Tags

Author’s POV

Minso terlalu lelah memikirkan apa yang Nichan dan Byulhyun utarakan. Ia pun tertidur. Keesokan paginya. Ia tak menemukan Nichan dan Byulhyun. Kemudian ia merasakan bahunya ditepuk. Ia menoleh. Ada Minra dibelakangnya.

“Kau mau pergi kemana? Yang lain kemana?” tanya Minso.

“Aku ada kencan dengan Minho. Hehe. Byulhyun sedang ambil job. Dia dapat tawaran. Nichan Onnie sudah pergi ada meeting di Vancouver. Jadi pagi-pagi dia sudah berangkat ke bandara.”

Ting Tong…

Minso berjalan membuka pintu. Ternyata Minho datang untuk menjemput Minra.

“Anyeong, Onnie! Minranya ada?” tanyaMinho.

“Hmm. Dia didalam. Kau masuk saja. Aku mau keluar.” Kemudian ia pergi. Sementara Minho masuk untuk memanggil Minra.

~

Byulhyun sudah selesai menandatangi kontrak. Ia akan mengampuParanHigh School. Kemudian ia pergi kearah café Nichan, yang ia kunjungi semalam.

Dia melihat gedung didepannya. Entah kenapa ia merasa tak asing melihat gedung itu.

 

Byulhyun’s POV

Kudekati pintu gedung itu. tak terkunci. Kumasuki halamannya. Kulihat sekeliling. Ada loker kecil disudutnya. Tanpa kusadari aku melangkah mendekatinya. Pengamannya menggunakan angka kombinasi.

031287

Terbelesit angka kelahiran Kimmie. Iseng aku coba untuk membukanya.

KLEK…

Ternyata bisa. Kubuka lemari itu. ada beberapasuratdisana yang kurasa sudah lama ditarus disitu. Lalu ada boneka. Boneka yang berbentuk seorang yeoja. Boneka yang dulu selalu menemaniku. Kuambil lalu kudekap boneka itu. tangiskupun pecah.

“Appa~” lalu aku mengambil surat didalam loker itu. ada 3surat. Kubaca surat yang paling atas.

17 Maret 2009

Hyunnie,

Appa  rindu  padamu, nak. Pulanglah!

Appa  sayang  padamu.

 

29 Febuari 2008

Hyunnie,

Saenggil chukahamnida. Saenggil chukahamnida. Saranghaneun uri Hyunnie. Sanggeil chukahamnida.

Kudengar kau ke Korea. Jadi aku dan appa menyusul ke Korea. Berharap bisa bertemu denganmu. Tapi kita tidak mendapat  petunjuk.

Kuharap kau kesini dan membaca suratku.

Kapan kau pulang, jagi?

Pulanglah!

Aku selalu menunggumu!

Nega neomu bogoshipo. Saranghae  ♥

Kimmie

Aku menangis. Mianhae membuat kalian khawatir. Tapi aku sangat marah pada appa. Nado bogoshipo, Kimmie-ya!

Minso’s POV

Aku pergi ke kedai es krim didekat rumah Nichan. Aku memesan pesanan seperti biasa. Percakapanku dengan Nichan dan Byulhyun masih jelas terdengar dikepalaku.

Kucoba menhubungin Nichan. Namun tak aktif. Sedang dipesawat mungkin. Lalu aku mencoba menhubungi Byulhyun. Tapi sama saja. Minra? Ah, dia sedang kencan. Tak mungkin aku menghubunginya. Biarlah dia bersenang-senang. Lebih baik, aku ke apartment Minah Onnie.

Akupun pergi kesana. Kutekan bel dipintu. Tak lama kemudian pintu terbuka.BukanMinahOnnie, tapiLeeteukOppa.

“Anyeong, Oppa! Onnie ada?” tanyaku langsung.

“Ne.ayo masuk!” ucapnya

Ternyata Minah Onnie sedang memasak sarapan. Aku menghamipirinya ke dapur. Ternyata masakannya sudah matang.

“Jagi, aku pulang dulu.” Leeteuk Oppa pamit.

