Tags

Author’s POV

“YA‼… kenapa kau berteriak seper…” Ucapan Ni Chan terputus saat melihat tulisan yang ada ditangan Min So. “Omo… Itu… milik siapa itu? Apa maksudnya itu?” tanyaNiChanseraya mendekatiMinSo.

“Ini milikByulHyun…” Ucap Min So lirih. Sementara Ni Chan yang masih tak percaya membaca ulang tulisan itu.

“KyuHyun… Saranghae?’ Benarkah Byul Hyun yang menulis itu?” Ujar Ni Chan memastikan.

“Molla. Tapi apa mungkin Byul Hyun menyukai Kyu? Padahal dia berkenalan tahu Kyu sekarang.”

“Benar. Tapi tidak menuntup kemungkinan bila Byul Hyun menyukai Kyu.”

“Hyunnie… benar-benar sebuah keajaiban bila Hyunnie bisa mencintai seorang namja…”

“Heh.. dia itu teman kita. Lagi pula dia juga seorang yeoja normal yang bisa jatuh cinta dengan seorang namja. Ya walau pada awalnya kukira kekasih hatinya itu ‘buku dongeng’ miliknya.” Kata Ni Chan sambil menunjuk rak buku milik Byul Hyun yang ada disudut kamar itu. Kemudian mereka berdebat tentang tulisan itu hingga Byul Hyun datang.

“YA‼… Apa yang kalian lakukan dikamarku?” Tanya Byul Hyun marah. “Kalian tahu kan kalau aku tidak suka, ada orang asing masuk kemarku?”

“Kau bilang orang asing? Kami bukan orang asing. Kami sahabatmu.” Ni Chan angkat bicara.

“Tapi tetap saja aku tidak suka.” Ucapannya sudah mulai melunak

“Hyunnie kami tidak bermaksud begitu.”

“Tidak bermaksud?”

“Awalnya aku hanya ingin menagambil sneakers milikku Hyunnie-ah. Tapi aku tak sengaja menemukan ini.” Kata Min So sambil menunjukan tulisan ‘Kyu Hyun Saranghae’ itu. Byul Hyun terlihat kaget. Kemudian dia langsung merebut dan menyembunyikannya.

“Tak usah kau sembunyikan. Terlambat. Kami sudah melihatnya. Kami hanya ingin penjelasan darimu.” Kata Ni Chan. Wajah Byul Hyun terlihat tidak yakin.

“Kami mohon Hyunnie. Selama ini kita selalu menceritakan rahasia kita. Tapi kamu tidak.”

“Byul Hyun-ah. Ceritakanlah rahasiamu pada kami, kalau kau masih menganggap kami sahabatmu.”

“Kalian bukan sahabatku…”

“MWOYA??” kataNiChandan Min So bersamaan

“Kalian itu lebih dari sahabat. Kalian saudaraku. Kalian keluargaku.”

“…” Min So menatapnya dengan tatapan memohon. Ni Chan menyipitkan matanya dan menatapnya tajam.

“Baiklah aku akan cerita terhadap kalian.”

“Hyunnie. Apa Kyu yang kau maksudkan adalah Super Junior Kyu Hyun?”

“Ani… Kyu yang kumaksud bukan Cho Kyu Hyun.TapiKimKyuHyun. Dia adalah cinta pertamaku saatSMP.”

“Jongmaleyo?” Ucap Min So berkomentar.

“Min So-ah diamlah! Biarkan Byul Hyun bercerita. Kau bisa berkomentar kalau dia sudah selasai bercerita!” Ucap Ni Chan. Min So yang kesal hanya menggembungkan pipinya. Terkadang Ni Chan-lah yang menjadi tertua untuk mengurus mereka. Dan Min So yang tertua malah bersikap menjadi magnae diantara mereka. Yang magnaepun malah betindak tak peduli dan menjadi penengah diantara mereka.

“Mianhae Hyunnie-ah lanjutkan ceritamu!”

“Kimmie… Aku berpacaran dengannya sejak aku kelas 8 hingga aku SMA kelas 3. Kemudian kami putus.”TerangByulHyun

“Yah, kok putus?” tanya Min So seperti anak kecil.

“Aku… Namaku sebenarnya Lee Byul Hyun.” Terang Byul Hyun yang sontak membuat semuanya kaget.

