Tags

Shin Min So’s POV

“YA! Kim Byul Hyun! Ppalli!” teriakku saat melihatnya di sebrang jalan. Aku sudah tidak sabar memasuki gedung yang ada dihadapanku saat ini. Gedung SME.

Hari ini ulang tahunku, dan sahabatku berjanji akan memperkenalkan aku ke semua member Super Junior dan SHINee. Ah ya, aku lupa memperkenalkan diriku. Choneun Shin Min So imnida. Bangapseumnida. Aku adalah ELF dan SHAWOL sejati.

“Ya! Min So-ya, sabarlah sedikit.” Ucapnya saat berada di depanku sambil mengatur nafasnya.

“Hari ini adalah hari penting bagiku. Aku tidak ingin melewatkannya. Kau taukan kalau jadwal mereka itu padat. Terlambat sedikit bisa saja mereka membatalkan dan melanjutkan schedule mereka selanjutnya.” Jelasku padanya dengan nada merajuk.

“Eh, tapi dimana Ni Chan? Kau tau tanpa dia, mustahil kita bisa memasuki gedung itu.” tungkasnya dengan menunjuk Gedung SME dengan dagunya. Iya juga. Aku melupakan kunciku. Tanpa seorang Park Ni Chan aku tak mungkin memasuki gedung itu. Selain karena dia keponakan dari LSM, dia juga yeojachingu dari Kim Jong Woon a.k.a Yesung. Aku sempat bingung karena dia bisa berpacaran dengan Yesung. Padahal ada Choi Min Ho yang sempat berusaha PDKT dengannya.

*Flashback*

“Ni Chan-ah, kenapa kau senyam senyum dari tadi?” tanya Byul Hyun saat melihat Ni Chan senyam senyum Gaje di ruang TV

“Kau tidak diapa – apakan sama Yesung sunbae kan?” tanyaku langsung

“Hehe… aku…” jawabnya sambil cengengesan yang semakin membuatku penasaran

“Aku… jadi yeojachingunya Yesung oppa sekarang” ucapnya malu. Dapat kulihat pipinya berubah merah sekarang

“HAH?” Sontak aku dan Byul Hyun kaget.

“Kok bisa sih?” tanyaku penasaran

“Bisa dong…” jawabnya tetap dengan cengengesan

“Kamu kok mau sih pacaran sama yesung sunbae, sih? Dia kan aneh, gak jelas, kepalanya gede lagi. Walau suaranya bagus banget.” Ucapku sambil memberikan penekan lebih pada kata aneh dan gak jelas.

“Justru itu lucunya. Kan namja kayak dia langka. Yang penting dia setia dan care sama aku. Ya… untuk suaranya kuanggap itu rejeki tambahan untukku. Hehe…”

“Kalo aku jadi kamu aku lebih milih sama Min Ho. Udah keren, jelas, dan jarak umurnya tidak jauh.” Kataku. Byul Hyunpun mengangguk menyetujui.

“Ya! Kau lupa, kalau Min Ho itu lebih muda darimu. Walau Oppa lebih tua 5 tahun dariku, kita bisa bertingkah seumuran dan sejalan hehe.. lagian Min Ho itu lebih muda setahun dariku. Dia kuanggap dongsaengku. Sudah aku mau tidur. Besok oppa free, jadi kita mau ke pantai mengajak bermain ddangkoma, ddangkoming, dan ddangkome. Da..” dia pun berlalu menuju kamarnya. Matanya terlihat bahagia sekali hingga saat dia tidurpun senyumannya masih mengembang di wajahnya.

*End of Flashback*

 

Aku hanya tersenyum mengingat kejadian hari itu. tak lama aku melihat sosoknya berjalan mendekatiku.

“Ya! Park Ni Chan! Jam berapa sekarang? Kenapa kau lama sekali?” aku sudah tak sabar menunggunya sempat aku berpikir dia lebih pantas pacaran dengan Heechul sunbae karena sama-sama sering datang di penghujung acara.

“Ah.. itu kau saja yang datang terlalu cepat karena kau sudah tak sabar bertemu dengan member Suju dan SHINee.” Jawabannya membuatku tidak bisa berkata apa apa lagi. Memang akunya saja yang datang terlalu cepat. Pikirku kan kalo datang lebih cepat aku bisa lama bertemu dengan mereka. Hehe..

“Ah sudahlah. Yang penting sekarang kau sudah datang. Ayo.. lebih cepat lebih baik!” ucapku bersemengat

“Ah apa sih bagusnya Super Junior? Memangnya apa itu Super Junior? Sampe bisa membuatmu tertarik.. Apa itu sejenis game?” Ucapan Byul Hyun serasa pisau yang langsung menghujam jantungku.

