Tags

“Chogi! Neo~ Byulhyun Onnie aniaeyo?” seorang yeoja berumur 15 tahun.

“Ne. Aku Kim Byulhyun. Nuguya?”

“Ah~ chosohamnida aku salah orang. Kupukir kau Lee Byulhyun Onnie.” Gadis itu beranjak pergi namun dicegat oleh Byulhyun. Tiba-tiba Byulhyun teringat sesuatu.

“Ok Jun Mi?” Byulhyun bertanya ragu. Yeoja itu mengangguk. “Wah, kau sudah besar sekarang. Aku Lee Byulhyun tapi sekarang aku menggunakan marga ibuku. Jadi namaku Kim Byulhyun sekarang. Ara?”

“Onnie~!” mereka berpelukan.

“Onnie apa kabar? Lama ya kita tidak bertemu?”

“Aku baik. Iya karena sebenarnya aku tidak tinggal di Korea. Tapi sekarang aku tinggal disini. Oh ya, bagaimana dengan kabar Jun Gi?”

“Oh begitu. Jun Gi sedang mengikuti karyawisata ke Jeju. Onnie kesini tidak dengan Kyuhyun Oppa?” seketika wajah Byulhyun berubah menjadi sedih.

“Jangan paggil dia dengan Kyuhyun. Panggil Kimmie Oppa saja. Nanti dikira aku punya hubungan dengan Super Junior Kyuhyun. Aku sudah tidak bersamanya lagi.”

“Ah Onnie bisa saja! Jeongmalyo? Padahal kalian itu pasangan serasi. Onnie aku permisi. Aku harus menjual bunga ini.”

“Kau harus menjual bunga sebanyak ini? Apa kau disuruh oleh bumonimmu?”

“Ani. Eomma punya toko bunga. Dan aku ingin seperti dia. Dan bunga ini aku petik dari kebun yang aku rawat sendiri.”

“Oh begitu! Jun Mi-ya hwaiting! Kudoakan daganganmu laku. Mau kubantu?”

“Amin. Eonnie yakin?”

“Tentu.Ayo!” merekapun berjualan bunga ditepi sungai han. Byulhyun terus tersenyum. Senyum bahagia yang baru pertama kali ia tampakan.

Diam-diam ada sepasang mata yang mengamati mereka. Mengamati mereka sesaat lalu pergi.

~

Sepulang kuliah, Minra langsung masuk kamar. Lalu ia menonton TV diruang santai. Ada Nichan disana yang sedang mengetik proposal untuk pengajuan tender.

“Onnie disini sepi sekali. Kemana yang lain?”

“Minso sedang pergi ke Jeju untuk mengurus resortnya. Kalau Byulhyun aku tak tahu dia kemana. Padahal seminggu ini dia tidak ada jadwal untuk mengampu. Makanya kau jangan asik pacaran! Jadi ketinggalan berita, kan?”

“Onnie siapa yang pacaran? Aku cuman hang out aja samaMinho.”

“Tapi dalam hati berharap pacaran, kan?”

“Iya juga sih. Oh ya Onnie nanti aku bangunkan jam 3 ya! Aku ada kuliah sore.” Minrapun melenggang pergi.

Pelan-pelan Nichan mengatakan sesuatu. “Shireo~”

~

“Kyu, kau habis dari mana?” tanya Sungmin.

“Aku hanya membeli kaset starcfrat keluaran terbaru.”

“Ya sudah! Kau tidak ada rehearsal untuk musical?”

“Sebentar lagi mau berangkat.Minnieaku titip kasetku ya! Jangan hilang. Nanti setelah rehearsal main PS bareng, ya?” belum sempat Sungmin menjawab yang bertanya sudah pergi entah kemana.

“SungminHyung,  kenapa kau betah tinggal sekamar dengannya?”TanyaSiwon

“Karena aku betah.”

“MinnieHyung, kau sering tak diharuakan oleh Kyu?” Eunhyuk bertanya

“Sering.”

“Dia memang hanya bisa perhatian dengan seperangkat alat gamenya.”KiniDonghaeyang berkomentar

“Ani. Kemarin lusa aku melihat Kyu mengacuhkan PSPnya.”