“LeeByulHyun?”TanyaNiChanmemastikan

“Ne. Aku mengganti margaku menjadi Kim yang merupakan marga Eommaku karena aku benci pada Appaku. Karena dia, aku harus kehilangan 2 orang yang kucintai sekaligus.” Kini airmata Byul Hyun menetes di pipinya. Airmata yang pertama kali ia perlihatkan pada sahabatnya. Air mata yang pertama kali menetes lagi setelah kejadian itu.

*Flashback*

“Jagi, apa kau senang hari ini?” Tanya Kyu pada Byul Hyun. Byul Hyun hanya mengangguk sambil tersenyum untuk menjawab kekasihnya itu. “Jeongmal haengbokhae. Lain kali kita kesana lagi ya, jagi.”

“Apapun untuk senyum bahagiamu, Hyunnieku. Your wish is my command, jagi.”

“Setiap hari?”

“Aku ingin membuatmu tertawa dan merasa senang setiap hari. Tapi akan pergi ke tempat lain. Kalau selalu ke situ bosan juga. Lagi pula lama lama aku tekor. hehe” Ujar Kyu padaByulHyunsembari merangkul pundaknya. Kemudian Byul Hyun mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Lalu memberikan sebuah amplop pada Kyu. Lalu diambilnya amplop itu dan membaca isinya.

“WAH‼ Chukae! Kau diterimadi UCLA! Kau memang hebat Jagi! Tak salah aku memilihmu”

“Ne, gomawo, jagi! Eh, sudah sampai. Kau tunggu didepan. Aku akan masuk mengambil minum.” Kata Byul Hyun ketika sudah sampai didepan rumah Kyu. Eomma Kyu sudah menganggap Byul Hyun seperti anaknya oleh karena itu, Byul Hyun tak segan untuk masuk kerumah Kyu walau Kyunya diluar.

Tapi saat melewati garasi dia melihat sebuah mobil. Hal biasa sebetulnya. Tapi mobil itu terlihat familiar di mata Byul Hyun. Kemudia ia tak ambil pusing, ia langsung membuka pintu rumah perlahan. Saat hendak memasuki dapur eomma Kyu sedang berbincang dengan sorang pria yang sangat ia kenal.

~

“Jae-yah! Uri Kyu Hyun sebentar lagi mau masuk kuliah. Menurutmu fakultas apa yang baik untuknya?”

“Kalau untuk memberi saran, Univ. Albuquerque cukup bagus untuknya. Tapi kita serahkan saja keputusannya pada Kyu. Dia yang menjalani nantinya. Sebagai Appa yang baik, aku akan merestui asal pilihanya itu bagus.”

~

“Appa~?” ucapnya lirih dan hampir tanpa suara. Byul Hyun terlihat shock mendengar Appanya mengaku sebagai Appa Kyu. Otaknya sudah tak dapat berpikir jernih. Dia berlari keluar rumah. Namun, tak sengaja menjatuhkan vas di ruang tamu. Kedua orang yang sedang ngobrol itu kaget.

“Nugu?” tapi tak ada jawaban. Merekapun menyusul keluar.

~

Di luar, Kyu menunggu Byul Hyun. Kemudian dia melihat pintu rumahnya terbuka. Dia bangkit berdiri. Namun dia kaget melihat Byul Hyu yang mengis. Kemudian dia mencegat Byul Hyun yang hendk pergi entah keman.

“Jagi, waeyo?” tanya Kyu cemas. Namun tak mendapat jawaban. Byul Hyun hanya terisak. Kyu menyentuh pundak Byul Hyun. Namun ditepisnya tangan Kyu.

“Siapa nama Appamu?” tanyaByulHyunmarah.

“Waeyo? Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?”TanyaKyu. Dia bingung.

“Cepat jawab saja!SIAPAAYAHMU??” Byul Hyun berteriak.

“Lee…LeeJaeShim.” Jawab Kyu pelan. Byul Hyun kaget. Dia hanya dapat memanggil appanya lirih. “Appa…”

“Jagi.. Gwenchana?”

“BYUL HYUN-AH‼” Byul Hyun kaget melihat Appanya sudah ada di belakangnya. Dia hanya menggelangkan kepalanya dan menahan air matanya. Kemudian berlari. Dia mengabaikan panggilan 3 orang dibelakangnya. Dia berlari sambil menangis.

