Tags

“NI CHAN-AH~YESUNGHYUNGPINGSAN~‼‼”

Dengan spontan Nichan langsung berlari ke sumber suara. Ternyata Sungmin yang berteriak dari kamar mandi tamu. Ada Yesung yang badannya gemetaran kerana menggigil. Nichan langsung mendekati Yesung dengan mata menahan tangis.

“Oppa~ Gwaenchana?”

“Ne.” Yesung menjawab dengan gemetaran. Nichan berusaha mendudukan Yesung. Tapi tenaga tak cukup kuat.

“Oppa bantu aku mengangkat Yesung Oppa! Angkat ke kamarku” pinta Nichan pada Siwon dan Donghae. Nichan menuntun jalan menuju kamarnya. Kemudian Siwon dan Donghae membaringkan Yesung dikasur. Kemudian mereka keluar.

Nichan kembali kekamarnya membawa sebaskom air untuk mengkompres. Setengah jam kemudian badan Yesung sudah tidak menggigil kedinginan. Nichan kembali ke ruang santai.

“Bagaimana keadaanYesungHyung?” tanya Ryeowook.

“Dia sudah tidak menggigil lagi. Dia sedang tidur. Ngomong-ngomong kalian tidak ada jadwal?”

“Aku ada. Tapi nanti jam10.”Key menjawab.

“Onew Hyung pamit karena harus latihan musical.SementaraJonghyunHyung,HeechulHyung,EunhyukHyung, ada jadwal. Jadwalku hari ini bersamaan dengan Key Hyung.” Taemin menjelaskan.

“Kalian tidak ada jadwal?” Minso bertanya

“Kebetulan aku dan Siwon harus syuting. Kami berangkat sebentar lagi.” Donghae menjelaskan.

“Aku berangkat bersama kalian ya! Aku mau siaran di Shim Shim Tapa.” Shindong menjelaskan.

“Danaku, Kyu, Ryeowook, dan Yesung akan menjadi guest star di strong heart.” Sungmin menjelaskan.

“Chogi~ apa kalian bisa berangkat tanpaYesungOppa? Kurasa keadaannya sedang tidak sehat. Aku takut kalau sakitnya makin parah.”

“Ne. aku juga tak ingin terjadi sesuatu yang buruk terjadi pada Yesung Hyung.” Sungmin mengiyakan.

“Ah ya! Kalian belum sarapan, kan?Ayosarapan!” Nichan mengganti topic. Semua memangguk kecuali Donghae, Siwon, dan Shindong.

“Mian kami tidak bisa ikut sarapan bersama. Kurasa waktunya terlalu pendek. Kami permisi. Anyeong!” mereka pamit. Tersisa Nichan, Minso, Key, dan Taemin, Kyumin dan Ryeowook.

Setelah sarapan mereka berbincang-bincang.

“Minso-ya, kemana Minra dan Byulhyun?”

“Byulhyun sedang mengampu dan Minra sedang kencan dengan Minho.”

“Jeongmal? Wah ternyata rencana kita berhasil.”

“Iya berkat Byulhyun.”

“Memangnya perkataan Minra kemarin itu beneran?” tanya Key.

“Minra cerita padaku kalau dia menyuka kakak kelasnya bernama Choi Minho. Karena waktu itu aku tinggal di LA, aku jadi tidak mengenalnya. Sewaktu aku kembali ke Korea aku baru sadar kalau yang dimaksud adalah SHINee Choi Minho. Tapi sayang dia harus ke Belanda untuk melanjutkan studinya.”

“Selama di Belanda dia masih menyukainya?”

“Dia bahkan tahu berita terupdate SHINee terutama yang bersangkutan dengan Minho.”

“Oh begitu ceritanya. Kalau begitu kami pamit Nichan-ah sebaiknya kau menelpon dokter untuk memeriksa keadaan Yesung Hyung?” Key memberi saran. Nichan mengangguk. Lalu dia berbincang dengan seseorang di telepon.

Setengah jam kemudian, dokter yang tadi Nichan telepon datang. Awalnya dia kaget dengan keberadaan Kyu, Sungmin, dan Ryeowook disana. Dan tambah kaget kalau pasiennya adalah Yesung.

“dr.Yoon, bagaimana keadaannya?”tanyaNichan sesaat setelah dokter itu memeriksa Yesung.

“Sebelumnya saya ingin bertanya, apa benar dia adalah anggota super junior?” Nichan mengangguk mengiyakan.

“Ne.Benar. Dia adalah anggota super junior. Tapi sayamahonrahasiakan hal ini dari orang lain dr. yoon.” Pinta Nichan.

