Tags

Minso dan Minra sedang ngobrol di ruang santai. Kemudian Nichan datang bersama Byulhyun. Mereka kemudian memutuskan untuk menonton film.

Ditengah-tengah film, Minra menghalangi Nichan.

“Chiwoba ambeoyo!” ucap Nichan sambil mendorong Minra hingga terjatuh dari sofa. Nichan bertingkah tak tahu. Lalu ada sms masuk di hp Nichan.

From                : Asisten Hwang.

To                    : Nichan Park

Ageshi, P.T. Gi Sang sudah mengumumkan hasil tender. Dan hasilnya kita yang memenangkannya. Manager Im ingin segera diadakan meeting untuk proyek kita kali ini.

“UWA~‼” Nichan berteriak histeris. Minso dan Minra merasa penasaran dengan Nichan.

“Ya! Ada apa?”

“HAHAHA~ Haengbokhada! Akhirnya aku bisa mengalahkan Flygel’s Corp. Aku berhasil mendapatkan kontrak bersama PT. Gi Sang! Haha~” ucapnya bahagia.

“Chukae, Chan-ah!” ucap Mins.

“Onnie, cukhae, ya! Memang Flygel’s itu saingan perusahaan Onnie?”

“Mm. waktu aku mendirikian C.S. Paradise itu saat Flygel’s sedang jaya. Saat itu CSP berhasil menyambar kontrak besar dan mengalahkan Flygel’s. tapi setelah itu setiap kita fight tender, aku selalu kalah. Ya mereka sudah senior. Tapi kali ini aku berhasil mengalahkan mereka.” Kata Nichan berbangga dan mengeluarkan smirk yang hanya Nichan yang punya. Karena smirknya adalah campuran dari evil smirk dan angel smirk.

“OK! Nanti malam kita akan makan diluar. Kajja kita berangkat sekarang!” ajak Nichan. Mereka mulai bersiap. Kecuali Byulhyun yang memang cuek dengan penampilan. Nichan, Minso, dan Minra sudah siap dan Byulhyun masih menonton film.

“YA! Byulhyun-ah kau tetap memakai itu?” tanya Minso. Byulhyun melihat pakaiannya. Celana jeans, kaos kuning, jaket putih, dan sneaker.

“Wae?” tanyanya polos. Minso dan Minra hanya geleng-geleng. Sementara Nichan tak tahu apa yang terjadi karena diteliganya sudah terpajang headset yang menyambung pada iPod miliknya.

Byulhyun’s POV

Akhirnya kami pergi menggunakan mobil Nichan. Aku melihat keluar jendela. Minso mengambil rute yang melewati sungai han. Kulihat ada seorang yeoja kecil bersama namja kecil sambil membawa keranjang bunga.

Bukankah itu Junmi dan Jungi? Benar. Itu mereka.

“Minso-ah! Berhenti sebentar!” Minso menatapku bingung tapi tetap meneruti perintahku. Aku segera turun menemui junmi dan jungi yang sekrang berada didekat panggung yang entah untuk apa.

“Anyeong, Junmi, Jungi!” sapaku. Mereka menoleh kearahku.

“Onnie!” ucap Junmi lalu memelukku.

“Junmi aku hanya mampir. Mian, tidak bisa menemanimu menjual bunga.” Ucapku menyesal.

“Gwaenchana, Onnie. Kan, ada Jungi yang menemaniku. Onnie pergi saja.”

“Jongmal? Baiklah. Kudoakan cepat habis. Jal Ga‼” pamitku lalu aku berjalan menuju mobil Nichan.

Author’s POV

“apa yang Byulhyun lakukan, so-ah?”

“Molla. Tapi siapa anak-anak itu? apa Hyunnie mengenalnya?”

“Kau bertanya padaku. Lalu aku bertanya pada siapa?” Minso mendengus kesal. Nichan menolehkan kepalanya keseberang jalan.

Terpakir Hyundai Santa FE hitam milik orang yang Nichan kenali sebagai milik Raja Iblis. Siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun.

“Untuk apa dia kemari?”

Mendengar Nichan mengatakan itu, Minso mengikuti arah pandangnya.

“bukankah itu Kyuhyun?” Nichan hanya mengangguk untuk menjawab.

“Apa yang dilakukannya?”

“Mungkin ingin melihat panggung yang akan ia gunakan nanti.” Jawab Minra

“YA! Sejak kapan kau tahu jadwal mereka ha?” tanya Nichan.