Tanpa sadar dia berlari ke danau. Entah ada apa dengan dirinya. Biasanya dia pergi ke studio ballet di Sekolah Seni ayahnya untuk menari guna mengurangi rasa sedihnya. Dia menangis sepuasnya disana. Kemudian dia pulang saat senja.

Saat masuk ke ruang keluarga, betapa kagetnya dia, melihat Appanya sedang berpelukan dengan Eommanya. Byul Hyun berdeham.

“O.. Hyun-ah kau sudah pulang?”tanyaEomma. Byul Hyun melirik Appanya yang terilahat salah tingkah.

“Untuk apa kau kemari?” tanyaByulHyunsinis.

“Byul Hyun-ah! Jaga sikapmu! Dia itu Appamu!”

“Appa? Apa ia pantas dipanggil Appa? Eomma apa kau tahu ia punya anak selain aku?”

“Apa maksudmu?”

“Kim Kyu Hyun~ Bukankah dia anakmu Jae Shim-sshi? Anak dari wanita bernama Kim Jung Young? Bukan begitu, Jae Shim-sshi?” Tanya Byul Hyun sinis dengan nada meremehkan. Terlihat Appanya menjadi tegang. Keringat dingin keluar di dahinya. Kemudian Byul Hyun masuk ke kamarnya di lantai dua. Dia menuju balkon dan mengis sepuasnya.

Selebihnya hanya pertengkaran hebat yang terdengar. Terdengar jelas bahwa Eomma Byul Hyun mengusir Appanya. Kemudian terdengar deru mobil dari garasi rumah menjauhi rumahnya. Byul Hyun tak menyangka Appanya memilih keluarga Kyu Hyun ketimabang keluarganya. Kemudian malam di rumah itu dihabiskan untuk menangis oleh 2 yeoja yang menempati tempat itu.

*End Of Flashback*

“Eommaku meninggal karena serangan jantung. Eomma tidak bisa menerima kenyataan bahwa ternyata Appaku memiliki istri lain dan mempunyai anak. Dan ternyata anak itu adalah Kim Kyu Hyun. Karena dia oppa kandungku aku tidak bisa bersamanya.”

“Setelah kejadian itu, aku tak pernah mendengar kabar tentang Appa dan Eomma Kimmie. Dan aku tak pernah mau mencari tahu. Sebenarnya aku masih berharap pada Kimmie. Tapi aku tak tahu apa aku masih menunggunya. Sekarang aku sudah berpisah darat dengannya. Lagi pula dia oppaku dan aku tak akan bisa bersamanya walau kita bertemu lagi.” Byul Hyun menghakhiri ceritanya. Kemudian Ni Chan mendekati Byul Hyun yang terduduk dikasur diikuti Min So.

“MianhaeHyunnie… kami tak tahu kalau masa lalumu itu …” Kata – kata Min So terputus. Dia tak tahu harus menggunakan kata apa untuk menggambarkan masa lalu sahabatnya itu.

“Jeongmal mianhae, Byul Hyun-ah. Kau yang sabar ya!”

“Kurae ini semua pasti ada hikmahnya. Tuhan pasti sudah mempersiapkan sebuah kebahagian yang besar untukmu sebagai pengganti masa lalumu.”UcapMinSo

“Ya. Pantas kalau kamu merahasiakan ini dari kami. Kami maklum.” Ucap Ni Chan sambil mengelus punggung Byul Hyun.

“Sebenarnya alasan utamaku merahasiakan ini dari kalian karena aku iri dan malu terhadap kalian.” Terang Byul Hyun sambil menundukan kepalanya.

“Mwo? Wae?”TanyaNiChan.

“Aku~ Aku iri terhadap kalian. Keluarga kalian bahagia dan utuh. Tidak seperti keluargaku. Kalian juga bisa mendapatkan cinta kalian. Seperti kau Ni Chan bisa bersama dengan Yesung sunbae tanpa penghalang. Disamping itu kelebihan kalian yang banyak. Min So, kau cantik. Hanya dengan menunjuk seorang namja, dia akan langsung nempel. Kau juga taat pada tuhan. Kau juga pandai menari. Bahkan kau juga pintar berbisnis. Walau kau childish dan bersikap seperti maknae diantara kita. Padahal kau yang paling tua.”

“YA‼ aku hanya tua 3 bulan dariNiChan.” Sambil emasang wajah Aegyo miliknya untuk protes. Lalu dia menggembungkan pipinya kesal.

