Tags

“Onnie~” Ucap Min So lirih dan pelan namun dapat ditangkap oleh semua orang disana. Min Ah juga sama kagetnya. Menatap pandangan tak percaya pada Min So. Kemudian berucap lirih dan penuh keraguan, “Shimi-ya?”

Min So berlari memeluk Min Ah. Min Ah membalas memeluknya. Mereka menangis. Mereka saling melepas rindu. Para member Suju dan Shinee bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya terjadi.Adahubungan apa diantara mereka.

“Onnie~ Bogoshipo.” Ucap Min So sambil terisak.

“Nado Shimi-ya!” Min Ah berkata.

“Onnie~ kenapa onnie tidak pulang?” kata Min So sambil menggandeng Min Ah duduk di sofa. Diikuti member yang lain.

“Kau tahu sikap eomma dan appa? Mereka tak setuju. Aku hanya ingin mewujudkan mimpiku.” Jelas Min Ah. 1 hal yang ada di otak para member Suju dan Shinee kalau mereka itu kakak dan adik.

“Onnie~ setelah kau pergi, mereka memberimu izin. Tapi kau tak pulang. Eomma sangat merindukanmu. Sampai dia sakit.”

“Jinja?” Min Ah tidak bisa berkata lagi. Hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya sekarang. “Antarkan aku menemui Eomma dan Appa. Mereka sedang diKorea,kan?”

“Appa sedang di Caledonia. Eomma~” Min So bingung bagaimana menjelaskan.

“Eomma~ dimana, Shimi?”

“Onnie ikut aku saja. Eomma di Korea kok.” Ucap Min So pada akhirnya. Ni Chan yang tahu kebenarannya merasa tak yakin dengan keputusan Min So. Selagi Min Ah bercerita kejadian yang sesungguhnya dan berpamitan dengan Leeteuk, Min So mengambil kunci mobil di kamar diikuti Ni Chan.

“Duh, Kuncinya mana sih?” tanya Min So dengan entah siapa. Ni Chan yang tau kalau sahabatnya pelupa sudah biasa. Dia ikut membantu mencari.

“Nih. Kamu yakin, Min So?” kataNiChansambil menyerahkan kuncinya. Min So menghela nafas. Lalu mengangguk. Kemudian mereka turun. Lalu Min So dan Min Ah pergi.

“Kita ngapain sekarang?”TanyaRyeowook.

“Molla.” Ni Chan membalas.

“Kita melanjutkan acaranya saja! Kajja!” Key memutuskan.

“Chankaman, Lee Ahjuma dan Kang Ahjuma belum pulang. Jadi persedian daging terbatas.” Ujar Min Ra. Sesaat kemudian 2 orang sunyeo masuk sambil membawa 3 kantong belanjaan.

“LeeAhjuma, daging dan bumbunya langsung dibawa ke halaman belakang saja!” Ni Chan memberi perintah.

“Ahjuma kau beli ayam tidak?” onew langsung bertanya pada Ahjuma yang tadi Ni Chan perintahkan.

“Ne” jawab Ahjuma itu. lalu langsung pergi ke halaman belakang.

“OK. Kajja!” Onew bersemangat.

“Kita masak saja dulu! Kurasa mereka tak akan lama. Ryeowook oppa, bantu aku membuat roti untukMinSo.Key, kau buat roti saja bareng kami. Kita masaknya sewaktu roti dipanggang. Kalau kau masak sekarang, keburu dingin.”NiChanberencana

“OK.” Key menjawab

“NoonaHyung, Aku ikut ya!” Taemin memohon pada Key danNiChan

“Asal kau tak mengacau saja!” Key memberi syarat.

“Baik hyung.”KemudianKey, Taemin, Ryeowook, dan Ni Chan beranjak ke dapur dan membuat roti untuk ultahMinSo.Sementara itu Min Ra dan yang lain menonton TV. Sesaat kemudian Min Ra mendekati Min Ho. Tidak butuh waktu lama obrolan mereka berjalan lancar. Tidak heran untuk Min Ra yang gampang bergaul dan punya banyak hal yang ia bicarakan.

