Tags

 

Super Junior’s Dorm 11th floor – 20082011 – 07.00 KST

“Kkoming! Kkoming! Kau tak mau Oppa beri makan?” Yesung memanggil anjing Pomeranian hitam miliknya. Tapi tak menemukannya. Lalu ia masuk kedalam kamar Eunhyuk. Dia menemukan Kkoming sedang bermain bersama bada dan chocco.

“Kkoming kau disini? Kajja! Waktunya makan! Sudah Oppa siapkan.” Kata Yesung sambil mengelus-elus punggung Kkoming.

“Hyung, mau membaginya dengan chocco tidak?” tanya Eunhyuk.

“Kaukan baru beli makanan untuk chocco,kan?” tanya Donghae yang berada disitu juga.

“Iya. Tapi kan bisa untuk pengiritan.” Jawab Eunhyuk sambil terkekeh.

“Shireo! Kau kan punya sendiri! Chocco itu rakus tahu!” tolak Yesung.

“Kkeurochi!” tambah Donghae. “Tumben kau pelit, Hyung!” komen dongahe pada Yesung.

“Menghadapi orang pelit harus pelit juga!” kata Yesung lalu segera keluar dari kamar Eunhyuk.

Yesung lalu menaruh mangkok makanan kkoming didepannya. Refleks kkoming langsung mendekat ke mangkok makanannya dan memakan yang ada didalamnya.

Dia beralih ke kotak kura-kura miliknya. Dia memberikan makanan untuk kura-kuranya.

“Ddangkomeng, ddangkomi, aku mau cerita. Sudah 5 minggu lebih Nichan tidak menghubungiku. Aku sms tidak dibalas. Aku telepon tidak diangkat. Aku kirim BBM juga nggak dibales. Aku kerumahnya dia pergi

Aku sedih, apa dia marah padaku ddangko? Ddangko, apa kalian tahu bagaimana caranya supaya aku bisa bertemu dengan Nichan? Aku ingin berbicara dan bertemu dengannya. Aku rindu pada Nichan!” curhatnya pada kura-kuranya.

“NICHAN-AH~‼ BOGOSHIPPO‼” serunya dari dalam kamar. Tak lama Ryeowook masuk.

“Hyung, waeyo?” tanyanya tatkala mendapati Yesung yang terkapar di lantai sambil (pura-pura) menangis.

“Nichan~ Park Nichan. Jigeum oddieyo? Bagaimana kabarmu?” tanya Yesung entah pada siapa. Ryeowook malah asik bermain dengan kkoming.

“Biarkan dia makan dengan tenang, Wookie-ya!” tegur Yesung. Ryeowook tetap bermain dengan kkoming. “Aku sedang rindu dengan ddabong.”

Yesung langsung tak mengurusi Ryeowook lagi. “Hyung, ddabong, kan sudah tidak ada. Kkoming boleh untukku ya?” kata Ryeowook tiba-tiba.

Yesung langsung bangkit dan memeluk kkoming lalu mengelus-elus bulunya. “Aku bisa digantung Nichan. Walau tak akan digantung, aku tak mau. Ini pemberian Nichan.”

Ryeowook langsung keluar. “Aku tak mau masak untukmu lagi!” katanya sambil berjalan keluar. Nadanya seperti anak kecil yang sedang ngambek.

Yesung langsung mengejarnya. “Ah, Wookie, jangan ngambek, dong! Kita rawat kkoming sama-sama. Aku kan juga sayang pada kkoming.”

“Tapi boleh aku panggil dia ddabong?”

“Boleh. Tapi kkoming tetap milikku, ya!” Ryeowook mengangguk. Lalu kembali ke dalam kamar.

Kyuhyun yang ada diruang santai hanya mengernyitkan dahinya. “berkelahi saja seperti anak kecil. Payah!” cibirnya lalu kembali menonton tv.

Dikamar Ryeowook mengurusi peliharaan Yesung kemudian dia keluar karena ada pesta ulang tahun Kibum. Sementara yang punya sedang tiduran dikasur sambil memandangi BB merah miliknya. Kemudian dia teringat saat pertama kali mendapatkan BB merah itu.

-=-  Paris -=-

Nichan sedang menonton Dream High sementara Minra sedang asik ber-BBM ria denganMinho.

“Onnie.”PanggilMinra. Nichan tak menggubrisnya. Dia tidak akan mengurusi orang lain kalau sudah menonton film.

“Onnie.” Panggil Minra lagi. Nichan hanya bergumam tak jelas. “Onnie‼” Minra berteriak memanggil Onnie-nya itu.

“Mm?”

“Aku sedang ber-BBM-an dengan Minhoku.” Pamernya.

“Lalu?” tanya Nichan datar.

“Kau tak iri padaku?”

“Iri? Minhokan pacarmu! Lagi pula aku tak menyukainya dan aku sudah panya pacar!” tegas Nichan lalu kembali pada aktifitasnya.

“Bukan itu maksudku!” kata Minra dengan nada putus asa. “Aku ber-BBM-an dengan pacarku. Kau? Kenapa kau tak mau berhubungan lagi dengannya?”

“Apa urusanmu? Itu urusanku dengannya!”

“Kau tak lagi mencintainya?”

“PARK MINRA‼” serunya emosi. “Tentu saja aku sayang padanya! Tapi apa kau lupa besok hari apa?” tanyanya mulai melembut.

“Besok adalah hari kematian Jungchan Oppa.”

“Ulang tahun! Bukan kematian!” serunya lagi tak terima. Nichan tak suka orang lain menyebutnya hari kematian kakaknya. Karena itu akan membuatnya sedih. Makanya dia lebih suka menyebutnya sebagai hari ulan tahun yang memang juga bersamaan dengan terjadinya kecelakaan yang merebut nyawa kakaknya.

“Itu hanya sehari, Onnie! Tapi kau tak menghubunginya sudah hampir 2 bulan. Itu keterlaluan.”KomenMinra.

“Aku sibuk, Minra-ya!”

“Selama 2 bulan ini kau memang sibuk. Tapi hari ini kau sangat sibuk untuk menonton film!”

“Kenapa kau cerewet, sih?”

“Sudah dari dulu, Onnieku yang tidak peka!” jawab Minra dengan imut. Nichan hanya memutar matanya. “Lupakan!”

“Onnie, aku kasihan pada Yesung Oppa!” katanya lagi. Nichan mulai jengah dengan pembicaraan ini.

“Wae? Jangan bilang kau malah menyuaki Yesung dan melupakan Minho.”

“ANIYA‼ aku tak akan melupakanChoiMinhokuitu! aku hanya kasihan padaYesungOppa. Minho bilang kalau dia seperti mayat hidup.”