“JINJA?” semua langsung kaget mendengar jawaban Sungmin. Untuk seorang Cho Kyuhyun mengacuhkan PSP bagai Perancis menjadi tetangga Korea. MUSTAHIL.

“Dan itu dikarenakan Minso mengikuti pesta kemarin.” Jawaban Sungmin kali ini lebih membuat serangan jantung.

Kyu yang mengacuhkan PSP saja tak mungkin apa lagi dengan alasan hanya seorang yeoja. Dan hal ini seperti seorang manusia yang hidup tanpa jantung dan otak.

Kemudian terdengar hentakan kaki dari sesorang. Dan berasal dari Siwon dengan menunjukan wajah kesal.

“Siwon-ah~ kau kenapa?” tanya Leeteuk

“Eh? Ani. Kakiku sedang pegal. Padahal sebentar lagi kita perform.”KataSiwonlalu ia pergi keluar dari ruang tunggu.

“Memang kita masih akan perform lagi, Hyung?”tanyaRyeowook. Sungmin menggeleng.

“Cinta segi tiga? Membuat orang berjaga-jaga.” Heechul berkomentar. Kalimat yang tidak tahu apa artinya menjadi mudah dengan kata ‘cinta segitiga’.

~

Nichan’s house – 15.30 KST

Niichan sudah selesai membuat proposal pengajuan tender. Dia melihat jam. Lalu dia pergi menuju lantai dua. Tepatnya di kamar Minra

Nichan mengintip Minra yang sedang tidur siang. Dia mengambil HP dan buku agendanya. Tak tertulis ada jadwal kuliah hari ini. Nichan sudah menduga bahwa Minra ada kuliah melainkan kencan dengan Minho.

Nichan membangunkan Minra.Dania langsung bangun. Berbeda dengan Nichan yang membutuhkan banyak  tenaga dan ide.

Minra melirik jam yang dipakainya. Dia kaget karena sekarang sudah jam setengah 4.

“Onnie aku terlambat kuliah, kan!”

“Kuliah? Yang benar saja! Ya! Hari ini kau kuliah pagi! Bilang saja kau mau kencan dengan Choi-Min-Ho.”

Minra malah cengengesan nggak jelas. Kemudian Nichan keluar karna dan Minra mandi. Kemudian Minra duduk di ruang santai.

“Kau tak jadi kencan?”

“Dia belum menjemputku.”

5 menit kemudian bel rumah berbunyi. Nichan yang membukakan pintu. Ternyata Minho yang datang.

“Nichan-ah anyeong! Minranya ada?”

“Ada. Kau perlu apa dengannya?”Nichan kini berubah menjadi ibu yang sedang menyidang calon mantunya

“Aku hanya mau hang out dengannya.”Minhogugup

“Hang out atau~ kencan?” Minho kaget lalu hanya mengangguk.

“Kau menyukai adikku?” Minho tambah kaget lalu mengangguk lagi sambil menundukan wajahnya.

“Jangan sakiti dia! Atau kau berhadapan denganku!” ancam Nichan. Lalu Nichan memanggil Minra. Kemudian Minra dan Minho pergi. Tersisa Nichan dan pengurus rumah disana.

~

5 hari kemudian.

Nichan bersiap untuk pengajuan tender. Namun saat diruang tamu ia berpas pasan dengan Minso.

“Minso-ah kau sudah pulang?”

“Ne. Aku rindu dengan Seoul. Kau mau kemana, Chan-ah?”

“Aku mau ngajuin tender. Doain aku menang, ya!”

“I’ll always pray the best for you.” Lalu mereka berpelukan. Kemudian Nichan pergi untuk kemajuan perusahaannya.

Setelah mandi, Minso menonton tv diruang santai. Dia bertemu dengan Byulhyun yang hanya membawa tas selempang kecil.

“Hyunnie, kau mau kemana?”

“Kau sudah pulang? Aku mau ke Sungai Han. Anyeong!”

“SungaiHan? Untuk apa Hyunnie kesana?” tapi Minso tak ambil pusing masalah itu. dia melanjutkan menonton TV sambil membaca majalah.

