnya lalu beranjak pergi menuju van. Dengan terpaksa Kyuhyun kembali kedalam van.

Secara fisik Kyuhyun memang ada dalam van sekarang. Tapi tidak dengan pikirannya yang masih terfokus pada sosok namja yang masuk lift tadi.

“100% aku yakin, kalau yang kulihat itu Kimmie.” Gumamnya.

Member super junior sudah tiba di gedung SM. Leeteuk bersama Ryeowook pergi melaporkan hasil rapat kepada petinggi SM.

Sementara sisanya menuju ruang latihan. Mereka disana hanya bersantai. Shindong, Donghae dan Eunhyuk memutuskan untuk tidur. Siwon membaca alkitab, Sungmin berlatih ‘Mr.Simple’ Yesung latihan menyanyi dengan suara pelan takut mebangunkan member yang sedang tidur. Kyuhyun sedang bermain PSP dan Heechul tak tahu pergi kemana.

Sekitar 20 menit Leeteuk, Ryeowook dan Heechul kembali ke ruang latihan.Danmember yang ada di ruang latihan masih dengan aktifitas mereka.

“YA!” seru Leeteuk keras. Semua berhenti dari aktifitas masing-masing dan langsung terfokus pada Leeteuk. “Mereka semua setuju hasil rapat dan tidak ada protes. Sekarang kita bisa istirahat di dorm. KAJJA!”

Saat di lobi, Yesung bertemu dengan Minra yang sedang berdua denganMinho.

“Minra-ya! Apa kau bawa mobil?” tanyanya langsung pada Minra. Sepertinya tertular Nichan yang tidak bisa basa-basi.

Minra mengangguk. “Chua! Aku antar kau pulang!” Minra danMinhomengernyitkan dahi tak mengerti.

“Ya! Hyung! Kau mau merebut Minra dariku? Kaukan sudah punya Nichan!” marahMinhokalem.

“Ani. Bukan itu maksudku. Aku mau mengantarnya karena aku sekalian mau kerumah Nichan.” Jelasnya.Minhohanya mengangguk-angguk mengerti.

“Otthe? Sekalian aku jadi pengawal Minra agar tiba dengan selamat di peristirahatannya.” Yesung berkata dengan wajah tak bersalah.

“Kau mau mendoakanku cepat mati?” protes Minra.

“Hyung! Kau kira Minra sudah mati?”Minhojuga geram.

“babodeul gatta! Dimana peristirahatan Minra?”tanyaYesung. Minra danMinhomenatapnya bingung.

“Begini. Kemana tujuanku?”tanyaYesung sekali lagi. Mereka tetap bingung. “kerumah Nichan.” Mereka mengangguk.

“DirumahNichanada apa?Adakamar Minra.Adaapa dengan kamar Minra?” tanyanya lagi. Mereka tetap belum mengerti.

“TempatMinraberisitirahat.”

“Lalu?”tanyaMinhodan Minra kompak.

“Maksudku dari peristirahatan adalah kamar tidur.”. setelah itu mereka hanya ber-oh ria.

“Kau mau apa dirumahku?” giliran Minra bertanya.

“MenemuiNichan. Apa lagi?”

“Onnie sedang ke Jeju. Baru pulang besok malam.” Jelas mina. Yesung hanya melongo.

“Kenapa dia tidak mengabariku?”

“Dia sudah berusaha, tapi gagal terus. Kau tidak bisa dihubungi.”

“Hapeku rusak.”JelasYesunglirih. Minra kaget.

“Oppa, dia marah padamu!” uacap Minra. Yesung kaget.

“Wae? Wae? Wae?”

“Kau tidak bisa dihubungi. Ditambah kau merusakan hapemu. Aku tak tahu kau jadi apa nanti.”

Dikamar, Byulhyun sangat ingin meminta maaf kepada Kyuhyun. Tapi tak tahu bagaimana.dia terus memikirkan bagaimana caranya.

“Untuk apa aku minta maaf padanya? Dia bukan siapa-siapa.” Katanya pada dirinya sendiri.

Diapun merebahkan diri di kasur. Mencoba tidur. Tapi ia tetap tidak bisa. Hatinya masih resah dan belum tenang.

Ia memutuskan untuk menelepon Kyuhyun.Danmasalahnya, dia tidak memiliki nomor Kyuhyun.

Byulhyun beranjak menuju kamar Nichan. Dia mencari buku telepon yang ada. Tapi dia tidak menemukan buku telepon. Dia hanya menemukan BB torch putih milik Nichan.

Byulhyun mengambil hape itu dan membukanya. Dia segera mencari nomor Kyuhyun di phonebook. Tapi ternyata hanya ada namaBaboNamja.

“Babo namja? Siapa itu?”

Byulhyun mendengus kesal. Mengembalikan hape itu ketempat semula. Dia langsung masuk kekamar dan mencoba untuk tidur lagi.

Nichan pulang lebih cepat dari yang dijadwalkan. Saat hendak ke dapur, dia melihat Byulhyun duduk dengan tatapan kosong menatap layar TV yang menyala.

“Byulhyun-ah, wae gurae?”

“A.. a.. aku hanya memikirkan tentang materi yang akan aku ajarkan lusa. Waeyo?”

“Aku kira kau melamun. Ah~ lelah sekali!” ujarnya lalu dia mengganti channel TV dan menonton strong hearth.

“Leeteuk-sshi, tak lama kau sudah comeback.”UjarSeunggi.

“Ye.”

“Danbanyak pertanyaan tentang yeoja idol yang mendekati tipe idamanmu. Apa kau mau mengatakannya?”tanyaHodong.

Leeteuk tersenyum malu-malu. “Sebenarnya tidak ada.” Seluruh studio menyoraki. “Keundae, aku menyukai Shin Min Ah!”

Seluruh studio langsung heboh. Minah yang ada disana jadi tersenyum malu-malu.Dankini kamera fokus kepada Leeteuk dan Minah yang sedang tersenyum malu-malu.

“Dansebenarnya, Leeteuk-sshi sangat pas dengan tipe idamaku.”UjarMinahspontan. Studio makin ricuh.

Byulhyun dan Nichan menonton episode itu dengan shock. Mereka tak menyangka Leeteuk dan Minah melakukan ini.

“Mereka menyiram minyak tanah pada api yang berkobar.”

 

T.B.C

Advertisements