“Hah.. Mianhae. Dan kau Ni Chan. Kau pintar dan sangat bijak. Diumurmu yang masih 22 tahun, kau dapat memimpin perusahaan yang kau rintis sendiri dari 0. Padahal kau sudah mendapat warisan dari orang tuamu. Kau juga pantas jadi pemimpin. Kau tegas dan cerdas. Cantik pula. Kau juga sangat bijak walau kau terkadang childish saat membaca FF dan berdekatan dengan 2 soulmatemu itu.” Ni Chan hanya terkekeh pelan mendengar penelian tentang dirinya. Merasa lucu saat Byul Hyun mengatakan iPod dan iPad miliknya sebagai soulmatenya.

“Hyunnie.. semua orang diciptakan tuhan pasti ada kelebihan dan kekurangan. Kekuranganku ya, aku childish untuk mendapatkan perhatian. Kau tahu kan kalau orang tuaku sibuk megurusi bisnis mereka. Dan aku kurang perhatian. Makanya aku sedikit childish agar dapat perhatian. Tapi sampai aku dewasa sudah menjadi sifatku untuk sedikit childish.”

“Hyun-ah, benar yang dikatan Min So. Kau bilang aku dapat berhubungan dengan Yesung oppa tanpa penghalang? Kata siapa? Kau tahu apa yang terjadi kalau Clouds tahu hubungan kami? Bisa-bisa mereka mengeroyoku. Tapi tak apa. Tapi kalau Yesung Oppa yang kena batunya. Seperti dia harus keluar dari SME karena sudah tak memiliki Clouds?” Ni Chan berargumen.

“Lagi pula aku juga tidak bisa bersama dengan namja yang aku suka. Hyun-ah! Manusia diciptakan ada baik buruknya. Buruknya kamu, mungkin masa lalumu dan sifatmu yang dingin, primitive, dan menutup diri. Baiknya? Kamu pintar Hyun-ah. IQ-mu lebih dari 150. Umurmu baru 19, tapi kau sudah mengajar murid untuk mengikuti olimpiade. Biasanya pembimbingnya saja berumur lebih dari 50 dengan embel-embel sarjana yang banyak. Kau juga sudah S3 MIPA. Aku saja tak sepintar kau!”TambahMinSo

Byul Hyun hanya dapat tersenyum mendengar sahabatnya yang tiba-tiba berubah jadi dewasa dan memuji dirinya dengan nada iri.

“Hyunnie lupakan masa lalumu! Masa depanmu masih panjang. Arraso?”NiChanmembuat janji

“Arra~ Sudah selesaikan masalahnya. Lalu kenapa kalian masih dikamarku sekarang?”

“Hyun-ah kau bilang kami keluargamu!”

“Tapi tetap tak boleh sembarang orang yang masuk kamar ini. Hanya orang ber-IQ tinggi sepertiku yang boleh. HAHAHA…CepatKELUAR‼”

KemudianNiChandan Min So berhasil keluar dari kamarByulHyun.

“Sejak kapan uri Hyunnie bisa memerintah onnienya seperti ini?” ucap Min So sebal saat dikamarNiChan.

“Biarkan dia So-ah! Kau tau dia tadi tertawa lepas. Kita baru melihatnya tertawa seperti itu setelah 3 tahun bersama.”

“Kurae. Semoga setelah ini dia bisa menjalani harinya penuh tawa.”

“Amin!” Ucap mereka berdua kompak. Kemudian mereka berjalan menuju kamar Ni Chan. Namun Ni Chan menhentikan langkahnya. Min So berbalik dan mendapati Ni Chan memandanginya dengan tajam.

“Chan-ah waeyo?” tanyanya dengan kuatir.

“Kau tadi bilang ‘Lagi pula aku juga tidak bisa bersama dengan orang yang aku suka.’ Siapa namja itu?” tanyaNiChanlangsung. Min So terlihat gugup.

“Ah.. aku sedih tak bisa bersamaJustinTimberlake.”

“Liar!”

“Sungguh! Aku tak bohong!”JelasMinSo.Tiba-tiba wajah Ni Chan menjadi cerah.

“Ah Ne! tentu saja. Orang itu tentu saja kakakku! ParkJungChan! hahaha” Min So semakin salting.