“Tentu saja, ageshi! Sebenarnya dia hanya kelelahan karena jadwalnya. Dia terlalu banyak memforsir tenaganya. Dan makannya kurasa tak teratur. Kusarankan untuk dia beristirahat. Sehari cukup. Dan makan bergizi dengan teratur. Nah ini resepnya.Danada multivitamin untuk menjaga kondisinya agar tetap fit.” Lalu dr. Yoon menyerahkan secarik kertas pada Nichan.

“Satu lagi. Apa boleh saya meminta foto kalia? Anak saya sangat menyukai Super Junior.”pinta dr. Yoon. Permintaan itu dengan senang hati dikabulkan oleh Sungmin, Kyu, dan Ryeowook.

“Gamsahamnida. Kalau begitu saya permisi. Anyeong!” dr. Yoon berpamitan. Sesaat setelah kepergiannya, Yesung mulai sadar.

“Oppa! Kau sudah sadar?” Nichan langsung duduk dipinggir kasur. Yesung hanya mengangguk. Nichan menyerahkan segelas air putih utuk Yesung.

“Yang lain sudah pergi, ya? Sepi sekali?” tanya Yesung. Sungmin mengangguk. “Ah kita juga ada jadwal, kan? Sudah jam setengah sebelas, Ayo berangkat!” ucap Yesung sambil bangkit dari kasur. Namun karena keadaannya yang sedang tidak fit, dia hampir terjatuh.

“Oppa sudah! Tak usah memaksakan diri.” Ucap Nichan memohon sambil tetap menahin tangis.

“Tapi aku harus pergi, jagi! Aku tak ingin mengecewakan para Clouds dan ELF, jagi-ya!” Ucap Yesung tenang.

“Tapi kau sedang sakit. Mereka pasti mengerti, Oppa!” kali ini Nichan memohon sambil menangis. Yesung memeluk Nichan.

“Kau harus mengerti, jagi! Ini sudah konsekuensiku sebagai penyanyi. Aku sudah sering mengalami hal ini.” Yesung membujuk Nichan.

“Tapi kau juga harus memikirkan kesehatanmu. Aku tak mau kau paksakan tubuhmu. Kau pikir aku bisa tenang saat kau menghadiri GDA dalam keadan sakit, huh? Untung adaRyeowookOppadisampingmu! Coba kalau tidak? Kepalamu saat itu sudah membentur meja!”

“Kau tahu hal itu?”

“Aku tahu. Aku menjadi penonton waktu itu.” ucap Nichan sambil terisak. Lalu ia menunjukan sebuah foto dari HP

“Difoto itu terihat jelas kalau kau mau pingsan.”

“Mianhae membuatmu khawatir. Tapi kali ini aku benar-benar kuat kok.”

“Waktu itu kau juga mengatakan hal yang sama.” Nichan tetap kekeh. “Oppa boleh pergi tapi aku ikut!” tambahnya

“OK! Aku akan tambah senang dan semakin semangat.” Yesung kini tidak terlihat pucat sama sekali. Tentu saja karena setelah 1 tahun berpacaran, Nichan tak pernah menemaninya melakukan kegiatan.

Setibanya digedung SBS Nichan menyamar sebagai asisten pribadinya Yesung. Jadi dengan begitu dia gampang untuk masuk backstage. Yesung sibuk untuk persiapan. Nichan dengan sabar menunggu namjanya itu.

~

Byulhyun  sedang berada di pinggir sungaihan. Setelah pembekalan yang ia berikan ia ingin melepas lelah. Sebelum kesini ia membeli seperangkat alat lukis. Lalu ia mulai melukis disitu.

Entah kenapa niat awalnya yang ingin melukis pemandangan sungai han berubah menjadi sesosokKimKyuHyun. Byulhyun menyadari kalau ia merindukan Kimmie-nya itu.

“Kimmie bogoshipo. Neomu neomu bogoshipo” ucapnya terisak. Kemudian dia teringat saat ia dan Kimmie berlibur kekorea5 tahun yang lalu.

*Flashback*

“Kimmie aku mau ke sungai han. Kamu mau ikut nggak?” tanya Byulhyun pada Kimmie.

“Kemanapun asal ada kau, jagi hehe..”

“Ah, kau! Setelah itu kita ke Namsan tower, ya! Katanya disana bagus. Mau, ya!”

“Everything for my princess.”

Kemudian mereka berangkat ke Sungai Han menggunakan bus umum. Walau mereka tinggal di LA, orang tua mereka adalah orang korea. Jadi mereka lancar untuk menggunakan hangul.