“Onnieku yang cantik tapi sedikit aneh dan bodoh. Liat kepanggung dan baca papan yang ada didepannya!” ucap Minra santai.

“YA! Apa yang kau katakan?” Nichan tak terima dihina tapi ia menoleh dan membaca tulisannya.

Seoul Mini Music Concert

Guest Star:

SUPER JUNIOR                                                        SHINEE

BEAST                                                                          MBLAQ

BOA                                                                               SNSD

WONDER GIRLS                                                       2PM

Kemudian Nichan hanya mengangguk. Kemudian Byulhyun berjalan mendekati mobil. Anehnya saat Byulhyun memasuki mobil, mobil Kyuhyun pergi menjauh.

“Apa yang dilakukannya?” tanya Minso heran

“Mungkin sedang mengamati setan-setan yang berkeliaran. Dia kan raja iblis.” Jawab Nichan sekenanya.

“Siapa yang kalian bicarakan?”

“None” jawab Minso dan Nichan bersamaan. Kemudian mereka langsung menuju ke café yang rupanya café milik Nichan.

Saat turun dari mobil, Byulhyun tak sengaja melihat gedung 4 lantai yang sudah tak terurus. Ada spanduk yang menginformasikan bahwa gedung itu dijual. Terbelesit cita-cita Byulhyun sewaktu kecil. Namun langsug dia buang jauh-jauh pemikirannya itu.

Nichan menoleh dan mendapati Byulhyun yang sedang geleng-gelang sambil memegang kedua pipinya.

“Byulhyun-ah, gwaenchana?” Byulhyun kaget lalu menggelengkan kepalanya.

“Gwaenchana.”

“Lalu kenapa kau memperhatikan gedung itu?”

“Ani.design gedungnya bagus. Sayang tak dirawat. Mana ada yang mau membeli kalau keadaanya seperti itu?”

“Ah~!  Sebenarnya gedung itu sudah dijual selama ± 2.5 tahun. Tapi setelah setengah tahun sudah tak dirawat. Setauku pemiliknya meninggal dan keluarganya semua pindah ke leuar negeri.” Nichan menjelaskan. Sementara Byulhyun mengangguk mengerti.

Kemudian mereka masuk. Ternyata keadaan café cukup ramai. Merekapun memesan makanan. Minso memesan orange juice dan Raie au Beurre Noir. Minra memesan Salmon pâté dan strawberry twist. Nichan memesan Creole Court Bouillon dan lemon squash. Sementara Byulhyun memesan Shrimp Remoulade dan carrot juice.

“Byulhyun-ah! Akhir-akhir ini kau sering sekali ke sungai han. Memang apa yang kau lakukan? Kau mengampu disana?” tanya Nichan.

“Ani. Aku tidak mengampu. Sudah tidak lagi. Karena sedang ujian, jadi tidak ada olimpiade yang dilaksanakan.”

“Lalu apa yang kau lakukan?”

“Aku~ aku tidak tahu apa yang kulakukan.” Ucapnya ringan. “Yang jelas aku hanya ingin pergi kesana.” Tambahnya.

“Lalu anak-anak yang tadi kau temui siapa?” tanya Minso

“Mereka Junmi dan Jungi.” Kemudian dia menceritakan awal pertemuannya dengan Junmi dan Jungi.

“Haengbokhada.” Ucap Nichan setelah mendengar cerita dari Byulhyun.

“Wae?” tanya Minso

“Karena Byulhyun sudah lebih terbuka dengan kita.” Jelasnya.

“Setelah aku menceritakan alasan kepindahanku pada kalian, aku ingin mengganti sifat Kim Byulhyun menjadi Lee Byulhyun. Aku akan berusaha menjadi pribadiku yang dulu.” Cerita Byulhyun.

“Jadi kau ingin menggunakan marga Lee lagi?” tanya Minso

“Ani. Aku tetap menggunakan Kim. Tapi aku akan merubah SEBAGIAN sifatku menjadi Lee lagi yang ceria.”

“Langkah awal adalah terbuka. Done! Langkah kedua rubah sifat primitive. Here we go!” ucap Nichan lalu mengeluarkan iPodnya. Minso dan Minra mengangguk. Sementara Byulhyun hanya bingung melihat Nichan.