Byul Hyun sudah pulang dari acara pembekalan. Kemudian langsung masuk ke dalam kamar untuk mandi dan berganti pakaian. Lalu turun dengan membawa buku yang tebalnya5 cm. kemudian dia duduk disofa dan membacanya. Sementara yang lain memandang buku yang ia bawa dengan muak.

Kyu masih asik bermain PSP hingga baterainya habis. Sialnya dia tidak membawa charger. “Min Ra kau punya charger PSP?” tanya Kyu padaMinRa. Min Ra terkejut. Karena selama ini dia jarang bermain game. Byul Hyun beranjak dari sofa menuju kamarnya dan kembali ke ruang santai dan memberikan sebuah kotak ke Kyu.

“Ini. Kau butuh Charger kan?” Kyu menerima kotak itu dengan ragu. Gadis ini punya charger PSP? Yang benar saja. Pikirnya. Lalu ia mencari stop kontak. Ia menemukannya dan langsung memasang charger itu. harus menunggu penuh 20% agar bisa dinyalakan lagi. Di melihat banyak foto di sebelahnya. Lalu ia melihat-lihat.

Kyu Hyun’s POV

Ada foto yang menarik perhatianku.ByulHyunsedang memamerkan medali emas yang ia dapatkan. Di medali emas itu tertulis ‘Mathematic Olympiad2002’. Itu adalah olimpiade yang sama yangku ikuti sewaktu SMA.Danapa? Aku dikalahkan oleh seorang Byul Hyun si Yeoja primitive itu? Aku tetap kalah. Aku tak terima.

“Ya! Byul Hyun kau memang perebut kebahagiannku!” Aku berteriak. Sung Min mendekatiku. Bahkan Taemin, Key, Ryeowook dan Ni Chan sampai keluar dari dapur.

“Kyu kali ini kenapa lagi?”

“Kau.” Aku menunjuk Byul Hyun. “Gara-gara kau aku tidak bisa memenangkan medali emas tahun2002.”Byul Hyun mendekatiku.

“Oh jadi kau Cho Kyu Hyun yang itu?”

“Ya.”

“Oh kalau itu memang kaunya yang tidak bisa mengalahkanku.” Ucapnya santai.

“Tapi aku mengalahkanmu tahun2003.”Aku berbangga

Author’s POV

Byul Hyun tersenyum meremehkan. “Itu aku yang mengalah padamu. Tahun 2003 aku mengikuti bidangIPA. Jadi aku tidak kalah padamu. Aku mendapatkan Emas pada bidangIPA.” Byul Hyun juga pamer. Kyu terlihat shock.

“Lihat foto disebelahnya!” Kyu menurut, dia tambah Shock. “Berarti kau memang ditakdirkan kalah dariku. Pertama saat olimpiade kedua saat berebut CD. Aku mengalahkanmu.”

“YA‼ Kau mengajak perang.” Kyu marah.

“Terserah katamu.” Byul Hyun santai lalu masuk kamar. Sungmin menangkan Kyu. Leeteuk berjalan mendekati. “Kyu bersikaplah dewasa.” Kyu tak menggubrisnya lalu memainkan PSPnya lagi. Leeteuk menghela nafas. Semua kembali ke giatan awal.

~

Ditempat lain…

“Shimmie~ Kita mau kemana?” Tanya Min Ah.

“Onnie liat saja nanti.” Beberapa saat kemudian mereka tiba pemakaman di daerah kangnam.

“Shimmi-ya, kenapa kita kesini?” Min Ah bingung. Min So tetap diam dia melangkah memasuki pemakaman. Kemudian berhenti disebuh nisan.

김서앟

Min So berlutut. “Eomma~ Aku datang.” Min So berkata sambil menangis. Min Ah sudah tidak sanggup lagi menahan air matanya.