Karena saat ini sedang musim semi menambah kecerian Byulhyun. Mereka bermain kejar-kejaran. Kemudian ada seorang anak yang menangis dibawah pohon. Byulhyun dan Kyu mendekati anak itu.

“Ya, kenapa kau menangis?” Byulhyun bertanya ramah.

“Aku tadi kesini bersama adikku. Sekarang dia hilang. Aku tak tahu harus mencarinya kemana. Aku bisa dimarahin eomma kalau pulang tanpa Jun Gi.”

“Jadi adikmu bernama Jun Gi? Siapa namamu?” tanya Kyu

“Ok Jun Mi umurku 10 tahun.”

“OK. Jun Mi. namaku Lee Byulhyun dan ini Kim Kyuhyun Oppa. Bagaimana kalau kita mencari Jun Gi bersama?”

“Eonnie mau membantuku? Gumawo eonnie!” Jun Gipun memeluk Byulhyun. Lalu mereka mencari Jun Gi. Ternyata Jun Gi sedang melihat segerombolan orang yang sedang memancing.

“Eonnie terimakasih, ya, sudah mau membantuku untuk mencari Jun Gi. Ini untuk eonnie! Semoga eonnie bisa langgeng hingga kakek nenek denganKyuhyunOppa!” ucap Jun Mi  sambil memberikan setangkai mawar putih lalu pergi bersama Jun Gi.

“YA! Anak sekecil itu sudah tau?” Kyuhyun tak menyangka.

“SudahlahOppa! Kajja! Ayo kita ke Namsan tower. Sudah mulai malam. Kudengar makin indah kalau malam hari.”

“Sejak kapan kau memanggilku, Oppa? Ah rasanya aku harus berterima kasih pada Jun Mi. Jun Mi-ya Gumawo~!” ucapnya seraya merangkul bahu Byulhyun.

Malamnya mereka menikmati pemandangan kotaSeoulmalam hari diNamsanTower. Lalu mereka berfoto-foto. Mereka terlihat bahagia. Banyak pasangan yang iri karena chemistry yang mereka ciptakan.

Setelah itu mereka makan malam di sebuah café didekat hotel tempat mereka menginap. Bahkan mereka menjadi best couple pada acara yang dibuat untuk merayakan anniversary café itu. hadiahnya adalah couple ring. Ajaibnya cincinnya pas pada jari mereka.

“Jagi, itu tandanya kalau kita memang ditakdirkan untuk bersama!” ucap Kyu bangga.

“Kita tidak tahu masa depan, Kimme.” Ucapnya bijak

“Kau tak mau bersamaku?”

“Tentu aku mau, Kimmie! Tapi kita memang tidak tahu masa depan,kan?”

“Geureohchi! Tapi memang Byulhyun hanya diciptakan untuk Kyuhyun!”

“BrianKim! Don’t be so sure!”

“How about together with Kimmie, Isabella Lee?”

“Yes, I want!”

*End of Flashback*

Byulhyun memandang cincin yang ada dijarinya sekarang. Cincin yang sama dengan milik Kyu.

“Apa kau masih memakai cincin ini, Kimmie?” tanyanya pada dirinya sendiri. “Aku menyayangimu, Kimmie.” Tambahnya dengan tangisan kecil.

~

Akhirnya acara dimulai. Kang Ho Dong dan Lee Seung Gi membawakan acara seperti biasa. Dan juga Yesung bertingkah seperti biasa. Konyol. Acarapun diakhiri dengan lagu In My Dream yang dinyanyikan langsung oleh Sungmin, Kyu, Ryeowook, dan Yesung.

“Sudah selesai?” Nichan bertanya seraya memberikan sebotol air mineral. Yesung mengangguk. Lalu Nichan mengelap keringat Yesung. Untung disitu tak ada orang lain selain mereka dan member suju lainnya.

“Setelah ini, masih ada schedule?” Nichan bertanya

“Ne. setelah ini K.R.Y ada schedule di Music Bank. Lalu aku dan Kyu di Music Core. Setelahnya aku ada 2 schedule sebagai star guest.”JelasYesung. “Kau masih mau ikut?”

“Ne.”

Kemudian K.R.Y melanjutkan schedule. Sungmin mengikuti schedule K.R.Y yang satu ini. Karena Kyu menyuruhnya agar menemaninya. Hingga akhirnya Nichan mengikuti Yesung dischedulenya yang terakhir. Nichan menghela nafas untuk mengurangi rasa lelahnya. Dia tak menyangka kekasihnya itu mampu melakukan aktifitas yang memuakan seperti ini. Nichan yang hanya menemani saja sudah lelah. Apalagi kekasihnya itu harus tetap tersenyum dan terlihat ceria padahal sangat melelahkan itu.