“Wae? Kau ada acara mendadak?”

“Aniyo! Aku takut mengganggu waktu kalian.”

“Lebih baik sarapan dulu.Ayo! Aku sudah masak untukmu.” Kamipun makan bersama. Setelah itu Leeteuk Oppa pamit.

“Jagi, aku pergi dulu, ya!” ucapnya pamit.

“Kajima, Oppa! Ceritaku menyangkut dongsaeng Oppa!” sergahku. Leeteuk Oppa terlihat kaget.

“Dongsaengku? Wae?” Lalu aku menceritakan semuanya. Yang Nichan dan Byulhyun pikirkan.

“Jadi apa masalahnya?” tanya Onnie setelah aku menyelesaikan ceritaku.

“Aku bingung. Apa aku menyukainya atau tidak.” Ucapu lalu memhela nafas.

“Menurutku kau pasti menyukainya.” Jawab Minah Onnie santai. Mataku membulat. Leeteuk Oppa juga terlihat kaget. Sedetik kemudian ia tertawa. Aku menggembungkan pipiku kesal.

“Mian. Maksudku, kau menyukainya hanya sekedar suka. Tapi aku tak tahu apa kau mencintainya atau tidak.”

“Memangnya suka dan cinta itu beda?” tanyaku. Lalu Minah Onnie duduk disampingku dan merangkul pundakku.

“Tentu berbeda. Kalau suka itu hanya sekedar suka. Tak ada yag spesial. Seperti aku. Kalau kau tanya aku siapa yang kusuka itu banyak. Contohnya aku suka pada rekan kerjaku dulu. Seunggi misalnya. Aku suka padanya karena dia baik dan mudah bekera sama.” Kulihat Leeteuk Oppa keget. Dan langsung menoleh kearah Minah Onnie dengan muka ditekuk.

“Tapi aku belum tentu sayang dan cinta padanya. Karena cinta itu special dan diberikan pada orang yang istimewa. Seperti kau, eomma, appa, dan Jungso. Arra?” jelasnya. Senyum cerah tersunggin di wajah Leeteuk Oppa sekarang.

“Kesimpulannya?” tanyaku yang masih sedikit tak mengerti.

“Bila kau suka belum tentu kau cinta. Tapi kalau kau cinta sudah pasti ada rasa suka didalamnya. Hanya kau yang bisa menjawab pertanyaanmu, Minso-ah! Karena alasan kita mencintai seseorang adalah rasa nyaman dan rasa bahagia.”

“Hanya rasa nyaman dan bahagia?”

“Kalau kau punya alasan untuk mencintai orang lain. Kau pasti punya alasan untuk membenci orang itu.”

~

Byulhyun’s POV

Aku memutuskan membawa pulang 1 surat yang belum kubaca. Lalu aku pergi ke sungai han. Sudah jam 2. Pasti Jun Mi sudah ada disana.

Aku naik bus untuk sampai disana. Ternyata Jun Mi belum sampai. Tapi tumben disini sepi?. Aku duduk di dekat jembatan. Aku memutuskan membaca surat yang tadi belum kubaca.

 

4 januari 2010

Hyunnie,

Apa kabar?

Apa kau masih marah padaku? Atau appamu?

Hyunnie, aku tau kau tidak kesini. Dari lubang pintu loker, surat-surat yag lalu masih belum tersentuh. Atau kau sengaja tak membukanya?

Hyunnie,

2 tahun ini aku selalu mencarimu. Tapi tak menemukanmu. Kau kemana? Bogoshipo, Hyunnie.

Aku sudah mencarimu kemana-mana. Aku sudah mencarimu di pulau jeju. Kau tahu? Rencananya aku ingin mengajakmu kesana. Tapi kau keburu pergi entah kemana.

Aku juga sering ke sungai han dan ke namsan tower. Itu tempat faforitmu diSeoul, kan? Aku ingin pergi kesana lagi bersamamu.

Hyunnie, pulanglah!