“Eomma~ Aku pulang.” Min Ah berkata pada akhirnya. “Eomma mianhae. Jeongmal mianhae. Mianhae karena aku pergi dari rumah. Mianhae aku tidak pulang. Mianhae kalau aku tidak tahu bahwa eomma sakit. Mianhae kalau aku tidak tahu kalau eomma sudah…” Min Ah menangis lalu memeluk nisan itu. “Eomma bogoshipo.”

Min So yang melihatnya ikut menangis. Akhirnya kakaknya bisa bertemu dengan ibunya. Dia memeluk kakaknya dari belakang.

“Eonnie lebih baik kita berdoa untuk eomma.” Kemudian mereka berdoa. Kemudian mereka berpamitan dan kembali ke rumah Ni Chan. Disaat mereka berjalan menjauh ada seorang wanita menggunkan baju putih tersenyum memandang mereka.

“Nado bogoshippo, Min Ah. Eomma bahagia kalian bisa berkumpul lagi.” Wanita itu lalu tersenyum lalu ikut menghilang saat angin menerpa dengan membawa daun-daun kering.

~

Ni Chan House

“Yak sudah jadi. Tolong bantu ngolesin krim sama di kasih garnish ya! Aku nggak bagus dalam has dekorasi.” Ucap Ni Chan. Key mengangguk. Beberapa saat kemudian mereka keluar dari dapur saat kue itu sudah selesai.

“Nahayo kita ke taman belakang. Kita masak! Let’s Go”NiChanmengajak. Namun berbarengan dengan Min So dan Min Ah memasuki ruang santai. Leeteuk langsung mendekati yeojachingunya.

“Jagi, gwaenchana?” tanya tatkala mendapati mata Min Ah yang sangat sembab.

“Gwaenchana.”

“Kamu sudah bertemu dengan eommamu?”

“Ne.Dipemakaman.” Ucap Min Ah menahan tangis. Leeteuk langsung memeluk Min Ah. “Mianhae.Nanmolla.” Sambil mengusap-usap punggung Min Ah.

“Ne! Ayo sekarang kita melanjutkan acara pesta ulang tahun Shin Min So.” Ucap Ni Chan semangat.

“Ayo!” ucap yang lain bersamaan. Lalu pergi menuju halaman belakang yang luas itu.

Kemudian mereka memulai acara masak memasak. Mereka menggunkan daging sapi. Karena aslinya memang dari sapi. Tapi onew ngotot untuk menggunkan ayam. Alhasil mereka memasak lagi 3 porsi dengan daging ayam.

Kemudian mereka makan bersama. Dan 3 porsi daging ayam itu dihabiskan untuk onew sendiri. Eunhyuk makan hingga 5 porsi begitu juga dengan Shindong. Member Suju dan Shinee yang lain hanya 2 porsi. Ni Chan kembali masuk dapur dan mengeluarkan cake yang mereka buat.

“Ini Cake special ala Key, Ni Chan, Taemin, dan Ryeowook” kata Ni Chan begitu memasuki halaman. Kemudian mereka menyanyikan lagu saenggil chukahamnida untuk Min So. Lalu tiup lilin. Lalu potong kue. Potongan pertama untuk Min Ah. Potongan kedua untukNiChan.Yang  ketiga untukByulHyun. Dan keempat untuk Min Ra.

Setelah makan kue, mereka bermain dengan kue itu. terjadi perang colek krim. Sudah malam. Mereka memutuskan untuk bermain truth or dare. Byul Hyun awalnya menolak, namun karena Ni Chan memaksa akhirnya semua ikut. Ditemani malam cerah dan lilin mereka bermain truth or dare.

Yang pertama memutar adalah Leeteuk sebagai leader. Botolpun diputar dan berhenti di Ryeowook.

“Wookie, katakan hal yang ingin kau katakana untuk salah satu member suju antara Kyu dan Eunhyuk. Pilih salah satu!”