“Kau? Kau tak tahu apa itu Super Junior?” Ucapku berapi-api. Dia hanya menggeleng dengan wajahnya yang polos membuatku ingin mencubit pipinya yang tembem itu. Padahal aku sering berteriak seperti orang gila saat melihat video mereka di youtube. Aku melirik kearah Ni Chan yang sedang asik dengan iPodnya. Pantas saja dari tadi dia diam. Kalau dia mendengar ucapan Byul Hyun barusan aku yakin dia akan menjelaskan tentang Super Junior secara detail dan 75% tentang Yesung oppa.

“Ya, Min So-ah. Apa Super Junior itu tingkatan level game?” tanya Byul Hyun lagi. Ya Byul Hyun apa kau tidak pernah menonton TV? ah, aku lupa gadis kutu buku sepertinya mana mungkin tertarik dengan Super Junior. Tapi anehnya kenapa gadis itu bisa tertarik dengan game jika dia sedang sendiri?

Ni Chan’s POV

Ah, mereka sedang membicarakan apa sih? Kenapa wajah Byul Hyun polos menatap Min So dengan mengedipkan matanya sekali kali. Sedangkan wajah aegyo Min So berubah menjadi aneh. Antara syok dan tak percaya.

“YA! kalian berdua? Sampai kapan kalian akan seperti itu? Min So-ah apa kau berubah pikiran? Kalau tidak ayo cepat masuk. Jangan memasang wajah aneh kalian lagi.” Ujarku kesal. Tanpa menunggu jawaban mereka, aku melangkah masuk menuju Gedung SM. Karena aku tahu tak mungkin bila Min So berubah pikiran. Ah aku lupa memperkenalkan diriku! Nan jeongmal babo. Anyeong yeorobeun! Choneun Park Ni Chan-imnida. Bangapseumnida. Aku adalah keponakan dari LSM dan juga kekasihnya Yesung oppa. Ssst… jangan bilang siapa siapa ya!

~~~

“Anyeong Yong Hi-sshi.”sapaku kepada Yong Hi onnie yang memang receptionist SM. Matanya yang focus pada computer berubah menatap mataku sekarang. Wajahnya yang semula serius berubah menjadi sumringah.

“Wah Ni Chan-ah. Apa yang membuat yeodongsaeng datang kemari hm?” katanya dengan berpura pura gemas.

“Dimana para member SHINee dan Suju sekarang?” kataku to the point aku paling tidak bisa berbasa basi.

“Oh aku pikir mau bertemu dengan ‘namjamu’ itu. Kalo member Suju belum datang kira kira 10 menit lagi baru datang. Member SHINee ada diruang latihan mereka yang biasa.”

“Oo..” aku lagsung pergi menuju lift tapi aku kembali ke meja Yong Hi onnie. “Onnie… kalau member Suju datang suruh mereka datang ke ruang latihan SHINee ya! Aku ada perlu dengan mereka. Jal Ga!” kemudian aku menuju lift.

“Chan-ah, apa onnie tadi tahu hubunganmu dengan Yesung oppa?” tanya Min So.

“Tidak. Aku hanya bercerita kalau aku menyukai salah satu namja di gedung ini.” Jawabku sambil menekan tombol angka pada lift. Dari pintu lift aku melihat Byul Hyun sedang membaca buku yang menurutnya ‘buku ringan’. Ringan apanya? Tebalnya aja melebihi buku Harry Potter yang kelima. Aku bergidik ngeri melihatnya. Lebih baik aku membaca FF.

Ting…

Pintu lift terbuka. Aku berjalan keluar dan berdiri dihadapan ruangan yang pintunya terukir name tag SHINee. Sementara di sebelah ruangan itu ada ruangan dengan pintu berukiran name tag Super Junior. Aku mengetuk pintu. Tak lama keluar namja yang seumuran denganku.

“Anyeong Jin ki-ah!”

“Anyeong Ni Chan! Kami sudah menunggumu. Ayo masuk!” kami bertiga masuk. Ku lihat Tae Min sedang sibuk ngedance. Min Ho sedang ngobrol dengan Key.

“Noona…” teriak Tae Min setalah sadar akan kedatangan kami. Dia menghampiriku. Ku lihat dari kaca wajah Min So berubah seperti anak kecil yang melihat mainan baru. Lucu sekali dia. Tapi ketika kualihkan pandanganku kearah Byul Hyun dia tetap asik membaca ‘buku ringan’ miliknya.

Min So’s POV