“Anio~ Bukan Jung Chan Oppa!” ujar Min So sambil menatap Ni Chan dengan tatapan ‘percayalah’. Seketika tawa Ni Chan berhenti dan beralih menatap Min So dengan tatapan membunuh seraya berkata “Tak usah menyangkal!”

Min So diam dan berkata sambil menundukan wajahnya, “Dari mana kau tahu?”

“Aku tahu semuanya!” Ucap Ni Chan kemudian masuk ke kamarnya dan menguncinya. Min So berusaha membuka dan mengetuk pintunya tapi tak berhasil karena terdengar alunan musik yang keras dari dalam.

“Aish~ Park Ni Chan tunggu pembalasanku!”

~

Sementara itu di Dorm Suju Lantai 11

“Minnie-ah! Bukankah Min So itu cantik?” tanya Kyu dengan senyum-senyum sendiri.

“Menurutku Byul Hyun lebih cantik. Waeyo?”

“Aish! Dia itu menyebalkan Minnie. Dan dia itu primitive. Bagaimana bisa dia mengalahkan Min So? Jelas – jelas Min So lebih cantik dan berkharisma.” Ucapnya tak terima.

“Ya Kyu! Kenapa kau berbicara seperti itu?”

“Wae?” Yang ditanya malah balik bertanya

“Kau menyukai Min So, huh?”

“Sepertinya.”

“Tapi, aku seperti tak asing dengan wajahnya! Aku seperti pernah bertemu dengannya?”

“Jinja?”

“Ah, bukannya wajahnya mirip dengan Min Ah?”

“Shin Min Ah yang jadiGuMiHodi NaeYeojachinguneun Gumiho?”

“Mm..”

“Iya juga sih! Ah tapi Min So lebih cantik.”

“Apapun katamu sajalah!”

~

Keesokan paginya…

Lagu Bonamana bergema dikamar Ni Chan. Min So yang ada di dalam kamarnya yang berada didepan kamar Ni Chan merasa terganggu. Jelas saja, kalau HP Ni Chan dipasang pada speaker.

“YA‼ Ni Chan ah matikan HPmu itu. Berisik tau!” Ucap Min So saat masuk ke kamar Ni Chan. Dia jengkel karena mendapati Ni Chan yang masih tidur. Dia menghampiriHPNiChan.Ternyataalarm untuk membangunkan.Dantertulis reminder untuk Ni Chan agar menghadiri meeting dengan PT Gu Sang Jim.

“Ya! Ni Chan-ah! Ireona!” Min So berusaha membangunkan Ni Chan.

“Oh? Wae?” Ni Chan mengigau.

“YA! Bukannya jam 9 kau ada meeting dengan PT Gu Sang Jim? Ini sudah jam setengah9.”Ucap Min So tepat ditelinga Ni Chan.

“Mwo? Jeongmal. Aish..” Ni Chan langsung bangun dan heboh sendiri. “Wah, ini proyek besar dan aku harus bisa memenangkan tender ini.” Ucap Ni Chan sambil berjalan memasuki kamar mandi. Min So yang meilhatnya hanya tersenyum evil. Lalu dia terkekeh.

~

Min So dan Byul Hyun sedang menikmati sarapan. Min So langsung merasa terganggu saat terdengar suara rusuh dari tangga. Teringat sesuatu dia langsung tersenyum.

“Ya!NiChan! Kau mau kemana? Kenapa terburu-buru?”UcapByulHyun

“Aish…”LaluNiChanmendekati meja makan dan kemudian meneguk segelas susu dengan cepat. Namun saat matanya menatap jam di dapur.. dia langsung menyemburkan susu yang dia minum.

“YA‼ SHINMINSO‼KAU CARI MATI HAH??” Ucap Ni Chan beringas, tatkala dia mengetahui bahwa dia dikerjai oleh temannya itu. karena sekarang masih jam 7 kurang seperempat

“Ya kalau aku tak begitu, kau tak akan bangun! Lagi pula mana ada seorangCEOyang pemalas?”

“Kau benar-benar mencari mati denganku?”

“Kau seharusnya berterima kasih padaku! Asistenmu bilang meeting diajukan. Menjadi jam8.”Lalu Min So menyodorkan HP Ni Chan kepada Ni Chan dan menunjukan sebuah sms dari HPnya. Kali ini Ni Chan langsung kalang kabut dan bergegas keluar rumah.