Ryeowook berpikir sebentar. “Mm Eunhyukie hyung! Neo, dunjum sso. Dunjum! Kau orang pelit, tidak mengeluarkan sewonpun untuk dongsaengmu. Kau bahkan tak akan mengeluarkan 100 won untuk membelikan aku sesuatu untuk makan. Dunjum!” Member yang lain tertawa. “Hyung saranghae!” tambahnya sambil mebuat tanda hati dengan kedua tangannya

“Ah cepat lanjutkan! Putar botolnya!” Kyu memerintah. Ryeowook memutar botolnya dan berhenti Min Ah.

“Min Ah noona, apa yang akan kau lakukan kalau kau menikah dengan Leeteuk hyung?” Tanya ryeowook, bisa dilihat pipi Min Ah dan Leeteuk merona. “Aku akan menjadi istri yang baik. Dan aku juga akan mengakhiri karirku.”

“Wae?”

“Karirku~ Aku ingin mematuhi perintah Eomma dan appa. Walau terlambat, tapi lebih baik dari pada tidak sama sekali.”

“Onnie bagaimana kalau onnie jadi dirut resort eomma yang ada di jeju? Aku malas menanganinya. Aku jadi manager saja.” Min So member pendapat. Semua orang kaget.

“Jinja? Jadi eomma berhasil membuat resortdi Jeju? Jadi berapa resort yang kita punya?”

“Kita punya 3. 1di Caledoniadiurus Appa, di Jejuyang aku urus, dan terakhir diHawaiiyang diurus oleh Jung Man Ahjussi.” Min So menjelaskan.

“Uwa~ kalian punya resort? Wah tak kusangka yeojaku anak seorang pengusaha sukses.” Kata leeteuk lalu memeluk Min Ah.

“Ah ayo kita mainkan permainannya. Selanjutnya adalah~…” Min Ah lalu memutar botol. Botol berputar. Lalu berhenti pada Key. “Truth or dare?” Tanya Min Ah. Key berpikir. “Dare” jawabnya.

“Tarikan 5 tarian girlband!” Suruh Min Ah. “Aku ikut juga!” heechul menawarkan diri. Min Ah mengeluarkan iPod lalu terdengar random song dari iPodnya. Key dan Heechul dengan lancar menarikan 5 tarian girlband itu.

“Done. Next is…” Key memutar dan berhenti pada heechul. “hyung… neo~” Key mau bertanya namun disela oleh Heechul.

“Aku tadi sudah melakukan dare bersamamu. Kali ini aku diskip. Aku putar botolnya sekarang.” Semua menatap heechul. Yang diperhatikan malah asik dengan botol. Botol berhenti pada Ni Chan.

“NiChankau harus memilih dare! Teriakan kalau kau memuji aku. Dan sebutkan alasan apa saja” Perintah heechul.

“YA‼ Seharusnya aku yang memilih bukan kau!” Ni Chan menolak.

“Diam dan patuhi perkataanku! Sepupu yang tak baik.” Heechul kekeh dan menatap Ni Chan tajam. Ni Chan mendesis kesal. Lalu dia berdiri di tengah lapangan. Dia mendesah kesal.

“AKU MENYUKAIKIMHEE CHUL KARENADIAANEH DAN BABOO~”UcapNiChan.Heechullangsung lari mengejarnya “YA‼AKUTAKBABO! KAU CARI MATI HAH?” kemudian mereka kejar-kejaran. Yesung jadi cemburu dan menggebrak meja semua kaget. “Ayo kita lanjutkan. Jagi, Putar botolnya!”

Ni Chan mengerti langsung duduk disebalahnya dan memutar botolnya. “Min So kau selanjutnya. Thurth or dare?”

“Truth.”

“Neo! Siapa cinta pertamamu? Dan apa kau masih menyukainya?” Tanya Ni Chan sambil tersenyum nakal. Min So terlihat salting.

“Cinta pertamaku itu Oppamu, Chan-ah. Aku suka dengan Jung Chan oppa. Dan kurasa aku masih menyukainya.” Min So menundukan mukanya. Muka Siwon terlihat masam dan Min Ah memeluk Min So.