Nichan sedikit kaget. “Yang benar bukan mayat hidup. Tapi orang bodoh!” koreksinya.

“Semua itu karenamu!”

“NA??! WAE??”

“Dia kehilangan semangat hidup! Dia itu ingin berbicara padamu. Dia sering salah saat latihan lagu barunya. Ryeowook Oppa curhat ke Minho kalau Yesung Oppa selalu mengucapkan namamu lebih dari 100x sehari. Dan katanya Yesung Oppa selalu mengigau namamu saat tidur. Ryeowook Oppa menyampaikan pesan tersirat Yesung Oppa. Dia merindukanmu.”

“Kau pikir aku tak rindu padanya? Kau tahu aku sedang dalam misi yang sangat penting! Sudahlah, kau tidur saja! Besok kita harus ke menaraEiffeldan musede Louvre! Jangan lupa! Lusa kau harus pulang ke Korea!”

“Aku sendiri?”

“Mau sama siapa lagi? Aku? Aku harus meeting untuk proyek terbaruku!”

Minrapun segera tidur nyenyak dikasurnya. Nichan masih duduk di meja kerjanya sambil memandangi BB Torch putih miliknya. Lebih tepatnya tulisan nama Yesung di belakang layar slide hp itu.  Dia teringat saat dia bertukaran HP dengan Yesung.

*Flashback*

1 mei 2010 – Ruang Latihan Super Junior

Yesung sedang berlatih koreografi bonamana. Setelah itu, dia memarken BB torch putih yang dia dapat dari fans.

“Lihat! Aku dapat BB dari fansku!” pamernya pada Ryeowook.

“Aku dapat iPad!” ujar Heechul sambil menjulurkan lidahnya karena tak mau kalah pada Yesung.

“Hyung, pinjam, ya!” kata eunyuk. Dia lalu melihat-lihat. “Hyung, kenapa tak punya pulsa?” serunya tiba-tiba.

Yesung hanya mengernyitkan dahinya. “Waeyo?”

“Aku kan tak bisa menelpon pacarku tersayang!” ujarnya sambil memanyunkan bibirnya. Yesung langsung menjitak kepalanya. “Kaukan punya HP sendiri.”

“Menghemat, Hyung!” jawabnya sambil cengingisan. Yesung lalu asik mengetikan sesuatu di HPnya. Tak lama HP milik Eunhyuk berdering. Ia segera mengambilnya. 1 pesan masuk.Danlangsung saja…

“AKUDAPATKIRIMANPULSAGRATIS‼100.000WON‼” ucapnya kegirangan.

“Berterimakasih padaku!” ujar Yesung. Eunhyuk menatapnya bingung. “Wae?”

“Aku membelikannya untukmu!”

“Jongmal? Hyung gomapta! Kau Hyung terbaik!” ujarnya. Leeteuk dan Heechul berdeham meminta pujian. Dasar Eunhyuk yang tak peka tidak mengerti suasana.

Langsung saja Heechul mendekatinya dan menoyor kepalanya. Eunhyuk hanya dapat meratapi nasibnya. “Karena kau membelikanku pulsa, aku akan mengajakmu makan!” jawab Eunhyuk ceria.

Semua member langsung menatapnya heran. Tak mungkin Eunhyuk raja pelit mau mentraktir makan. Kira-kira begitu yang para member pikirkan.

“Kau? Apa karena toyoran dari Heechul?” tanya Leeteuk heran.

“Tentu. Aku juga akan mengajak member yang lain makan bersama.”

“JINJA??” tanya yang lain serempak.

“KarenaYesungHyungmembelikan aku pulsa 100.000 won, artinya kantongnya tidak tipis. Makanya aku mengajak kalian makan, biarYesungHyungyang bayar karena punya banyak uang.” Setelah selesai mengatakan itu. ada sepatu yang menyapa kepalanya.

“Apa hubungannya membelikanmu pulsa dan mentraktir makan? Seharusnya kau yang mentraktirnya makan!” hardik Nichan yag tiba-tiba sudah ada di ruang latihan.

“Jagi, kenapa kau kesini?” tanya Yesung.

“Tak suka?”

“HAENGBOKHADA‼” serunya ceria. Selanjutnya Nichan dan Yesung mengobrol berdua dipinggir. Sementara yang lain berlatih lagi.

Tiba-tiba terdengar lagu ‘It Has To Be You’ yang berasal dariHPYesung. diapun segera mengangkat teleponnya yang ternyata dari ibunya.

Sementara Yesung berbincang dengan ibunya, Nichan ditelepon oleh asistennya. Mereka selesai disaat yang bersamaan.

Nichan tak sengaja melihat hp Yesung. “Kau pakai BB juga, Oppa?”

Yesung menoleh dan mendapati Nichan memegang BB berwarna merah. “Ne. kau juga, ya?”

Nichan mengangguk. “Warna merah. Kesukaanmu,kan?” Yesung hanya mengangguk. “Kau dapat putih, ya? Lucunya.” Seru Nichan lalu meraih BB milik Yesung.

“Aku sebenarnya mau membeli yang ptuih. Tapi aku melihat ada yang merah. Aku beli yang merah saja.”

“Wae? Tapi kaukan suka warna putih.”

“Memang aku suka putih. Tapi merah warna kesukaanmu.”JelasNichan.

“Kau beli warna merah karena aku?” seru Yesung berbinar. Nichan hanya menaikan alisnya. Yesung langsung memeluk Nichan.

“Tak kusangka itu karena aku.” Nichan melepas pelukannya. “Tapi melihatmu memakai warna putih aku mau memiliki yang putih. Apa kau membeli karena tak ada warna merah?”

“Ani. Aku dapat dari clouds. Mungkin dia tahu aku memiliki yeoja yang sangat suka warna putih. Dan membelikanku warna putih agar terus ingat dengan yeojaku.” Ujarnya sambil tersenyum.

“Tak mungkin dia tahu. Kalau dia tahu pasti orang lainpun tahu. Dan matilah aku.”

“Jagi, aku ingin yang merah sebenarnya. Bagaimana kalau aku cat?” tanya Yesung bodoh,

“Cat saja! Paling nanti rusak.”

“Memangnya kau, kalau punya barang tidak pernah awet?” Yesung dan Nichan terkekeh.

“Bagaimana kalau kita bertukar?” tanya Yesung tiba-tiba.

“Bertukar BB?”

“Ne. jadi kau pakai yang putih dan aku yang merah. Tapi kita pakai ini hanya untuk kita berkomunikasi. Hanya kita berdua.” Nichan terlihat berpikir. Akhirnya dia mengangguk.