Ayo, kita bermain bersama lagi. Kita menari dan menyanyi bersama dengan iringan musik appa. Kita bersenang-senang lagi bersama. Aku akan mengajakmu ketempat-tempat yang kamu sukai. Lagipula, kau suka dengan pulau jeju, kan? Ayo kita kesana bersama.

Jagi. Apa boleh aku memanggilmu jagi? Aku sangat rindu mengucapkan kata itu. tapi tak tahu harus ku ajukan pada siapa selain dirimu.

Hyunnie, kami memutuskan kembali ke LA. Bukannya aku lelah mencarimu. Tapi aku juga tak mungkin terus berada di Korea. Lagi pula, eomma dan appa tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka terlalu lama.

Hyunnie, jaga dirimu baik-baik. Kalau aku menemukanmu dalam keadaan tak sehat, aku yang bersalah. Aku tak bisa menjaga dan melindungimu. Bagaimanapun juga, aku adalah tunanganmu.

Hyunnie, aku ingin kau tau, bila aku mencintaimu.  Neomu neomu neomu saranghae. Jagi-ya, saranghaeyo yongwonhi.

Na ajikdo noreul jiul su eobseo (I still can’t erase you)

Jakku jakku niga saenggakna (I keep thinking about you)

Niga neomu bogoshipo (I really miss you)

Saranghae yongwonhi…

Gidarilgeyo,LeeByulhyun…

Love,

Kimmie

Aku menangis lagi. Mianhae aku sudah merepotkanmu, Kimmie. Nado bogoshipo, Kimmie.

Cukup lama aku menangis. Kemudian kuhapus airmataku. Lalu kumasukan surat itu.

“Onnie? Waeyo? Uljima!” tanya Jun Mi yang ternyata sudah ada disampingku.

“Aniyo! Gwaenchana!” jawabku sekenanya.

“Onnie, bagaimana kalau kita main ice skating. Supaya Onnie tidak sedih lagi. Otthe?” tawarnya. Ice skating? Dulu aku sering ber-ice skating bersama Kimmie dan appa. Tidaklah. Daripada nanti aku menangis lagi.

“Aniyo! Nan gwaenchana. Lagipula aku sedikit trauma. Dulu aku pernah bermain ice skating lalu arenanya pecah dan aku tenggelam. Jadi sampai sekarang aku sedikit trauma.” Ucapku jujur.

~

Super Junior Dorm 11th floor.

Kyuhyun’s POV

Bosan sekali didorm. Mana  PSPku rusak. Ini semua gara-gara monyet sialan itu. awas kau Hyukjae. Aku keluar kamar. Kubuka pintu kamar monyet itu. tidak ada. Pasti kekamar Donghae Hyung.

Aku pergi ke ruang tv. Kunyalakan tv itu tanpa minat. Ada Sungmin Hyung disampingku. Sedang membuat aransemen lagu terbarunya. Dan ada Siwon Hyung di sebelahnya.

“Minnie, aku bosan. Apa kau bosan?” tanyaku.

“Aniyo. Kenapa kau tidak bermain PSPmu saja?”

“RUSAK~‼” jawabku sambil merengek dengan nada manja.

“kenapa kau tak ke sungaihan. Lalu mengamati…” ucapnya menggantung karena aku memberikan tatapan membunuh dariku. Hanya dia yang tau kalau aku sering mengintai yeoja primitive itu untuk balas dendam.

“Mian.TapiKyu, apa kau suka padanya?” tanyaSungminHyung.

“MWOYA??!” jawabku tak terima. Gila saja kalau aku menyukainya.

“Kaukan tahu, Hyung, kalau aku suka pada Minso.” Ucapku santai. Lagi pula disini tak ada orang lain. Eh? Tadi adaSiwonHyung! Kulirik kearahnya. Dia sedang menatap iphonenya. Tapi tatapan matanya kosong. Dan juga ada marah da kecewa diraut wajahnya.

Kenapa dia? Mungkin dia sedang capek dengan syuting filmnya yang baru.

“Eh, Hyung! Jangan bilang member lain, kalau aku suka pada Minso, ya, Hyung! Jebal.” Pintaku sambil menunjuka puppy eyesku.