Nichan mulai memutar lagu. Dan sedetik kemudian dia mulai menjelaskan tentang lagu-lagu itu.

“Anyeong yeorobeun!” sapa sesorang. Nichan menoleh mendapati Siwon, Henry, Donghae dan Eunhyuk berdiri disamping mereka.

“Anyeong!” jawab Minso sambil tersenyum ramah. Siwon balas tersenyum.

So beautiful my girl

Oh oh girl

Oh oh girl

Sigani jinado

Nuguboda naega deo deo deo

neorul akkyeojulge, my girl

Modu dan julge

Neo neoege e ege oh oh

“Nichan-ah, ini lagu siapa? Bagus. Aku suka.” Jelas Byulhyun kemudian menyanyikan lagu yang terputar dari iPod Nichan. Dia mengulang karena menurutnya lagu itu bagus.

Siwon melirik kearah Byulhyun. Agak sedikit kecewa karena mendengar yeoja primitive menyanyikan lagu yang bukan dari grupnya.

Minso yang melihat raut kecewa di wajah Siwon menepuk bahu Byulhyun untuk menghentikan kegiatannya.

Siwon’s POV

Super Junior M sudah selesai melakukan perform di Inkigayo. Kami memutuskan untuk makan malam di sebuah café. Tapi tak semua member ikut. Kyu dan Wookie tidak ikut karena mereka ada schedule dengan KRY. Mereka banjir job akhir-akhir ini. Banyak yang merequest lagu let not dan coagulation. Sementara Zhoumi lebih memilih untuk kembali ke dorm bersama Sungmin Hyung.

Akhirnya sampai juga. Cafenya bagus. Dilihat dari dekorasi luarnya kurasa ini resto seafood. Kulirik Donghae yang sedang sumringah.

“Siwon-ah, kau tahu saja kalau aku ingin makan seafood. Kajja!” lagaknya seperti ia yang mengajaknya. Kemudian kami menyusul.

Kumasuki café yang belum pernah aku masuki itu. aku melihat sekeliling. Hanya sekedar untuk melihat interior café.  Tidak bisa dibilang café juga, sih. Karena campuran dari café dan restoran.

Disudut ruangan kulihat seorang yang sering hang out bersamaku akhir-akhir ini. Sekaligus sosok yang menjadi penghuni hatiku. Ya, aku menyukainya. Ani. Aku mencintainya. Entah apa yang membuatku cinta padanya. Yang jelas aku cinta padanya.

Kudekati mejanya. Terlihat Nichan sedang melihat iPadnya sesekali jam. Mungkin mengecek jadwal meetingnya besok. Dan Minra sedang berbincang dengan gadis yang kucinta. Sementara Byulhyun sedang mendengar iPod yang kurasa itu milik Nichan.

“Anyeong yeorobeun!”  aku menyapa mereka. Nichan menoleh kearahku. Tapi raut wajahnya tidak menunjukan bahwa ia akan balas menyapaku.

“Anyeong!” Minso balas menyapaku. Aku tersenyum karena ia membalas sapaanku. haengbokhada

So beautiful my girl

Oh oh girl

Oh oh girl

Sigani jinado

Nuguboda naega deo deo deo

neorul akkyeojulge, my girl

Modu dan julge

Neo neoege e ege oh oh

“Nichan-ah, ini lagu siapa? Bagus. Aku suka.” Byulhyun berkata pada Nichan.

Ah, Chan-ah kenapa kau mempromosikan Beast padanya. Kenapa tak mempromosikan suju? Super Junior lebih baik dari pada Beast. Chan-ah awas kau nanti kalau mampir ke dorm.

“Aku sudah menjelaskan tentang Super Junior padanya. Lengkap dari 1jib-4jib” katanya seperti bisa menebak pikiranku.

Minso yang melihat raut kecewa yang kuperlihatkan diwajahku untuk menarik simpati Minso. Dia menepuk bahu Byulhyun lalu melirik kearahku.

Byulhyun sedikit kaget. Lalu berdiri dan membungkuk. “Mianhae, memuji group lain dihadapan mu. Anyeong!” jawabnya.

Author’s POV

“Kalian tak mau duduk?” Tawar Minso.

“Apa boleh kita bergabung?” Siwon tanya balik. Tapi berbeda dengan Henry yang sudah duduk disamping Minra.