Setelah bertukar, Nichan menemukan bahwa BB putih itu tidak biasa. “Oppa, kelihatannya BB ini dipesan khusus untukmu. Apa tidak apa-apa?”

Yesung mengernyitkan dahinya. Dia melihat ada ukiran namanya di casing belakang layar BB putih itu. dan terlihat jelas kalau itu pesanan.

“Tak apa. Anggap saja itu alat pengingatmu. Supaya kau selalu ingat padaku. Karena aku selalu ingat padamu.” Ujar Yesung lalu tersenyum. Nichan ikut tersenyum.

-=.=-

“Jagiya, aku disini. Apa kau mendengarku? Aku merindukanmu disini…Saranghae” ujar Yesung dan Nichan bersamaan meski mereka berada dibelahan dunia yang berbeda.

-=.=-

Nichan dan Minra duduk di taman dimana mereka bisa memandang musede Louvredan menaraEiffel. Mereka berkunjung kesini karena ini adalah 3 tempat kesukaan Jungchan.

Oppa aku datang. Apa kau rindu padaku? Aku sangat merindukanmu, Oppa. Hari ini tepat 2 tahun kau meninggalkan kita semua.

Oppa apakah appa dan eomma sudah mengunjungimu? Kalau belum mereka akan mengunjunimu nanti.

Oppa apa kau bisa memberitahukanku dimana tempatmu berisitirahat? Appa menolak untuk memberitahukanku.

Oppa, andai waktu dulu aku ikut denganmu pergi ke Paris dan tidak memilih mengurus perusahaanku di Korea, pasti kau masih disini.

Nichan meneteskan airmata. Menyesali keputusannya 2 tahun lalu itu. Minra memeluknya.

“Onnie, kau pasti menyesali keputusanmu itu lagi, kan?” ujarnya. Nichan mengangguk. “LupakanlahOnnie! Semuanya sudah terjadi dan sudah lewat. Kalau Junngchan Oppa tahu, dia pasti tidak akan menyalahkanmu!” Minra mencoba menenangkan Nichan.

“Aku hanya tidak bisa untuk tidak menyesalinya.”

“Sudahlah, Onnie. Lebih baik kita makan sekarang! Kau belum sarapan, kan?” Nichan hanya menggeleng. Akhirnya mereka menuju café yang biasa mereka datangi.

Mereka memilih tempat diluar ruangan. Disana Nichan masih kekurangan semangat. Dia hanya bermain dengan garpunya.

“Onnie, kau mau makan apa?”tanyaMinra sambil membaca buku menu.

“Terserah kau.”

“Baiklah aku pesankan barbeque dan lemon squash saja!” Nichan hanya bergumam. Setelahnya Minra memesan makanan.

“Setelah ini apa kau ada meeting?” tanya Minra sambil ber-BBM dengan Minso.

“Ada di Jepang.”

“Onnie kenapa kau sering meeting di luar negeri akhir-akhir ini?”

Nichan hanya menghela nafas. Wajahnya semakin muram. “Perusahaanku ada di perbatasan antara bertahan atau tidak.”

-=.=-

Yesung sedang bersiap untuk perform Super Junior. Ryeowook berjalan mendekatinya.

“Hyung, apa kau yakin baik-baik saja?” tanyanya.

“Gwaenchana, Wookie-ya!”

“Tapi aku tidak yakin!”

“Gwaenchana!”

“Kau bisa melakukan perform dengan baik,kan?”

“Tentu!”

“Tidak akan salah, kan?”

“AKU BISA,KIM RYEOWOOK‼” serunya marah. Ryeowook kaget dan semua mata tertuju padanya sekarang.

“Yesungie, waeyo?”

“Gwaenchana, Hyung!” jawab Ryeowook. Yesung hanya menghela nafas sambil mengatur emosinya.

Leeteuk mendekati Ryeowook dan mengajaknya menjauh dari Yesung. “Gotjimal! Apa Yesung punya masalah?”

“Dia lost contact dengan Nichan, Hyung!” jawabnya setengah berbisik.

“Sudah berapa lama?”

“Sekitar 2 bulan, Hyung.”

“Mereka lost-contact selama itu? Bukannya mereka lost-contact paling lama 5 hari?”

“Ne! Biasanya Nichanakan mencari kabarYesungHyungmelaluiku. Tapi sudah 2 bulan ini dia tidak menanyai kabar Yesung Hyung.”

“Jinja?” tanya Leeteuk ingin memastikan. Kemudian dia memanggil Heechul.

“Heechul-ah, apa kau tau kira-kira dimana Nichan?”

“Kenapa kau tanya padaku?”

“Kaukan sepupunya.”

“Tapi apa aku harus tau keberadaannya.”

“Ayolah, dongsaengmu menderita karena ini.”

“Dongsaeng?” tanyanya tak mengerti Leeteuk-pun menunjuk Yesung yang hanya menatap BB miliknya dengan tatapan merana. “Yesung?”

Leeteuk mengangguk. Heechul tak sengaja melihat kalender yang menunjukan tanggal 22 Agustus.

“22 Agustus? Rasanya ada yang aneh.”UjarHeechul.

“Aneh apanya? Kalau tanggal 21 tanggal ulang tahun Kibum. Tapi sekarang tanggal 22 agustus.”

“Aku tahu itu! kemarin katakan merayakannya di dorm! Tapi bukan itu. rasanya pernah terjadi sesuatu pada tanggal22.”Terangnya. Lalu dia berpikir.

“BAHTA‼” teriaknya. Leeteuk kaget mendengarnya. Sementara yang lain mengacuhkannya karena sudah biasa Heechul teriak tiba-tiba.

“Wae?”

“Tanggal 22 adalah hari ulang tahun Jungchan.”

“Jungchan nugu?”

“Dia Oppanya Nichan.”

“Lalu?”

“Kurasa ia adadi Paris. Sama seperti tahun lalu dia pergi ke Paris untuk merayakan ulang tahun Oppanya.”

“Kenapa harus ke Paris?”

“Dulu, Nichan dan Jungchan sering liburan ke Paris. Dan 2 tahun lalu, Nichan tidak ke Paris untuk merayakan ulang tahun kakaknya. Dan saat Jungchan dalam perjalan ke Eifel, dia kecelakaan hingga akhirnya dia meninggal.”

“Meninggal?”

“Ne. Tapi Jaekyong ahjusi dan Ahrim ahjuma tidak memberitahu Nichan dan Minra dimana Jungchan dimakamkan. Jadi mereka ke Paris untuk merayakan ulang tahun sekaligus memperingati hari kematian Jungchan.”

“Begitu ceritanya? Lalu kenapa sampai 2 bulan Nichan tidak memberi kabar?”