Kulihat dia membuang nafas. “Ne. aku keatas dulu, ya!” ucapnya lalu pergi. Saat menutup pintupun dia terkesan membantingnya tapi tak terlalu keras.

“Kenapa dia?” tanyaSungminHyung.

“Molla.Minnie, aku ke sungai han dulu, ya! Mencari petunjuk untuk balas dendam! Hehe…” jawabku sambil cengengesan.

Author’s POV

Kyuhyun dan Sungmin berjalan beriringan. Sungmin mau masuk ke dalam kamar, sementara Kyuhyun ingin keluar dorm.

“Kyu, aku yakin kau menyukai Byulhyun!” ucap Sungmin lalu langsung menutup pintu kamar.

“YA!Minnie! Apa maksudmu hah?” ucap Kyuhyun marah tak terima lalu mengedor-gedor pintu kamar.

“Buktinya, kau SELALU kesana saat kau ada waktu luang.Dankau selalu uring-uringan bila belum bertemu Byulhyun di sungai han.”UcapSungminyang ada didalam kamar sebagai bentuk perlindungan diri

“Terserah katamu sajalah! Aku hanya ingin balas dendam.” Ucap Kyuhyun pada akhirnya. Lalu pergi keluar dari pintu dorm.

~

Super Junior Dorm 12th floor.

Siwon masuk ke pintu dorm dengan kesal. Tak ada orang didalam. Siwon langsung masuk kedalam kamarnya.

Hyung! Jangan bilang member lain, kalau aku suka pada Minso, ya, Hyung!

Kata-kata it uterus terngiang di teliganya. Kepalanya pusing. Lalu ia berteriak.

“Kyu, kenapa kita menyukai orang yang sama?” ucapnya menahan tangis.

“Kuharap kau hanya sekedar suka. Kau tak mencintainya, kan, Kyu?” kali ini tangisnya pecah. Dia menangis beberapa saat. Sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan.

“Kyu, aku akan mengalah. Tapi aku akan tetap dekat dengannya. Berusaha sebagai sahabat yang baik. Dan Hyung yang baik bagimu. Tapi jangan sampai kau menyakitinya. Kalau kau menyakitinya, tak akan aku biarkan kau mendekatinya lagi.”UcapSiwon. Lalu ia menghela nafas. Mengahapus air matanya lalu jatuh masuk kealam mimpinya.

Kyuhyun’s POV

Ah lebih baik aku ke sungai han. Dari pada mengurusi kelinci bodoh yang sebenarnya pintar itu.

Pasti yeoja primitive ada disana. Ah akhir-akhir ini aku sering mengintai yeoja itu. aku ingin balas dendam. Semoga hari ini aku dapat petunjuk.

Kulajukan mobilku menuju sungai han. Hari ini sepi sekali. Sedikit sekali pengunjungnya. Ah mana dia? Harusnya jam segini sudah ada. Kulihat sekeliling dari dalam.

Ah itu dia baru turun dari bus. Tapi kenapa matanya merah begitu? Kenapa? Apa dia menangis? Rasanya tak mungkin. Minso pernah bercerita padaku, kalau dia jarang menangis. Kelilipan mungkin.

Kulihat dia melangkah mendekati sungai han. Kemudian aku turun dari mobil. Aku duduk di bangku yang berjarak ± 7m.

Kulihat dia sedang mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Keluar selembar kertas. Surat mungkin. Karena bisa kulihat tertulis dengan tulisan tangan.

Kemudian ada yang berkilauan tertimpa sinar matahari dipipinya. Apakah mungkin itu air mata? Apakah ia menangis?

Kuperjelas penglihatanku. Untuk memastikan penglihatanku tidak salah.  Tapi hasilnya tetap sama. Itu benar-benar air mata.

DEG…

Kenapa jantungku berdebar? Hatiku rasanya juga sedih. Apa yang harus kulakuakan? Apa aku harus menghiburnya?

Aish… Cho Kyuhyun kau kesini bukan untuk menghiburnya. Ingat! Kau kesini ingin balas dendam!.