“Ah ayo siapa selanjutnya?” Min So mengganti topic langsung memutar botol. “Hyunnie Truth! Apa kamu masih mencintai Kimmie dan menunggunya? Kalau tidak apa kau berniat melupakannya?” Byul Hyun kaget

“YA! Aku harus memilih dulu!” byul Hyun menolak.

“Pertanyaan sudah keluar!Ayojawab! Byul Hyun-ah, siapa itu Kimmie?” tanya Eunhyuk. Byul Hyun tidak bisa mengelak lagi.

“Nan molla. Aku tak tahu dengan jelas perasaanku sekarang. Mungkin masih mungkin saja tidak. Aku tak akan pernah melupakannya. Kau ingat? Dia salah satu alasanku untuk kemari.”UcapByulHyuntenang sambil menatap langit lalu memutar botol

“Min Ra! Truth or dare?”

“Dare. Aku tak ingin rahasiaku terbongkar.”

“Ah! Kau cium Min Ho dan bilang kau suka padanya sejak kau masuk SMA!”TantangByulHyun. Dia mendengar kabar bahwa Min Ra menyukai Min Ho. Dan dia ikut dalam acara ‘perjodohan’ itu.

“Hyun-ah! Sireo! Yang lain saja” Min Ra menolak. Min Ho tersenyum. Memberdeul teresnyum jahil.

“Ayolah Min Ra! Kau sudah memilih dare. Dan ini tantanganya kau harus mau. Atau besok kau akan sial seharian!” Key mengancam diikuti anggukan kepala dari yang lain

Min Ra mendekati Min Ho lalu dia mengecup pipi Min Ho. “Nae chuahae. Sejak SMA aku menyukaimu.” Min Ra salting langsung kembali duduk ditempatnya dan memutar botol

“Berhenti padamu Ni Chan Onnie. Hal besar apa yang menurutmu lucu?”

“Besar dan lucu? Mm Ya! Aku mengenal banyak orang bernama Min. Kau Min So, Min Ra, Min Ah onnie, Sung Min oppa, Min Ho, Tae Min, Park Jung Min, Changmin. Dan mereka orang yang hebat.” Ni Chan dengan bahagia menjelaskan. Kemudian menambahkan “temanku sekarang yang ada disini sekarang juga orang hebat.”

Kemudian mereka tetap melakukan permainan itu hingga jam setengah dua belas malam. Lalu mereka memutuskan untuk menginap di rumah Ni Chan. Mereka tidur di lantai di ruang santai. Walau di ruang santai mereka bahagia karena kebersamaan yang mereka rasakan.

~

Paginya belum semua member bangun. Leeteuk sudah pergi dengan Min Ah karena mereka ada schedule. Siwon karena hari ini hari minggu dia sudah bangun untuk pergi ke gereja. Min So turun dari tangga. Dia menggenakan dress putih selutut terlihat cantik dan anggun

Siwon’s POV

Aku berisap untuk ke gereja. Aku tak tahu harus ke geraja mana karena aku tak tahu daerah ini. Ah aku cari saja gereja terdekat. Ketika ingin aku melangkahkan kaki aku medengar derap langkah dari tangga aku menoleh kali aja ada yang memberi petunjuk tempat gereja.

Aku melihat Min So turun. Dia mengenakan dress putih selutut. Dia terlihat cantik. Dengan rambut di kuncir ekor kuda membuat wajahnya terlihat lebih cerah. Dia melihatku lalu tersenyum. Cantik sekali.

DEG

Jantungku berdetak lebih cepat. Kenapa dengan diriku? Perasaanku tak bisa dikontrol.

“Selamat pagi” sapanya

“Pagi. Kau mau kemana pagi-pagi?” tanyaku untuk menutupi kegugupanku. Gugup? Ah sudahlah lupakan.

“Aku mau ke gereja. Kau?” Ah dia mau ke gereja? Kupikir orang seperti dia jarang sembahyang. Ternyata dia rajin sembahyang juga. Tak kusangka.