“Mollayo. Biasanya hanya dari tanggal 21-23 saja.”

“Super Junior 5 Menit On Stage!” AD memperingatkan mereka. Kemudian mereka berjalan dengan semangat menuju back-stage. Tapi tidak dengan Yesung yang berjalan dengan gontai.

-=.=-

Minra kaget. “Jongmalyo?”. Nichan hanya mengangguk lemah.

“Kenapa Onnie tidak pernah cerita padaku?”

“Aku tak mau kau khawatir.”

“Tapi…”

“Sudahlah, aku bisa mengatasinya sendiri!”

“Ini adalah sifat yang tak aku suka darimu! Kau tidak bisa melakukannya sendiri, Onnie!”

“Kau sudah berapa lama kenal aku?”

“Sejak aku lahir.”

“Dan kau tidak tahu sifatku?”

“Kita jarang tinggal bersama! Kau lebih sering bersama Jungchan Oppa dan aku lebih sering bersama Eomma!”

“Apapun katamulah!”

“Onnie, apa kau butuh bantuan? Apa kau sudah cerita pada appa ataupun umma?”

“Kalau aku cerita, perusahanku akan selamat. Tapi sahamnya sudah bukan milikku. Kau tahukan kalau mereka tidak suka aku mendirikan perusahaanku sendiri.”

“Onnie sabar, ya! Kalau kau butuh bantuan, bilang padaku. Mungkin aku bisa membantu!” ujar Minra sambil memeluk Nichan.

“Gomawoyo!”

Akhirnya mereka makan dengan senang dan dengan bercanda-canda.

-=.=-

Minra dan Nichan pergi ke bandara. Pesawat Minra berangkat lebih dulu menuju Seoul.JadilahNichanmenunggu sendiri pesawat yang akan membawanya ke Jepang.

Karena bosan menunggu di ruang tunggu, dia menuju coffee-shop yang ada dibandara. Dia memesan 1 hot vanilla-chocolate. Dia duduk di dekat jendela. Dia mengamati orang-orang yang berlalu lalang.

Dia sangat menikmati masa pergantian musim panas menuju musim gugur di Paris. Sayang dia harus pergi ke Jepang untuk meeting.

Saat tidak sengaja memandang ke kasir dia melihat orang yang mirip Jungchan. Dia mengejar pria itu.

Tapi sayang, pria itu lepas dari pandangannya. “Oppa-ya!” panggilnya lirih.

Setelah mendengar panggilan dari operator bahwa pesawatnya akan segera berangkat, dia berjalan gontai menuju pesawat.

-=.=-

Karena performance Yesung sedikit kacau, dia dimarahi oleh managernya. Saat dia dimarahi, dia sama sekali tidak mendengarkannya. Dia terus memikirkan Nichan.

“Jongwoon-ah, apa kau mendengarku?” Yesung tetap belum sadar. “JONGWOON-AH‼”  baru setelah itu dia sadar.

“Wae?”

Manager hanya bisa menghela nafas. “Kau pulanglah! Aku akan membatalkan semua jadwalmu hari ini.”

KalauYesungsedang normal, dia pasti akan menolak dengan keras. Tapi sekarang dia hanya mengangguk lemas dan berjalan gontai. Sementara manager hanya geleng-geleng.

Di dorm, Yesung tiduran di kamarnya. Dia memijat-mijat kepalanya.

“Ada apa dengaku hari ini? Aku kacau sekali!” dia memejamkan matanya. Sosok Nichan lansung muncul.

“KKOMA-YA‼” serunya frustasi. “KKOMA-YA NAEGA NEOMU BOGOSHIPOYO‼” teriaknya.

Kemudian dia terkekeh lemah. “Kau puas sekarang? Kau sudah bisa membuatku gila,NaeuiKkoma! Chukahamnida Park Nichan-sshi‼” ujarnya lemah sambil memandang foto Nichan di layar hpnya.

 

“KAU! Anak kecil yang membuatku gila! Hari ini 22 Agustus 2011 jam 1 siang. Aku mengakui kalau kau sepenuhnya menguasaiku. Otakku gila karenamu. Dan karena itu semua kau harus bertanggung jawab, kkomaku sayang.” Dan akhirnya dia terlelap sambil memeluk hapenya itu.

-=.=-

Sekitar jam 3 pagi. Dia sudah tiba di jepang. Dia memanggil taksi dan pergi ke hotel terdekat. Setelah memasuki kamarnya, dia langsung terlelap di kasurnya.

Paginya, saat di depan lift, tanpa sengaja dia dengan bertemu dengan Onew. Onew kaget bisa bertemu dengan Nichan, karena sebelumnya dia mendengar bahwa Nichan dan Yesung mengalami lost-contact.

“Jinki-ah! Kau ada disini?”

“Nichan-ah, kumohon panggil aku Onew!”

“Shireo! Orang tuamu kan memberi nama lee Jinki!”

“Apapun katamulah!”

“Ya, sudah! Aku pergi dulu! Aku ada urusan penting. Jal ga!” ucap Nichan sambil melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam lift.

Tak lama Minho datang menghampiri Onew. “Hyung, kenapa tidak masuk?”

“Aku.. bertemu dengan Nichan!” ucapya terbata-bata.

“Nichan? Park Nichan?” tanyaMinhosedikit kaget. Onew hanya mengangguk. “Sudahlah, lebih baik kita bersiap untuk KPOP festival!”

Dikamarnya, Onew langsung menelepon Leeteuk. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya teleponnya tersambung.

“Yoboseo!”

“Yoboseo, Hyung! Ini aku Lee Jinki!”

“Ah, Jinki-ah!UriOnew, wae gurae?”

“Apa benar Nichan danYesungHyunglost-contact?” tanya Onew langsung sementara Leeteuk hanya menghela nafas. “Ne.”

“Apa mereka putus?”

“Kata Ryeowook sih tidak. Dan sepertinya kata putus belum terucapkan. Tapi aku tidak tahu pasti. Waeyo?”

“Ani. Aku baru saja bertemu dengan Nichan di hotel.”

“JINJA??!” tanya Leeteuk kaget. Onew hanya mengumam membenarkan.

“Seperti apa keadaannya?”

“Terlihat seperti biasa. Tidak ada yang berubah.”

“Jongmalyo?” tanya Leeteuk prihatin. “Tidak seperti Yesung disini. Dia jadi lebih emosional selalu hilang semangat. Aku merindukan Yesungku yang dulu.”

“Tapi, Hyung! Walau terlihat ceria, saat aku memandang matanya, dia seperti memeliki beban yang sangat berat.”

“Keuraeyo?”