Apa aku sedang bermimpi? Aku dapat melihat member SHINee? Lee Jin Ki, Kim Jong Hyun, Kim Ki Bum, Choi Min Ho dan Lee Tae Min dari jarak sedekat ini? Oh ya tuhan ingin pingsan rasanya. Namun itu gagal karena pernyataan Byul Hyun yang mengejutkan.

“Jadi ini yang namanya Super Junior?” tanyanya dengan tampang tanpa bersalah. Kulihat ada raut kecewa diwajah para member SHINee. Ya tuhan aku tak menyangka bisa berteman dengan orang primitive ini. Sementara Ni Chan hanya bisa geleng geleng kepala dan memulai mendengarkan musik dari iPodnya dan duduk di pojok ruangan.

“Kami bukan Super Junior.” Ucap Tae Min. sementara Byul Hyun menatapnya dengan wajah tak mengerti.

“Lalu kalian siapa?”

“Urineun SHINee” ucap mereka kompak.

“Ku pikir SHINee itu nama merek lampu.” Katanya tak bersalah, menenggelamkan dirinya pada ‘buku ringan’ miliknya lagi dan berjalan kearah Ni Chan. Aku melihat wajah Tae Min dan Jin Ki sangat syok. Ah temanku yang satu itu memang primitive.

“Mianhae. Dia kurang update tentang hal berbau Idol. Dia itu kutu buku. Di pikirannya hanya buku. Kalian lihat buku yang dibawanya? Dia berkata itu ‘bacaan ringan’ seperti dongeng. Padahal buku itu bisa membuat rambut keriting berubah jadi lurus. Dia juga hanya menonton TV paling banyak 2 kali sebulan.”

Wajah Key yang tadinya biasa saja berubah seketika. Dia memandang Byul Hyun dengan tatapan tak percaya. Apa aku salah mengatakan hal itu?

“Jincha?” Key memastikan. Aku hanya mengangguk. Dia hanya menghembuskan nafas.

“Oh ya aku belum memperkenalkan diri. Choneun Shin Min So-imnida. Bangapseumnida.” Ucapku sambil membungkukan badanku tanda hormat.

“Kau sudah tau kami, kan?” tanya Jong Hyun. Kenapa dia berbicara seolah-olah aku itu makhluk primitive seperti Byul Hyun. “Ne.” Jawabku dengan menganggkukan kepalaku.

“Ku pikir kau primitive seperti temanmu…”

“Kim Byul Hyun.”

“Ah itu maksudku…”

“Oh Ya! Hari ini Min So ulang tahun, Jin Ki-ah.” Tiba tiba Ni Chan bersuara namun tetap focus pada iPod kesayangannya itu.

“Jeongmal?” tanya Jonghyun untuk memastikan.

“Saengil Chukkae. Saenggil chukkae hamnida. Saenggil chukkae hamnida. Saenggil chukkae uri Min So. Saenggil chukkae hamnida. Yey!” Omo… Mereka menyanyikannya untukku. Senangnya hari ini. Kemudian satu persatu dari mereka memelukku dan menyelamatiku. Takkan pernah kulupa hari ini.

Byul Hyun’s POV

Kualihkan pandanganku dari buku yang sedari tadi kubaca menuju tengah ruangan. Raut muka bahagia terlukis jelas di wajah Min So. Senyumnya mengembang sangat lebar. Ternyata itu yang namanya SHINee.  Kalian boleh menganggap aku primitive atau apa. Tapi menurutku membaca buku lebih baik. Memberikan banyak manfaat. Setelah itu bermain game sebentar untuk melepas lelah.

Kulirik Ni Chan yang ada di sebelahku. Anak ini tak pernah lepas dari iPodnya. Di mana ada Ni Chan disitu pasti ada IPod dan iPadnya. iPod untuk mendengarkan musik dan iPad untuk membaca fanfiction. Tapi tumben hari ini dia tidak membawa ‘soulmate’nya itu.

“Chan-ah, aku ingin ke toilet. Di mana letaknya?” tanyaku pada Ni Chan sambil membetulkan letak kaca mataku.

“Oh! Kamu keluar lalu belok kanan. Di ujung lorong. Nggak jauh kok. Kamu sendiri aja ya kesana. Aku mau baca FF. hehe..” katanya sambil mengambil iPad dari tasnya. Huh kupikir tadi dia tidak memawa ‘soulmatenya’ itu. sebentar lagi pasti dia menjadi orang gila. Lalu kutinggalkan dia. Kurasakan seluruh member SHINee menatapku dengan pandangan aneh tapi kubiarkan mereka.

Min So’s POV