“Aku juga. Bagaimana kalau kita berangkat bersama?” tawarku. Lagian bosan kalau aku jalan sendiri. Bisa-bisa aku nyasar. Dia mengangguk mengiyakan.

“Apa yang lain mau ikut?” Tanya Min So pada memerdeul. “Dajane?” ketika menyadari yang lain masih tertidur. Aku mengangguk

“Kita jalan kaki, ya!” Pintanya. Jalan kaki? Tapi entah kenapa aku mengiyakan ajakannya. Selama perjalanan dia tersenyum ramah dan menyapa tetangganya.

“Min So-sshi~”

“Panggil aku Min So-ya saja! Kitakan teman. Tak perlu terlalu formal padaku. Lagi pula aku lebih muda.” Ucapnya bijak,

“Min So-ya, kenapa kau memilih jalan kaki?”

“Bumi mengalami global warming, kan? Aku ingin mengurangi efeknya. Lagi pula gerejanya tak jauh. Dan udara pagi hari disini sejuk.” Ucapnya sambil merentangkan tangannya dan menghirup udara segar. Tanpa sadar aku mengikutinya. Benar, udaranya segar sekali.

“Tuhan menciptakan bumi untuk kita. Tapi kita tak bisa menjaganya. Kalau bumi rusak siapa yang akan mengganti? Tak ada manusia yang sanggup. Hanya tuhan yang bisa. Bumi belum parah rusaknya. Apa salah kita membantu? Dan bukankah kita harus menjaga ciptaan tuhan dengan baik?” Ucapnya dengan senyum. Dia bijak sekali. Tak kusangka. Kupikir dia seperti yeoja biasa yang lebih mementingkan ego dan gengsinya.

Ah itu dia gerejanya! Sepi. Gerejanya besar dan designnya menarik. Tapi kenapa sepi, ya?

“Min So-sshi, kenapa disini sepi?”

“Ah, itu karena sedikit orang yang tinggal disini.Dansebagian penghuninya sering pergi keluar kota. Jadi disini sepi. Kalau kita ke gereja yang ada di utara jauh lebih ramai. Tapi aku tak suka terlalu ramai. Aku tak bisa focus berdoa.” Jelasnya. Wah selain rajin, dia sangat bersungguh-sungguh. Langka untuk yeoja sekarang ini untuk melakukan hal ini.

Kamipun berdoa. Jemaat disini ramah dan untung tak ada yang mengenaliku. Kemudian Min So mengajakku makan es krim.

“Min-ah! Bolehkan aku memanggilmu begitu?”

“Min-ah? Wae? Kau seperti memanggil Eonnieku.”

“Miinah kan artinya cantik. Min-ah terdengar sama seperti Miinah. Karena kau cantik. Kau harus memanggilku Oppa! Arra?” Ucapku menggomabl. Dia tersipu malu.

“Boleh. Gumawo sudah memanggilku cantik.” Ucapnya. Lalu kami berjalan hingga tiba di kedai es krim.

“Min-ah, apa perutmu tidak sakit makan es krim sepagi ini?”

“Ani.Disini es krimnya tak akan membuatmu sakit perut. Aku dan Ni Chan sering makan es krim pagi-pagi disini. Cobalah! Enak kok!” Rayunya. Akhirnya aku mau.

“Ahjussi, aku mau yang rasa coklat dengan toping anggur. Min-ah kau mau rasa apa? Buah faforitmu apa?”

“HYUNG‼‼” Seseorang memanggilku. Suara berat yang sangat kukenali. Aku menoleh. Benarkan dia yang datang.

“Wah Ada Min So juga, ya? Anyeong!” Sapanya pada Min So. Tumben dia ramah?

“AnyeongKyuhyun-sshi! Oppa aku rasa Tutty Fruity.” Lalu aku memasan yang Min So pesan. Kuserahkan eskrimnya padanya. Kyu duduk di samping Min So dan tetap memainkan PSP.

Mereka seperti Ibu dan Anak. Yang satu sangat dewasa satunya lagi sangat kekanakan. Atau kalau Kyu lebih kecil kami seperti satu keluarga. Keluarga? Ah Choi Si Won apa yang kau pikirkan?