“So-ya! Apa yang terjadi?” tanyaByulHyunyang sedari tadi tak mengerti dengan kelakuan 2 sahabatnya

“Nothing.” Min So menjawab sambil berlenggang pergi.

30 menit kemudian..

Min So sedang asik duduk dirang TV bersama Byul Hyun yang sedang fokus membaca. Min So menyalakan TV namun pikirannya tak pada TV dihadapannya. Dia malah senyum senyum sendiri. Byul Hyun jadi curiga. “Ya! Gwenchanayo? Kenapa kau senyum-senyum gak jelas sih?”

“Ani.. aku hanya memikirkan bagaimana tingkah dariNiChanyang tiba-tiba berubah menjadi rajin.”  Min So menjawab sambil tetap senyum gaje. Byul Hyun yang menanyakanpun hanya bisa mengernyitkan dahinya.

Di PT Gu Sang Jim..

“ShinMinSo.Ku pastikan kau tak akan hidup tenang setalah ini.”GeramNiChan.Kemudiania heboh sendriri di lobby. Kalau saja ada 2 soulmatenya tak masalah. Namun gara-gara Min So ia lupa membawa iPodnya sedangkan iPadnya masih disewa oleh Heechul.

Di rumah Ni Chan.

“Pasti dia uring-uringan tanpa iPodnya yang kusembunyikan. Haha aku puas bisa mengerjainya.”

“So-ya! Kau tak takut Ni Chan membunuhmu?”

“Hyunnie, kau tau seperti apaNiChan.Diahanya mengancam. Pasti nanti dia lupa. Ah, aku tau tabiat sahabatku itu.” Ucap Min So yakin.

“Terserah kau sajalah. Aku nggak ikutan.” Ucap Byul Hyun lalu kembali memfokuskan diri pada buku ditangannya.

TingTong.,

“Nuguya? Jam segini sudah ada tamu?” Ucap Min So kesal lalu dia beranjak akan membukakan pintu. Ketika dia sudah sampai di ruang tamu, terlihat seorang yeoja. Kemudian dengan sesukanya melangkahkan kakinya memasuki rumah itu. dia bahkan melewati Min So seperti tak ada Min So dihadapannya. Ketika dia ingin menegur tamu itu dia dihalangi oleh supir taksi yang ditumpangi tamu tadi.

“Ageshi, maaf, koper ini diletakan dimana?”

“Ah, disitu saja.” Ucap Min So sambil memununjuk sudut ruang depan. Setelah meletakan 2 koper sang supir keluar. Min So mau menutup pintu, tapi ternyata si supir kembali lagi dengan membawa 3 koper. Min So hanya melongo melihat koper-koper milik tamu tak dikenal tadi.

“Wah, banyak sekali kopernya. Ahjussi, kalau boleh tanya. Nona tadi habis dari mana?”

“BandaraIncheon, Aghessi.” Supir taksi itu menjawab dengan tak yakin.

“Bandara?”

“Oh, chosohamnida, Agesshi. Agesshi yang tadi belum membayar.”

“MWOYA??? Tunggu disini.”

~~~

Byul Hyun yang sedang membaca buku mendengar lagkah kaki mendekat. Min So pikirnya. Tapi ternyata itu tamu tak dikenal.

“Nugu?” tanyanya sopan. Tapi tamu itu langsung naik kelantai 2 dan memasuki kamar yang dulu dipakai Min So.

“Nuguya?” tanyaByulHyunpada dirinya sendiri. Min So sudah berada di belakang Byul Hyun.

“Hyunnie~ aku pinjam uangmu dulu. Aku malas keatas.”ByulHyunmeliriknya lalu mengambil uang dari tas yang ada di sofa.

“Nuguya?” Tanya Byul Hyun sambil menyerahkan uang pada Min So. Tapi pertanyaannya tak didengar oleh Min So yang langsung kembali ke pintu untuk membayar. Byul Hyun hanya menghela napas. Lalu kembali membaca buku.

“HAH!~ Hyunnie kenapa kau tak penasaran. Kau seharusnya tanya ‘nugu’ padaku.”

“Sudah 3 kali.” Jawabnya singkat. Kemudian mereka melanjutkan kegiatan masing-masing yang sempat tertunda.

1 detik…

5 detik…

8 detik…

“YA‼ NUGUYA???”

Advertisements