Kutolehkan kepalanya melihat jalan raya. Dari sebereang jalan kulihat seorang anak kecil dengan keranjang bunganya. Anak kecil yang sering bersama Byulhyun. Siapa, ya, namanya? Junmi kalau tak salah. Kulihat dia mendekati Byulhyun yang tangisnya sudah reda.

“Onnie? Waeyo? Uljima!” tanya Jun Mi pada Byulhyun. Kurasa dia tak tahu kedatangan junmi karena ia sedikit kaget.

“Aniyo! Gwaenchana!” jawabnya singkat.

“ Onnie, bagaimana kalau kita main ice skating. Supaya Onnie tidak sedih lagi. Otthe?” tawarnya. Wajah Byulhyun terlihat berpikir. Apa dia tidak bisa bermain ice skating? Dasar payah!

“Aniyo! Nan gwaenchana. Lagipula aku sedikit trauma. Dulu aku pernah bermain ice skating lalu arenanya pecah dan aku tenggelam. Jadi sampai sekarang aku sedikit trauma.”

BRAVO‼ kau berhasil mendapat clue, Kyuhyun-ah!

Kudekati Byulhyun dengan langkah pasti. Akan aku ajak dia bermain ice skating. Aku harus bisa balas dendam sekarang! Hari ini juga! Sudah 7 bulan aku mengintai untuk mencari petunjuk. Akhirnya dapat juga satu.

“YA‼ bukankah kaukimByulhyuntemanParkNichan?” tanyaku dengan nada lembut. Sebenarnya aku tak rela. Tapi harus bagaimana lagi? Untuk balas dendam. Hwaiting!

“Ne. Nuguya?” jawabnya. Apa? Nugu? Dia tak mengenalku? Ah! Aku sedang menyamar pasti dia tak mengenalku.

Kulihat dia yang masih menatapku dengan teliti. Seperti detektif saja.

“Kau? Bukankah kau Kyu anak manja itu?” tanyanya santai.

“Ne.” jawabku. Eh tunggu. Manja? “Apa kau tadi bilang? Manja?” tanyaku kesal.

“Sudahlah, lupakan!” ucapnya santai sambil membuang wajahnya tak peduli.

“Matamu sembab. Apa kau menangis?” ucapku basa-basi.

“Apa urusannya denganmu?” ucapnya sinis.

“Aku hanya ingin berusaha menjadi teman yang baik.” Ucapku. Ya teman yang baik. Teman yang baik dalam balas dendam. Haha.

“Aku baru membaca surat.Danaku sedih karena membuat orang yang menulis surat khawatir. Jadi aku menangis.” Jelasnya.

“Onnie, aku tinggal dulu, ya! Aku mau berjualan. Nanti aku kemalaman.” Kata junmi.

“Ah, kenapa kau meninggalkanku? Aku kesini untuk membantumu. Ayo, kita jual bersama!” ucapnya sambil tersenyum. Manis sekali. Eh…

“Boleh aku membantu?” pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutku. Dia kaget awalnya. Lalu menangguk kecil.

Kemudian aku ikut mengikuti mereka berjualan. Byulhyun yang menarik pembeli dengan menyanyi. Suaranya sebenarnya bagus. Saat matahari hampir terbenam, bunga yang dijual junmi sudah habis dan dia pamit pulang lebih dulu. Jadilah tersisa aku dan Byulhyun.

Aku duduk dibangku yang ia duduki tadi. Dia ikut duduk disampingku. Kubeli 2 kaleng kopi. Kuberikan padanya.

“Gomawo” ucapnya singkat.

“Jadi ini yang kau lakukan selama ini?”

“Maksudmu?”

“Selama ini kau kesini hanya untuk membantu junmi berjualan bunga?” dia hanya mengangguk. Diam.

“Kenapa kau melakukan itu?” tanyaku. Dia menatapku bingung. Lalu menatap matahari yang hampir tenggelam. Angin meniup anak-anak rambutnya yang menutupi mata. Lalu tersenyum. Sejenak aku terkesima. Entah kenapa, ia terlihat begitu cantik saat seperti itu.