“Gumawo!” Lalu dia melahap dengan lahap.

“Kenapa kau memilih tutty fruity? Biasanya yeoja memilih strawberry atau anggur.”

“Aku suka semua buah. Tuhan yang menciptakan buah. Pasti banyak manfaatnya. Tuhan memang baik pada kita. Tuhan terimakasih karena kau telah menciptakan apa saja yang kami butuhkan, terimakasih tuhan.” Ucapnya bersyukur. Lalu dia tersenyum.

DEG

Senyum itu lagi. Ku mohon jangan tampakan senyum itu lagi! Setiap ku lihat senyum itu, jantung dan perasaanku tak dapat dikontrol.

“Tunggu, ya! Aku mau membelikan untuk Ni Chan dan Min Ra!”

“HanyaNiChandan Min Ra? Byul Hyun tidak?” Sebelum beranjak aku menghentikannya

“Byul Hyun pasti sudah pergi ke kampus.”

“Oh ya? Memangnya Byul Hyun kuliah dimana?”

“ByulHyun? Kuliah? Di Seoul Univerity. Wae?”

“Ani. Aku hanya tanya. Semester berapa dia sekarang?” Min So tampak bingung. Lalu tertawa.Adaapa dengannya?

“Hahaha~ Kau pasti berpikir kalau Byul Hyun masih kuliah, kan?” Aku mengangguk

“Diantara kami berempat, hanya Min Ra yang masih kuliah. Ni Chan mau diwisuda.”

Author’s POV

“Haha~ Sudah kuduga kalau Ni Chan itu bodoh! Dia masih kuliah? Kalah denganmu. Haha~” Tawa Kyu membahana.

“Kyu Hyun jaga ucapanmu! Kau saja belum masuk semester akhir S1!” Siwon mengingatkan.

“Dia akan diwisuda jurusan International Business Management Law atSeoulUniversityuntuk S3nya.” Jelas Min So tenang. Namun mendapat reaksi mengejutkan.

“MWOYA?‼” ucap Siwon dan Kyu bersamaan.

“Bagaimana yeoja primitive itu?”

“ByulHyun? Dia sudah S3 sejak tahun lalu.”

“Kau?” Kyu dan Siwon bersamaan.

“Aku tak sepintar mereka jadi aku hanya mendapat S2.”

“Kau pintar Min-Ah! Kau sudah S2. Kyu yang lebih tua darimu saja belum lulus.” Ucap Siwon dengan nada meremehkan.

“Hyung!” Kyu Tak terima.

“Mereka pintar. Mereka bahkan melewati S2 karena mereka pintar.TerutamaByulHyun. Dia sudah mengampu siswa untuk olimpiade. Dia~ sangat pintar.” Ucap Min So sedikit dengan nada iri.

“Ah sudahlah!KyuHyun-ssi, kau mau pesan?” Min So menawari. Yang ditanya menggelengkan kepala dengan mata tetap terfokus pada PSPnya.

“Ahjussi! Aku pesan Eskrim vanilla 2. Yang satu dengan topping lemon dan mangga. Yang satu dengan topping strawberry + susu coklat. Dan aku pesan coklat hangat dengan potongan arbei dan strawberry. Untuk dibawa pulang ya, Ahjussi!”

“Wah, Min-ah kau pesan banyak sekali.”

“Ah ini untuk Min Ra danNiChan.Vanila+ strawberry + susu coklat untukMinRa.SisanyauntukNiChan.”

“Ah anak itu monster! Makan bisa segudang!” Kyu berkomentar.

“Apa Ni Chan tak akan sakit perut? Es krim + Lemon + Mangga + Strawberry pagi-pagi?”

“UntukNiChan? Nggak deh! Subuh-subuh saja dia berani minum air perasan lemon tanpa gula segelas penuh.”

“Ageshi, ini pesanannya!” Ucap Ahjussi pemilik toko. Kemudian Min So memberikan bebarapa lembar uang sepuluribuan.