“Ne. oh, Hyung sudah dulu, ya! Aku harus melakuakan rehearseal sekarang. Anyeong, Hyung!”

“Ne. SHINee figthing!”

Disana Leeteuk hanya menghela nafas sambil mengasihani nasib dongsaengnya

-=.=-

Setelah 3 jam meeting dengan perusahaan jepang, Nichan keluar dari gedung itu. pihak Inter belum memberikan jawaban. Besok akan dilanjutkan meeting penentuan.

“Semoga Inter mau bekerjasama dengan perusahaanku. Karena Inter adalah harapan terakhirku. Kalau Inter menolak, hancurlah perusahaanku.”

Nichan memutuskan untuk berkeliling kotaTokyo. Dia tak sengaja melihat sebuah gedung yang dipakai untuk pemotreran Bijin.

Dia ingat bagaimana dulu dia menemani Yesung menjalani aktifitasnya selama di Jepang. Dia hanya tersenyum miris.

“Oppa mianhaeyo! Aku tidak menghubungimu 2 bulan ini. Asal kau tahu aku selalu memikirkanmu!”

Ucapnya dalam hati. Dia melanjutkan berjalan hingga dia melihat papan pengumuman tentang adanya KPOP festival.

Dia mengambil BB torch putih miliknya. Melihat foto Yesung

 

“Disana pasti banyak yang memujimu dan Super Junior. Kausenangkan?” tanya Nichan pada foto Yesung.

Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke hotel. Dia berjalan gontai. Bahkan saat SHINee lewat dia tidak menyadarinya dan terus berjalan gontai menuju kamarnya.

-=.=-

Yesung bangun dari tidurnya. Dia melihat sekarang jam 12 siang. “Bukannya tadi aku tidur lebih dari jam 1 siang?” tanyanya bingun.

Dia keluar kamar dan dia melihat sekarang tanggal 23. “MWOYA??! Aku tidur hampir 24 jam?” serunya panik. Dia langsung menelpon Ryeowook.

“Yoboseo”

“Yoboseo”

“Yesungie Hyung‼” serunya gembira.

“Ne. jigeum oddieya?”

“Kita sedang rehearseal untuk Music Bank, Hyung. Waeyo?”

“Kenapa kau tidak membangunkanku?”

“Tidak diijinkan oleh Leeteuk Hyung! Lagipula kau jarang tidur akhir-akhir ini. Kebetulan kau tidur pulas, makanyaLeeteukHyungmelarangku membangunkanmu! Lagipula kau tidak melihat lingkaran hitam dimatamu semakin pekat?”

“Arrayo!”

“Yesungie, jangan datang kemari! Istirahat! Schedule nanti malam baru kau boleh ikut. Arra?” tiba-tiba Leeteuk sudah memperingatkan Yesung.

“Arrayo. MEMBERDEUL FIGHTING‼” serunya lalu segera memutuskan sambungan telepon.

Merasa bosan, Yesung memilih untuk bermain internet. Dia membuka fansite Super Junior. Banyak berita tentang ulang tahun Kibum dan ulang tahunnya besok. Dia menghela nafas.

“Nichan-ah! Apa kau akan ingat ulang tahunku besok?”

Dia melihat berita tentang KPOP festival. Dia membuka websitenya yang merupakan fansite SHINee ada gambar tentang kedatangan SHINee saat persiapan, di hotel, dan saat rehearseal.

Yesung mengamati foto-foto itu. saat diamati ada wajah Nichan yang tak sengaja terfoto disitu. Yesung shock melihat Nichan disitu.

Dia mencari tahu siapa saja yang akan menjadi guest star dia acara itu, tapi tidak ia temukan. Ia langsung menelepon Leeteuk.

“Yoboseo” jawab  yang diseberang

“Hyung, apa kita akan mengisi acara di KPOP festival jepang?”

“Jepang? Aniyo. Kitakan masih sibuk tentang 5jib. Waeyo?” Yesung langsung menutup teleponnya.

“Apa aku harus ke Jepang untuk menemuimu?” tanya Yesung sambil menatap foto Nichan.

-=.=-

EsoknyaNichanmendapat kabar dari asistennya bahwa meeting akan dilakukan jam 12 tidak sesuai jadwal yang seharusnya dilakukan jam 10 siang.

Nichan berbaring santai di kasurnya. Dia sudah menyiapkan bahan meeting untuk hari ini. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang menganjal hatinya. Dia merasa lupa akan sesuatu.

Tak berapa lama seseorang datang mengunjunginya. Ternyata asisten hwang yang datang. Nichan mempersilahkannya masuk. Kemudian mereka mulai mendiskusikan tentang apa yang akan mereka lakukan saat meeting nanti.

Sekitar jam 11 mereka berangkat menuju perusahaanInter.Sebelummasuk ke dalam gedung Nichan berdoa terlebih dulu.

Tuhan, semoga mereka mau bekerja sama denganku. Tuhan, berikan aku kemudahan untuk semua ini. Semoga aku bisa menyelamatkan perusahaanku dan orang-orang yang percaya dan selalu membantuku.

Setelahnya Nichan dan asistennya masuk untuk perusahaan mereka.

-=.=-

Sekitar jam 3 pagi terdengar suara keributan didorm bawah. Ternyata Kyuhyun dan Heechul sedang bertengkar.

Yesung merasa bingung tumben Heechul ada di dorm bawah. Tapi Yesung langsung melupakan pertanyaan itu karena perkelahian semakin rusuh.

“KAU BILANG INI BERSIKAP BAIK DENGANKU??!ININAMANYABERSIKAP SETAN,KAUTAHU??‼” teriak Heechul sambil melempar bantal sofa.

Kyuhyun menangkis bantal itu, dan melemparkan balik. “BUKAN YANG INI. SALAH SIAPA KALAU AKU MEMBERI LELUCON TAK KAU DENGAR??”

Heechul pergi mengambil beberapa sepatu untuk amunisinya. “LELUCONMUITUTIDAKLUCUSAMA SEKALI‼”

“LAGIPULAKAUSELALUDEKATDENGAN HONGKI‼DIABUKAN MEMBER TAPI KENAPA KAU LEBIH DEKAT DENGANNYA??!”

“DIAPEDULIPADAKU‼”

“MEMANGAKUTIDAK??‼”

“MEMANGTIDAK‼KAUITUMAGNAEKURANGAJAR‼”

“KAUHYUNGMENYEBALKANDANJELEK‼”

Dan perkelahian itu tetap berlanjut sambil saling melempar sepatu. Yesung pergi ke dorm atas untuk mencari bantuan. Tapi saat melewati kamar Kyuhyun, pintunya tiba-tiba terbuka.