Para member SHINee menatap Byul Hyun tak percaya. Mungkin mereka masih syok. “ANDWAE…” tiba – tiba Ni Chan berteriak. Semua mata langsung tertuju padanya. Raut wajahnya terlihat sedih

“Ada apa dengan Ni Chan Noona?” tanya Tae Min. kemudian aku melihat barang yang ada di tangannya.

“Ah! Itu sudah biasa… paling paling dia sedang membaca Fanfiction. Dan jalan ceritanya tak sesuai dengan harapannya.” Jelasku. Member SHINee hanya ber-oh ria.

“Anyeonghaseyo!” Sapa seseorang dari belakangku. Aku kenal dengan suara itu. suara yang selalu kudengar dari TV. Aku menoleh kebelakang. AAA… member Suju ada didepanku? Omona mereka tampan sekali.

“OPPA‼ bogoshippo…” Ni Chan langsung memeluk Yesung oppa. Aaa aku juga mau memeluknya… memeluk mereka semua.

Author’s POV

“Nado jagi..” balas Yesung sambil tetap memeluk Ni Chan.

“Ni Chan-ah siapa dia? Aegyo sekali mukanya?” tanya Donghae sambil melirik genit kearah Min So. “Ah kenalkan dia Min So temanku. Shin Min So.” Jelas Ni Chan. Min So membungkuk hormat pada mereka.

“Kita tak perlu memperkenalkan diri kami lai kan? Siapa yang tak tahu Super Junior? Apa lagi aku. Kim Hee Chul member paling sempurna.” Tukas Hee Chul bangga dengan memamerkan senyum terbaiknya.

“Ku rasa perlu untuk seorang Kim Byul Hyun.” Min So menjawab dengan takut.

“Mwo? Apa maksudmu?” Mata Heechul membara meminta penjelasan pada Min So. “Byul Hyun tidak tahu apa apa tentang idol. Bahkan dia menganggap kita itu Super junior pada awalnya!” jelas Jin Ki tiba-tiba. Wajahnya sedih. “Dia itu primitive sekali hyung!” Jonghyun menambahkan.

“Bahkan kita dibilang merek lampu karena bernama SHINee.” Tambah Tae Min. wajah para member Suju berubah syok. Berbeda dengan Eun Hyuk matanya sudah sembab. Ryeowook malah sudah menangis. “Hyung! Ada yang tidak mengenal Super Juniot. Otthe hyung?” tangis Ryeowook dipelukan Lee Teuk. Yesung mencoba menenangkan Ryeowook dengan mengelus punggungnya. “Ngomong – omong dimana Byul Hyun? Ku pastikan setelah bertemu denganku dia akan mencarita informasi selengkap – lengkapnya tentang Super Junior.” Celetuk Kyu Hyun sambil memainkan PSPnya. “Dan dia akan menjadi P.E.T.A.L haha… Fansku bertambah satu.” Teriak Hee Chul.

“Yang benar dia itu menjadi ELF!” benah Siwon. Diikuti anggukan kepala dari Lee Teuk, Sung Min, dan Henry.

Tapi aku tak yakin bila Byul Hyun akan menjadi ELF. Kata Min So dalam hati. “Ah itu dia orangnya! Byul Hyun-ah!” Ucap Min So sambil menunjuk seorang yeoja yang sedang membaca buku.

Byul Hyun’s POV

“Ah itu dia orangnya! Byul Hyun-ah!” seru Min So. Aku mendongakan kepalaku. Kupandangi kerumunan orang didepanku. Kenapa jadi ramai sekali disini?

“Min So-ah! Jadi ini Super Junior?” tanyaku. Dia hanya mengangguk mengiyakan.

“Sejak kapan kau menjadi pecinta sepak bola?” tanyaku penuh selidik.

“Sepak bola? Aku bukan pecinta sepak bola!” jawabnya dengan wajah bingung

Min So’s POV

“Sejak kapan kau menjadi pecinta sepak bola?” tanyanya penuh selidik.

“Sepak bola? Aku bukan pecinta sepak bola!” jawabku bingung. Aku tidak begitu suka dengan sepak bola. Aku paling suka dengan renang dalam bidang OR. “Dari mana kau dapat berpikiran seperti itu?”

“Bukankah kau ngefans dengan Super Junior. Bukankah Super Junior itu tim sepak bola?” ujarnya polos dengan menunjuk para member Super Junior. Omona… primitive sekali dia.

Hee Chul’s POV

“… Bukankah Super Junior itu tim sepak bola?” bagai ada panah menusuk jantungku. Kata kata sambutan untuk menyambutnya menjadi member baru di P.E.T.A.L buyar. Aku ingin mengoreksi perkataan Jong Hyun yang mengatakan dia itu primitive.