“Kajja! Kita pulang!” Ajak Ni Chan. Lalu mereka bertiga pulang ke rumah Ni Chan. Seperti biasa Ni Chan belum bangun. Yang masih tertidur adalah Ryeowook, Onew, Yesung, Donghae, Taemin, Jonghyun, dan Shindong.

Min So masuk kedapur lalu memasukan es krim yang ia beli tadi. Kemudian naik ke lantai 2 untuk membangunkan Ni Chan dan Min Ra. Kedua kakak adik itu memang malas. Dia mencoba masuk ke kamar Byul Hyun. Tapi dikunci. Diketuknya pintu itu. tak ada jawaban. Sudah pergi pikirnya. Lalu beranjak ke kamar Ni Chan.

“Chan-ah, ireona!” Min So membangunkan Ni Chan.

“Ya! Min So-ya, jalajom!”

“Aku tak pemalas sepertimu! Hari ini kau tidak cuti! Kau harus ke kantor!”

“Hari minggu, Min So-ya!” Ni Chan masih tak mau bangun. Min So mengambil selimut Ni Chan dan menaruhnya dilantai kemudian dia membuka jendela.

“Ara. Ara. Aku bangun. Puas?” Kata Ni Chan lalu masuk kekamar mandi. Min So senyum penuh kemenangan. “Kau sahabat yang buruk!” Ucapnya dari dalam kamar mandi.

“Kalau begitu es krim vanilla dengan toping lemon mangga dan arbei strawberry dilapisi coklat yang aku beli tak akan kuberi untukmu!”

“Min So! Kau sahabat terbaik yang pernah ada~!” Ucapnya setengah berteriak. Kemudian dia menutup jendala dan membiarkan gorden saja yang terbuka dan merapikan selimut. Kemudian beranjak ke kamar Min Ra.

“Min Ra-ya!” Ucapnya ketika memasuki kamar Min Ra. Ternyata kamar itu kosong. Dia mencari di kamar mandi tak ada. Lalu dia menelpon Min Ra.

“Min Ra-ya. Jigeum oddieya?”

“Aku sedang pergi dengan Minho”

“Jeongmal?”

“Ne. dan dia bilangkalu ini adalah kencan”

“Chukae.”

“Kurasa aku harus berterimakasih pada Byulhyun, Onnie.”

“Aku yang memberitahukan Byul Hyun tentang ini. Kau harus berterimakasih padaku Min Ra-ya!”

“Jongmal? Gumawo, Onnie.”

“Ne.Cheonmaneyo.

“Kau sahabat terbaikku, Onnie. Saranghae.”

“Arayo.”

“Onnie sudah dulu, ya? Nanti aku kabari lagi.”

“Haengbokhaseyo! JalGa!”

~

Min So menuruni tangga. Ternyata semua sudah bangun. “Anyeong yorobeun!” Sapanya. Dibelakangnya sudah ada Ni Chan. “Kalian sudah bangun?”

“Apa pertanyanmu itu butuh jawaban Chan-ah?” tanya Min So sinis.

“Kalian sudah sarapan?” Ni Chan tak menggubris Min So. Yang lain menggeleng. “Ya sudah tunggu! Aku akan buatkan!”

“Aku bantu Ni Chan-ah!” ryeowook menawarkan bantuan.

“Gumawo!” jawab Ni Chan. Dia teringat sesuatu. Lalu kembali ke ruang santai.dia mengamati masing-masing orang. Yang lain merasa risih.

“Waeyo?”

“Dimana yesung oppa?” Tanyanya instan

“Dia sedang dikamar mandi.” Jawab ryeowook.

“Chan-ah, onnieku, namjanya, yeodongsaengmu, dan calon iparmu juga tak ada! Kenapa kau tak mencarinya?”

“Kan ada kau.”

Tiba-tiba seseorang berteriak.

“NI CHAN-AH~!YESUNGHYUNGPINGSAN~‼‼”

Advertisements