Tapi apa boleh buat? Ini adalah dunia yang ia pilih. Dan dia harus mau menerima konsekuensi rasa lelah yang lebih besar dari karyawan kantoran. Bahkan untukCEOseperti Nichan.

Akhirnya schedule Yesung selesai sekitar jam sebelah malam. Mereka pulang ke rumah Nichan. Saat dimobil Yesung menghempaskan tubuhnya dijok mobil. Lalu menghela nafas.

“Akhirnya selesai juga.” Yesung berkata.

“Oppa, apa kau lelah?”

“Kau lelah? Baru menguntitku untuk 4 jadwal sudah lelah? Bagaimana kalau kau ikut jadwalku minggu lalu? Sehari bisa 10 jadwal.”

“Jinja 10 jadwal sehari? Kau tak lelah atau muak?”

“Tentu saja aku lelah. Apa lagi aku sedang tidak terlalu sehat. Tapi saat aku turun panggung dan melihatmu rasanya seperti aku sudah diisi ulang tenaganya.”

“Jinja? Lalu apa saat aku tak ada tenagamu hilang, huh?”tanyaNichan sinis

“Tidak juga.”

“Aku yang hanya menunggu dan sedikit membantumu saja sudah muak. Bagaimana kau bisa bertahan?”

“Itu karena kau baru sekali melakukannya dan ini bukan dunia yang kau sukai. Aku? Aku sudah berkecimpumpung didunia lebih dari 5 tahun. Lagipula apa kau tak tahu rasanya saat para ELF meneriakan nama member kami satu persatu dan menyemangatai kami saat berada dipanggung? Itu menimbulkan sensasi tersendiri untukku.Dansaat mereka tersemyum puas karena panampilan kami rasa lelah itu rasanya sudah tergantikan dengan rasa bangga dan sejenisnya.” Yesung menceritakan perasaanya. Namun bahunya terasa berat. Ternyata Nichan tertidur dibahunya. Akhirnya Yesung juga tertidur menyandar dikepala Nichan. Mereka tertidur dengan saling bersandar.

Akhirnya mobil sampai dirumah Nichan.

“Jagi, aku pulang dulu, ya!” Yesung pamit pada Nichan.

“kau mau pulang naik apa?”

“Taksi atau bus mungkin.”

“Ya mana ada bus jam segini? Kau mau cari taksi dimana?”

“Molla. Ah aku menginap disini saja!” Yesung mengungkapkan idenya. Nichan mengangguk menyetujui. Lalu Yesung mengabari Leeteuk kalau dia menginap dirumah Nichan.

Esoknya entah ada angin apa, Nichan bisa bangun pagi. Lalu ia bergegas menuju kamar tamu. Entah kenapa ia mempunyai feeling yang tidak enak. Dia mencari Yesung tapi tak menemukannya. Lalu ia mencari Yesung dikamar mandi.

~

Hari ini Byulhyun pergi ke sungai han lagi. Entah ada apa dengannya. Akhir-akhir ini dia sering memimpikan kenangannya bersama Kimmie. Byulhyun yang awalnya berniat untuk memendam perasaannya menjadi bimbang dan semakin sulit untuk melupakan perasaannya.

Kali ini dia tidak melukis. Dia memilih untuk menulis puisi. Byulhyun aslinya merasa aneh dengan dirinya. Karena entah kenapa otaknya memerintah untuk melakukan hal yang berhubungan dengan seni.

~

Bingo! Dia menemukan Yesung didepan wastafel sambil memegangi hidungnya. Nichan mencium bau amis disitu.

“Oppa gwaenchana?”

“Ne.”

“Coba kulihat hidungmu.” Kata Nichan meraih tangan Yesung untuk melihat hidungnya. Namun saat tangan Nichan menyentuh tangan Yesung yang panas.

“Omona! Tanganmu panas.” Nichan seketika menyentuh dahi Yesung. “YA‼ kenapa kau tak bilang kalau badanmu panas, huh?” kepala Yesung hampir saja menabrak lantai kalau saja Nichan tidak dengan sigap menahan tubuhnya.

Wajah Yesung makin pucat sekarang. Ditambah darah segar yang kelaur dari hidungnya. Nichan menjadi panik. Lalu ia memanggil So Ahjussi untuk memopoh Yesung kekasur. Lalu dia menelpon dr. Yoon.