“ONNIE~!” Minra mengageti Minso.

“Minra-ya! Kau mengagetiku saja. Wae?”

“bogoshipo.”

“jeongmal?”

“Onnie, shopping yuk! Aku mau mentraktirmu!”

“Tumben kau mau mentraktir?”

“Karena…” Minra melanjutkan kalimatnya dengan membisikan pada Minso.

“Jeongmal? Chukahamnida! Akhirnya misi kami berhasil.”

“Misi?”

“Misinya adalah menjodohkanmu dengan namjachingumu.” Minra langsung menundukan wajahnya. Tatkala Minso menyebutkan Minho sebagai namjachingunya.

“Kajja! Kita shopping!”

~

Byulhyun sudah tiba disungai han. Dia sudah janjian dengan Jun Mi. seperti biasa mereka menjual bunga. Selama Jun Mi berjualan, Byulhyun menyanyi untuk menarik minat pembeli.

“Onnie, gumawo! Selama ada Onnie, bungaku jadi cepat habis.”

“Cheonmaneyo, Jun Mi-ya.”

“Onnie, aku suka dengan lagu yang kau nyanyikan. Boleh aku minta kau menyanyikan lagi?”

“Sowoni innayo yeah

Malhaeppwayo

Honja haneun sarang yeah

Geugeon olchi anchyo

Sesang modeun geosi

Dowa jul geoyeyo

Geudae~ ganjeoljhi wonhandamyeon”

“Suara eonnie bagus! Onnie suka super junior juga?”

“Aku tidak suka dengan super junior.”

“Tadi Onnie menyanyikan lagu mereka.”

“Jinja?Nanmolla! Kimmie sering menyanyikan lagu itu. jadi lama-lama aku hafal dengan lagunya.”

Sama seperti beberapa hari yang lalu ada orang yang mengintai mereka dengan orang yang sama.

“Kimmie?” katanya dengan nada sinis kemudian berjalan pergi.

~

Sudah 7 bulan berlalu. 7 bulan yang mereka lewati dengan masing-masing kesibukan mereka.

Minso yang sebulan sekali mengunjungi resortnya. Selain itu ia juga sering pergi dengan Siwon. Dia juga cukup sering bertemu dengan Siwon di  gereja yang sering ia kunjungi setelah itu minum es krim seperti beberapa waktu lalu.

Nichan yang sering ke luar kota bahkan keluar negeri untuk urusan bisnisnya. Walau begitu ia selalu memantau keadaan kekasihnya melalui Ryeowook.

Minra sibuk kuliah dan sering kencan dengan Minho. Kadang-kadang ia dan Nichan mengunjungi orangtua mereka yang tak pasti berada di Negara mana dan kapan waktu luangnya.

Sementara Byulhyun, selain mengampu ia juga sering datang ke sungai han untuk membantu junmi untuk berjualan bunga.

~

Bank’s Back Stage.

Super Junior M + K.R.Y bersiap di backstage Music Bank. Hari ini Nichan menemani Yesung. Dia mengajak Byulhyun. Super Junior M tampil lebih dulu membawakan lagu Perfection. Setelahnya Beast yang tampil. Untuk meberi persiapan untuk Kyuhyun yang juga akan tampil dengan K.R.Y

“Mackeysha, How were us?” Tanya Henry pada Nichan.

“You were perfect.” Ucap Nichan sambil mengacungkan 2 jempol.

“Do you have any compliment or advice for us?”

“My advice is just doing more practice to become better and best and also keeping all of you on the top. Don’t forget to take some rest. Be healthy! Otherwise, your fans will be sad. Your health and fans happiness is the most important thing for someone like you. Got it?” Ucap Nichan bijak.HanyaByulhyun, Nichan,Henry, Sungmin dan Siwon yang mengerti apa yang mereka bicarakan. Yang lain hanya dengan wajah cengo.

“Understand! You just like my mother. Compliment?”

“No compliment for you and your friends. Except that one.” Ucap Nichan sambil melirik Kyuhyun yang sedang menganti outfitnya.