“Aku tak tahu. Tapi aku hanya suka melakukan itu. Aku tak mau melihat ada anak kecil yang sedih atau kelelahan dan juga melihat senyum junmi entah kenapa rasa lelahku hilang.” Ujarnya lalu menhela nafas.

Kudekati dia, lalu menarik tangannya mendekati mobilku. Awalnya ia berontak, tapi aku mencengkram kuat tangannya. Akhirnya ia hanya pasrah. Saatnya balas dendam. Lalu aku menampakan evilsmirkku.

~

“Kyuhyun-ah, kenapa kita kesini?” tanyanya saat mobilku sudah kuparkir di area ice skating.

“Mau main bowling. Sudah tau ini area ice skating. Kenapa masih tanya mau apa.” Jawabku tenang.

“Mungkin saja kau mau bertemu sesorang didalam. Kau mau main ice skating?” tanyanya lagi dengan nada ragu.

“Mau membersihkan arenanya.” Jawabku agak jengkel.

“Kau kerja sambilan jadi OB disini?” tanyanya polos. Aku tak tahu apa ia berpura-pura atau tidak. Tapi yang jelas, dia sangat BODOH. Kenapa orang seperti itu bisa menjadi pengampu olimpiade tingkat international?

“Aku pergi ke are ice skating untuk bermain ice skating. Aku mengajakmu kesini supaya kau tak sedih lagi.” Ucapku lengkap supaya tak ada pertanyaan lagi.

“Aku tak sedih.” Ucapnya.

“Ah, apa katamu sajalah. Mau kau sedih atau tidak, kau harus tetap menemaniku.” Ucapku tegas plus rasa frustasi.

“Shireoyo!” ucapnya.

“Wae? Kau tidak bisa bermain ice skating? Payah!” pancingku.

“Tentu aku bisa. Hanya saja~” ucapnya menggantung.

“Bilang saja kau malu mengakui bahwa kau tak bisa. Atau kau bisa tapi sangat payah dalam bermain?” kataku dengan nada meremehkan.

“OK. Lihat saja! Akan kubuktikan kalau aku bisa!” ujarnya kesal lalu berjalan mendahuluiku. Bagus, kau sudah terpancing.

~

Author’s POV

Byulhyun dan Kyuhyun sudah berada dipintu masuk arena. Mereka juga sudah siap dengan sepatu mereka.

Wajah Byulhyun terlihat ragu. Dan ada raut wajah takut. Kyuhyun menoleh melihat Byulhyun.

Mati kau kim Byulhyun.

Itu yang ia pikirkan. Lalu ia menggandeng Byulhyun memasuki arena. Tak sampai ditengah ia melepas genggamannya lalu meluncur sendiri.

Byulhyun kaget lalu oleng. Akhirnya ia terjatuh.Susahpayah ia berdiri namun hasilnya tetap sama. Akhirnya ia memutuskan untuk duduk dipinggir arena. Dengan merangkak.

Kyu tersenyum senang melihat Byulhyun seperti itu. lalu ia mendeketainya. Tak sengaja ia menabrak anak kecil yang sedang minum. Alhasil air minumnya jatuh. Membuat seolah-seolah ada lubang ditengah arena.

Byulhyun kaget melihat genangan air itu. ingatan masa kecilnya kembali. Saat ia sedang bermain iceskating dengan Kimmie. Namun arena tempat ia berdiri pecah. Byulhyun masuk kedalam danau yang dingin itu.

Terlebih Byulhyun yang tidak bisa berenang saat itu. membuat ia panik dan tidak bisa berpikir jernih.

Kyu yang melihat ekspresi Byulhyun yang pucat jadi panik. Lalu ia mendekati Byulhyun. Tubuhnya gemetar dan mengeluarkan keringat dingin.  Tangannya juga menjadi dingin.

“Wae? Gwaenchana?” tanya Kyuhyun panik. Byulhyun masih terjebak dimasa lalunya. Kyuhyun menepuk pundak Byulhyun untuk menyadarkannya. Byulhyun tersentak.

“Gwaenchana?” tanyanya lagi. Byulhyun menangguk perlahan.