“Saenggil chukahamnida, saenggil chukahamnida, saranghanenun Yesungie, saenggil chukahamnida…”

Seluruh member termasuk Heechul dan Kyuhyun menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Sementara Ryeowook membawa roti ulangtahun. Yesung hampir menangis dibuatnya. Matanya sudah sembab.

Satu persatu dari mereka memeluknya lalu mengucapkan ucapan selamat. Kemudian saatnya meniup lilin.

“Yesung-ah, jangan lupa permohonanmu!”

Yesung memejamkan matanya. Kemudian dia mulai mengucapkan doanya dalam hati.

“tuhan, semoga Super Junior selalu sukses dan semakim sukses dalam 5-jib ini. Dan tuhan semoga aku dan Nichan bisa selalu bersama.”

Diapun meniup lilinnya. Semua bersorak gembira. Setelahnya mereka asik berpesta. Sementara, Yesung memilih untuk menyendiri di balkon.

Dia melihat foto Nichan dari hapenya. Kemudian di lihatnya bintang yang mulai menghilang.

“Apa kau mengingat kalau hari ini ulang tahunku?”

-=.=-

Nichan keluar dari gedung Inter dengan senyum yang mengembang. Inter memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaannya.

“Chukahamnida, agasshi! Usaha anda selama 2 bulan ini tidak sia-sia.” Ujar asisten Hwang sambil tersenyum tulus.

“Ini juga berkat bantuanmu, asisten Hwang!” ucap Nichan masih sambil tersenyum bahagia. “Kau pulanglah ke Korea!Danurusi urusan sisanya! Kau bisa, kan?”

“Algeshmnida, agashi! Keurom, saya pergi!”

Nichan langsung melangkahkan kakinya setelah asisten hwang pergi. Tanpa sadar ia berjalan menuju KPOP festival.

Dia menatap gedung itu. lalu dia berjalan memasuki gedung itu. di dekat pintu masuk ada standMissA.berita paling bayak adalah berita Suzy bersamaKimSoohyundalam drama ‘Dream High’.

Selanjutnya ada B2ST. Nichan langsung mencari tentang Yoseob. Hanya sedikit yang ia temukan. Disana ada pro dan kontra tentang hubungan Junhyung danGuHara.

Nichan mencari stand MBLAQ. Sedang ada perbincangan seru tentang Monalisa terlebih perubahan Cheondung.

Tanpa sengaja Nichan melewati stand Super Junior. Kakinya melangkah mendekatinya.Didepan stand itu ada banyak ucapan harapan dari fans untuk ulang tahun Kibum dan keluarnya 5jib.

Nichan berjalan semakin ke dalam. Ada topik Yesung disitu. Nichan melihat satu-satu berita tentang Yesung. Hingga akhirnya rencana clouds tentang ulang tahun Yesung hari ini.

Nichan kaget. Dia hampir melupakan ulang tahun Yesung. Matanya mulai memanas dan dia mulai menangis.

Dia langsung berjalan keluar. Nichan langsung pergi ke bandara. Dia mencari tiket keberangkatan menuju Seoul yang tercepat. Namun sayang tiket untuk jam 17.30 sudah habis. Yang tersisa adalah penerbangan terakhir yaitu jam setengah delapan malam.

Di ruang tunggu, Nichan menangis. Dia menyalahkan dirinya atas kebodohannya. Karena terlalu sibuk memikirkan perusahaan dia jadi melupakan Yesung.

Dia menelepon asisten hwang.

“Yoboseo” jawab dari sebrang.

“Apa kau bisa melakukan sesuatu untukku?”

-=.=-

Super Junior selesai tampil dari Music Core. Mereka langsung pulang menuju dorm. Tapi tidak dengan Yesung yang hari ini latihan musikal. Karena besok dia harus tampil.

Yesung merapikan barang-barangnya dengan lemah. Dari situ Leeteuk tahu bahwa Nichan belum juga mengucapkan selamat ulangtahun untuknya. Dia hanya bisa menghela nafas.

“Yesung-ah! Bersemangatlah! Kalau kau seperti ini, clouds akan kecewa!” ujar Leeteuk mencoba memberi semangat. Biasanya kalau Leeteuk bicara seperti ini Yesung akan kembali semangat, tapi Yesung hanya mengangguk lemah.

Yesung kemudian pergi untuk latihan musikal. Dia mencoba untuk professional. Tapi dia belum bisa menjiwai lagu itu dengan baik hingga akhirnya latihan diselesaikan.

Yesung meminta maaf kepada sutradara dan yang lainnya karena sudah menyusahkan. Yesung lalu pulang ke dorm melalui rute tercepat. Yaitu melewati rumah Nichan.

Dia berhenti sebentar. Dia melihat rumah itu. setetes air mata jatuh ke pipinya. “Jigeum oddieya? Aku sangat merindukanmu, kkoma-ya!”

Sekitar jam 10 malam Yesung sudah sampai di dorm. Dia langsung tidur saat badannya menempel pada kasur.

-=.=-

Jam menunjukan 10.30 KST. Nichan langsung mencari keberadaanAsistenHwangyang ia temukan didekat pintu keluar

“Maaf menganggu waktu istirahatmu.”

“GwaenchanaAggashi! Saya sudah siapkan semua yang anda pesan.” Katanya. Lalu mereka masuk kedalam mobil. Dan pergi ketempat Nichan ingin berada.

-=.=-

Sekitar jam setengah 12 malam, Yesung terbangun. Dia berjalan menuju balkon. Dia melihat kearah jalan raya yang sudah sepi. Dia melihat bintang.

Entah kenapa saat dia merindukan Nichan, dia akan melihat bintang. Yesung beranjak menuju sofa. Dia memijat pelipisnya yang terasa pening.

ajikggaji mothaejun geumal moki meyeo sikeunhan geumal nuguboda saranghae ojik neowa na nannana nannana nanna

i sungani haengbokhae jeongmal naege waseo gomawo jeongmal nareul da julhan saram ojik neowa na nannana nannana baro neo

hapenya berdering. Sejenak dia bingung kenapa BB merah miliknya bisa berbunyi. Padahal hanya Nichan yang mengetahui nomor itu.

tanpa pikir panjang dia langsung berlari mengambil hape miliknya yang tergeletak di kasur.

-=.=- Naeui Kkoma -=.=-

Yesung sangat senang dibuatnya. Dengan segera dia mengangkat telepon itu.

“Yoboseo..” ucapnya hati-hati. Sesaat tak ada jawaban. Yesung sangat khawatir bila Nichan akan memutuskan sambungan telepon sebelum ia sempat mendengar suaranya.

“Oppa-ya! Apa kau mendengarku?” tanya Nichan lirih dari seberang. Yesung hampir menangis mendengarnya.