Selesain memeriksa dr. Yoon memarahi Nichan karena sarannya yang kemarin ia sarankan tidak dilakoni.

“Nichan-sshi, saya sudah katakana kalau Yesung-sshi harus istirahat 1 hari saja. Kalau tidak keadaannya makin parah. Apa kemarin obat yang saya kasih sudah diminum?”

“Maaf, dr. Yoon, itu Yesung yang ngotot untuk tetap melakukan kegiatannya. Alasannya tidak mau mengecewakan ELF. Masalah obat, belum. Tapi dia minum multivitamin, kok.”

“ELF juga akan kecewa kalau dia sakit. Kalau begitu saya permisi. Saya harap dia mau untuk beristirahat hari ini. Dan jangan lupa untuk minum obat.”

“Ne.Gamsahamnida, dr. Yoon.”

Kemudian setelah dr. Yoon pulang, Nichan mengkompres Yesung. 1 jam kemudian Yesung bangun.

“YA‼ Oppa apa kubilang kemarin? Jangan lakukan schedulemu! Ini akibatnya! Kau tak boleh melakukan kegiatanmu hari ini.”

“YA! Aku baru bangun dan sedang sakit. Kenapa kau malah memarahiku?”

“Salah siapa kau tak menuruti perkataanku. Aku tak mau tahu, hari ini kau tak boleh beraktifitas.”

“Tapi aku hanya memiliki 1 jadwal dengan K.R.Y”

“Suruh saja Kyu berduet dengan Ryeowook!”

“Tidak bisa. Aku tidak ingin mengecewakan …”

“Clouds? ELF? Menurutmu apa mereka tak kecewa? Mereka akan lebih kecewa bila mengetahui idolanya sakit. Apa lagi alasannya untuk tidak membuat mereka kecewa. Mereka pasti sedih. Kumohon sekali saja. Sayangilah badanmu. Jangan kau paksakan. Aku juga tak ingin Clouds dan ELF kecewa.”

“…” Yesung diam

“Mereka pasti khawatir kalau kau memaksakan untuk perform dalam keadaan sakit.”

“Kau tak khawatir?”

“Pertanyaan bodoh. Tentu aku juga khawatir. Aku selalu mengkhawatirkan kondisimu.”

“Jinja?”

“Mmm… kau ingin membuat Clouds dan ELF senang? Jaga kondisimu agar tetap sehat. Sekarang kau telepon managermu!” Yesung mengangguk lalu segera menelepon managernya itu. lalu Nichan menyerahkan obat yang dr. Yoon sarankan.

“Jagi, kau tau apa yang bisa membuatku cepat sembuh selain obat ini?” tanya Yesung seakan menolak tapi tetap menerimanya.

“Bahkan akan selalu membuatku kuat dan merasa sehat.” Katanya setelah meminum obat. Nichan berpikir.

“Mm.. semangat dari ELF dan Clouds?” jawabnya ragu.

“Itu termasuk. Tapi ini lebih berkhasiat.”

“Memangnya apa?”

“1. Kalau setiap hari kau meneleponku kalau kita tidak bisa bertemu.

2. Kau selalu memanggilku dengan sebutan ‘jagi’.

3. Kalau kau menciumku setiap hari.

4. Kalau ka~” ucapan Yesung terputus karena Nichan mengecup singkat pipi Yesung.

“Setidaknya cukup untuk membuatmu cepat sembuh.”

“Aku sudah sembuh, kok!” Yesung langsung bersemangat.Danuntuk membuktikan bahwa ia sudah sembuh ia menarikan tarian yang tidak bergenre ala Yesung.

“Ya! Jangan bersikap aneh!”

“Wae?”

“Kalau kau bersikap aneh aku semakin mencintaimu.” Ucap Nichan lalu bergegas meninggalkan kamar dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus. Kemudian Yesung mengejar Nichan untuk memperlihatkan hal-hal aneh yang dikuasainya.

~

Byulhyun sudah selesai menulis puisi.Danlagi-lagi tanpa ia sadari sebuah puisi yang berisi tentang kenangannya bersama Kimmie.

Kini ia tak lagi menggunakan cincin sebagaimana mestinya. Ia membuatnya menjadi liontin. Karena saat menjadi cincin dengan mudah ia melihat cincin itu.

Tanpa sadar ia menyenandungkan puisinya menjadi irama lagu. Dan terbentuk sungai kecil dipipinya.

“Chogi! Neo~ Byulhyun Onnie aniaeyo?”

T.B.C

Advertisements