“Ne. tentu saja boleh.” Ucap Minso ramah. Kemudian Siwon duduk disebelah Minso. Disebelahnya duduk Donghae dan sebelahnya lagi adalah Eunhyuk yang bersebelahan dengan Nichan.

“Kalian mau pesan apa?” tanya Minso.

“Aku tak tau mau pesan apa. Aku baru pertama kali kesini. Disini menu apa yang enak?” tanya Siwon.

“Apapun makanannya asalkan itu seafood.” Donghae menjawab.

“Yang murah apa?” tanya Eunhyuk.

“Disini memang hanya menyediakan seafood. Aku tak tau, setiap kesini aku selalu memasan Raie au Beurre Noir. Tanya saja pada Nichan. Dia yang punya café. Jadi pasti lebih tau.”

“Apa itu?” tanya EunHae bersamaan.

“Disini Raiae au Beaurre Noir, Salmon pâté, Creole Court Bouillon dan Shrimp Remoulade yang paling enak.” Jelas Nichan.

“Aku pesan sama sepertimu sajalah!” ujar Siwon diikuti anggukan kepala Donghae akhirnya. Sementara Eunhyuk masih melihat-lihat daftar menu. Masih mencari menu berharga murah versi Eunhyuk.

“Kau yang membayarkan, Siwon-ah?” tanya Eunhyuk pada Siwon akhirnya. Karena ia tidak menemukan harga yang pas.

“Masukan saja ke billku, kalau kau tak mau mengeluarkan uang.” Ujar Nichan dengan mata terfokus pada iPadnya.

Wajah Eunhyuk berubah sumringah. “Gumawo, Nichan-ah! Kau yeodongsaeng terbaikku!” ujarnya kemudian ia ingin memeluk Nichan. Nichan menoleh dengan tatapan awas-sampai-kalau-kau-memelukku. Dan seketika wajah Yesung yang ingin memegang philtrumnya. Eunhyukpun bergedik ngeri.

“Pelayan, pesan Raie au Beaurre 4. Strawberry twist 2 dan orange twist 2.” Minso memesan untuk Siwon, Henry, dan EunHae. Akhirnya pesanan datang.

“Jal Mokeshimnida!” ucap mereka bersamaan. Kemudian mereka makan dalam diam. Setelah makan mereka berbincang-bincang sebentar. Seputar insutri musik Korea.

Akhirnya mereka pulang. Tapi Minso dan Siwon masih ingin disana. Jadilah mereka ditinggal sendiri.

~~~

Nichan’s House. 22.00 KST

Minso memasuki ruang santai. Ada Nichan dan Byulhyun disana sedang menonton TV.

“Minso-ya! Akhir-akhir ini kuperhatikan kau sering pergi bersama Siwon. Apa saja yang kau lakukan?” tanya Nichan saat Minso sudah duduk di sofa ruang santai.

“Pergi ke gereja bersama, makan bersama, dan ngobrol.” Jawabnya santai sambil memijat kakinya.

“Hanya itu?” tanya Byulhyun.

“Memang apa lagi?”

“Bukannya kau kencan? Kau sukakan pada Siwon?” tanya Nichan. Minso sedikit kaget awalnya.

 

Minso’s POV

“Bukannya kau kencan? Kau sukakan pada Siwon?” tanya Nichan. Aku kaget.

“molla!” jawabku

“Aku rasa iya. Setiap kau bertemu dengan Siwon, kau selalu tersenyum dan terlihat bahagia.” Nichan menjelaskan.

“Lagipula, kalau sehari kau tak mendapat berita darinya, kau menjadi murung.” Byulhyun menambahkan.

“Sok tahu! Aku hanya ingin bersikap menjadi temain yang baik. Darimana kalian bisa berpikiran seperti itu.” sergahku sedikit gugup.

“Kami pernah merasakan jatuh cinta, Minso-ya!” jawab mereka kompak.

“Molla!” kataku lalu berlalu pergi kekamar. Aku naik keatas lemari. Karena memang kasurku ada diatas lemari.

Aku memikirkan perkataan Nichan tadi. Apa benar aku menyukai Siwon? Rasanya tak mungkin, tapi kenapa jantungku berdebar saat Nichan dan Byulhyun mengatakan hal itu? lalu kenapa aku selalu bahagia dan selalu ingin bertemu Siwon. Bahkan ingin bersama lebih lama?

Apa mungkin aku JATUH CINTA??…

Advertisements