“MWO??”UcapKyuhyunwalau tak terima walau dia tak sepenuhnya mengerti apa yang Nichan katakan, tapi ia tahu bahwa ada makna menyindir disitu.

“Nothing!”

“YA! Kalau kau menghinaku, lakukan didepanku!”

“Aku belum menhinamu, tapi kenapa kau sudah marah, hah? Kau takut kalau aku mengatakan yang buruk tentangmu?”

“Ani! Aku sempurna.”

“Sempurna? Bertingkah seperti anak kecil? Selalu bermain PSP diumurmu yang 23 tahun? Apa kau tahu yang Zhoumi katakan saat ada yang menanyakan siapa yang terbaik dan terburuk saat latihan diSJM?”

“Dia pasti berkata yang baik tentangku.” Kata Kyuhyun kekeh. Tak dilihatnya Zhoumi yang menelan ludah takut.

“Dia berkata: Semuanya sangat serius ketika belajar, jika ada kesalahan mereka pasti berusaha keras untuk memperbaikinya. Sedangkan di antara mereka yang paling nakal TENTUNYA Kyuhyun. Karena pengucapannya sangat baik jadi Saya tidak perlu khawatir. Namun ada saat2 dimana Saya mengkoreksinya dan dia hanya tertawa dan berkata, ‘Sepertinya itu pengucapanmu yang salah’ Tapi secara keseluruhan semuanya telah belajar dengan sangat baik dan kemampaun mereka telah meningkat pesat. Itu yang ia katakan.” Jelas Nichan mengikuti kalimat Zhoumi lengkap tak tertinggal satu katapun berikut titik komanya.

Kyuhyun melirik Zhoumi yang sedang berpura-pura membaca majalah. Karena sebenarnya ia takut mendapat amukan dari Raja Iblis itu.

“Terimalah fakta bahwa kau itu tidak bisa mengalahkan kami.” Ucap seseorang.

Kyuhyun’s POV

“Terimalah fakta bahwa kau itu tidak bisa mengalahkan kami.” Ucap sesorang aku menoleh ke sumber suara.2

MWO? Yeoja primitive? Berani-beraninya dia? Kalau hanya Nichan tak masalah. Karena dia menganggapku pengganti kakaknya. Setidaknya dia ‘sedikit’ sayang padaku. Tapi yeoja primitive itu? dia tak ada hubungannya denganku!

“YA! Kenapa kau ikutan, hah?”

“Aku punya hak dan kau tak berhak melawanku!” bisa kulihat Nichan membisakan kata ‘gumawo’ padanya. Cih, sial! Dia dapat teman. Aku melirik kearah Minnie. Dia hanya diam.

“Yeoja hanya berani keroyokan!”

“2 Yeoja melawan 1 namja itu adil!”

“Sudahlah! Kyu, sebentar lagi kita tampil. Jangan sampai emosi mengausaimu! Akan berpengaruh pada penjiwaan lagu kita kali ini.” Yesung mencoba menenangkanku.

Author’s POV

Yesung mendekati Nichan.

“Jagi, lebih baik kau pulang. Aku tak berniat mengusirmu, tapi ini kebaikan konser K.R.Y kali ini. Jebal.” Pinta Yesung.

“Ne. Arayo! Lagipula aku ada meeting tentang proyeku yang baru. Kalau begitu aku pamit, ya! Oppadeul, hwaiting! Super Junior Jjang!” Nichan memberi semangat. Byulhyun mengangguk memberi salam pamit.

Nichan mencium singkat pipi Yesung. “Jagi, Hwaiting!” ucapnya lalu berjalan meninggalkan backstage.

“KimByulhyun, sampai kapanpun aku tak akan melepasmu hingga aku berhasil balas dendam. Kau akan mati ditanganku,KimByulhyun. Ini akibatnya kalau kau bermain api dengan raja iblis sepertiku.” Ucapnya pelan. Namun dapat didengar oleh seluruh member. Semua bergidik ngeri. Lalu ia mengeluarkan evil smirknya.

“Kau-mati-ditanganku.” Tambahnya sambil berdesis dan penekanan disetiap katanya.

Advertisements