“Jong Hyun-ah, dia bukan primitive. Dia itu makhluk primitive bagi kaum primitive. Alien saja tau apa itu Super Junior.” Bisikku pada Jong Hyun. Ryeowook yang ada di depanku langsung menuntut penjelasan padaku.

“Hyung jangan mengatai orang sembarangan. Tadi hyung  bilang kenal dengan Alien? Wah, kenapa kau tak mengajaknya berkenalan denganku?” tuntunya manja.

“Babo sekali kau ini! Yang kumaksud alien itu adalah couple-mu itu!” jelasku dengan menjitak kepalanya. “YA! Hyung Appo! Maksudmu Yesung hyung?”

“Hmm..” jawabku singkat. Sementara Yesung hanya mendengus kesal sambil melirikku kesal.

Byul Hyun’s POV

Min So menghampiriku lalu merangkulku. “Hyunnie-ah, mereka bukan tim sepak bola. Mereka itu boyband.” jelasnya. Lalu Ni Chan menghampiri seorang namja yang cukup tua namun senyumnya membuatnya terlihat muda. “Oppa lebih baik kealian memperkenalkan diri kalian.”

“Kuerom. Kajja.” Lalu mereka membentuk barisan. “Han, dul, set. Annyeonghaseyo, Uri Syupo Juni – Oweyo!” mereka memperkenalkan diri mereka dengan cara yang cukup aneh. Kemudian satu persatu dari mereka memperkenalkan diri.

“Annyeong haseyo! Aku dalah pria berbakat dalam hal apa saja, panggil aku leeteuk. Aku leader disini” Ah ternyata dia leader…

“annyeong haseyo! Aku adalah orang yang sudah ditakdirkan terkenal semenjak lahir pria yang selalu muda tidak akan pernah tua. Kim Hee Chul imnida” Dia sebenarnya namja atau seorang yeoja? Kenapa namja ini cantik sekali. Mukanya halus dan kulitnya seputih susu.

“annyeong haseyo! Aku adalah pria dengan suara paling indah di super junior, yesung imnida.” Ah ternyata yang Ni Chan omongkan benar. Suaranya indah sekali. Tapi Min So juga benar kalau dia itu aneh. Auran saat dia berbicara benar benar aneh

“annyeong haseyo! Aku adalah pria yang paling bertalenta di super junior, shindong imnida” Aish.. lucunya

“annyeong haseyo! Aku adalah penerus generasi pria-pria cantik dari super junior, Sungmin imnida” Aigoo   ~ aegyonya namja satu ini

“annyeong haseyo! Aku adalah pria yang penuh dengan kebahagian, donghae imnida.” Ah.. playboy..

“anyeong haseyo! Aku adalah pria yang paling berharga dan charming di super junior, eunhyuk imnida.” Ah namja yadong. Terlihat dari mukanya

“annyeong haseyo! Aku adalah the gesture man dari super junior, siwon imnida” Ada anak alim juga rupanya.

“annyeong haseyo! Aku adalah koki special dari super junior, ryeowook imnida” Aish.. aegyo sekali. Dari wajahnya saja aku tahu dia magnae disini. Wajahnya juga menunjukan kesan bahwa dia orang yang baik. Aigoo

“annyeong! Choneun Henry Lau imnida. But Just call me Henry. OK!” semua sudah memperkenalkan diri. Orang ini bukan dari korea. Tidak ada logat khas korea saat dia berbicara.

“Henry-sshi kamu bukan orang Korea?” dia hanya menggeleng. “Aku dari China.” Jelasnya.

Hening. Aku bingung kenapa semua diam.

“Lho, Kyu mana? Kenapa dia belum memperkenalkan diri?” ucap namja aegyo yang kalau tidak salah bernama Sung Min. Tapi tadi dia mencari siapa? Kenapa membernya banyak sekali. Sebenarnya ada berapa jumlah member mereka? Lalu dia menoleh kebelakang. “Ya Kyu Hyun-ah! Giliranmu sekarang.” Aku mengintip dari barisan mereka. Seorang namja yang cukup tinggi dan kurus memasukan PSP ke dalam tasnya lalu berjalan kearah barisan. Wah PSP sungguh menggoda iman… Chankaman. Sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi dimana?

“Annyeong haseyo! Aku adalah magnae dari super junior!” ah tak mungkin itu dia pikirku. Namun saat aku dan dia bertatapan…

“NEO???‼!…”

Advertisements