“Keuraeyo! Aku bisa mendengarmu dengan jelas. Jigeum oddieya?”tanyanya sambil menitikan airmata.

“Aku ada didekatmu.”

“Jongmalyo? Apa aku bisa mendekatimu lalu memelukmu?”

“Ne.” sesaat tidak ada yang mereka bicarakan lagi. “Apa kau bisa turun ke basement?”

Yesung langsung turun menuju basement.

“Aku akan kesana!”

“Gidarilge, Oppa!” jawab Nichan lalu hendak menutup teleponya.

“Jangan tutup teleponya!” sergah Yesung. Nichan langsung memasang hpnya ketelinga lagi. “Aku tak mau saat aku turun kau pergi lagi, dan aku tidak bisa berbicara lagi denganmu!”

“Kkoma-ya‼” paggilnya.

“Ne??”

Begitu terus yang terjadi diantara mereka. Saat lift sudah sampai di basement, Nichan memutuskan sambungan telepon.

Yesung jadi panik dan bergegas keluar. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh basement. Tapi ia tidak menemukan siapa-siapa.

“Kkoma-ya?” panggilnya pelan. Tak ada jawaban. Dan Yesung terus mencari. Hingga akhirnya dia melihat sosok yang sedang memandang taman kecil didepan basement.

Dia mendekati sosok itu perlahan. Sosok yang sudah membuatnya hampir kehilangan akal sehatnya. Sosok yang selalu ia pikirkan dan tidak memikirkan hal lain selain gadis yang sedang memunggunginya.

“kkoma-ya!” panggilnya lirih. Nichan memutar tubuhnya menghadap Yesung. Mereka saling menatap satu sama lain untuk beberapa saat. Yesung lalu berlari mendekatinya dan memeluk Nichan. Tangisnya langsung pecah.

“Apa ini benar-benar kau, kkoma-ya?”tanyasambil tetap menangis.

“Ne. ini aku, kkoma-mu!” jawabnya sambil meneteskan air mata. Yesung semakin mengeratkan pelukannya.

Nichan melepas pelukannya. “Ayo, lebih baik kerumahku! Kau tak mau orang lain melihatnya.”

“Bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja, kan, selama aku tidak ada?” Yesung langsung melepaskan pelukannya

“YA‼ kautanyabagaimana keadaanku? Tak sadar kau sudah membuatku gila 2 bulan ini? Aku hampir gila karenamu! Aku bahkan tidak memikirkan hal lain selain dirimu!

Kau hilang begitu saja. Kau tak memberi pesan. Aku selalu mencoba menghubungimu tapi tak pernah kau balas!

Aku selalu memikirkan, dimana kau berada? Apa yang kau lakukan? Aku bahkan bertanya pada diriku sendiri apa kau mencoba melupakanku? Apa kau lelah dengan semuanya?

Tapi setiap pertanyaanku tak pernah menghasilkan jawaban. Apa kau tahu perasaanku saat itu? apa kau tahu keadaanku? Aku sekarat tanpamu!” jelasnya sambil menangis.

Nichan tak mempu menahan tangisnya lebih lama. “Uljima!” ucapnya sambil menghapus air mata Yesung.

“Mianhae. Aku tak bermaksud melakukan semuanya.” Katanya lalu menangis. Yesung menariknya dalam pelukannya. Mengelus-elus kepalanya dan punggungnya. Mencoba menenangkannya.

“Nado mianhaeyo!” ujar Yesung. Nichan masih terisak.

“Kajja! Kita kerumahku saja!” ajaknya. Lalu Nichan menggandeng tangan Yesung menuju mobilnya. Nichan mengandengnya dengan santai, tapi Yesung malah menggenggamnya dengan erat.

Dimobil, tidak ada sepatah kata yang terucap. Yesung merangkul pundak Nichan, sementara Nichan menyenderkan kepalanya di bahu Yesung.

Sesampainya di rumah Nichan, mereka duduk di diruang santai.

“Kenapa kau tak mengabariku 2bulan ini?” tanya Yesung mengawali percakapan.

“Mianhaeyo!” ucapnya penuh penyesalan. “Ada hal yang harus kuselesaikan, dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan untungnya semuanya sudah selesai.”

“Tapi kau pasti punya waktu, walau hanya untuk membalas pesan dariku, kan?”

Nichan tak menjawab dan hanya menunduk dalam-dalam.

“Apa kau berniat melupakanku dan meninggalkanku?” kontan Nichan langsung menatap Yesung yang sedang menatapnya dengan wajah memelas dan mata yang sudah tertutup air mata.

“A.. a.. aniyo! Aku tak pernah mempunyai niat seperti itu!” ucap Nichan hampir menangis sambil memanyunkan bibirnya. Yesung menariknya dalam pelukannya. Dia mengusap punggung Nichan lembut.

“Sudahlah! Aku tidak menuduhmu melakukannya. Aku hanya takut kalau kau akan.”

“Malja!” jawab Nichan sambil menggeleng.

Mereka melepaskan pelukannya. Nichan masih memajukan bibirnya. Yesung mencubit pipi Nichan gemas. “Neo neomu gwiyowo!” ujarnya sambil terkekeh.

“Aku suka melihatmu menangis lalu memanyunkan bibirmu. Kau terlihat imut!” Yesung tertawa. Nichan lalu tersenyum.

“Apa ada yang ingin kau katakan?” tanya Yesung.

“Menurutku kita akan mengatakan satu hal yang sama.” Ujarnya sambil tersenyum. “Kita katakan bersama. Hana, dul, set!”

“BOGOSHIPOYO‼” ujar mereka lalu berpelukan. Kmudian mereka tertawa bersama. Tak lama Yesung menatap Nichan serius.

“Harusnya kau mengucapkan satu hal lain yang juga penting!” Nichan hanya mengernyitkan dahinya bingung.

“Jangan lupa, kau melupakan ulang tahunku!” ujar Yesung ngambek. Nichan memasang wajah shock. Yesung lalu memanyunkan bibirnya, melipat tangannya didada, dan menyendarkan badannya disofa.

“Aku tidak melupakan ulang tahumu. Tapi hampir.” Ujarnya pelan dan sangat pelan dikata hampir.

“Neo jinja! Ini sudah hampir jam 12! Ulang tahuku akan berakhir sebentar lagi!”

Nichan lalu terkekeh. “Ayo ikut aku! Tapi jalannya mundur!” ujarnya sambil memberikan tanganya ke Yesung. Yesung menyambut tangannya.

“Kita berjalan mudur ke…?”

“Ke halaman belakang! Hana dul set!”