“Apa kau perlu sesuatu? Akan aku ambilkan.”

“Aniyo. Nan gwaenchana.”

“Kau mau masih mau bermain?”

“…”

“Kau trauma? Atau ada kenangan buruk dengan ice skating?”

“Aku punya trauma. Terlebih lagi Kimmie sangat suka bermain ice skating.” Kalimat itu terucap begitu saja dari bibis Byulhyun. Seketika Kyuhyun merasakan dadanya sesak. Sebenarnya ia sangat penasaran siapa Kimmie itu. dan apa hubungannya dengan Byulhyun.

“Kajja! Kita main lagi! Kau tau cara menghilangkan trauma adalah melakukan hal yang membuat kita trauma.”

“Jadi aku harus tenggelam di danau dingin itu?”

“BABO‼ tentu saja tidak! Itu kau mau mati! Kalau kau trauma bermain ice skating, kau harus belajar bermain ice skating lagi dari awal. Kajja! Aku akan mengajarimu!” Kyuhyun sudah berdiri dan mengulurkan tangannya.

Byulhyun masih berpikir. Namun akhirnya ia menjawab uluran tangan Kyuhyun yang kini mengiringnya ditengah arena.

“Kau dulu sudah mahir, kan? Ayo sekarag kau lakukan gerakan dasar. Aku akan menarikmu.” Kyuhyun menarik Byulhyun yang saat berjalan masih berusaha menjaga keseimbangannya.

Mereka terlihat bahagia.BahkanKyuhyunmelupakan bila ia sedang balas dendam. Byulhyun selalu menyunggingkan senyum yang jarang ia tunjukan.Dankini ia menunjukan senyumnya untuk Kyuhyun.

“Sekarang aku lepaskan, ya! Kau jalan sendiri.” Ujarnya. Kyuhyun berjalan menjauh perlahan. Byulhyunpun berjalan mendekati Kyuhyun. Lalu iapun sudah lancar meluncur di jalur es.

“Aku sudah lelah. Kau bermain sendiri saja dulu. Aku akan menunggu dipinggir.” Tanpa persetujuan Byulhyun ia langsung duduk di pinggir lapangan.

Byulhyun berjalan mendekati. “Aku titip tasku,  ya!” ujarnya sambil meletakan tasnya dipangkuan Kyuhyun. Lalu meluncur sendiri.

Kyuhyun terus mangamati Byulhyun yang sekarang meluncur dengan indah. Bahkan dia melakukan kombinasi dengan tarian ballet.KemudianByulhyuntersenyum sambil menghirup udara segar dan membiarkan wajahnya tertiup angin.

Sejenak Kyuhyun terkesima dengan senyumannya.BagiKyuhyun, entah kenapa wajah Byulhyun jadi tampak cantik saat seperti itu.

Diapun sadar akan pikirannya yang jauh dari perintah otaknya. Lalu ia melihat tas Byulhyun yang ada dipangkuannya. Terlihat beberapa surat yang Byulhyun ambil dari lokernya.

Karena penasaran, iapun membaca surat-surat itu. pertamasuratdari ayah Byulhyun. Surat yang singkat. Lalu ia membacasuratdari Kimmie saat ulangtahunnya.

“Jadi ia ulang tahun tanggal 29 febuari?” tanyanya pada dirinya sendiri. Kemudian ia mulai membacasuratitu. dadanya terasa sesak. Apa lagi saat ia melihat pengirimnya.

“Kimmie? Sebenarnya apa hubungannya dengan Byulhyun?” tanyanya marah sendiri.

Dengan kasar ia membukasuratterakhirnya. Dadanya semakin sesak. Rasanya ia ingin marah. Yang jelas gejolak marah itu muncul saat Kimmie mengatakan bahwa ia mencintainya dan memanggilnya ‘jagi’.

Kyuhyun tak tahu perasaan apa yang ia rasakan. Rasanya ia ingin menemui Kimmie dan menghajarnya habis-habisan. Ia hanya bisa menerka-nerka apa yang ia rasakan.

Apa mungkin ia ………  CEMBURU?‼…

Advertisements