Kemudian mereka berdua berjalan mundur menuju halaman belakang sambil bergandengan tangan. Mereka banyak menabrak sesuatu. Perjalan menuju halaman belakang menjadi penuh tawa dari keduanya.

Mereka sudah sampai di pintu. Nichan membalikan badannya begitu pula Yesung.

Yesung terperangah menapatnya. Dia menatap Nichan tak percaya.

“Aku tak tahu harus melakukan apa. Karena kau suka menonton film, makanya aku memutuskan untuk membuat mini theater di taman belakang. Dan juga itu cukup gampang untuk disiapkan.”

“Tak kusangka kau melakukan ini untukku.” Ujarnya sambil mengeratkan genggaman tangannya.

“Maaf, aku hanya memberikan ini dan tidak lebih.”

“Cukup kau kembali ada disisiku sudah menjadi hal terbaik dari apapun.” Yesung menatap Nichan lalu tersenyum. “Kajja!” Yesung mengajak Nichan duduk untuk menonton film.

“Kita belum pernah nonton film bersama,kan?” tanya Yesung sambil memakan popcorn.

Nichan menggeleng. “Kau dan aku sama-sama terlalu sibuk. Lagipula kalau kita menonton di bioskop, matilah aku!” ujarnya sambil terkekeh.

Yesung duduk mendekati Nichan. Menaruh kepala Nichan dibahunya.

“Kau belum mengucapkan ulangtahun untukku! 3 menit lagi jam 12 malam dan sudah tidak tanggal 24 lagi.”

“Saenggil chukahamnida… saenggil chukahamnida, saranghanun uri Babo Yesung…” Mereka terkekeh saat mendengar babo Yesung. “Saenggil chukahamnida~.”

“SaenggilChukae,BaboOppa! Saranghae Jagiya!” serunya lalu mengecup pipinya.

“Gomawo, jagi! Nan neoumu haengbokhae. Hari ini kau memanggilku jagi, kau mengatakan ‘saranghae’ padaku. Dan kau mencium pipiku. Kau harusnya tiap hari melakukannya!”

“SHIREO‼”

“Neo jinja! Aku ini namjamu!”

“Lalu?”

“YA‼” teriaknya. Dia tak tahu mau mengucapkan apa lagi. Dia terlalu sayang untuk memarahi yeojanya lagi. “Sebenarnya aku sangat ingin kau orang pertama yang mengucapkan ulangtahunku. Tapi kau malah yang terakhir.”

“Kalau lagi perform, lagu terakhir adalah perform yang terbaik. Anggap saja aku seperti itu. yang terakhir yang terbaik.” Katanya sambil tersenyum.

Yesung terlihat berpikir. “Bahta‼” lalu menatap mereka. Tak sengaja mereka melihat ke manik mata satu sama lain.

“Asal kau tahu aku akan selalu mencintaimu sekalipun kau tak ada disampingku.”UjarYesung.

“Dan asal kau tahu, aku tidak pernah tidak memikirkanmu saat aku pergi. Walau ragaku jauh darimu, tapi sebenarnya aku selalu dihatimu.”

Yesung memejamkan mata dan mulai mendekatkan wajahnya pada Nichan. Nichan mengerti dan memejamkan matanya. Dan akhirnya bibir mereka bertemu dan hanya menempel begitu saja tidak lebih.

Tidak ciuman seperti biasanya. Tapi untuk Yesung dan Nichan, ciuman ini sungguh spesial.

Mereka tidak terlalu sering melakukan skinship. Bagi mereka lebih baik sesekali namun dalam suasana yang spesial.

Mereka melepas ciuman mereka. Mereka memandang satu sama lain. Lalu tersenyum. Mereka melanjutkan menonton film. Nichan bersandar pada bahu Yesung.

“Apa kau sudah mendengar lagu baruku?” tanya Yesung.

“Lagu baru apa? Kau rekaman OST lagi?” Nichan bertanya balik bingun.

“Kukira kau memang sangat sibuk. Bukan OST tapi, 5Jib.” Terangnya.

“JINJA?? 5Jib sudah keluar? Lagu andalannya apa?” Nichan mulai antusias.

“Mr.Simple.” Jawabnya singkat. “Apa kau tahu babtol sudah tutup?”

“Arrayo. Sudah jam setengah 1. Babtol pastilah sudah tutup.”

“Bukan itu. maksudku babtol memang tidak akan buka lagi.”

“Waeyo? Babtolkan sudah cukup bagus penjualannya.”

“Bumonimku bilang usaha restoran terlalu berat untuk mereka. Jadi sekarang sudah berganti lokasi dan nama menjadiHandeland Gratel. Sebuah coffee-shop.” Terangnya. Nichan hanya mengangguk-angguk mengerti.

“Lain kali ajak aku kesana, ya!” pinta Nichan dengan nada manja.

“Tentu kau harus mampir! Kemarin Kyuhyun sudah mampir.” Pamernya.

Kemudian mereka melanjutkan percakapannya dan tidak menonton filmnya. Hingga akhirnya mereka tertidur sambil berpelukan. Tak apa bagi mereka tidur di halaman dan tidak tidur di kasur yang empuk dan nyaman. Asalkan mereka bisa selalu bersama sudah menjadi kebahagian yang sangat besar bagi mereka.

Dimalam ulangtahunnya yang indah dan bertaburan bintang, Yesung mendapat hadiah special dari gadis yang paling ia cintai. Kebahagiannya memuncak saat gadis itu kembali dan tidak pernah meninggalkannya.

Bahkan mencoba untuk memberikan kejutan ulangtahun yang seadanya. Tapi semua terasa spesial karena gadis itu ada disampingnya untuk menemaninya.

Dansaat tidur , masing-masing dari mereka mengucapkan isi hati mereka dalam hati:

 

“Mianhae, jagi, karena aku sempat menghilang. Tapi asal kau tahu aku tidak pernah melupakanmu. Aku lakuakan apa saja untuk membuatmu bahagia. Saranghae, naeui babo namja!”

 

“Kau tahu, aku sangat beruntung bisa mendapatkan yeoja sepertimu! Walau kau sempat menghilang, tapi kau kembali lagi kepadaku. Gomawo, jagiya karena sudah kembali dan tidak melupakanku ataupun meninggalkanku! Saranghae yongwonhi, naeui agyeo kkoma!!”

 

 

-=.=- END -=.=-

 

This fanfiction is special for Yesung’s 27th birthday.

Lastly I want to say:

 

“Happy Birthday, Oppa! Wish You Always Get The Best!

Yesung Oppa, Fighting! Super Junior Fighting!

5Jib DAEBAK‼”

 

Saenggil chukae, Oppa! Saranghae, naeui Babo Oppa‼….

Advertisements